Pernikahan merupakan impian semua orang, tapi tak semuanya mendapatkan pernikahan yang ia mau.
Dalam keadaan mendesak, Senja mengorbankan pernikahannya dengan seorang duda yang sama sekali tidak dikenalnya.
Ibunya yang sakit dan membutuhkan biaya operasi yang mahal, membuat senja melakukan apapun yang Ia bisa, termasuk menjadi pengantin bayaran.
Bagaimanakah kisah pernikahan tanpa rasa cinta? mungkinkah kedua pasangan yang saling terpaksa ini bisa bertahan?, mari simak cerita lengkapnya 😊😊.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mister Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Steven
DI KAMPUS
Senja yang telah menyelesaikan kelasnya langsung keluar gedung dengan kedua temannya, mereka tampak berbincang-bincang saat menuruni tangga ke lantai satu. Membahas seputar mata kuliah yang baru saja di ajarkan.
"Apa kau paham materi yang di jelaskan Pak Samsul?" Tanya Senja kepada kedua temannya membuka percakapan.
"Entahlah, aku pusing. Sungguh tadi itu susah di mengerti" Jawab temannya yang berhijab.
Senja menghela nafas.
"Aku sama sekali tak mengerti malah" Sahut teman satunya enteng, rambutnya yang pendek tampak melambai-lambai di terpa angin.
"Apa kalian merasa ada yang aneh dengan tatapan Pak Samsul?" Senja kembali mengajukan pertanyaan kepada kedua temannya.
Kedua temannya menggeleng bersamaan, lalu berhenti di ujung tangga menatap Senja.
"Nggak tuh" Jawab Naila seadanya.
"Kamu bagaimana Fa?" Tanya Senja pada temannya yang berhijab.
"Biasa aja tuh" Sahut Sifa kembali melanjutkan langkahnya, di susul Naila dan Senja.
"Emang kenapa sih?" Tanya Sifa penasaran.
"Aku merasa tatapan Pak Samsul tidak biasa saat memandangku, tatapannya tajam" Senja bergidik ngeri.
"Bukannya kau murid kesayangan Pak Samsul, kau selalu mendapatkan nilai A+ kan!?" Naila menimpali.
Senja mengangguk, "Maka dari itu, aku merasa ada yang aneh. Apakah Pak Samsul marah denganku?"
"Ah, itu perasaanmu saja" Sahut Naila yakin.
"Lupakan Senja, mungkin kau sedang banyak pikiran makannya tidak fokus" Sifa menambahi.
Kini mereka sudah berada di lantai bawah, dekat pintu utama.
"Eh Senja, itu mobil suami kamu kan?" Celetuk Naila menunjuk arah parkiran, mobil sedan hitam tampak memarkir di sana.
"Iya," Sahut Senja lesu.
"Ya udah kalo gitu, kita pamit ya. Kasian suami kamu menunggu," Sahut gadis satunya.
"Bye Senja" Ucap kedua temannya bersamaan yang langsung meninggalkan Senja yang masih mematung.
"Bye-bye Naila, sifa" Balas Senja dengan ekspresi cemberut.
Senja dengan malas menyeret kakinya menuju parkiran, Bryan tampak sudah menunggu. Biasanya Bryan tak pernah menjemputnya, Ia biasa pulang naik angkot seperti kebiasaannya sebelum menikah. Jelas ada sesuatu, begitu pikir Senja.
"Kita ke rumah Mama sekarang" Ucap Bryan menyambut kedatangan Senja, lalu membuka pintu belakang.
Senja tak menyahut, Ia masih berdiri di tempat.
"Mama tadi nelpon katanya Steven nyariin kamu" Bryan akhirnya menjelaskan.
"Hem... " Jawab Senja singkat, padat dan jelas.
Bryan segera masuk, Senja segera menyusul.
Mobil mulai membelah jalanan, pikiran Senja mulai melayang, kecurigaannya pun benar, pasti ada maksud tertentu jika Bryan menjemputnya.
Ia sebenarnya juga sudah sangat rindu dengan anak 5 tahun itu, sejak pertama kali anak itu memeluknya dan memanggilnya Mama hatinya benar-benar terketuk.
Hatinya juga seperti ada ikatan batin dengan Steven, walau baru mengenal mereka sangat akrab. Bahkan Senja sendiri sudah menganggap Steven sebagai anaknya sendiri, walau Ia belum pernah merasakan yang namanya hamil dan melahirkan.
Mungkin Tuhan sengaja menghadirkan Steven untuk menjadi penghibur di kala dukanya, dan benar saja Senja merasa bahagia bersama Steven. Diam-diam Ia juga merindukan anak pintar dan lucu itu, tingkahnya membuat dirinya gemas dan tak mau jauh dari Steven kecil.
Walau Steven adalah anaknya Mawar, orang yang selalu membuatnya meradang tapi Ia tetap menyayangi Steven setulus hati. Ia malah keheranan saat Bryan memberitahu kalau Steven merindukannya, bukan merindukan Bryan atau Ibu kandungnya Mawar.
