The Strongest Mr. Max Kendrick!
Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.
Bersumpah akan membalaskan dendam kepada mereka yang telah membunuh kedua orang tuanya.
Rasa sakit, kesedihan, kehancuran akan Max berikan 100x lipat untuk mereka. Dengan kemampuan dan kelebihan yang dia miliki, Max siap menghancurkan siapa saja yang menghalangi nya menjadi debu!
Dengan membentuk Geng bernama The Strongest Warriors, Max akan membuat dunia bertekuk lutut dengannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FixCrazy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28. Kemarahan Max
Natasha menggigit bibirnya sendiri dengan keras, terlihat air mata yang terus mengalir membasahi pipinya.
Dengan badan bergetar, Natasha mencoba memberontak sekuat tenaga.
"Tidak! Aku mohon menjauh dariku!" Teriak Natasha dengan suara serak.
"Aku sangat menikmati bau harum tubuhmu." Ucap pria yang saat ini sedang memainkan rambut panjangnya.
Secara perlahan pria itu mendekatkan bibirnya ke arah wajah Natasha. Natasha sendiri mencoba menghindar dengan menggelangkan kepalanya.
Holland sendiri tertawa dengan keras, dia benar-benar menikmati setiap adegan yang terjadi di hadapannya.
Dengan tenang dia berjalan ke arah Natasha dan anak buahnya. Melihat Holland yang berjalan ke arahnya, membuat Natasha semakin ketakutan.
Dnegan tatapan yang tajam, membuat anak buah Holland menggeser posisinya agar Holland dapat berbicara dengan Natasha.
"Tidak perlu khawatir, setelah mereka puas menikmati tubuhmu. Aku akan membuat kau mati dengan mudah, dan akan aku kembalikan dirimu kepada mereka." Ucap Holland dengan menyeringai kejam.
Holland mengeluarkan pisau kecil. Dengan penuh senyum, dia menjilat pisau itu dengan tertawa kecil.
Holland mulai mengarahkan pisau kecil itu ke arah pakaian yang di gunakan oleh Natasha.
"Srett....." Secara perlahan Holland merobek pakaian Natasha menggunakan pisau kecil.
"Kalian begitu lama, aku akan membantu melepaskan pakaiannya." Ucap Holland dengan terus merobek pakaian Natasha.
Pakaian dalam bagian atas Natasha mulai terlihat. Kulit putih mulus seperti sutra terlihat sangat menggairahkan n*fsu para pria yang ada di tempat itu.
Mereka semua menatap pemandangan indah yang berada di depan matanya tanpa berkedip.
Natasha hanya dapat menangis, bahkan kini suara tangisan itu sudah tidak lagi mengeluarkan suara. Terlihat hanya air mata yang terus keluar dari kedua bola mata indahnya, yang turun membasahi pipi.
Terlihat pakaian atas Natasha kini sudah terbuka, Holland dengan perlahan membuka kaca mata gunung indah tersebut, di tarik tali yang berada di pundak.
Tepat ketika keadaan kritis, sebuah cahaya yang menyilaukan mata melesat dengan kecepatan tinggi.
Holland dan anak buahnya tidak dapat melihat tempat di sekitarnya yang tiba-tiba sangat terang.
"Bughhh..." Sebuah tinju mengenai wajah Holland dan melemparnya sejauh dua meter.
Pada saat yang bersamaan, terdengar suara langkah kaki berjalan mendekat ke arah mereka.
"Kalian benar-benar telah membuat neraka bagi diri kalian sendiri!" Ucap sebuah suara terdengar sangat menggelegar.
"Siapa kalian!" Teriak anak buah Holland dengan bergerak menjauh agar memudahkan mereka mengetahui tempat di sekitarnya yang mulai mengeluarkan asap.
Saat mereka telah berhasil keluar dari kepulan asap itu, terlihat 5 pria yang berjalan ke arah mereka dengan aura membunuh yang kuat.
" Swusshh..." Kepulan asap menghilang, terlihat Max yang sedang berjongkok di hadapan Natasha dengan memeluk tubuhnya.
Fox sendiri berdiri tidak jauh dari Holland yang sebelumnya terlempar setelah terkena pukulan.
Holland yang melihat siapa yang datang, menggertakan giginya dengan mata memerah.
"B*jingan! Kalian yang telah mencari neraka bagi diri kalian semua!" Teriak Holland, yang kemudian bangkit berdiri.
"Hahahaha..., Aku akan menjadikan tempat ini sebagai kuburan kalian!" Ucap Holland yang kemudian mengeluarkan sebuah pil dari dalam saku celana.
Tepat ketika Holland ingin meminum pil itu, sebuah tendangan keras mengarah ke bagian kepala dengan telak.
"Brakkkk..." Holland terlempar dengan suara retakan tulang yang terdengar sangat mengilukan.
