Apa kalian pernah terbesit melakukan hubungan satu malam dengan ayah mertua? tentu saja tidak.
Itulah yang di alami Felia, berusaha mendapatkan restu dari ayah Louis malah masuk jurang yang tidak pernah ia bayangkan sama sekali.
Malam itu adalah malam di mana Felia diberikan tantangan supaya ia mendapatkan restu dari Edbert, tapi apa daya dia terjebak melakukan hubungan satu malam dengan ayah mertuanya.
Semenjak saat itu Edbert tidak pernah melupakan kejadian hubungan satu malam dengan calon menantunya,
dia berusaha mendapatkan Felia supaya wanita itu menjadi miliknya.
"Saya ini calon menantu om. Sebentar lagi saya dan anak om akan bertunangan, lupakan kejadian semalam. Anggap saja kita tidak pernah melakukannya"_Felia.
"Jangan berharap kejadian itu akan saya lupakan Felia. Kamu tetap menjadi menantu saya tetapi kamu cuman milik saya seorang"_Edbert
Bisakah Felia mengaku kepada Louis kalau sebenarnya ia sudah mengkhianati hubungannya? Atau melupakan hubungan terlarang?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Godaan Bibir Merah
Berjam-jam di layar komputer membuat Felia bosan dengan berkas-berkas kantor, ia memilih meninggalkan pekerjaan menuju pantry. Tiba di pantry Felia sibuk membuat kopi, tiba-tiba saja ia melihat dua karyawan wanita masuk dengan membawa gelas masing-masing.
Sedangkan di tempat lain seorang wanita sibuk merapikan penampilannya di toilet, wanita itu mengoleskan lipstik merah di bibir. Begitu menyala warna yang dia pakai mampu membuat lelaki manapun terpincut olehnya.
Pakaian seksi yang dia gunakan mampu membuat mata lelaki tidak bisa menahan pesonanya, ia kembali menatap penampilannya dengan melihat wajah di depan kaca.
"Aku rasa penampilanku hari ini sudah bagus. Aku harap Louis bakal tergoda dengan penampilanku yang seksi ini." dia masih memperhatikan dirinya di pantulan cermin dengan memeriksa wajah, "Aku pastikan kamu akan aku dapatkan Louis! Dan untuk kamu Felia... Aku akan menghancurkan hidupmu seperti apa yang aku alami."
Wanita itu keluar dari toilet, sebelum ia pergi keruangan Louis ia lebih dulu mengecek keadaan. Cici melangkah dengan ciri khas model, wanita itu tiba di ruangan Louis dengan pria itu sibuk mengerjakan laporan kantor. Louis belum menyadari bahwa Cici sudah berada di ruangannya dengan melangkah kearahnya.
"Pak Louis!" panggil Cici membuat Louis menatap wanita yang berada di depannya.
Dia baru menyadari bahwa Cici begitu cantik dengan penampilan yang sedikit berbeda, tidak hanya riasan saja yang membuatnya tertarik tapi ada hal yang membuatnya tertantang. Matanya terus tertuju pada belahan dada Cici, begitu sempurna dengan penampilannya sangat cocok dengan riasannya.
Louis mencondongkan tubuhnya dengan kedua tangan menampung di dagu, ia terus memperhatikan buah dada itu sampai dia baru menyadari kalau Cici tersenyum melihat sikap Louis.
"Gimana dengan penampilan saya hari ini, pak? Apa bapak suka dengan penampilan saya?" tanya Cici sedikit menggoda Louis dengan suara indahnya.
"Perfect! Saya suka sama penampilan kamu hari ini. Tapi saya..." ucapan Louis tertahan saat lelaki itu memilih beranjak dari kursi, ia melangkah kearah dimana Cici berdiri.
Lelaki itu menyentuh kedua pundak Cici untuk menghadap kearahnya, "Saya lebih tertarik dengan Felia bukan kamu."
Louis melepaskan tangannya dari pundak Cici, wanita itu marah saat Louis tidak tertarik dengannya ia malah tertarik dengan Felia.
"Kenapa harus Felia, pak. Saya ini kurang apa sampai bapak tidak tertarik dengan saya, saya sudah memberikan bukti supaya bapak percaya kalau saya mengandung anak bapak tapi... Tapi bapak malah tidak mempercayai saya dan menghancurkan bukti yang saya berikan ke bapak."
