Tahap revisi ...
Marsya yang kecewa dengan ucapan kakeknya berlari sambil menangis. Tanpa melihat kiri kanan dia terus berlari ke tengah jalan raya. Dia tidak menyadari ada mobil yang melaju dengan kecepatan maksimal. Akhirnya tabrakan tidak bisa di hindari.
Saat bangun dia harus menerima bahwa dia telah hidup kembali di dalam tubuh seorang permaisuri terbuang yang terlempar ke dasar tebing yang curam. Dia juga harus menerima bahwa didalam tubuhnya ada dua sosok janin yang sedang tumbuh. Entah kekuatan apa yang membuat dua janin itu tumbuh menjadi sosok tampan dan imut . Padahal ibunya telah jatuh ke dasar tebing yang curam. sungguh tak masuk akal.
Marsha yang dalam kehidupan sebelumnya masih duduk di bangku SMA harus menerima takdirnya membesarkan kedua anak yang terlahir dari tubuh yang ia tempati.
" Sayang akhirnya aku menemukanmu"
" Siapa kamu?"
Apakah pertemuannya dengan sang suami bisa merubah kehidupannya?
Apakah anak-anaknya menerima kehadiran ayahnya?
Bac
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Senggrong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Membuat sarapan
Keesokan harinya Marsha bangun pagi seperti biasanya. Setelah bangun dia langsung pergi ke dapur untuk masak .
Saat tiba di dapur ternyata sudah ada yang menyalakan tungku . Mereka adalah pelayan yang telah disediakan oleh kepala desa. Pelayan itu tinggal di rumah bagian belakang.
" Selamat pagi nyonya ....," sapa pelayan - pelayan itu
" Selamat pagi... ada apa saja yang tersedia di dapur ?" tanya Marsha sambil melihat sekeliling.
" Ada kentang, daging ayam, wortel dan selada nyonya," jawab salah satu pelayan.
" Biar yang masak saya saja . Kalian bisa bersih-bersih dan juga mencuci baju ."
" Tapi_"
" Apakah kalian keberatan?"
" Tidak Nyonya... hanya saja tidak enak jika membiarkan Anda masak sendiri."
" Tidak masalah. Biasanya malah semuanya aku urus sendiri. Sudahlah lebih baik kerjakan saja yang aku perintahkan."
" Terimakasih Nyonya."
Pelayan yang di tempatkan oleh kepala desa semuanya ada lima orang. Tiga diantaranya sudah dikembalikan. Dia tidak suka terlalu banyak pelayan. Yang dia pertahankan hanya dua orang .
Setelah kepergian pelayan - pelayan itu dia langsung masak. Dia memasak sop ayam dan juga juga perkedel . Tidak lupa sambal kecap . Dia memasak dengan cekatan dan cepat.
Ibu Suri terbangun mencium bau sayur sop yang menggugah selera . Beliau memang akhir-akhir ini jarang makan.
Mencium bau yang menggugah selera membuat perutnya meronta-ronta. Ibu suri keluar dari kamarnya dan berjalan menuju dapur.
Saat tiba di dapur, beliau tercengang melihat siapa yang sedang memasak. Tidak pernah terbayangkan, seseorang yang pernah menjadi wanita nomer satu di kerajaan sedang memasak.
Beliau melihat betapa terampilnya Marsha memasak dan tidak berniat mengganggunya . Masakan yang Marsha masak nampaknya belum pernah beliau makan . Tapi melihat tampilannya membuat perutnya meronta-ronta.
Marsha yang mendengar suara langsung mengalihkan pandangannya kearah ibu suri. Dia memandang ibu suri dengan dahi mengkerut.
" Maaf ibu siapa ya?" tanya Marsha. Dia tidak mengetahui ibu suri karena tidak ada Ingatan apapun tentangnya.
Mendengar suara Marsha yang tidak mengenalnya membuat hatinya sakit. Rasa lapar yang tadi ia rasakan hilang entah kemana.
" Kamu tidak mengenalku sayang?" tanya ibu suri. Marsha hanya menggeleng.
" Apakah kita saling mengenal?"
" Iya... sangat mengenal."
" Maaf Bu.. ingatan saya agak bermasalah sejak mengalami kecelakaan."
" Jangan minta maaf nak, kamu tidak salah."
" Pasti ibu sudah lapar. Lebih baik ibu tunggu dulu di depan. Sebentar lagi masakannya juga matang."
" Apakah ibu tidak boleh tinggal disini?" kata ibu suri dengan nada merajuk. Sudah persis dengan Xiao de.
" Tentu saja boleh, tapi tidak ada tempat untuk ibu duduk."
" Ibu akan berdiri kamu lanjutkan saja masaknya."
Marsha melanjutkan memasaknya dengan ibu suri yang melihat segala gerak-gerik Marsha. Sampai masakannya matang semua, hanya ada keheningan.
Biasanya Marsha tidak suka berdiam diri. Hanya saja moodnya buruk akibat mimpi semalam. Apa yang sebenarnya terjadi dengan kakeknya?
" Masakannya sudah matang. Jika ibu ingin makan dahulu silahkan, tetapi saya harus membangunkan si kembar dahulu ."
