"Tolong jaga putriku, dia tidak memiliki siapapun lagi di dunia ini."
Kata yang terucap dari bibir pria tua renta yang menjadi korban kecelakaan karena dirinya.
Keenan Pradipta seorang pria yang baru saja menyandang gelar dari studi yang di gelutinya harus rela menikah dengan seorang gadis sebatang kara karena kecelakaan yang menewaskan sang ayah.
Kecelakaan yang bukan hanya merenggut nyawa tetapi juga kebahagiaan dan ingatan seorang gadis cantik dan lembut membuatnya harus bertanggung jawab sepenuhnya pada Kinanti Aurelia yang kini mengalami amnesia permanen.
Pernikahan yang tidak berdasarkan cinta tetapi kebohongan dan tanggungjawab, menjadikan Keenan tidak pernah menganggap Kinanti sebagai istrinya.
Akankah Kinanti memaafkan Keenan jika dirinya tahu bahwa suaminya lah yang menjadi alasan kepergian sang ayah dan hilang ingatan yang dialami oleh nya?
Tidak update setiap hari tapi di usahakan ✨
Follow Instagram aku Alfianaaa05_
Happy Reading Everyone 🐙
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
Perjalanan memakan waktu tujuh jam sepuluh menit, kini Kinanti dan Keenan sudah mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Velana, Maladewa.
"Vibes indahnya sudah terasa ya." Gumam Kinanti menghirup udara segar kota surganya tropis.
"Kamu pasti lelah, ayo kita ke penginapan." Ajak Keenan melihat mobil jemputan yang ia pesan sudah datang.
Kinanti mengangguk, ia segera mengikuti sang suami masuk ke dalam mobil agar bisa cepat sampai di penginapan yang Keenan telah siapkan.
Angaga Island Resort, sebuah penginapan yang cukup ternama di kota Maldives. Penginapan yang memberikan fasilitas VVIP pada semua pengunjung nya. Tidak main main, biayanya bisa mencapai 3-13 Juta rupiah per malam untuk satu kamar.
"Astaga, indah sekali." Gumam Kinanti menatap pantai penuh takjub.
"Kita akan kesana, ayo masuk dan istirahat dulu." Ajak Keenan menarik tangan istrinya ke dalam kamar sesuai pesanan nya.
Keenan membuka pintu menggunakan smart lock yang petugas penginapan berikan, kamar yang Keenan pesan adalah kamar untuk bulan madu sehingga kamar jauh lebih luas dan banyak taburan bunga di sekitar kamar.
Kinanti memejamkan matanya ketika disambut oleh bau harum bunga mawar dan lilin aroma, ia tidak sadar jika Keenan tengah memperhatikan nya dengan penuh kekaguman.
"Kamu mandi lah dulu, aku akan pesan makan." Tutur Keenan kemudian meraih gagang telepon untuk menghubungi layanan kamar.
Kinanti bergegas masuk ke dalam kamar mandi, sementara Ken memilih duduk sambil menatap ke arah pantai yang membentang luas.
"Semoga disini aku bisa memulai segalanya dengan Kinan." Ucap Keenan tersenyum tipis.
Kinanti baru saja selesai mandi, karena terburu-buru ia tidak membawa baju dan hanya menggunakan bathrobe. Kinanti ragu ketika keluar dari kamar mandi dan melihat Keenan sedang bermain ponsel.
Kinanti berjalan perlahan mendekati koper yang sial nya berada di dekat Keenan, dalam hati ia berdoa semoga Keenan tak menyadari kehadiran nya meskipun itu tidak mungkin.
Sepelan apapun Kinanti berjalan, akhirnya Keenan menoleh pada wanita itu. Sesaat kemudian, terdengar suara benda bersentuhan dengan lantai. Suaranya cukup keras sehingga menyadarkan Keenan dari keterkejutan nya.
"Maaf, mmmm...aku lupa membawa bajuku." Celetuk Kinanti meremat bathrobe yang ia gunakan.
"Ahhh iya...aku akan keluar." Balas Keenan seperti orang bodoh.
"Tidak, kamu disini saja." Cegah Kinanti sebelum sesaat ia sadar kata katanya mengandung kata ambigu.
"Eh maksudku, aku akan mengganti di kamar mandi jadi kamu diam disini saja." Ralat Kinanti dengan cepat.
Keenan mengangguk cengo, ia akhirnya duduk kembali kemudian meraih ponsel puluhan juta miliknya yang sudah tergeletak di lantai.
***
Makanan yang Keenan pesan telah datang, tetapi pria itu masih di dalam kamar mandi setelah hampir satu jam.
Karena takut terjadi sesuatu pada Keenan, Kinanti memberanikan diri untuk mengetuk pintu.
"Ken, apa kamu baik baik saja?" tanya Kinanti dengan ragu.
"Iya." Jawab Keenan singkat.
"Lalu kenapa kamu lama sekali?" tanya Kinanti aneh.
Tiba tiba pintu kamar mandi terbuka sedikit, kepala Keenan keluar sambil tersenyum lebar.
"Aku...aku lupa membawa pakaian ku." Jawab Keenan tersenyum tanpa dosa.
Kinanti menahan tawanya, ia berbalik badan hanya untuk melepas tawa yang sudah tidak bisa ia tahan.
"Hahahaha." Tawa Kinanti pecah memenuhi kamar mereka.
"Kenapa kamu tertawa?" tanya Keenan bingung.
"Tentu saja aku tertawa, kenapa tidak meminta tolong padaku saja." Jawab Kinanti seraya berjalan ke dekat koper untuk mengambil baju Keenan.
Kinanti kembali dengan membawa pakaian Keenan lengkap dengan pakaian dalam nya.
"Ini." Ucap Kinanti memberikan pakaian Keenan.
"Terima kasih." Ujar Keenan kemudian kembali masuk ke dalam kamar mandi.
Kinanti menggigit kukunya, ia merasa aneh pada dirinya dan juga Keenan. Masih ada rasa malu dalam diri mereka berdua, padahal sebelum berangkat mereka excited untuk membuat bayi.
EH ADA YANG MAU BUKA PUASA NIH😂
BERSAMBUNG......................