Area 18+
Gadis cantik berumur 20 tahun rela merelakan kesuciannya demi membalas dendam atas hinaan pedih sang suami yang telah tega menjualnya, Claudia meminta bantuan kepada Lorenzo untuk membantunya agar bisa mengandung seorang anak.
Seharusnya ini tak terjadi tetapi keputusan Claudia telah bulat, ia benar-benar sudah tak tentu arah dengan hidupnya yang sangat tragis penuh pengkhianatan.
Bagaimana kisah selanjutnya?
Simak cerita lengkapnya!!!!...🤗>>>>>>>>>>>>>>
Ig: By_Aryany10
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dilla_Nurpasya_Aryany, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
Wajah tampan Lorenzo seketika datar. "Cih apalagi yang ingin ia lakukan bukankah perbuatannya sendiri yang membuat Claudia pergi!."
"Jangan mengganggunya kau tahu sendiri Claudia sedang mengandung anakku, aku tidak mau jika dia kelelahan.." Timpal Lorenzo.
Raymond menghela nafas berat. "Untuk itu aku juga setuju, tapi melihat isak tangis ibu dari Andrean aku tak tega apalagi dia anak satu-satunya. Sebaiknya kau beritahu dulu untuk keputusan itu terserah Claudia..." Raymond memberi saran kepada sahabatnya.
Tidak ada jawaban Lorenzo hatinya terasa panas ketika membayangkan bagaimana interaksi antara Claudia dan mantan suaminya itu nanti. "Akan ku pertimbangkan.."
"Okay.. Dan satu lagi.." Timpal Raymond sengaja memotong ucapannya.
"Apa!..."
"Claudia sedang mengandung tahan dirimu sampai nanti sudah resmi menikah.." Ujar Raymond yang sontak berlari ketika mendapati tatapan tajam Lorenzo.
"Benar-benar menyebalkan!!..." Gerutu Lorenzo sambil menutup pintu kamarnya.
"Siapa yang datang?.." Tanya Claudia wanita itu sudah mengenakan baju tidur yang sudah disediakan.
"Hanya Raymond..."
Claudia menyadari sesuatu. "Ada apa dengan wajahmu kenapa tampak kesal seperti itu?."
Lorenzo seketika merubah raut wajahnya menjadi tersenyum. "Tidak ada sayang, sekarang kamu istirahat aku akan mandi dulu.."
"Hmmm baiklah...."
Setelah Lorenzo memasuki kamar mandi, baru Claudia bisa merebahkan tubuhnya di atas kasur.
"Dia memanggilku sayang?..." Lirih Claudia entah kenapa hatinya sangat senang, seketika adegan yang mereka lakukan tadi terlintas di pikirannya lagi.
"Ah ya ampun Clau...."
Tangan lentik Claudia tak henti-henti mengelus perutnya yang masih rata. "Bantu mama agar tidak memikirkan ulah papamu nak..."
15 menit berlalu..
Cklek!...
Pintu kamar mandi terbuka sontak saja Claudia memejamkan matanya pura-pura tidur untuk menghindari kecanggungan itu, Lorenzo hanya mengenakan handuk saja tubuh kekarnya terlihat jelas malah ia kelihatan semakin sexy dan tampan ketika sehabis mandi.
"Apa dia sudah tidur?.." Pikir Lorenzo sambil tersenyum ia benar-benar merasa sangat beruntung bisa mendapatkan hati wanita itu.
Setelah mengenakan baju, Lorenzo ikut naik ke atas kasur. Ia perlahan memeluk perut ramping Claudia yang membelakangi dirinya.
Wajah tampan Lorenzo ia letakan di leher jenjang Claudia, aroma tubuh Claudia membuat lelaki itu tersenyum. "Kau benar-benar candukku..."
Claudia berusaha agar tetap tenang layaknya sedang tidur pulas, namun jantungnya malah berdebar kencang sehingga Lorenzo mendapati itu dan tersenyum menyeringai.
"Sekarang kamu aman setelah menikah nanti aku tak yakin...."
Claudia akhirnya terpaksa membuka mata. "Berhenti menggodaku jangan seperti ini!.."
Hanya terdengar suara kekehan dari Lorenzo. "Baiklah maafkan aku, senang sekali rasanya menggodamu..."
Setelah beberapa saat debat akhirnya dua sejoli itu tidur menuju alam mimpi, dengan posisi Lorenzo memeluk Claudia ia tidak mau melepaskannya.
...***...
07:23 pagi..
Claudia perlahan membuka matanya, perutnya terasa berat karena ditindih oleh tangan kekar Lorenzo. Ia memandangi wajah tampan itu yang masih terlelap sambil tersenyum. "Tampan sekali...."
Setelah puas lalu Claudia turun dari atas kasur, sebelum turun ke bawah ia melirik Lorenzo kembali.
"Aku harus membuatkan sarapan untuknya..."
Claudia mencuci muka terlebih dahulu setelahnya bergegas ia menuju ke dapur berkutat dengan bahan-bahan makanan.
Dengan mata yang masih terpejam Lorenzo meraba-raba sampingnya. Ia sontak bangun melihat-lihat sekeliling takutnya Claudia pergi dari sisinya. Saat melihat wanita itu sedang masak Lorenzo tersenyum sambil menggigit bibir bawahnya.
Ia sendiri langsung bersiap-siap mandi untuk berangkat ke perusahaan, akhir-akhir ini ia sibuk dengan pekerjaannya.
Setelah masakan selesai terhidang, Claudia naik ke atas kamar. Sambil menunggu Lorenzo selesai mandi ia mengambil handphone dan mengaktifkannya kembali.
Betapa terkejutnya ia mendapati 112 panggilan tak terjawab dari Ranti, mantan mertuanya itu juga mengirimkan sebuah pesan.
Claudia dibuat semakin terkejut dengan isi pesan itu. "Kenapa Andrean seperti ini apa dia sudah gila!.."
Tidak berselang lama Ranti menghubungi Claudia lagi ia benar-benar merasa lega saat panggilannya terhubung.
"Hallo ma?..."
Terdengar suara isak tangis dari seberang.
(Ranti)
"Claudia bantu mama Andrean benar-benar memprihatinkan ia tidak mau makan, sambil terisak ia selalu menyebut namamu ia bahkan sering melakukan percobaan bunuh diri.."
Claudia terdiam ia bingung harus apa.
Saat kamar mandi terbuka panggilan itu Claudia tutup, ia sontak menghampiri Lorenzo yang juga menghampirinya.
"Aku akan menemui Andrean, tante Ranti menghubungiku..."
"Kamu yakin dengan keputusanmu?.." Timpal Lorenzo berat.
Claudia mengangguk.
"Kamu jangan ikut perusahaan membutuhkan dirimu, aku akan pergi sendiri menemuinya.." Ujar Claudia lagi.
"Aku tak mengijinkannya!!!.." Tegas Lorenzo.
Bersambung...
Jejaknya!..🤗
👇
👇