Ditahun 2045 Game yang mana digemari oleh banyak orang telah berevolusi menjadi sebuah dunia yang dapat dimasuki lewat kesadaran, dan saat game-game VR bermunculan salah satu dari game tersebut adalah World of Apocalypse sebuah game online yang mana berbeda dari yang lainnya dan juga menyimpan banyak misteri didalamnya. Reno adalah salah satu dari para player yang bermain didalam game tersebut, tetapi saat dia dan temannya membentuk sebuah party penjelajahan dia menemukan sebuah kesempatan misterius yang akan mengubah nasibnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rafli Ananda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 Balas dendam yang manis
Didalam markas sementara dari guild Edenst disana terdapat beberapa player tersisa yang mana bukanlah player yang terbangkitkan, mereka dengan cepat memasuki markas karena tahu sedang diserang oleh kumpulan Zombie mutan, tetapi mereka tidak akan pernah menyangka kalau saat ini salah satu Zombie mutan yang mana lebih kuat masuk kedalam gedung markas sementara tersebut. “Bumskk… Bumskk… Bumskk…” langkah kaki dari Zombie mutan yang telah diperkuat oleh Reno terdengar sangat keras, dan bahkan dari langkah kaki tersebut membuat beberapa player yang ada disana ketakutan dan berusaha untuk bersembunyi darinya.
“Hiiii… mahluk apa itu, kenapa aku tidak pernah tahu akan adanya monster seperti itu didalam game ini” kata player yang mana sedang bersembunyi tersebut, dia dan satu orang lagi dari guild Edenst sedang bersembunyi dari Zombie tersebut.
“Ssshh… diamlah kau ini, jika dia mendengarkan kita maka kita bisa….” Kata player itu yang mana tidak meneruskan perkataannya, dia melihat kebelakang dari temannya dan terdiam kaku karena melihat hal yang sangat menakutkan, dan saat temannya itu melihat kebelakang dia melihat sesosok Zombie mutan berwarna hitam yang setinggi 2 kaki.
“Roaoarrr…” lalu dengan buasnya Zombie tersebut menghabisi kedua player itu dan membuat mereka Log Out dari dalam game, sementara itu Reno yang mana baru saja masuk kedalam bangunan yang mana menjadi markas sementara dari guild Edenst sedang berjalan dengan senangnya sambil mengambil beberapa item yang dijatuhkan para player yang bersal dari guild Edenst. Mereka semua kalah dalam sekali serangan melawan Zombie mutan yang diperkuat oleh Reno tersebut, dan saat Reno melihat kedepannya dia melihat kalau Zombie mutan itu sedang memukuli sebuah ruangan, “Buussk… Buussk… Buussk…” melihat hal itu Reno langsung tahu kalau ada beberapa player yang dari guild Edenst yang bersembunyi didalam ruangan tersebut.
“Hehehe… ini menarik, kelihatanya ada yang berhasil selamat, yah walaupun para player utama dari guild Edenst tidak ada disini sekarang tapi player mereka yang lainnya cukup berpengalaman, tampaknya aku juga tidak bisa tanggung-tanggung” kata Reno yang mana melihat kalau Zombie mutan yang diperkuatnya sedang kesulitan untuk menjebol pintu ruangan tersebut.
Reno lalu mengaptifkan skill Death Call miliknya “ROOOAAARRR…” lalu terikan dari seorang monster keluar dari mulut Reno, teriakan tersebut lalu membuat para Zombie yang berkeliaran diluar dengan cepat memasuki gedung yang mana adalah markas sementara Edenst guild. Para Zombie itu lalu mengamuk dan menghancurkan setiap ruangan yang ada dan menemukan beberapa player yang bersembunyi, melihat para player tersebut “Rooaarr…” para Zombie yang masih terpengaruh skill milik Reno langsung menyerang dengan liarnya, dan par player dari Edenst guild berusaha untuk melawan “Tratatatast… Dors… Dors… Dors…” tetapi dengan jumlah dan kekuata dari kulit para Zombie tersebut, para player dari Edent guild kalah telah dan tak ada yang tersisa didalam gedung guild sementara tersebut.
“Haaaah… sekarang sudah sepi, kalau begitu itu artinya mereka tidak akan bisa bangkit lagi untuk 24 jam kedepannya, mari kita berkeliling dan ambil semua yang ada dan hancurkan semua yang tidak bisa dibawa” kata Reno yang mana berbicara pada dirinya sendiri.
Reno lalu berkeliling gedung tersebut dan melihat ada banyak ruangan yang menyimpan berbagai macam senjata disana, dan disaat dia mengambil semua item-item yang dia anggap bernilai “Trrinnggss… BOOMSHH…” dengan santainya Reno meledakan ruangan lain yang dia anggap tidak ada item bernilai didalamnya, “Bomssh… Bomssh… Bomssh…” dia hampir meledakkan seluruh ruangan yang dia lihat sambil berjalan diatas mayat avatar para player yang kalah Reno berjalan dengan senyuman yang lebar dibalik topengnya. Lalu sebuah ruangan yang mana membuat Reno penasaran karena diruangan tersebut ada banyak mayat avatar dari para guild Edenst, dan kelihatannya mereka mati terbunuh karena berusaha untuk melindungi apa yang ada didalam ruangan, penasaran karena hal itu Reno lalu masuk dan melihat sebuah ruangan yang gelap “Trraakk…” dia lalu menekan tombol lampu disana dan dia terkejut melihat apa yang dirinya temukan.
