Angela yang telah dikhianati oleh kekasihnya tiba-tiba saja ditabrak mobil dan meninggal dunia.
Apakah semua ini berakhir? Tentu saja tidak. Angela terbangun kembali di dalam sebuah dunia novel fantasi. Ia menjadi karakter sampingan!!
Karakter ini hanyak muncul sekali di novel pada halaman 71 itu saja!!
Namanya adalah SOFIA
Tubuh Sofia mempunyai sebuah penyakit yang kemudian seorang pangeran berambut emas tiba-tiba mengatakan ingin menyembuhkan penyakit di dalam dirinya. Tapi untuk balasannya Sofia harus menerima pangeran itu sebagai tunangannya.
Di sinilah terungkap, ternyata tokoh sampingan pun memiliki kisahnya tersendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bazirah1, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertamu
Cedric berdiri sembati berkata, "Kalau begitu aku harus pergi."
"Apa aku bisa ikut denganmu?" Angela merasa sedih untuk berpisah dengan Cedric. Rasanya baru tadi Cedric datang untuk menemui dirinya dan sekarang mereka harus terpisah kembali.
Tangan Cedric mengelus kepala Angela, "Maaf, aku tidak bisa membawamu pergi sekarang. Tapi kau tenang saja, aku akan datang ke sini dengan cepat dan kita akan pulang ke rumah dengan sangat senang." Cedric memeberikan tatapan penuh arti.
Angela hanya bisa pasrah, "Baik."
"Jaga dirimu baik-baik." Cedric memeluk Angela dan mencium keningnya sebelum dirinya menghilang.
Angela kembali sendirian di dalam ruangan yang begitu gelap ini. Tidak tahu ingin berbuat apa, ia pun jatuh tertidur dengan nyenyak.
Tak terasa matahari sudah tenggelam dan gelap menyelimuti sekekelilingnya. Angela mencoba mencari pencahayaan dengan mencari lampu di sekitaran. Namun karena penglihatannya yang tidak jelas, ia tersandung dan terjatuh ke lantai. Rasanya Angela barus saja menendang sebuah benda di lantai, ia mencoba untuk mencari benda tersebut dengan meraba sekitar namun hasilnya nihil.
"Kenapa hari ini begitu banyak hal yang terjadi," Keluh Angela.
Ia kembali berdiri dan untungnya Angela langsung menemukan lampu penerangan untuk ruangan tersebut. Tanpa pikir panjang Angela langsung menyalakan lilin yang ada di dalam. Cahaya langsung menerangi seluruh ruangan. Ini lah yang ia tidak suka dari zaman sekarang, tidak ada listrik. Pencahayan di zaman ini sangatlah minim dan membuat banyak celah bagi para penjahat untuk beraksi. Angela sempat berpikir, bukannya di dunia ini ada penyihir berelemen cahaya. Kenapa elemen itu tidak dimanfaatkan dengan sebaiknya. Ia terlalu lelah untuk menghadapi malam yang begitu gelap.
Pintu terbuka dan para pelayan masuk membawa beberapa hidangan makan malam. Hidangan untuk malam ini berisikan makanan yang berasal dari kerajaan elf. Angela dapat melihat makanan yang asing. Seperti yang satu ini, makanan ini berupa sup yang berisikan ikan dan tanaman yang berwana merah muda keemasan.
"Silahkan dinikmati nona."
Langsung saja Angela makan hidangan yang sudah disiapkan. Setelah makan, Angela bertanya kepada para pelayan, "Apa boleh aku berjalan-jalan di sekitaran sini?"
"Maafkan kami nona, Ratu tidak memberikan ijin untuk anda keluar dari ruangan ini. Jika anda membutuhkan sesuatu, anda bisa memanggil kami," jawab pelayan tersebut.
Angela merasa menjadi seorang tahanan. Tapi nasehat dari Cedric teringat di benak Angela kembali. Meskipun ia tidak suka di kurung seperti ini, pada akhirnya Angela harus mengalah dan patuh apa kata sang Ratu.
Pandangannya beralih keluar jendela. Jumlah bintang di sini lebih banyak dari pada di tempatnya, ia mempertanyakan dimana ini sebenarnya. Jika dilihat-lihat ini seperti dunia lain saja.
***
Pagi datang dan matahari mulai bangkit. Angela bangun dengan rambut berantakan dan mata yang sedikit memerah. Malam tadi ia beberapa kali bermimpi mengenai kehidupan sebelumnya. Dimana bibinya yang menyiksanya beberapa kali sampai meninggalkan bekas luka di tubuh Angela. Dan hal itu membuat Angela terbangun beberapa kali. Anehnya, ketika ia mencoba untuk tidur kembali, mimpi itu malah berlanjut dan semakin brutal.
