NovelToon NovelToon
Ranum

Ranum

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Cintapertama / Balas Dendam / Mafia
Popularitas:359.8k
Nilai: 5
Nama Author: khebeleteee

Sebuah perjalanan hidup anggota keluarga black economy.

Ranum Anatoly anak ketiga dari keluarga Loshad. Ranum adalah pria yang selalu fokus dalam setiap misinya. Dia tidak pernah melibatkan orang banyak untuk membantu misinya.

Misi pertama yang diberikan untuk Ranum saat usianya 18 tahun adalah bertemu dengan pembeli senjata terbesar di Australia yaitu Master Wu.

Tapi dari pertemuan itu, Ranum melihat banyak sekali kejanggalan yang merujuk pada hilangnya truk keluarga Loshad yang berhasil dicuri oleh orang tak dikenal disekitar Cowwabie.

Setelah berhasil menemukan fakta tentang truk keluarga Loshad yang hilang, Ranum segera menyerang Krowned Towers milik Master Wu. Setelah penyerangan Krowned Towers, Ranum menghilang bertahun - tahun.

Kemanakah Ranum menghilang? Apakah dia tewas saat penyerangan?

Ikuti terus novel Ranum untuk mengetahui perjalanan hidup Ranum Anatoly yang semakin penuh rintangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khebeleteee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KEPALA PENJARA

Tubuh - tubuh anggota kelompok David John beserta dua tubuh sipir sudah di bersihkan dari lapangan penjara. Hari mulai malam, jam sudah menunjukkan pukul 19.45 waktu setempat. Para tahanan sudah berada di dalam gedung penjara. Tapi tidak untuk Ranum, dia masih berhadapan dengan kepala penjara.

“Lalu apa maumu kali ini?” Ranum bertanya ke kepala penjara.

Kepala penjara menggeleng. “Aku tidak mau apa – apa. Cukup hentikan membuat keributan di penjara ini. Belum seminggu kamu di penjara ini, tapi sudah ada 32 korbanmu. 31 tewas, 1 kepala sipir hampir tewas.”

Ranum mengangkat bahu.

“Aku tidak seperti kepala sipir yang asal memeras atau menghajarmu. Tapi jika itu di butuhkan, aku akan dengan senang hati melakukannya.” Kepala penjara menatap Ranum tajam. “Sebaiknya pergilah ke klinik. Darah – darahmu mulai kering.” Lanjut kepala sipir.

Ranum berdiri dari kursi. balik kanan, beranjak keluar dari ruang kepala penjara.

“Ingat satu kali lagi kamu bikin masalah di penjara ini, aku yang akan menghadapimu.” Kepala penjara itu berseru.

Belum selesai kepala penjara itu berbicara, Ranum sudah keluar dari ruangan itu. Dia tidak peduli dengan omongan kepala penjara itu. Ranum menuju klinik. Saat masuk ke dalam klinik, terlihat dokter Lesley berdiri tangannya bersedekap di dada, menatap Ranum kesal. Ranum balik menatap dokter Lesley dengan wajah bingung, berdiri di depan pintu.

“Kamu kenapa selalu cari masalah?” Dokter Lesley berbicara dengan wajah kesal.

“Kepala penjara menyuruhku kemari.”

“Iya itu sudah pasti Mark.” Dokter Lesley berseru ketus. “Kenapa kamu tidak bisa berhenti mencari masalah? Semakin lama tubuhmu bisa hancur karena tidak sanggup menahan luka – luka yang kamu terima. Satu luka belum sembuh sudah ada luka baru, luka baru belum selesai di obati, sudah ada luka lebih baru lagi. Sebenarnya apa maumu Mark?” Dokter Lesley menatap Ranum kesal.

Ranum mengangkat bahunya. “Jadi, apa boleh aku di obati sekarang?”

Dokter Lesley menghela napas. “Duduklah.”

Ranum mengangguk, melangkah menuju kursi pasien. Dokter Lesley menuju pintu, mengunci pintu klinik, menyimpan kunci itu di saku celananya.

“Apa yang kamu lakukan?”

“Biar kamu tidak kabur lagi. Sudah cukup masalah yang kamu timbulkan.” Dokter Lesley menjawab sebal.

“Aku tidak mau seruangan dengan manusia itu.” Ranum menunjuk Alonso yang terbaring di meja klinik. Alonso masih membelakangi Ranum dan dokter Lesley. Takut menatap Ranum.

“Aku tidak bisa membiarkanmu berkeliaran dengan luka – luka itu.”

Ranum memutuskan untuk mengalah. Dokter Lesley menyuruh Ranum untuk mandi terlebih dahulu di toilet klinik tersebut, dia meminta sipir membawakan baju ganti untuk Ranum. Setelah 15 menit berlalu, Ranum akhirnya selesai mandi. Dokter Lesley mulai memeriksa dan mengobati luka – luka di tubuh Ranum, termasuk mengobati hidung Ranum yang patah.

