Mendapat beasiswa di sekolah populer yang isinya anak-anak orang kaya membuat Kika menyembunyikan identitas aslinya.
Tapi Kika tidak menyangka kebohongannya justru membuat dirinya terjerat dengan 2 cowok terpopuler di sekolah barunya.
Siapa kira-kira mereka? Dan siapa yang Kika pilih menjadi Perfect Boyfriend-nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyakit Dadakan
Red mengawasi ketiga adiknya yang pergi malam mingguan bersama sementara dirinya mengurung diri di Labnya sambil menunggu ponselnya berdering, berharap Kika akan merasa bersalah dan meminta maaf padanya.
Tapi yang ditunggu tak juga datang. Red yang bersikap cuek pada Kika berharap gadis itu tertarik padanya tapi justru Kika lebih dekat dengan Ed sekarang.
“Gadis singkong goreng itu benar-benar!“ gumam Red kesal.
Seorang Red diperlakukan seperti ini membuat harga dirinya tidak akan membiarkan hal itu. Kemudian dia beranjak menuju meja yang di sana ada kotak kaca yang berisikan kotak singkong goreng Kika lengkap dengan isinya.
Pemuda itu menyuntik formalin supaya singkong goreng itu bertahan lama.
“Ngapain aku simpan, seharusnya aku membuangnya sejak dulu!“ Red meraih kotak itu dan ingin membuangnya ke tempat sampah. Tapi bersamaan dengan itu, ponselnya berbunyi karena mendapatkan notifikasi pesan.
Ternyata pesan itu dari Pink, adiknya itu mengirim foto yang membuat Red membulatkan matanya. Kika datang ke Kafe Bomboloni bersama Ed yang terpampang jelas di layar ponselnya.
“Fu*ck!“ Red dengan cepat berlari ke parkiran untuk mengambil motornya.
*****
Di Kafe Bomboloni
Kika bukannya sengaja datang dengan Ed, tapi mereka baru saja mendatangi Dewa, uncle dari Ed yang tak lain adalah saudara daddy Naku yang seorang seniman. Mereka tengah membicarakan design panggung untuk acara pensi nanti, sepulang dari sana Kika berpamitan ingin pergi ke Kafe Bomboloni dan Ed memaksa untuk mengantarnya.
“Ed, sepertinya Red marah pada kita!“ ucap Kika yang juga menunggu Red menghubunginya.
Karena saling gengsi akhirnya Kika dan Red saling menunggu siapa yang menghubungi duluan.
“Kenapa? Red membuangmu ya?“ tanya Ed yang tidak suka dengan sepupunya yang playboy itu. “Dia memang seperti itu, cepat bosan!“
“Jadi Red sudah bosan padaku?“ batin Kika, entah kenapa mendengar itu dia jadi sedih tapi bukankah Red memintanya jadi pacar sungguhan?
Kika memijit pelipisnya, seharusnya dia konsen pada sekolahnya tapi sekarang justru dia harus terjebak dengan Red dan Ed yang membuatnya pusing.
“Ayo, turun!“ ucap Ed saat sampai di Kafe dan di sana ketiga sepupunya yang lain sudah tampak duduk di salah satu table. “Itu ada Black, aku ikut bergabung boleh, 'kan?“
“Sebenarnya Nada yang membuat acara malam mingguan ini!“ sahut Kika yang bingung bagaimana menolak pemuda itu.
“Oh Nada, anak itu pasti ngebolehin kok!“ ucap Ed percaya diri.
Disaat keduanya masuk ke dalam Kafe saat itulah Pink dengan cepat memotret mereka dan mengirimkannya pada kakaknya, Red.
“Hai, Ed!“ sapa Black melihat sepupunya bersama Kika. “Wah, ternyata gosip itu benar ya, kak Red diselingkuhin pacarnya!“
Green langsung menyenggol lengan Black karena lambe turahnya itu. “Jaga bicara mu!“
Mendengar itu, Kika merasa tak enak hati karena gosip yang beredar tapi jika Kika mengungkapkan semuanya otomatis identitasnya juga akan terbongkar.
“Kika tidak menyelingkuhi Red tapi aku yang mengejar-ngejar Kika!“ ucap Ed bermaksud membela gadis itu.
“JIAH!!!“
Semuanya berseru mendengar pernyataan blak-blakan Ed, mereka tidak menyangka jika Ed sebegitu menyukai Kika.
Bukannya merasa terbela, Kika justru tertunduk malu rasanya gadis sepertinya tidak pantas dijadikan rebutan seperti itu.
“Kita pesan makan dan minum dulu sambil nunggu live musik tiba!“ Pink mencoba mencairkan suasana.
Mereka semua memesan makanan dan minuman sampai Nada datang dengan setengah berlari.
“Maaf guys, aku terlambat!“ ucap Nada terengah.
Saat itu Nada mengatur nafasnya dengan mulut sedikit menganga membuat jantung Black terpacu cepat sampai pemuda itu oleng dan terjungkang ke belakang dari kursinya.
“Black!“ teriak Pink dan Green bersamaan.
Mereka membantu Black yang terjatuh dan mengejang di sana.
“Oh my God! Sejak kapan Black mempunyai penyakit ayan!?“
walopun tetap dengan gaya khas kocaknya, tapi feel ceritanya tetap ada dan lebih terasa..
suka banget bacanya, nagih..
walopun sempat greget karena udah baca sampai bab 74 bahkan sampai termehek-mehek, eh g taunya malah kena prank klo itu cuma mimpinya blue.. 😱😱😱
blue emang beda tapi tetap keren..
justru karena keunikannya lah, karakter Blue jadi berbeda..
semoga sehat selalu ya kak..
tetap semangat berkarya walau apapun yg terjadi.. 😘😍🤩🥰