Louis kembali menatap Cici saat ia menjauhkan diri dari wanita itu, "Kenapa saya lebih menyukai Felia dari pada kamu? Karena kamu lebih pantas di jadikan simpanan lelaki kesepian dari pada wanita yang memiliki harga diri seperti Felia."
Ia tertawa mendengar jawaban dari Louis, ia menatap Louis dengan perasaan marah, benci karena lelaki ini selalu menolaknya.
"Baik, saya tau itu. Apa bedanya saya dengan bapak! Bukannya bapak sangat menyukai sentuhan saya, karena bapak begitu menikmati saat bermain dengan saya. Apa bapak lupa kita pernah melakukan hal itu di kantor?"
Kali ini Cici berhasil membuat Louis tidak bisa berkata apapun, ia melihat Louis terdiam barulah pria itu kembali menatap Cici. Yang awalnya langkahnya menjauh dan sekarang semakin mendekat, pria itu mulai menatap wajah Cici dan penampilan Cici.
Entah dari keberanian mana mampu membuat Cici senang saat Louis menyentuh wajahnya, apalagi jari jemari Louis mendarat di bibirnya dan terakhir di belahan buah dadanya.
Louis kembali menatap Cici, ia memberanikan diri untuk mendekati wajahnya kepada wajah Cici supaya ia bisa merasakan wangi tubuh wanita ini. Yang membuat Cici kaget saat Louis berkata, 'Mau bermain denganku malam ini'.
Suara indah itu terus terbayang saat Louis mengajaknya bermain, ia kembali menatap Louis saat lelaki itu masih menatapnya.
"Saya tunggu kamu nanti malam. Akan aku berikan hadiah spesial untuk kamu karena kamu berhasil membuatku terpesona." ucap Louis dengan memberikan ciuman di bibir Cici, lelaki itu kembali duduk di kursi kerja dengan menatap Cici masih berdiam dengan posisi berdiri.
Cici membalikan tubuh menatap Louis, lelaki itu mengangguk saat dia melihat di mata Cici ada sebuah rasa tidak percaya dengan ucapannya. Cici memilih pergi saat dirinya yakin dengan hal yang membuatnya tidak percaya, Louis akan mengajaknya jalan malam ini? Sungguh seperti mimpi tetapi mimpi ini akan menjadi rencana awalnya.
"Gak sia-sia aku berpakaian seperti ini, akhirnya yang aku tunggu-tunggu datang juga. Sebentar lagi Louis akan menjadi milikku seutuhnya dan kamu Felia akan tersingkirkan." batin Cici dengan rasa percaya diri.
***
"Apa kau sudah siap?" tanya seorang lelaki kepada lelaki di seberang sana.
"Sudah bos. Rencana malam ini saya pastikan akan berhasil, bos tenang aja dia tidak akan tau dengan rencana kita." urai lelaki itu membuatnya tersenyum mendengar jawaban dari orang kepercayaannya.
Louis memang meminta Cici datang malam ini, tapi wanita itu tidak tau kalau sebenarnya dia memiliki rencana. Louis dengan cepat menyimpan handphone dan mengambil kunci mobil, langkah kaki Louis begitu cepat sampai lelaki yang baru saja keluar dari ruang kerja melihat kepergian Louis.
"Mau kemana dia malam-malam begini?" tanyanya di dalam hati dengan mata masih menatap kepergian Louis sampai bayangan pria itu menghilang.
Tidak butuh waktu lama Louis tiba menjemput Cici di pinggir jalan, wanita itulah yang memintanya menunggu di jalan tanpa memberikan alamat rumahnya. Louis tidak mempermasalahkan ucapan Cici, ia hanya mengikuti kemauan wanita itu.
Louis menghentikan mobil tepat di hadapan Cici saat wanita itu sibuk memainkan handphone, mendengar suara mobil Cici dengan cepat melihat pemilik mobil.
"Silakan masuk." kata Louis membuat Cici mengangguk, wanita itu masuk ke dalam mobil setelah menyimpan handphonenya ke dalam tas.
"Apa saya sudah membuat kamu menunggu?" tanya Louis tiba-tiba saat Cici berada di dalam mobil.
"Nggak begitu lama saya menunggu kamu. Kamu mau ngajak aku kemana?" kali ini Cici sedikit penasaran karena lelaki di sampingnya tidak memberitahunya.
Louis sibuk mengendarai mobil dengan hati-hati membuat Cici menatap jalan raya, malam-malam begini dengan penampilannya yang begitu terbuka dan seksi membuat sekujur tubuhnya memerlukan kehangatan. Cici memilih menatap Louis yang sibuk menyetir mobil.