"Kau menganggap diri terlalu tinggi. Bergantung pada sesuatu yang bukan berasal dari kemampuan sendiri." Ucap Max yang berdiri dengan tentang, namun tatapan matanya menyiratkan sebuah kemarahan.
Vermin, Rembrandt, Fox, Ajax, Swan, dan Cleon menatap Max tanpa berkedip.
"Sangat indah!" Ucap Vermin dengan menggelangkan kepala.
Max saat ini berdiri tanpa menggunakan pakaiannya. Terlihat kulit putih mulus dengan tubuh berotot. Yang membuat mereka semua semakin takjub, bagaimana terlihat seperti sebuah cahaya yang membentuk gambar Naga berada di punggung Max.
Mereka semua sangat yakin jika itu bukanlah sebuah tatto.
"Apa kau mengetahui sesuatu yang berada di punggung tuan Max?" Tanya Cleon kepada Ajax.
Ajax menganggukkan kepala. "Gambar Naga itu adalah sebuah energi yang terbentuk oleh sesuatu kekuatan yang tidak bisa kita bayangkan. Aku sangat yakin tuan Max mendapatkan itu semua setelah berlatih selama 10 tahun bersama Guru Tian." Ucap Ajax menjelaskan kepada mereka.
Max yang masih berdiri dengan menatap Holland yang hanya mampu mengerang kesakitan, segera menatap ke arah Fox dan lainnya.
"Lepaskan setiap kuku yang ada di kedua tangan dan kedua kaki mereka. Setelah itu potong jari-jari mereka, tangan, kuping, dan keluarkan kedua bola mata mereka. Jangan sampai mereka mati dengan mudah di tempat ini!" Max memberikan perintah dengan suara tegas penuh aura kemarahan.
Max kemudian menatap ke arah Natasha yang tidak sadarkan diri. "Maafkan aku karena datang terlambat. Kau tenang saja, aku akan membuat mereka merasakan apa itu neraka dunia."
Natasha yang tidak sadarkan diri, bukan tanpa sebab. Itu semua sengaja Max lakukan dengan menotok bagian syaraf yang mampu membuat seseorang pingsan.
Dengan kemampuan serta pengetahuan yang telah diberikan oleh Gurunya, kini Max dapat mengetahui titik-titik syaraf maupun Meridian pada tubuh manusia.
Meridian adalah jalur lalu lintas energi dalam tubuh. Dan sebagaimana lalu lintas, pada meridian ada jalur atau jalan, ada hambatan, ada persimpangan, ada titik awal, ada titik akhir
Meridian terletak di dalam tubuh, letaknya bervariatif tergantung jalurnya. Jalur meridian berada yang melewati sela-sela tulang, berada yang berada di sela-sela otot, dan karena bangun-bangunnya yang tidak nyata berada juga yang menembus atau menyelimuti organ
Meridian sendiri adalah sesuatu yang sangat penting untuk di ketahui oleh mereka yang mempelajari ilmu tabib, atau ingin menjadi seorang petarung. Dengan mengetahui hal ini membuat mereka mampu meningkatkan stamina atau kekuatan.
Dengan ini seseorang akan memiliki sebuah energi yang membantunya dalam pertarungan. Energi itu sendiri biasanya di sebut dengan Qi.
Qi dikatakan mengalir melalui meridian, atau jalur, di tubuh manusia. Meridian dan aliran energi ini dapat diakses melalui 350 titik akupunktur di dalam tubuh.
Dengan ini, Max memiliki pengetahuan yang luas. Guru Tian benar-benar telah memberikan segalanya pada sosok Max.
Suatu saat nanti, Guru Tian memiliki firasat akan datangnya kelompok-kelompok yang mempelajari ilmu-ilmu bela diri tertentu.
Bisa di anggap, mereka adalah kelompok tersembunyi yang ada di muka Bumi.
Pertarungan di antara mereka terjadi dengan suara pukulan maupun teriak kesakitan.
Kombinasi serta kerja sama yang di lakukan oleh anggota-anggota The Strongest Warriors membuat anggota Black Tiger yang menjadi anak buah Holland benar-benar menjadi bulan-bulanan.
Cleon dengan menggunakan Knuckle miliknya, terus melesatkan pukulan ke arah wajah secara membabi buta.
Darah segar terus mengalir di wajah salah satu dari mereka yang saat ini berada di bawah tubuh Cleon. Cleon sendiri duduk di atasnya dengan terus menghajar wajahnya.
"Hahahaha.... Ini sangat menyenangkan Vermin!" Teriak Rembrandt yang terus bergerak dengan menggunakan pisau kecil di tangannya.
Setelah kehadiran The Strongest Warriors, tiba-tiba anak buah Holland yang tidak lain orang-orang Black Tiger segera berdatangan ke tempat itu.
Max sendiri hanya berdiri dengan tenang memperhatikan pertarungan di antar kedua kelompok tersebut.
"Keluarlah!" Teriak Max saat merasakan seseorang yang terus bersembunyi di suatu tempat.