NovelToon NovelToon
Anakmu Menumpang, Bu

Anakmu Menumpang, Bu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Rania selalu dihina dan direndahkan oleh mertuanya, dia mendapatkan caci makian itu dan suaminya hanya berdiam diri tanpa membelanya.

Ardi sang suami selalu beralasan jika ibunya sudah tua sehingga ingin melihatnya menjadi orang sukses sehingga dia menggunakan identitas Rania untuk membuat ibunya bahagia.

Cinta yang besar dimiliki Rania tidak mampu membuatnya berharga dan terlihat dimata keluarga suaminya, dia memutuskan untuk berhenti dan mengambil kembali semua miliknya.

Suaminya yang Menumpang tapi dirinya yang selalu dihina, dia membalas semua rasa sakit hatinya membuat suami dan keluarganya panik dan kalang kabut

Akankah, perjuangannya mendapatkan kebahagiaannya kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Ardi yang berada didalam rumah sejak tadi mondar-mandir dengan gelisah, pesan dan telpon yang dia kirim sejak tadi tak mendapatkan tanggapan dari istrinya.

Bahkan tidak dibaca sama sekali, dia yakin istrinya memblokir dirinya

"Sialan Rania, ngapain sih tidak balas pesanku, bikin emosi saja". Kesalnya membanting handphonenya ke sofa tamu.

"Kelihatannya dia tidak akan pulang, biarkan saja dulu, aku yakin dia hanya menggertak aku agar meminta maaf, aku akan buat dia luluh bagaimana pun caranya".

Keesokan harinya, dia hanya bisa menghela nafasnya karena Rania benar-benar tidak pulang semalaman, dia berusaha mengurus rumah sebaik mungkin agar Rania pulang rumah dalam keadaan bersih.

"Dia pasti senang karena rumah sudah bersih, aku yakin dia akan memaafkan ku, aku akan bawah bunga pulang kerja nanti dan akan ajak dia makan, apapun kulakukan asal dia mau memaafkan ku".

Dia melangkahkan kakinya keluar tanpa tahu setelah dia keluar dari rumah, dia tidak akan pernah bisa masuk lagi.

Rania pulang lebih awal, dia yakin Ardi pasti tidak akan pergi begitu saja, dia sengaja membiarkan Ardi lebih dulu pergi bekerja dan dia akan pulang setelahnya.

Dia mengedarkan pandangannya karena tidak melihat keberadaan keluarga suaminya itu dan juga rumah dalam keadaan rapi.

"Kamu pikir bisa merayu aku seperti biasa setelah aku tahu kamu manusia tidak tahu diri". Sungutnya pelan.

Dia langsung memanggil orang untuk mengganti semua kunci rumah, jendela bahkan gembok pagar agar nanti Ardi dan keluarganya tidak bisa masuk karena memang mereka memiliki satu kunci cadangan masing-masing.

Dia masuk kedalam kamar dan mengemas barang Ardi tanpa merapikannya dan setelah semua beres dia segera membawanya kedepan pos satpam bahkan Rania juga mengganti kartu akses nya pada security didepan.

"Aku tidak akan membiarkan kalian setelah ini, aku akan mendaftarkan gugatan cerai dan lepas dari keluarga benalu seperti kalian, sudah menumpang, tidak tahu diri pula". Sungutnya dengan kesal.

Dia bergegas menelpon pihak bank yang dimana kartu kreditnya dipegang oleh suaminya itu, dia yakin suaminya pasti akan tetap menggunakan semua fasilitas nya .

"Rasakan itu para benalu, kalian tidak akan mendapatkan apapun dariku lagi". Sinisnya.

Ardi yang akan makan siang pun tengah berada dicafe karena dia akan mentraktir teman sekantornya itu, dia masih punya kartu Rania yang dia bayar setiap bulan makanya dia merasa bebas ketika ibunya meminta kontrakan.

"Tolong semuanya bayar pakai ini yah mbak". Ucapnya dengan sombong

"Maaf pak kartu bapak ditolak, seperti nya diblokir". Jawab kasir itu dengan pelan

Wajah Ardi langsung memucat mendengar hal itu, apa mungkin Rania memblokir kartunya.

"Tidak mungkin mbak, coba lagi mungkin mesinnya rusak". Ucapnya ketakutan

Wajahnya kini berkeringat dingin dan pucat pasi, wajahnya memerah karena malu, dia berbalik melihat teman-temannya kini menatapnya dengan tatapan menuntut seakan bertanya.

"Kamu bisa bayar tidak sih, kok kartunya ditolak".

Sang kasir menghembuskan nafasnya kasar, dia menatap lelaki dihadapannya ini dengan kesal.

"Maaf pak, kartu bapak terblokir, disini ada keterangannya, jadi tolong bayar pakai kartu lain, dibelakang bapak banyak orang mengantri".

"Tunggu sebentar yah mbak". Jawabnya terbata-bata.

Wajahnya sangat malu karena dia jelas mendengar orang-orang itu mulai menatap sinis dan menghinanya.

"Makanya mas kalau tidak punya uang tidak usah sok mau mentraktir teman, kan jadi malu jadinya". celetuk salah satu teman kantornya itu.

Ardi mendelik tidak terima, dia terpaksa harus menggunakan ATM yang berisi tabungannya sendiri walau sedikit tidak rela

"Ini mbak, tolong bayar yah". Ucapnya terbata-bata.