“Kenapa anak baru sepertimu sangat berani mengacaukan isi penjara?” Dokter Lesley bertanya ke Ranum.

Ranum menggeleng. “Aku tidak tahu.” Jawab Ranum singkat.

“Lalu kenapa kamu selalu mencari masalah dengan tahanan lain?” Dokter Lesley kembali bertanya.

Ranum hanya diam menatap pintu klinik.

“Kamu tahu tidak, walaupun mereka tahanan, mereka juga manusia, memiliki keluarga. Sama sepertimu.” Lanjut Dokter Lesley.

Ranum terkejut mendengar kalimat dokter Lesley. Ranum menatap wajah dokter itu dalam – dalam. Dokter Lesley tersenyum, membalas tatapan Ranum.

“Sebenarnya aku tidak ingin mengungkit masa lalumu. Tapi kamu ingat tidak. Bagaimana perasaanmu saat orang yang paling kamu kasihi nyawanya direnggut orang lain?” Tangan dokter Lesley gesit mengobati hidung Ranum. “Jika kamu ingat, kurang lebih seperti itulah perasaan keluarga mereka.” Lanjut dokter Lesley tersenyum.

Ranum hanya diam saja mendengarkan kata – kata dokter Lesley.

“Oh iya, itu di meja ada sedikit makanan. Jika kamu lapar, silahkan dimakan. Pun agar kamu bisa segera meminum obatmu.”

Ranum mengangguk.

“Kamu harus disini selama beberapa hari. Aku akan mengawasimu terus.”

Ranum kembali mengangguk. Dia mengambil roti yang ada di atas meja klinik. Lalu memakan roti tersebut. Dokter Lesley tersenyum melihat Ranum yang sedang menyantap roti dengan lahap.

“Bagaimana denganmu?” Ranum bertanya.

“Denganku? Maksudmu bagaimana?” Dokter Lesley tidak mengerti maksud perkataan Ranum.

Ranum mengunyah rotinya. “Kamu malam ini akan pulang? Atau bagaimana?”

“Aku akan menemanimu disini.”

“Disini hanya ada satu tempat tidur pasien. Itu juga di pakai sama orang itu.” Ranum menunjuk Alonso.

“Aku bisa meminta tolong sipir untuk membawakan kasur tambahan dari ruang perawatan.”

Ranum cepat menghabiskan roti di tangannya “Buka pintu itu.” Lanjut Ranum berbicara sambil mengunyah roti.

“Kamu mau kemana?”

“Buka saja.” Ranum menghampiri Alonso. Kemudian mengangkat tubuh gemuk Alonso, menggendong orang tua itu keluar dari klinik. Ranum memberikan Alonso ke sipir yang ada, Ranum meninggalkan Alonso dengan sipir itu, lalu kembali ke klinik.

“Sekarang kamu bisa tidur di kasur itu. Jika aku jadi kamu, aku akan membersihkan kasur itu terlebih dahulu.” Ranum berbicara datar.

“Lalu kamu?”

“Aku bisa tidur di kursi itu. Atau dimanapun sesuai keinginanku.” Ranum meminum obatnya yang ada di meja kecil dekat kursi pasien.

“Kenapa kamu mengeluarkan tuan Alonso?”

“Aku hanya tidak suka ada dia disini.” Jawab Ranum singkat. Ranum duduk di kursi pasien, lalu memejamkan matanya. Sedangkan dokter Lesley duduk di kasur pasien. Ruangan itu lengang sejenak.

“Mark, apa aku boleh bertanya sesuatu?” Dokter Lesley bertanya.

“Selama kamu tidak mengharapkan jawaban yang baik, silahkan.” Ranum masih memejamkan matanya.

“Apa kamu hidup bahagia dengan Miranda? Apa kamu percaya bahwa pasangan hidup itu benar – benar ada? Apa kamu benar – benar mencintai Miranda? Apa kamu pernah menyesal telah memiliki Miranda?” Dokter Lesley menatap punggung Ranum. “Maafkan aku jika pertanyaanku terlalu banyak.” Lanjut dokter Lesley.

Ranum tertawa kecil. “Aku sangat bahagia hidup bersama Miranda. Soal pasangan hidup, aku rasa tidak ada. Pasti ada yang pergi lebih dulu, entah pergi kemana, yang pasti salah satu akan pergi duluan. Ketiga, aku sangat mencintai Miranda, dia cinta pertamaku, aku belum pernah merasakan cinta sedalam itu kepada wanita. Dan aku belum pernah menyesal sedetikpun pernah hidup bersama Miranda, aku rasa dia yang menyesal telah menerimaku menjadi suaminya.” Ranum kembali tertawa kecil. “Untuk apa dokter populer seperti dirimu menanyakan pertanyaan – pertanyaan seperti itu?”

