aku shandra umur ku 18 tahun. aku baru saja lulus dari bangku sekolah ku sebulan yang lalu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dela arria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25.menenang kan
keesokan pagi nya, shandra terbangun dan tiba tiba kepala nya merasa aga pusing, namun shandra langsung masuk ke kamar mandi dan menyegarkan diri nya, setelah mandi shandra memakai pakaian nya.
shandra tidak memakai lotion dan skincare pagi nya karna merasa malas melakukan apapun, shandra menyisirkan rambut nya yang sudah kering lalu menguncir sembarangan.
shandra keluar dari kamar nya dan menuruni anak tangga, di sana sudah terdapat nita dan lira (ibu rans) rans yang sedang menata sarapan meja makan.
gio, Farel, kevin, rans,bima (ayah rans).
shandra turun dengan mata yang sembab dan hidung yang memerah karna hingga malam tadi.
"sayang ayo makan!" ajak nita.
"bunda mana?" tanya shandra.
"bunda di kamar sebentar lagi keluar" ucap nita.
"aku ga mau sarapan" ucap shandra.
"candra! ga boleh gitu ayo sarapan sama ka evin"ucap kevin dengan senyum yang lebar seperti tidak terjadi apa apa.
shandra heran melihat kaka nya seperti itu, " apa di saat seperti ini kalian semua masih bisa tersenyum?apa kalian senang ayah pergi hah? kenapa kalian masih bisa tersenyum!" ucap shandra mulai menangis.
nita menghampiri shandra dan memeluk nya, "nak kamu harus ikhlaskan ayah mu, kamu nanti bakal mendengar penjelasan dari bunda mu tentang menyembunyikan penyakit ayah mu. sudah jangan bersedih ayah mu sudah tenang di sana, ayo sarapan!" ucap nita
"gak mah! aku ga mau sarapan! aku mau keluar dulu!" ucap shandra.
"kamu mau kemana can?biar kaka yang menghantar mu!" ucap kevin masih tersenyum.
shandra malah melirik tajam ke arah kevin, "aku bisa sendiri!" ucap shandra.
"shandra! biar aku yang hantar" ucap rans.
"tidak usah, aku bilang aku bisa sendiri!" ucap shandra.
semua terdiam melihat perubahan shandra.
shandra berjalan keluar, shandra hanya berjalan kaki keluar rumah, shandra sampai di kedai dekat rumah.
ponsel nya pun tiba tiba berdering shandra mengangkat nya.
📱shandra!! kamu ga apa apa kan? (Galih)
📱hiks hiks hiks gal ayah gal ayah udah ga ada hiks hiks! (tangis shandra)
📱kamu di rumah kan sekarang aku ke sana sekarang.
📱aku di kedai dekat rumah!
📱aku ke sana sekarang.
beberapa saat kemudian mobil Galih pun muncul, Galih langsung turun dari mobil, shandra pun berlari dan menubruk Galih.
"shandra!" ucap Galih membalas pelukan shandra
"hiks hiks hiks, ayah gal ayah udah pergi! ayah ninggalin aku untuk selama nya hiks hiks hiks" ucap shandra menangis.
"sutt hey, sudah jangan menangis. ayo ikut aku!" ucap Galih menuntun shandra masuk ke dalam mobil, Galih pun masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil nya.
tanpa mereka sadari Farel melihat tajam ke arah mereka, Farel mengeraskan rahang nya dan juga mengepal tangan nya, "perempuan tidak tahu diri!! sekarang siapa laki laki itu!" ucap Farel di dalam mobil. Farel menutup jendela mobil nya dan mengikuti mobil Galih dari belakang.
Farel tadi nya berniat untuk menyusul shandra namun ia harus melihat shandra dan Galih.
shandra menatap keluar jendela mobil dengan tatapan yang kosong namun air mata terus menerus berderas.
Galih memberhentikan mobil nya di taman tempat biasa shandra dan Galih bersama.
Galih turun dari mobil dan membukakan pintu mobil nya untk shandra, shandra mengikuti Galih hingga masuk ke dalam taman dan duduk di kursi taman tersebut.
Farel terus membuntuti nya, "shan sudah jangan menangis lagi! kamu sayang kan dengan ayah kamu?" tanya Galih seraya menghapus air mata yang berada di pipi shandra dengan ibu jari nya.
shandra mengangguk kan kepala nya, "jika kamu sayang sama ayah, biarkan ayah tenang di sana. jika kamu terus menerus nangis seperti ini tanda kamu tidak kasihan dengan ayah, ayah pasti akan cemas terus menerus jika melihat putri nya menangis. kamu harus tenang ikhlaskan, ayah sudah tenang di sana! "ucap Galih.
" tapi aku belum siap menerima semua ini gal"ucap shandra.
"aku ngerti aku ngerti, shan jodoh maut rezeki itu sudah ada yang mengaturnya. jadi kamu harus siap menerima apapun yang terjadi pada diri kamu, semua orang juga sama seperti itu harus siap menerima apapun yang terjadi pada diri nya, karna ini adalah takdir tuhan." jelas Galih.