" Apakah tidak ada yang membantu, nak?"
" Ada Bu... tapi saya lebih suka masak sendiri. Lebih leluasa."
" Terus mereka kemana? kok kamu sendirian."
" Yang satu bersih-bersih dan satu lagi mencuci."
" Kok cuma dua orang?"
" Sebenarnya ada lima orang Bu, tapi tiga orang lainnya aku suruh pulang ."
" Kamu tidak kerepotan, nak?"
" Sudah biasa Bu?"
" Kamu tidak ingin mengetahui siapa ibu ini?"
" Sebenarnya sih pengen Bu, cuma_"
" Bingung. Betul tidak?"
" Bunda kok di dapur?" tanya Yuan Lee yang tiba-tiba berada di belakang mereka.
Marsha kaget mendengar ucapan Yuan Lee. Kalau dia bilang ibu bukankah dia ...
" Maaf yang mulia ibu suri, hamba tidak mengenal anda."
" Anak ini..... mengganggu saja!" kata ibu suri sambil berkacak pinggang memandang Yuan Lee.
" Kok _"
" Kenapa kamu bisa ke dapur?"
" Bau masakannya bikin orang lapar," kata Yuan Lee cuek.
" Sejak kapan seorang kaisar mengunjungi dapur?" sindir ibu suri.
" Sejak ibu suri _"
" Ma..." teriak xiao de.
Suara Xiao de mengalihkan perhatian Marsha dari dua orang yang berdebat itu. Dia melihat dua anaknya yang sudah berdiri di tengah pintu.
Bahkan ibu suri langsung memandang si kembar dengan sendu. Ternyata kedua cucunya sudah sebesar ini. Beliau tidak sadar air matanya mengalir . Yuan Lee dengan sayang memeluk tubuh ibunya.
" Ayah peluk siapa?" Xiao langsung menghampiri ayahnya.
Yuan Lee melepas pelukannya dan menggendong anak gadisnya. Dia mencium wajah putrinya itu dengan gemas hingga dia tertawa terbahak-bahak.
" Putra ayah tidak ingin tahu siapa nenek ini?"tanya Yuan Lee saat melihat pandangan putranya pada sang ibu.
" Hormat hamba ibu suri ... semoga kesehatan dan kesejahteraan Selalu menyertai anda!" kata Ying Jun sambil membungkuk.
" Cucuku..." Ibu suri mendekati Ying Jun dan memeluknya.
" Apakah gadis cantik tidak ingin memeluk nenek," kata ibu suri dengan Ying Jun yang masih dalam pelukannya.
Xiao de melihat ke arah ibunya juga ayahnya, sebelum turun dari gendongan ayahnya . Dia menghampiri nenek dan kakaknya sebelum di gendong oleh orang yang baru datang.
" Lepasin_" Teriak Xiao de sambil meronta.
" Ini kakek sayang," kata kaisar agung .
" kakek... " Xiao de menatap orang yang mengaku kakeknya dengan intens.
" Betul... kakek mirip sama ayah sama kakak tapi lebih tampan ayah banyak banyak." kata Xiao de yang membuat semuanya tertawa.
Marsha melihat momen penuh haru itu dengan bahagia. Dia sangat senang kedua anaknya diterima baik oleh kakek dan neneknya.
Air matanya mengalir mengingat dirinya yang tidak pernah diterima oleh kakek dan neneknya.
Tidak sadar tangisannya itu di dengar oleh orang - orang disampingnya.
" Mama kenapa nangis?" tanya Ying Jun sambil melangkah kearah Marsha. Marsha segera menghapus air matanya dan tersenyum.
" Bunda baik-baik saja sayang. Sekarang kita mandi dulu lalu makan , oke!"
" Oke!"
" Ibu_"
" Panggil Bunda sayang dan ini ayahanda."
" Baiklah, Ayahanda ... Bunda saya harus memandikan si kembar dulu. Nanti kita sarapan bersama-sama."
" Baik sayang, Bunda juga ingin mandi tapi _"
"...."
" Semalam Bunda tidak bawa baju."
" Saya punya baju yang belum dipakai, tapi tidak sebagus punya Bunda."
" Kalau kamu tidak keberatan boleh saja."
" Mari ikut kami ke kamar."
Yuan Lee tahu ada yang disembunyikan oleh Marsha. Marsha melangkah ke kamar diikuti ibu suri dan si kembar. Tinggal Yuan Lee dan ayahnya yang masih berdiri di dapur .
" Apa ingatannya masih belum pulih?"
" Benar ... dia hanya bisa mengingat samar-samar."
" Apa kita tidak perlu membawanya ke istana?"
" Mereka akan kembali ke istana jika waktunya tiba ayah. Untuk sekarang... dia masih diperlukan oleh penduduk desa ."
" Maksudnya?"
" Ide pembuatan waduk itu adalah Yu Annchi "
" Apa?"
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Baca terus kelanjutan ceritanya!!!
Dan jangan lupa tinggalkan jejak Anda. Pencet like, vote, favorit dan komentarnya.
Terimakasih 🙏🙏🙏