Para pelayan yang mendengar Angela sudah bangun pun masuk. Kilatan terkejut sempat terpapar di mata mereka, namun dengan cepat langsung kembali ke awal. Sebagai seorang pelayan tidak diharuskan bertanya mengenai masalah yang di alami oleh tuannya. Apa lagi mereka sekarang baru saja bertemu Angela beberapa jam saja.
"Nona, saatnya anda untuk bersiap."
Kata bersiap di sini berbeda makna. Jika setiap kata bersiap keluar dari seorang pelayan, maka itu artinya Angela perlu berpakaian rapi untuk menghadapi pesta atau menyambut orang penting. Biasanya setiap bangsawan harus mengelutkan pakaian dan riasan wajah terbaik.
"Apa terjadi sesuatu?" tanya Angela.
"Pangeran mahkota dari kerajaan Aston datang untuk berkunjung dan ratu meminta anda untuk menyambutnya."
Angela mengrtahui bahwa yang datang itu adalah Cedric. Rasa senang merayap hati Angela, "Saya? Mengapa harus saya?"
"Sekarang anda sudah menjadi bagian dari keluarga kerajaan. Maka untuk awal yang baik untuk anda mendapat pelajar dari menerima seorang tamu."
"A-ah, baiklah."
Para pelayan drngan gesit membantu Angela bebersih dan merapikan penampilannya. Sekarang penampilan Angela sudah kembali, pakaian yang ia pakai sedikit berbeda, ini merupakan pakaian khas dari kaum elf. Pakaian ini berupa gaun berwarna putih panjang dengan aksen emas di beberapa bagian. Bagian bahu kanan terbuka dan bagian kiri di tutupi selendang berwana putih.
Aku merasa di zaman romawi.
Angela memandangi dirinya dari atas sampai bawah. Tidak buruk juga, itu yang ada di pikiran Angela. Gaun ini membuat bentuh tubuh Angela terlihat ramping dan juga tinggi.
"Nona, ayo kita ke pintu utama."
"Baik."
Di sepanjang perjalanan menuju pintu utama. Angela dapat melihat istana ini yang dipenuhi dengan tanaman. Dengan melihat ini pun kalian akan yakin sedanh berada di dunia elf.
Ketika sampai di pintu utama, a dapat melihat Lion yang juga berdiri di sana. Angela menyapanya dengan sedikit membungkukkan badan, "Selamat pagi pangeran Lion."
"Selamat pagi lady Sofia. Bagaimana malam anda?"
"Baik saja."
Tidak! Sangat tidak baik! Aku terbangun lebih dari tiga kali karena mimpi mengerikan itu!
Selang beberapa saat, sebuah kereta kuda datang. Keluarh Cedric dengan pakaian kerajaannya. Ini pertama kalinya Angela melihat Cedric dengan penampilan ini, pakaian yang dikenakannya membuat diri Cedric semakin agun namun tidak lepas dengan wibawa seorang raja masa depan. Angela kembali bertanya mengapa orang seperti Cedric mau dengan dirinya.
"Pangeran Cedric, selamat datang di kerajaan elf."
Cedric memganggukkan kepala sembari berkata, "Terimakasih atas sambutannya."
Tatapan Cedric langsung beralih pada Angela. Angela merasa tatapan itu mengarah pada pundak kanannya yang terbuka lepar. Ia pun langsunh ber telepati pada Cedric
"*Ada yang salah?"
"Mengapa kau harus memekai pakaian seperti itu?"
"Para pelayan sudah menyiapkan paiakaian ini. Aku tidak bisa meminta pakaian lain*."
Cedric langsung menghembuskan napas dengan berat. Ia pun langsung menuju Angela dan langsung mengeluarkan sihir untuk membuat sebuah kain. Kain itu menutupi pundak kanan Angel, warnanya begitu selaras dengan gaun yang dipakaian Angela.
"Terimakasih," ucap Angela.
"Mari kita masuk," ujar Cedric.
Semua orang mengikuti Cedric dari belakang. Angela bingung mengapa pangeran Lion pun harus berada di belakang Cedric, bukankah pangkat mereka sama, seharusnya Lion sekarang berjalanan berdampingan dengan Cedric. Ia mencoba melihat sekitar, para pelayan maupun penjaga tidak ada yang berbicara mengenai keanehan ini. Melihat itu Angela pun tidak ikut untuk berbicara.
Angela tidak sadar bahwa sebentar lagi pertunjukkan yang begitu menarik akan terjadi.
mohon diperbaiki ya Thor, jdi yg baca ga bingung. thanks
apa-apaan ini cerita kagak kelar 🥴
aku salfok sm tulisan" yg tidak lengkap