Alicia Delmora adalah wanita mandiri sejak kecil, dia menjadi tulang punggung keluarga semenjak ayahnya meninggal dunia dan hanya tinggal bersama ibu dan kakak tirinya yang hanya bisa mengandalkan Alicia untuk membayar hutang-hutang mereka.
Kehidupan Alicia berbanding terbalik dengan saudara kembarnya yang bernama Alice, kembarannya itu hidup bergelimang harta bersama kedua orangtuanya dan memiliki seorang kekasih yang sangat terkenal di kota tersebut bernama Nicholas.
Alicia yang tidak tahu bila dia memiliki saudara kembar begitu juga sebaliknya, kehidupannya berubah setelah orang asing masuk dalam kehidupannya dan menjadikan dia sebagai wanita tawanan dari Pria asing tersebut yang menganggap dirinya sebagai Alice.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anggi (@ngie_an), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukuman Alicia yang sudah terlambat.
"Ini, Nyonya. Kampusnya!" Jacob menghentikan mobilnya tepat di halaman parkir kampus tersebut.
"Kamu, serius?" tanya Alicia dengan ragu ketika membuka kaca mobil dan melihat sekeliling area kampus yang begitu mewah melebihi kampusnya yang dulu.
Jacob hanya mengangguk ketika wanita itu melihat ke arahnya, lantas dia pun turun dari dalam mobil untuk membukakan pintu pada Alicia.
Alicia turun dari mobil, lalu melihat-lihat ke arah sekeliling kampus tersebut. Untuk beberapa saat senyumnya begitu melebar, perasaannya begitu senang, ketika dia menginjakkan kaki di kampus tersebut.
Namun, senyum itu langsung memudar ketika tahu bahwa cerita dongeng Alicia akan berakhir setelah enam bulan kemudian.
Alicia langsung mengajar Jacob untuk kembali pulang, dia masuk ke dalam mobil dengan raut wajah yang lesu dan suram.
"Why?" tanya Jacob, kali ini bodyguard-nya membuka suara ketika melihat wajah sedih dari wanita yang ada di samping nya ketika dia sudah masuk di kursi pengemudi.
"Tidak apa-apa! Hanya saja, aku laper ... boleh kita mampir ke restoran seafood sebentar?" Alicia memasang senyum manisnya kepada Jacob saat raut wajahnya tidak mengenakan topeng.
Jacob hanya tersenyum membalas senyuman dari Alicia, lantas melajukan pedal mobil gasnya menuju restoran yang diinginkan oleh wanita berwajah cantik tersebut.
Sesampainya di sebuah restoran, Alicia langsung memesankan menu makanan karena dia akan menggunakan kartu suaminya sebaik mungkin dalam waktu enam bulan ke depan.
berbagai menu yang dipesan oleh Alicia tertata rapi di meja makannya, dia memanggil Jacob untuk makan bersama dan duduk di depannya. Namun, pria yang mendapat julukan seperti patung dari Alicia terus berdiri di belakang dirinya.
"Aku bilang temani aku makan!" Alicia menarik tangan Jacob untuk duduk di depan, tangan lentik itu mencoba menyuapi sang bodyguard agar mau ikut makan bersama.
"Maaf Nya! Saya sudah kenyang!" tolak Jacob pada Alicia dengan secara halus.
"Sudah buka mulutnya, aaaaa!" perintah Alicia kepada Jacob yang sudah dianggap sebagai kakaknya sendiri karena hanya jacoblah satu-satunya orang terdekatnya saat ini.
Jaco pun langsung membuka mulutnya secara ragu-ragu, matanya pun terus mengedar takut bila apa yang dia lakukan diadukan oleh Tuan Dominic.
"Bagaimana? Enak?" tanya Alicia pada Jacob.
Lagi-lagi yang memiliki postur tubuh tinggi setara dengan Grey, begitupun juga dengan usianya serta wajah tampan yang dibilang sebelas dua belas pada sang suami. Membuat semua menatap kagum pada sosok Jacob.
"J, apa kamu sudah mempunyai kekasih?" tanya Alicia yang membuka percakapan, tentu saja itu membuat Jacob menjadi tersedak. "Kalau sudah jangan lupa buat kenalin ke aku! biar begini kan aku juga tetap adikmu, ya kan?"
"I–iya, a–adik! jawab Jacob dengan spontan.
"Kalau begitu boleh dong, di saat lagi bicara sama aku jangan abaikan, ya?" minta Alicia yang masih dengan ramah.
"Saya hanya ingin menjalankan tugas, yang sudah diberikan oleh Tuan Dominic untuk menjaga Anda!" ucap Jacob.