Dia jelas tahu berapa banyak dia menguras dompet nya hari ini terutama uang tabungannya

Sang kasir tidak menjawab kemudian langsung memproses kartu itu dengan nafas lega.

Ardi langsung berjalan keluar meninggalkan teman-temannya yang merasa tidak enak padanya karena tadi berbicara seakan menghinanya padahal Ardi bisa membayarnya.

Sesampainya didepan dia mengepalkan tangannya, tadi dia mengenakan motor metic miliknya yang dulu karena dia tidak bisa menggunakan mobil karena Rania membawa kuncinya begitu juga kunci cadangannya

"Ini pasti ulah Rania, aku harus menelponnya". Ucapnya mengambil handphonenya tapi sebelum dia membukanya sebuah pesan singkat masuk membuatnya langsung membeku ditempatnya.

"Tidak usah cari aku, semua akses atas namaku sudah aku blokir, selamat menikmati semua kesombongan yang selama ini kamu tampilkan tanpa bantuan dariku".

Dia menggeleng keras, Rania benar-benar akan membuangnya padahal dia tidak terlalu bersalah yang salah adalah keluarganya bukan dirinya.

"Ini tidak bisa dibiarkan, aku harus mencari Rania sekarang juga".

Dia bergegas kerumah sakit tempat istrinya bekerja, dia sudah mendapatkan izin untuk Tidka masuk setelah jam istirahat karena urusan mendadak.

"Suster, dokter Rania masih ada jam praktik?". Tanyanya kepada meja resepsionis itu.

"Maaf pak, dokter Rania sudah pulang 2 jam yang lalu, hari ini beliau tidak ada jadwal dirumah sakit ini melainkan di klinik miliknya, jika bapak ingin bertemu silahkan kesana atau telpon saja". Jawabnya dengan sopan.

Mereka tahu siapa lelaki dihadapan mereka itu, mereka mengenalnya karena lelaki itu beberapa kali datang kerumah sakit dan diperkenalkan sebagai suami dokter Rania.

"Oh begitu, kalau begitu terima kasih". Jawabnya dengan suara bergetar menahan amarah.

"Kamu tidak akan bisa lolos dariku Rania, aku masih suamimu, kamu harus tetap berbakti dan tunduk padaku". Cicitnya dalam hati.

Dia bergegas keluar rumah sakit dan menjalankan motornya ker klinik praktik sang istri dan lagi-lagi istrinya tidak ada disana.

Dia mengacak rambutnya dengan kasar karena Tidka bisa menghubungi Rania sama sekali.

"Sialan perempuan itu, dimana dia sih". Sungutnya kesal memukul setir motornya.

Sedangkan orang yang dia cari kini berada di pengadilan agama untuk mendaftarkan perceraian, dia memberikan bukti penelantaran nafkah, kekerasan verbal dan fisik maupun rekaman video yang dia ambil kemarin dan alasannya langsung diproses.

"Tolong pak saya ingin langsung bercerai dari suami saya, saya ras buktinya sudah cukup banyak untuk bisa bercerai.

"Benar Bu, tapi tetap saja ada jadwal sidang yah Bu, itu merupakan prosedur kita disini".

Rania hanya bisa pasrah dan memberikan semua bukti itu dengan perlahan

"Terima kasih atas semua buktinya Bu, kami akan mengabari ibu jika jadwal sidangnya keluar dan kami juga akan mengantarnya kekantor suami ibu".

"Baik pak, terima kasih sekali lagi".

Rania melangkah keluar ruangan itu dengan hati puas dan terasa ringan, beban dipundaknya selama beberapa tahun ini akhirnya terlepas sempurna

"Akhirnya aku melepaskan bebanku selama ini, aku hanya tidak menyangka pernikahanku akan berakhir seperti ini.

"Tidak apa, mereka harus membayar setiap kesakitan yang aku rasakan".

1
Ayudya
makanya Ardi jadi laki laki jangan banyak tingkah
Ayudya
suami Rania lagi galau tania🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
Uda Rania laporkan aja mereka kepolisi biar tau mereka apa itu sengsara🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah ga tau malu banget si keluarga kamu Ardi.
Ayudya
Ardi siapa juga yg mau balik ma laki laki seperti kamu
Ayudya
lah siapa juga kamu Ardi pakai harus menemui Rania lagi🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
itu lebih baik Rania kamu jual rumah lama dan kamu beli yg baru agar suami mokondo mu ga nganggu lagi🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
bagus Rania kamu buang aja tu keluarga benalu biar tau mereka
Ayudya
lah Ardi mang ga tau diri banget.segitu yakin nya Rania Masi mau ma kamu yg mokondo🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
kadang ketulusan itu yg menghancurkan kita
Ayudya
bagus lah kalau kalian sadar diri🤣🤣🤣🤣dan cepat pergi dari rumah rania
Ayudya
persiapkan diri kalian tuk jadi gembel🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah manusia ga tau diri semua.bagus Rania ambil dan jangan beri kesempatan pada manusia yg seperti mereka🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah benalu banget si keluarga Ardi mana mau. pisik lagi
Ayudya
nah ini yg aku suka peran wanitanya tegas dan badas🥰🥰🥰🥰
Soraya
dh mampir thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!