" Ia yang selalu terlihat bersinar! " gumam Lana saat memandang wajah lelaki dihadapannya.
Pria yang selama ini hanya ada didalam angan - angannya, kini secara nyata berdiri tepat dihadapannya. Kebahagiaan Lana sungguh tiada tara, seolah ia telah memiliki dunia dengan segala. Sejenak ia lupa akan lukanya yang masih basah - basahnya.
Lelaki tampan yang suara merdunya hanya ia dengar dari media pemutar musiknya, lelaki yang senyumannya hanya bisa ia lihat dari layar kaca, lelaki dengan kemisteriusannya mengundang banyak tanya kini benar - benar berdiri dihadapan Lana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Peony, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERMULA DARI JAS HITAM
Ryu dan Sena yang berada disamping Lana terlihat begitu bingung melihat Min Yoongi yang memberikan jasnya pada Lana. Bahkan Lana sendiri dibuat geleng - geleng kepala dengan sikap Min Yoongi baru saja, karena mereka sudah menyembunyikan kisah asmara keduanya dari dunia. Namun jelas yang dilakukan Min Yoongi pada Lana saat itu akan mengundang kecurigaan bagi beberapa orang yang melihatnya.
“ Eonni? Kenapa Yoongi Oppa memberikan jasnya padamu? Apakah kalian saling mengenal dengan begitu dekat? “ tukas Jung Sena menatap Lana keheranan.
“ Entah, akupun tak tahu Sena. Mungkin karena dia terganggu dengan bajuku yang terbuka “ jawab Lana sembari mengangkat jas kekasihnya itu dari pangkuannya.
Sesaat Lana meraih jas berwarna hitam itu tercium aroma maskulin dari tubuh Min Yoongi yang berjejak disana. Hembusan aroma spicy wood yang berpadu dengan kesegaran anggur dan daun bay menyapa indra penciuman Lana. Tanpa sadar beberapa kali Lana menghirup - hirup wewangian yang menempel pada jas berwarna hitam itu.
“ Jika karena bajumu terbuka masih banyak perempuan – perempuan lain yang mengenakan pakaian lebih terbuka Lana! “ sergah Ryu menolak jawaban Lana namun perempuan itu mengabaikannya.
Sekilas Lana melempar pandangannya pada pria yang masih terus menyorotinya dengan kedua bola matanya yang berbinar indah itu. Dari bangkunya Min Yoongi masih terus memusatkan perhatiannya pada Lana, seolah ia menunggu wanita itu mengenakan jasnya. Lana yang masih bersitatap dengan Min Yoongi lantas mengenakan jas tersebut, perlahan rasa hangat pun menjalar dikujur tubuh Lana.
“ Rasanya seperti aku sedang dipeluk Min Yoongi “ ucap Lana didalam hati.
Sementara dari tempatnya Min Yoongi tanpa sadar mengulaskan senyuman kelegaannya, mendapati Lana sudah membungkus lengannya yang terbuka dengan jasnya. Lantas Kim Seok Jin yang duduk disamping Min Yoongi bergantian melempar pandangannya penuh curiga pada lelaki berkulit putih itu. Member lain yang menyadari Min Yoongi telah melepaskan jas nya juga tampak saling melempar pandangan penuh tanya.
“ Yoongi –a! Kenapa kamu melepaskan jas mu untuk Nona Lana Park? “ tanya Kim Seok Jin dengan lugas.
“ Aku melihatnya kedinginan “ tukas Min Yoongi dengan singkat.
“ Memangnya kenapa kalau dia kedinginan? “ sergah Seok Jin lagi.
“ Apa hyung tidak kasihan saat melihat perempuan kedinginan? Lalu Nona Lana adalah orang penting bagi Pak Noah, sementara Pak Noah adalah kolega kita jadi wajar saja aku memberikan jasku padanya “ kilah Min Yoongi.
“ Yoongi – a! Lalu bagaimana jika aku dan Nona Lana Park sama – sama kedinginan? Siapa diantara kami yang akan kamu beri pinjaman jas mu? “ Kim Seok Jin masih saja terlihat mengusik Min Yoongi.
“ Hyung kamu sendiri sudah mengenakan jas, jadi untuk apa aku melepaskan jas ku untukmu? “ Min Yoongi menaikkan sebelah bibirnya menjawab pertanyaan jebakan dari rekan yang sudah ia anggap sebagai kakak laki – lakinya.
“ Bukan begitu Yoongi - a, bayangkan saja jika aku juga tidak memakai jas “ tidak ingin kalah, Seok Jin masih saja membuat analogi.
“ Hyung, cukup berhenti membayangkannya, untuk apa berandai – andai pada hal yang mustahil begitu? Sudah hyung jangan dilanjutkan, aku tidak ingin mendengar ocehan mu lagi “ sambung Min Yoongi sembari melipat kedua tangannya didepan dada.
“ Wah Min Yoongi, ternyata kamu lebih memilih Nona Lana Park dibanding dengan aku kakak mu “ Kim Seok Jin masih berceloteh menunjukkan protesnya pada pria disampingnya itu. Namun Min Yoongi justru tersenyum dengan lebarnya saat mendengar rengekan Kim Seok Jin baru saja.
***
Pukul sebelas malam Lana terlihat masuk kedalam rumahnya setelah sesaat ia turun dari mobil yang dikendarai oleh Ryu Kim. Begitu berhati – hati Lana menggantung jas milik Min Yoongi yang ia tahu memiliki harga cukup fantastis itu. Sesudahnya Lana segera membersihkan dirinya, ia mandi, mencuci rambut sekaligus mengeringkannya. Ia bersiap mengistirahatkan tubuhnya yang terasa begitu letih.