"Kenapa malam ini Louis sangat tampan. Aku baru sadar kalau Louis begitu berbeda dari biasanya." gumamnya di dalam hati dengan mata masih menatap Louis.
Saking sibuknya Cici memperhatikan Louis mobil itu berhenti, "Kita sudah sampai!" ucap lelaki itu tanpa menatap Cici.
Louis melepaskan sabuk pengaman yang selalu menempel di tubuhnya, ia membuka pintu mobil begitupun dengan Cici. Dia tetap mengikuti kemanapun Louis pergi, sampai dimana pria itu menghentikan langkah kakinya di sebuah rumah yang terbilang mewah.
Louis meminta Cici masuk ke dalam, penampakan pertama saat melihat rumah ini mampu membuat Cici melongo. Rumah sebesar ini mampu membuatnya terpesona, sibuk memandang interior rumah ia merasa seseorang memeluknya.
"Malam ini kamu cantik sekali." kata Louis masih memeluk Cici dengan memberikan ciuman di kedua pundak Cici.
Mendapatkan pujian dari Louis mampu membuatnya tersenyum, ini malam terindah yang dia miliki karena Louis yang memeluknya lebih dulu dan membawanya ke rumah mewah ini.
"Kamu suka dengan rumahnya?" pertanyaan itu sontak membuat Cici mengangguk, mendapatkan anggukan dari wanita ini Louis membalikan tubuh Cici.
Dia melihat wajah Cici yang begitu cantik dengan pakaian yang terbilang seksi, "Kalau kamu suka saya akan membawa kamu ke sini. Dan rumah ini akan menjadi saksi bisu kita melakukan kegiatan panas kita."
Mendengar ucapan Louis mampu membuat Cici malu, karena lelaki ini bisa tau apa yang dia mau. Tanpa butuh waktu lama Louis sudah mencium bibir Cici, bibir yang mampu membuatnya tergoda. Ciuman, ******* yang dilakukan Louis mampu membuatnya mengikuti irama yang diberikan Louis.
Tanpa mereka sadari ciuman ini begitu dalam membuat kedua tangan Cici melingkar di leher Louis. Ciuman itu masih mereka lakukan tanpa menghentikan adegan panas ini, bibir mereka masih menyatu tidak dengan tangan pria ini. Dia memilih membuka pakaian yang dikenakan Cici, tangan kanannya memainkan buah dada Cici sedangkan tangan satunya memilih memainkan bokong kenyal itu.
Kegiatan panas ini begitu nikmat saat angin malam sangat pas dengan apa yang mereka lakukan, keduanya sama-sama melepaskan hasrat mereka sampai Louis mengakhiri kegiatan panas itu. Melihat Louis mengakhir kegiatan panas ini membuat Cici tidak terima, karena tubuhnya sudah sampai puncak sedangkan lelaki ini malah mempermainkannya.
"Kau sengaja mengakhiri kegiatan panas kita?" tanya Cici mampu membuat Louis membalikan tubuh, ia melihat Cici memberikan ekspresi marah karena kegiatan mereka dihentikan begitu saja.
"Apa yang kamu inginkan dengan kegiatan barusan. Apa kau membayangkan kalau aku menyentuh seluruh tubuhmu sampai saya bisa menaruh benih di rahim kamu?" tutur Louis terhadap wanita ini.
Lelaki itu memilih pergi meninggalkan Cici, melihat kepergian Louis mampu membuat Cici marah. Bisa-bisanya lelaki itu mengakhiri kegiatan panas ini saat ia belum merasakan apa yang dia mau.
"Dasar kurang ajar, bisa-bisanya aku dipermainkan kembali. Kita lihat saja saya akan membuat kamu merasakan permainan yang kamu mainkan sekarang, Louis."
lanjut tunangan sama anknya
🤭😋
piiisss thor...✌
cm edbert tok sik benar yaitu cm cinta felia terlepas hub.n terlarang yo...itu pun sbnre gk di benarkn...
ya wlwpun suaminya tp kn kr bpk e jg.py sih...???kok nyong ra dong kii...😄😄😄
bilang sllu menegaskan..
om..hub.qt salah
q gk bs bls prasaan om..
cm menantu n mertua.
ehhh boollsyiittt....
buktinya kl di sentuh
di cumbu
di jak kikuk2.
pasrahhh...itu apa coba nama nya???
sadar lo ngomong gitu???
mbuhh...kok q sik getting...😃😃😃