"sudah jangan menangis lagi, oke!" ucap Galih.
shandra mengangguk kepala nya lagi, "senyum dong!" ucap Galih.
shandra tersenyum kaku "tetap aja manis mau senyum gimana juga hahaha" goda Galih.
shandra juga ikut terkekeh, "kamu pasti belum sarapan, ayo kita sarapan bubur di depan situ baru buka loh dia katanya bubur nya enak, ayo aku yang traktir!" ucap Galih.
shandra menurut dan berjalan bergandengan dengan Galih hingga ke tukang bubur, Galih memesan dua porsi bubur dan juga air putih hangat.
Farel yang dari tadi melihat gerak gerik mereka berdua begitu geram, Farel mengambil ponsel nya lalu menelfon seseorang.
📱dimana kamu? (Farel)
📱aku di taman dekat kantor ayah.
📱tunggu di sana aku akan menjemput mu!
📱tidak usah aku sudah ber-
tut tut tut.
Farel mematikan panggilan nya, shandra terheran melihat sikap Farel. "siapa?" tanya Galih
"itu hem ca-" ucap shandra terpotong.
"shandra!!" Farel memanggil shandra, Galih dan shandra sama sama menoleh ke arah Farel.
"ayo pulang!" ucap Farel menggandeng tangan shandra dan menarik nya.
"awww rel sakitt hikshiks!" lirih shandra.
"woii, lo jangan kasar dong sama perempuan!!!" ucap Galih.
"diam! ini bukan urusan anda!" ucap Farel.
"oh ngga ini jadi urusan gua juga lah! lo berani pegang dikit aja dia, bisa berurusan sama gua!" ucap Galih.
"hahaha memang nya kamu siapa? saya calon suami nya!" ucap Farel.
deg!
Galih langsung terdiam. Farel menarik tangan shandra, "heh tapi bisa ga sih lo gausah narik narik tangan nya, lo ga denger dia teriak kesakitan!!!" ujar Galih.
Farel melepas genggaman nya, lalu menggendong shandra, shandra terkejut begitupun Galih. "jauhin calon istri saya! atau kamu akan menyesal akhirnya" ucap Farel lalu membawa shandra masuk ke dalam mobil.
shandra masih mematung melihat kedua nya, Farel melajukan mobil nya dengan sangat cepat, "rel pelanin bawa nya aku takut!" ucap shandra meringis.
Farel tak menjawab, "Farel!!!!!!" teriak shandra.
Farel memberhentikan mobil nya mendadak. "berani kamu berteriak seperti itu lagi?! akan aku turun kan di pinggir jalan!" ucap Farel.
"turunin aja!!! gua ga takut" ucap shandra, saat shandra ingin membuka pintu mobil nya Farel cepat cepat mengunci nya. "buka gak!!!!" ucap shandra.
Farel hanya diam melihat tajam ke arah shandra terus menerus, "gw bilang buka!!!!" teriak shandra kedua kali nya.
Farel langsung melajukan mobil nya, dan shandra pun menangis, "hiks hiks, lo jahat rel lo jahat!!" ucap Shandra memukul bahu Farel dari samping.
Farel membelokkan mobil nya dan memarkirkan nya, Farel turun dari mobil dan membuka pintu untuk shandra. "keluar!" ucap Farel.
"hiks hiks jahat lo!" ucap shandra
Farel menarik tangan shandra lalu menggendong nya, Farel menutup pintu mobil dengan kaki nya lalu membawa shandra, sebenarnya shandra ingin berontak namun malu karna banyak arah mata yang melihat nya.
"turunin gw!" ucap shandra.
Farel membawa shandra dekat dengan danau, lalu menurunkan nya, "sekarang kamu boleh teriak" ucap Farel.
shandra berhenti menangis dan menatap Farel dengan tatapan bingung.
"ayo teriak luapkan kesedihan mu sekarang!" ucap Farel.
shandra masih mematung, "dan jika kamu ingin batalkan perjodohan ini baiklah tidak rugi juga untuk diri ku. tapi kamu ga akan bisa dari wasiat ayah mu!" ucap Farel.
"apa maksud kamu?" tanya shandra.
"kamu akan mengetahui nya nanti, jika kamu masih ingin menangisi ayah mu baiklah silahkan menangis sepuas mu di sini dan berteriak semau mu!" ucap Farel.
"itu juga klo kau tidak kasihan dengan almarhum ayah mu!" tambah kevin.
"rel" ucap shandra.
"hem" ucap Farel.
"apa maksud kamu ayah membuat wasiat untuk aku tetap menikah dengan mu?" tanya shandra.
"kenapa masih bertanya? ayo menangis!" ucap Farel.
"rel" ucap shandra merendah.
Farel langsung memeluk shandra, "maafkan aku maafkan semua kesalahan ku!" ucap Farel.
shandra menangis "hiks hiks hiks hiks" shandra menangis sejadi jadinya.
"sudah jangan menangis, ada aku!" ucap Farel menenangkan.
shandra berhenti menangis, lalu melepaskan pelukan nya, Farel dan Shandra sama sama menatap . Farel tersenyum dang menghapus sisa air mata di pipi shandra, "udah jangan nangis, jelek tau!" ledek Farel.
"hem" shandra pura pura ingin menangis lagi namun "eh jangan nangis lagi, aku becanda ko!" ucap Farel
"sudah ayo pulang kasian semua nya khawatir sama kmau!" ucap Farel. shandra menganggukkan kepala nya lalu mereka berdua pun pulang kerumah
___________________
buat dia nge jauhin farel