“Enam bulan yang lalu, tunanganku pergi meninggalkanku.” Dokter Lesley menunduk, menatap lantai klinik. “Aku mendapati dia sedang berkencan dengan wanita lain. Padahal sebulan lagi kami akan segera menikah. Awalnya aku mencoba untuk tetap membuka hatiku, aku bilang kepada tunanganku itu untuk memilih diantara aku atau wanita yang dia kencani saat itu. Tapi sayangnya dia lebih memilih wanita itu daripada aku.”

Ranum membalikkan tubuhnya menghadap dokter Lesley. “Seharusnya kamu bersyukur. Bagaimana kalau kamu mendapati dia berselingkuh saat kalian sudah menikah? Apa kamu akan tetap bertahan dengan pria seperti itu? Aku tahu memang berat jika sudah terlalu cinta. Tapi apa kamu mau mengorbankan dirimu untuk cinta yang seperti itu? Pun sangat banyak pria baik di luar sana yang lebih pantas mendapatkan cinta darimu. Aku tahu memang tidak mudah untuk melupakan seseorang yang sangat kita cintai. Tapi apa namanya tetap cinta jika salah satu ada yang tersakiti? Aku memang bukan pakar cinta. Tapi setidaknya aku bisa memastikan kalau hubungan kalian bukan arti cinta yang sesungguhnya.” Ranum menelentangkan tubuhnya, menatap langit – langit klinik. “Percayalah suatu saat cinta yang baik akan menemuimu. Cinta itu akan sangat murni dan tulus hanya untukmu.”

Dokter Lesley terkejut dengan perkataan Ranum, dia menatap Ranum yang berada di kursi pasien.

“Jika umurmu saat ini 22 tahun, berarti saat itu kamu meni-“

“18 atau 19 tahun.” Ranum memotong. “Semua orang juga terkejut akan hal itu.” Ranum tersenyum menatap langit – langit.

“Bagaimana kamu bisa seyakin itu untuk menikahi seseorang?”

“Entahlah, aku rasa hal seperti itu tidak butuh alasan. Aku hanya merasa yakin saja. Atau mungkin aku terlalu percaya diri pada saat itu.” Ranum tertawa kecil.

Dokter Lesley tersenyum menatap Ranum. “Aku yakin Miranda tidak pernah menyesal telah menerimamu menjadi suaminya. Dia pasti sangat merasa beruntung telah menjadi istrimu.”

“Tidak akan ada wanita yang merasa beruntung telah menikah dengan penjahat.” Ranum tertawa kecil.

Mereka terus ngobrol – ngobrol ringan, sesekali memecahkan gelak tawa di ruangan tersebut. Hingga akhirnya mereka lelah dan jatuh terlelap di tempat masing – masing.

1
Yanti
anak sultan emang beda
Callista Ayu
huhh bapak nya si chen sok tau skg liat nihhh anak mu aja sampai mau lempar aja badan nya keranum tp ranum gk mw tuhh
yanneBee
bgini ni orng kaya beneran...bukan orang yg pura2 kaya🤭
mami bilqis
lebih sedih bab ini dari miranda
sari
si gampang namanya
Reni acenk
another sad scene
Callista Ayu
sombong sekaapak nya chen pasty si bapak nya itu yg ngebuat chen kerja di rumah bordirr . blm tau aja kau tun siapa ranum olivia saja geram
emma
cerita sebagus ini gk trending lho
Yanti
aku setuju dengan Alexa,tiap nyawa berharga, betapa kehilangannya keluarga yg ditinggalkan...Ranum cepat atau lambat harus berhenti membunuh orang
Angel
sedih
Angel
keren ni authornya, risetnya bagus bisa detail samapai ke nama nama tokohnya
febriano
SIAPA YG NAROH BAWANG!
Callista Ayu
huhhh kehilangan wanita yg sangat mencintai ranum untuk kedua kali nyaa knpa ranum kau tidaj mencoba membuka hati mungkn dengan kematian mmwanita yg menyayangikamu bisa merasakan cinta kmu sebelum dia meninggal . alexa dr awal sgt mencintai kamu menunggu kamu bwrtahan dn melindungi kamu sampai kamu menikah dg miranda pun dy masih mencintai kamuu
yanneBee
dan terjadi lagi....satu persatu orang yg mencintai ranum hrus meninggal,smg ranum segera berhenti
Callista Ayu
chen begitu tulus ke ranum tp semua wanita tuluss ke ranum amalagi si himari
Callista Ayu
sllu himari yg ngebantu ranum dg tantangan misi yg tersulitt
Callista Ayu
ini pasty ad adegan berantem nya yaa krna kepemilikan keluarga nya ranum udah di ambil org lain lagi . semoga misi ranum kali ini dipermudah juga yaa jgn temukan ranum dg wanita lg ya terllu byk wanita bingungg thorr
Callista Ayu
gk kerenn dong yaa di panggil paman ranum . daddy ranum aj hha
Callista Ayu
sepeduli itukan ranum ke chen . chen sangat menyukai ranum kan knpa gk menikh aja deh mereka beedua
Callista Ayu
mudah sekali tantangan ranum kali ini . knpa dy gk mw membabtu lyana yaa .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!