Ting.. tong.. ting.. tong
Bel pintu rumah Lana berdentang nyaring tepat saat perempuan itu hendak menjatuhkan tubuhnya diatas pembaringan. Lana yang semula sudah dikuasai dengan kantuknya mendadak segar kembali, wajahnya diliputi ketakutan juga rasa penasaran pada seseorang yang tengah membunyikan bel didepan pinturumahnya. Pasalnya tidak pernah ada yang bertamu padanya diwaktu selarut itu yang hampir tengah malam.
Lana memberanikan diri mendekati layar intercom didekat pintu, ia melongok pada kearah alat tersebut dan telihat disana sesosok pria bertopi lengkap dengan maskernya berdiri diambang pintu. Perempuan berparas ayu itu lantas tersenyum dengan gembira saat menyadari siapa tamunya, jelas itu adalah Min Yoongi.
“ Apa aku boleh masuk? “ tanya Min Yoongi saat pintu sudah terbuka dan Lana mengangguk mengiyakan.
Min Yoongi lantas melepaskan topi dan maskernya saat ia sudah berada didalam rumah, lelaki itu kemudian menempati satu – satunya sofa disana setelah Lana mempersilahkan dirinya untuk duduk. Perempuan cantik itu kemudian turut menjatuhkan tubuhnya tepat disamping Min Yoongi yang tengah menatapnya tanpa ekspresi.
(Source : Internet)
“ Min Yoongi – ssi, kenapa menatapku seperti itu? “ Lana sedikit gusar saat memandang wajah kekasihnya. Lelaki itu memasang wajah datarnya, ekspresinya benar – benar sulit diuraikan oleh Lana.
“ Seperti apa? Bukan kah wajahku selalu seperti ini? “ Min Yoongi masih menatap Lana dengan mimik muka yang sama.
“ Hmm, lalu ada apa selarut ini datang kemari? “ gadis cantik itu melempar tanya lagi setelah berdehem pelan.
“ Tentu saja aku datang karena ingin mengambil jasku “ tukas Min Yoongi dengan asal.
“ Ah? Selarut ini? Aku belum mencucinya “ Lana lantas beranjak dari tempatnya hendak mengambil jas milik kekasihnya itu.
Tetapi serta merta Min Yoongi meraih pergelangan tangan Lana dan membuat perempuan itu berdiri mematung tepat dihadapan kekasihnya. Perlahan Min Yoongi menarik Lana agar kembali duduk disampingnya.
“ Apakah aku orang asing buat mu Lana? Aku kekasihmu bukan? Tentu saja aku datang kemari karena aku ingin menemuimu, tetapi kamu masih saja bertanya untuk apa aku datang kemari “ ujar Min Yoongi kemudian.
“ Setiap malam aku menghitung hari, berharap aku bisa menyela waktu agar dapat menemuimu. Apakah kamu tidak merindukanku? Apakah sudah cukup bagimu hanya memandangku melalui panggilan video saja? “ imbuh Min Yoongi lagi sembari menatap wajah Lana yang hanya berjarak beberapa sentimeter dari dirinya.
“ Aku merindukanmu “ bisik Min Yoongi tanpa ragu.
“ Aku juga sangat merindukanmu Min Yoongi – ssi “ Lana turut mengutarakan rasanya.
“ Apakah aku boleh memelukmu? “ tanya pria itu lagi dan Lana terlihat malu – malu menganggukkan kepalanya.
Kini tubuh Min Yoongi terasa hangat merengkuh Lana yang berbadan ramping, begitu erat ia mendekap perempuan yang lebih dari satu bulan ini ia kencani. Terasa keintiman yang begitu dalam dari pelukan keduannya, sebuah kerinduan untuk saling berjumpa pada akhirnya lunas terbayar.
“ Maafkan aku yang tidak bisa sewaktu – waktu berada disampingmu Lana “ dengan lembut Min Yoongi mengusap kepala Lana dan membelai rambut hitamnya penuh cinta.
“ Tidak apa – apa Min Yoongi – ssi, meski tubuhmu tidak ada disisku tetapi setidaknya aku tahu ada aku dihatimu “ bisik Lana dari balik rengkuhan dada Min Yoongi.
“ Sampai saat ini menjadi kekasihmu masih terasa seperti mimpi “ sambung Lana lagi.
“ Bagaiman bisa seperti mimpi? Bahkan sekarang secara nyata aku mendekapmu Lana. Kenapa kamu selalu berkata demikian? “ tanya Min Yoongi lagi tanpa melepas Lana dari dekapannya.
“ Bagaimana tidak? Banyak perempuan yang mengejar mu, banyak perempuan yang mengagumimu dan aku salah satunya. Terlebih saat aku membaca setiap komentar perempuan – perempuan itu pada waktu siaran langsungmu, rasanya begitu berat “ Lana kini berhasil mengendurkan rengkuhan erat Min Yoongi.
“ Lana, mereka semua adalah penggemar sudah sewajarnya mereka melakukan itu. Kamu tentu tahu bahwa mereka sangat berharga bagi ku dan Bangtan – BTS jadi aku berharap kamu bisa memahami itu. Aku mohon “ kata Min Yoongi memohon, namun Lana hanya terdiam sembari mengerucutkan bibirnya.
dan biasanya Suga 🤣
kita satu server thorr kalo emang bias nya Suga 🤣🤣
tuing.... lampu hijau mulai menyala...
hai thor... maaf, baru bisa mampir lagi...