Tapi sayang seribu sayang, Steven tak boleh ikut tinggal bersama Bryan dan dirinya, Mertuanya takut kalau Mawar mengambil cucu satu-satunya itu. Dan sepertinya Senja setuju, dan Feeling Mama Mertuanya sangat kuat, karena memang Mawar berada di rumah mereka. Hadir di tengah-tengah rumah tangganya, kehadiran Senja lah yang mereka anggap mengganggu. Kenyataannya malah perempuan itu yang merusak rumah tangganya, sedangkan Senja sendiri adalah istri sahnya.
Lamunan Senja seketika buyar ketika mobil mereka memasuki halaman rumah kediaman Papa Hendra.
Baru saja turun, Steven langsung memeluk kaki Senja erat.
"Mama, Steven kangen mama. Mama kemana aja?" Tanya Steven dengan muka cemberut.
"Mama sekarang di sini sayang, jadi Steven gak perlu kawatir" Jawab Senja yang kini sudah memeluk Steven.
"Pokoknya Mama gak boleh pergi, gak boleh ninggalin Steven lagi" Tuntut Steven yang bahkan tak memperdulikan Ayah kandungnya sendiri.
Om Hendra menyambut kedatangan Bryan anak sulungnya, lalu menatap senyum kearah Senja dan Steven yang sedang mengobrol diikuti tatapan aneh Bryan.
"Ajak Mama masuk Steven" Perintah Kakek Hendra pada cucunya.
Senja langsung menggendong Steven yang tak mau pisah, terus memeluk erat tak mau di lepaskan.
"Apa kabar sayang?" Tanya Papa Hendra setelah Senja mengalaminya dan duduk di sofa.
"Alhamdulillah Pa baik, Mama kemana kok gak keliatan?" Senja menengok ke kanan dan kiri.
"Oh Mama lagi ada acara arisan, sebentar lagi juga pulang" Jawab Papa.
"Ma, kita ke taman belakang yuk?" Ajak Steven yang kini menarik tangan Senja, sedangkan Papa dan Mas Bryan tengah mengobrol seputar perusahaan mereka yang sudah mulai bekerja sama dengan perusahaan milik Pak Retno.
Mendengar nama ayahnya, sesak mulai memenuhi dada Senja. Kemarahan yang berapi-api muncul, kebencian dan luka seketika meradang.
Tak mau hatinya semakin sakit, Senja memilih menemani Steven yang mengajaknya ke taman belakang yang kata Steven ada banyak ikannya.
"Pa, Mas, Senja tinggal dulu ya, Steven mau ke taman belakang" Senja pamit, membuat Pak Hendra dan Mas Bryan seketika menghentikan percakapan.
"Silahkan Sayang, biarkan Steven melepas rindu. Sudah dua hari ini Ia mengigau dan memanggil namamu, Papa rasa Steven sangat-sangat merindukanmu" Sahut Papa tersenyum melihat cucunya kembali ceria dan tidak murung. Bryan hanya menatap diam segala pertanyaan di benaknya mengenai kedekatan anaknya dan Senja.
Senja langsung menuju taman belakang, benar apa yang di katakan Steven. Banyak sekali ikan koi disana, megap-megap seperti kehabisan nafas.
"Ma, sini" Ajak Steven ke pojokan kolam, Senja segera mendekat.
"Ambilin itu" Steven menunjuk toples berisi pakan ikan yang di letakkan ke tempat yang tinggi.
Senja segera mengambilnya, lalu memberikan pada Steven.
"Ayo Ma, kita kasih makan ikannya" Steven kembali menarik tangannya, Senja tampak seperti orang linglung. Entah apa yang kini mengganggu pikirannya.
"Oh, eh iya sayang" Jawab Senja gagap.
Steven mulai membuka toples, mengambil segenggam pelet ikan lalu mencelupkan tangannya ke air.
Ikan koi yang berwarna warni mulai mendekat, segera menghampiri tangan mungil Steven yang di keroyok ikan-ikan kelaparan.
Senja menatap Steven sangat bahagia, anak itu tertawa riang sekali. Tawanya benar-benar membuat Senja seketika melupakan semua masalahnya.
"Ayo Ma, giliran Mama yang memberi pakan"
Senja langsung mengambil segenggam pelet, melakukan apa yang di lakukan Steven. Sensasi geli membuatnya tertawa saat mulut ikan-ikan itu mulai menggigit tangannya dengan lembut.
Senja tak menyangka ini sangat menyenangkan, ia langsung melakukannya berkali-kali. Lbh dan anak itu tertawa nyaring sekali saking semangatnya, membuat seseorang yang ada di dekat kolam penasaran. Orang itu kemudian mendekat.
"Senja!" Panggil orang itu setengah terkejut, Ia sangat mengenalinya.
Senja yang ketawa seketika terdiam, Ia seperti tak asing dengan suara yang berasal dari arah belakangnya.
Senja menoleh dan sama terkejutnya dengan orang itu.
***
baru nemu niih novel author.. aku lanjut baca dulu yaa.. kayaknya seru niih.. openid nya bagus,, bikin pengen lanjut bab selalu
jangan jangan cinta pacar nya
juga palsu😄😄
kedepan nya👃👃