“Hahahahah…. Tidak kusangkan mereka akan memiliki hal seperti ini, kalau ini menghilang aku sangat yakin kepala mereka pasti akan pecah karena stress” kata Reno yang melihat sebuah senjata yang disimpan didalam tempat tersebut.
“Brroooommnggg…..” sementara itu lima buah mobil Jeep yang mana telah dimodif agar dibuat lebih kencang dan tahan dalam segala medan dengan cepat mengarah ke gedung markas sementara guild Edenst, disetiap mobil tersebut terpasang bendera yang mana menggambarkan sebuah pohon apel dan seekor ular yang melahap apel tersebut. Itu adalah lambang dari guild Edenst dan diantara kelima mobil tersebut ketua mereka GoE dan juga God Monster, dengan cepat mengendarai mobil mereka untuk bisa sampai ke markas sementara mereka.
“Sialan-sialan-sialan… aku harap tidak ada sesuatu yang terjadi pada benda itu” pikir GoE, dia mengkhawatirkan sebuah item yang dia simpan dan item tersebut adalah kunci bagi dirinya untuk bisa mengalahkan guild Triniti.
“Ketua aku sudah dapat melihat markas guild kita, tetapi….” Kata salah satu player dari guild Edenst yang ada di mobil tersebut, dia menggunakan kekuatan penglihatan miliknya untuk melihat dari jarak yang sangat jauh.
“Tetapi apa, katakan apa yang kau lihat” kata GoE yang mana sedang strees berat memikirkan tentang markas guild sementara miliknya yang diserang bahkan sebelum mereka memulai perang guild tersebut.
“GoE tenangkan dirimu, kalau seperti ini kau akan langsung mati dalam pertempuran” kata God Monster yang duduk disamping GoE.
“Haaah… bisa-bisan kau yang sangat liar menasehatiku seperti ini, tetapi kau ada benarnya juga aku harus tetap tenang walau apapun yang terjadi” kata GoE, dia menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya lagi untuk menenangkan dirinya.
“Brrummmm…” dan lalu saat mereka telah sampai di markas sementara guild mereka, mereka melihat para Zombie yang mana memiliki kulit hitam pekat sedang berkeliaran disana dan ketika para Zombie tersebut melihat kelompok GoE “Roaoaarr…” dengan buas mereka langsung menyerang kearah para tetua guild Edenst tersebut. “Trraasstt… Buummmsshh…” lalu dari tangan kanan GoE sebuah sinar biru muncul dan menghanguskan lebih dari puluhan Zombie mutan tersebut dalam sekali serangan, “Traasskk…” dari tangan kanannya seperti terlihat aliran listrik yang mana diperkuat dan ditembakkan dalam satu titik untuk memperkuat daya serangannya.
“Semuanya dengarkan perintahku, menyebar dan habisi para Zombie kotor ini dan jangan sisakan satupun dari mereka tetap hidup disini” kata GoE yang mana terlihat marah tersebut.
“SIAP KETUA….” Kata para tetua guild Edenst yang langsung bergerak dan menyebar keberbagai daerah ditempat tersebut.
“God Monster kau itu aku, kita akan melihat apakah item itu masih ada atau tidak” kata GoE, dengan perintahnya God Monster lalu mengikuti dirinya.
“Grrrr….” Lalu mereka melihat sesosok Zombie mutan yang mana telah diperkuat dengan tubuh berotot, “Rooarrr…” Zombie itu lalu langsung berlari kearah GoE tetapi “Buusskk…” dengan tinju miliknya God Monster langsung menghancurkan kepalanya hanya dengan satu kali pukulan.
“Kau menghalangi jalanku, dasar hama” kata God Monster, lalu mereka langsung berlari kesebuah ruangan dan disana terlihat banyak mutan Zombie terlihat “Buuskk… Buuskk… Buuskk… Buuskk…” dengan pukulan yang cepat dan kuat God Monster dapat mengalahkan seluruh mutan Zombie itu.
“Sialan….” Kata GoE yang mana langsung melihat kedalam ruangan tersebut, ruangan itu memiliki luas 10 meter dan lebar 20 meter dan didalamnya adalah tempat untuk menyimpan sebuah item raksasa yang mana adalah senjata yang telah disiapkan oleh GoE untuk mengalahkan guild Triniti, tetapi sekarang ini item itu telah jatuh ketangan Reno yang mana tidak tahu menahu seberapa pentingnya item tersebut.
Bersambung…..