"Ya, kan tidak ada salahnya berbicara pada saya!" Alicia langsung melahap langsung semua daging ikan atau kerang-kerangan yang ada di hadapannya.
Jacob tidak menjawab perkataan Alicia, dia justru hanya tersenyum kembali melihat ke arah wanita yang tengah sibuk memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
Walaupun demikian, di mata Jacob Alicia tetap Wanita cantik yang sudah sedari dulu dia kagumi.
"Tuh kan, nggak mau jawab lagi?" protes Alicia kepada bodyguardnya.
Jika pun tertawa di depan Alicia, itu membuat Alicia terkejut melihat betapa manisnya saat bodyguard-nya tertawa lepas.
Sementara itu tanpa mereka ketahui Ada sesosok mata yang tengah memperhatikan gerak-gerik mereka, orang itu pun langsung melaporkan kepada yang memerintahkan mereka untuk mengawasi Alicia dan juga Jacob.
"Kurang ajar! Rupanya wanita kampungan itu mentraktir selingkuhannya pakai uangku?" Grey melihat video di mana Alicia tertawa lepas bersama bodyguard yang bernama Jacob.
Sudah Grey kantongi identitas nama asli bodyguard yang dipercayakan oleh Dominic, dia adalah salah satu mahasiswa yang dulu pernah satu kampus dengan Alicia. Namun, kondisi keuangannya sedang tidak baik, sehingga dia pun terjun ke pelantikan pendidikan militer sebagai seorang bodyguard.
"Liat saja, apa yang akan aku lakukan padamu, wanita licik!" green melempar ponselnya di atas tempat tidur kemudian dia merebahkan tubuhnya.
"Antar makanan yang sudah aku pesan, aku kasih kamu waktu dua puluh menit untuk sampai di apartemen!" pesan Grey pada Alicia.
Alicia terbaru saat membaca pesan dari sang suami, dia bergegas memesan makanan yang disuruh oleh Jacob. Begitu makanan yang sudah siap dibawa pulang, Alicia menyuruh bodyguard-nya untuk menambah kecepatan pada mobil yang dia tumpangi.
Hampir tersisa satu menit, Alicia mencoba membawa makanan yang dipesan oleh Grey sampai tepat waktu. Hingga suara bel pada pintu apartemen Grey pun terdengar.
Grey membuka pintunya dari tersenyum, tetapi senyumannya itu memudar di saat melihat Jacob yang datang membawa pesanan makanannya.
beberapa detik kedua pria itu saling tetap menatap melempar tatapan yang tidak suka, baru setelah itu Alicia datang dengan deru napas napas yang tersengal.
"Gimana? Telat nggak?" tanya Alicia dengan ucapan yang masih tersedak.
"Buang makanannya, kalau nggak buat kalian aja! Sebagai hukumannya, kamu harus masak makanan untukku!" Grey langsung meninggalkan keduanya dengan tatapan yang tidak suka, kepalanya mengisyaratkan bahwa menyuruh Alicia untuk segera masuk ke dalam.
"Apa? Masak? Tapi ... kita tidak ada bahan masakan sama sekali!" ucap Alicia yang mengingatkan suaminya saat mereka sudah berada di dalam.
Grey pun langsung mendekat ke arah Alicia saat berada di kitchen set, dia membuka lemari yang berada di belakang istrinya tersebut.
Alangkah terkejutnya Alicia yang sudah berpikiran bertindak jauh bahwa suaminya akan menyentuh dia. Tetapi justru, hanya sekedar mengambil wajan yang menaruh di atas kepalanya.
"Lima menit harus sudah jadi, terus bawa ke kamarku!" perintah Grey saat mengeluarkan mie instan dari laci yang berada di samping Alicia.
Tentu saja, Alicia hanya menurut mengambil satu yang akan dia masak. Awalnya dia bingung untuk menyalakan api tetapi Grey sudah lebih dulu menghidupkan kompor yang akan digunakan oleh sang istri.
Alicia hanya terkekeh lantas bergegas menyiapkan makanan untuk sang suami, dalam kurun waktu sesingkat-singkatnya Alicia pun menaruh satu mangkok mie yang sudah dimasak oleh dia.
"Tara, sudah siap silakan dinikmati Tuan Keenan!" Alicia pun tidak lupa memberikan minuman kepada suaminya, lalu menunggu komentar hasil masakan dari bibir suaminya tersebut.
Grey pun mengambil sumpit lalu memakan mie yang sudah dibuatkan oleh Alicia, ekspresi pada raut wajahnya begitu sulit untuk ditebak oleh sang istri.
"Gimana enak kan?" Alicia masih setia menunggu jawaban dari Grey.
to be continued...
bolak balik ke sini belum up juga
semangat thord