Menunggu bukan lah hal yang menyenangkan.
Tetapi bagi aku adalah menanti sebuah harapan baru di mana setiap bangun pagi, selalu berharap yang kita tunggu itu akan hadir.
Bukan hanya dalam mimpi tetapi itu kenyataan.
Cinta sejati akan selalu ada di dalam hati,meskipun tidak saling memiliki.
Kau di takdir kan singgah di hati ku tetapi tidak di hidup ku.
Nadia maharani
Kisah ini menceritakan tentang sebuah penantian seorang kekasih,selama sepuluh tahun lamanya.
Akan kah kisah ini berakhir bahagia??
Aku mencintai mu tanpa karena tanpa tapi,
semoga kisah kita bisa terulang kembali.
Aku akan berjuang demi cinta kita,tunggu aku suatu hari akan menjemputmu.
Memberikan mu kebahagiaan,tanpa ada lagi airmata penantian mu.
Yang ada hanyalah senyum kebahagiaan
Antoni
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gentra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 28
Seperti biasa jam 05:00 Novi Sudah terbiasa bangun pagi,,,, merapihkan rumah mencuci pakaian Ia lakukan sendiri,,, karena memang di rumah itu mereka cuma tinggal berdua.
Layak nya seorang pembantu rumah tangga yang Ia kerjakan.
Semua keperluan Antoni Ia siapkan,,, pakaian kerja sepatu Sudah siap pakai.
Meskipun tidak jarang Antoni membentak nya.Karena kesalahan kecil yang tidak seharusnya membentak.
Jam Sudah menunjukan pukul 07:00
itu artinya Antoni akan segera pergi ke kantor.
Novi juga Sudah menyiapkan Sarapan berharap sang suami akan Sarapan di rumah.
"Novi menghampiri Antoni,"yang sedang mengganti pakaian nya yang Sudah di siapkan nya.
Sambil menggambil sepatu yang akan di kenakan Antoni Dan memakaikannya kepada Antoni,,,, dengan suara yang agak takut dia berusaha mengungkapkan apa yang Ada di hatinya,dengan harapan suaminya akan mengabulkannya.
Mas Sarapan Sudah siap, kamu makan di rumah ya sekali saja.
Kan aku ingin sekali nemenin Sarapan suami ku,,,seperti layak nya orang orang sebagai pasangan suami istri,,
"Dengan cepat Antoni bangkit"Dan rahang nya langsung menegang pertanda Ia itu sangat marah,Dan tatapan sangat membunuh pun tertuju pada Novi yang Sudah menundukan kepalanya.
Bahwa Ia tahu pasti akan kena marah.
Dan pada saat itu juga Novi menahan tangis nya agar tidak terlihat lemah di mata Antoni,,,
" Antoni,,,,,, apa kamu bilang ingin seperti layak nya pasangan suami istri,,,, hahaha jangan mimpi deh kamu,,,,
sadar enggak sih kamu itu, aku menikahimu bukan karena cinta.
tapi aku menikahimu karena ibu ku yang memintaku untuk itu, jika bukan karena ibu aku tidak sudi menikah dengan mu.
Sampai aku mengorban kan cinta ku untuk dia,,hanya karena aku harus menikah dengan mu.
Awas minggir aku berangkat kerja.
Jangan coba coba kamu menuntut hak sebagai seorang istri karena itu sangat tidak mungkin.
Dan tidak akan pernah terjadi dalam keadaan sadar atau pun tidak.
"Cam kan itu baik baik.!!!!!
Setelah mengatakan itu terhadap Novi dia keluar kamar sambil membanting pintu,,
brukkk,,,,
Novi pun kaget sampai terlonjak mendengar suara pintu yang di banting dengan keras.
Untung saja rumah itu masih baru,jadi meskipun di banting sangat keras enggak jebol tuh engsel pintu.
Setelah Antoni pergi akhirnya tangis novi pun pecah,,,,, Ia sadar bahwa pernikahan nya itu di dasari karena perjanjian.Ibu nya Antoni terhadap ibu nya Novi pada saat itu mereka bersahabat baik.
Pada saat itu ibu nya Novi meninggal setelah 2 tahun kematian ayah nya.
Dan karena tidak Ada kerabat atau apapun akhirnya Novi di titipkan kepada ibu nya Antoni.
Setelah Novi berusia 20 tahun ibu nya Antoni menikah kan kan mereka.
Berharap Antoni bisa menjaga Novi jika suatu saat ibu Antoni meninggal.
Karena mengingat penyakit yang Ia derita pun sangat tidak mungkin untuk bertahan lama.
Setelah kematian ibu nya.
Antoni Dan Novi hanya tinggal ber dua.
Karena ayah nya Antoni menikah lagi Dan ikut tinggal di rumah istri barunya.
Sejak saat itu Antoni yang sering maki maki Novi di perlakukan sangat kejam bahkan kadang suka jadi pelampiasan jika dia lagi marah suka di pukulin
Di situ Novi bukan lagi seorang istri tetapi tidak lebih hanya orang untuk jadi pelampiasan kemarahan antoni.
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾Like like like like like like like like like like
komen komen komen komen komen
Terima kasih Terima kasih
#Rate
#Like
#Komen