Mengisahkan perjalanan seorang wanita yang bernama Aisyah yang di campakan dan di duakan oleh suaminya Zakir namun di angkat derajatnya oleh seorang CEO yang bernama Devan.
Bagaimanakah perjalanan hidup dan cinta antara Aisyah, Devan dan Zakir?
Apakah Aisyah akan menemukan kebahagiaan setelah tersakiti?
Ikutilah kisahnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kino alvian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kehancuran Zakir
"Hari ini saya akan memberikan kalian pelajaran yang tak akan pernah kalian lupakan!" Bram berkata dengan lantang dan penuh penekanan.
"Saya mohon maaf tuan besar, maafkan kekhilafan kami berdua, saya janji saya akan memberikan istri saya hukuman setelah ini." Zakir masih berusaha memohon kepada Bram untuk di maafkan.
"Maaf? Lihat menantu saya! Kamu lihat tidak? Dia sampai trauma kalian buat!"
Devan yang melihat Zakir yang terus memohon seketika maju kehadapan Zakir.
"Plaaakkk!!!" tamparan mendarat di pipi kanannya Zakir.
"Hei laki-laki kurang ajar, kamu adalah Zakir kan? Mantan suaminya Aisyah?"
Perkataan Devan membuat ayah dan bundanya terkaget, dan mereka pun akhirnya tahu siapa yang telah membuat menantu mereka trauma. Ternyata bajingan itu berada tepat di hadapan mereka.
Jangan tanyakan Aisyah, dia masih menangis menahan pilu. Dia mengingat masa-masa di mana Zakir yang dulu menyakitinya.
"Kali ini kau akan ku buat menyesal!" Devan berkata dengan sungguh-sungguh.
Bram yang bertambah kesal setelah mendengar perkataan Devan lantas menyuruh keempat bodyguardnya untuk menyeret Vera dan Zakir pergi dari tempat itu.
"Kalian bawa mereka pergi, jauhkan mereka dari jangkuan menantu ku!" titah Bram.
"Baik tuan besar." jawab keempat bodyguard itu.
"Hei dan buat kau," tunjuk Bram pada Zakir.
"Mulai hari ini kau ku pecat, dan kau akan ku pastikan tidak dapat bekerja di manapun. Akan ku buat kau, hidup enggan matipun tak mau!"
Zakir yang mendengarnya langsung lemas seketika, hancurlah masa depannya. Hancurlah impiannya. Mau melawan pun tiada guna, karena dia sadar siapa keluarga Kusuma.
"Bawa mereka pergi!" kali ini Devan yang memeberi perintah.
Kedua manusia tak tahu diri itu di bawa pergi oleh para bodyguard. Terlihat wajah keduanya sudah pucat pasi. Keduanya hanya bisa pasrah, tak bisa berbuat apa-apa.
Setelah insiden pengusiran itu, Devan menghampiri Aisyah.
"Sayang, kamu jangan sedih lagi, dua orang brengsek itu sudah pergi. Mereka tidak akan menyakiti dirimu lagi sayang." Devan menghibur Aisyah.
"Iya nak, ayah sendiri yang akan memastikan hukuman buat mereka." ayah Bram pun ikut menghibur menantunya.
"Ayo nak pulang sama bunda, kita bersihkan dirimu yuk!" ajak bunda Naila.
Aisyah merasa sangat beruntung di kelilingi orang-orang yang masih sangat sayang pada dirinya. Tak henti-hentinya ia mengucap syukur kepada Allah atas anugrah ini.
Setelah berpamitan pada Devan dan Bram, Aisyah dan bunda Naila beranjak pergi.
Tinggalah Devan dan Bram di ruangan itu,
"Nak, apa yang akan kamu lakukan untuk mantan suaminya Aisyah?"
"Kali ini, kita pantau saja dulu ayah. Devan rasa, dengan kehilangan pekerjaannya laki-laki brengsek itu sudah seperti mau mati. Karena dia terlalu mengagungkan pekerjaannya dari semenjak dia masih menikahi Aisyah."
Ucapan Devan benar adanya, semenjak Zakir naik jabatan dia jadi lupa diri, lupa anak istri. Jadi dengan kehilangan pekerjaannya, tak ada lagi yang bisa Zakir banggakan.
Bram menganggukkan kepala tanda setuju, laki-laki akan kehilangan semangat kalau kebanggaannya hilang.
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Disisi lain,
Setelah di seret paksa keluar dari perusahaan tempatnya bekerja, Zakir bak burung yang kehilangan kepakan sayapnya. Dia dan Vera balik ke rumah kontrakan yang baru saja mereka tinggali. Terbesit rasa penyesalan dalam hatinya, namun semua sudah terjadi dan kini dia menerima konsekuensinya. Tiba-tiba dia memandangi Vera dengan tatapan tajam. Vera yang di tatap jadi ketakutan.
"Maaaasss, kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Vera ketakutan.
"Semua ini gara-gara kau wanita ja*lang! Gara-gara kau, semua ini gara-gara kau!" Zakir berteriak membentak Vera.
"Andai saja, aku tak bertemu dengan kau, andai saja aku tak tergoda dengan kejala*nganmu semua ini tak akan terjadi!" kembali Zakir mengumpati Vera.
"Enyah kau dari hadapanku! Enyaaaahhhhh!!"
Vera ketakutan, terakhir dia melihat Zakir marah seperti ini saat dia memukul Aisyah hingga tak sadarkan diri. Dia tak ingin hal itu terjadi pada dirinya, secepat kilat dia pergi dari hadapan Zakir dan mengunci dirinya di dalam kamar..
siippp zila🤗🤗🤗