Benar kata pepatah, penyesalan memang selalu datang terakhir (belakangan).
Hal serupa terjadi kepada Evan satria.
Dengan gelap mata Evan tega mentalak tiga Byanca Almahera. Istri yang baru beberapa hari ia persuntingnya.
Ke salah pahaman Evan terhadap Byanca, membuat rumah tangga yang baru saja akan di mulai tersebut hancur sekatika.
Akan kah mereka bisa kembali bersama?
Mampukah takdir merubah semuanya?
Ikuti cerita selengkapnya : SESAL USAI TALAK
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naffia Inthan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 27 SERAHKAN PADAKU.
Evan membulatkan matanya, Evan sungguh terkejut dengan penuturan wanita yang tengah satu ranjang dengannya itu Evan tak percaya, bahwa ia sudah melakukan semua itu. Lalu Evan melihat ke seluruh tubuhnya. Evan sangat terkejut keadaannya kini polos tanpa sehelai benang pun, begitu juga dengan wanita itu.
"Kamu harus tanggung jawab mas!!!" Teriak wanita itu, di iringi dengan isakkan tangisnya.
"Tanggung jawab kamu bilang? Apa kamu sudah gila?" Evan berajak dari kasur tersebut, ia mengambil handuk dan melilitkan di tubuhnya.
Lalu Evan memakai pakaiannya yang berserakan di lantai. Lalu keluar dari kamar hotel itu, menutup pintu dengan keras.
Kring kring kring
Terdengar bunyi ponsel, wanita yang sudah tidur bersama Evan itu segera mengambil ponselnya, dan mengangakat telpon tersebut.
"Hallo, om."
"Bagiamana?" Tanya seorang laki-laki di dalam sambungan telpon tersebut.
"Sudah om."
"Bagus!!"
"Om bagaimana kalau aku hamil, dan Evan tidak mau tanggung jawab?"
"Kamu tenang saja! Om akan mengurus semuanya. Dan memastikan kalau Evan pasti menikahimu."
Tut...
Panggilan itu pun terputus. Wanita itu mengusap air matanya, lalu menarik ujung bibirnya tersenyum.
"Maafkan aku Byanca." --Batinnya.
___________________________________
Seorang laki-laki tersenyum penuh kemenangan usai menelpon dengan keponakannya. Di sana juga terlihat ada seorang wanita dan anaknya. Mereka adalah Hendra, Anita dan Erik.
"Bagaimana mas?" Tanya Anita begitu antusias.
"Tenang saja semuanya pasti akan berhasil. Kalian serahkan saja semuanya padaku." Jawab Hendra.
"Oke, aku percaya padamu mas."
"Ya sudah aku akan kembali ke rumah Edward, aku tidak mau kalau sampai dia curiga denganku. Kalian tinggallah di rumahku ini, jika perlu apa-apa di sini ada ART kalian panggil saja." Anita dan Erik menganggukan kepalanya. Lalu Hendra pun beranjak dari kediamannya itu, menuju kediaman bosnya Edward.
"Mah, sejak kapan mamah menjalin hubungan dengan supir Papah Edward itu?" Tanya Erik, usai kepergian Hendra.
"Sudah kamu jangan banyak tanya. Masi untung kita gak terlantar di jalanan. Hendra mau menampung kita, dan membantu kita untuk belas dendam kepada si Evan."
"Tapi mah, dia itu cuman supir."
"Mamah tau dia supir, tapi dia jugakan orang ke percayaannya Edward. Sudah kamu diam saja yang penting kita aman dan nyaman di sini. Mamah yakin Hendra akan mencukupi semua kebutuhan kita." Erik pun akhirnya menganggukan kepala, pasrah.
__________________
Kediaman Edward.
Sejak kemarin Edward merasa tidak tenang, bagaimana tidak Evan tidak ada pulang ke rumahnya.
Edward sudah memerintahkan semua anak buahnya untuk mencari putranya itu, namun sampai saat ini ia belum mendapat kabar dari mereka.
"Selamat siang tuan."
"Siang, bagaimana Hen, apa kamu sudah mendapat kabar dari anak-anak buah kita?" Tanya Edward.
"Belum tuan, kami sudah mencarinya kemana-mana tapi belum menemukan keberadaan tuan muda dimana." Jawab Hendra.
Edward semakin gelisah, saat mendengar laporan dari salah satu orang kepercayaannya itu.
"Ya sudah, cari lagi sampai ketemu." Titah Edward, diangguki oleh Hendra.
"Evan kamu kemana nak." Gunam Edward.
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan." Hendra pun berajak dari hadapan bosnya itu. Hendra tersenyum dengan senyuman yang sulit diartikan.
"Ngapain di cari nanti juga dia pulang sendiri."---Batin Hendra.
Flashback on.
Siang itu Hendra melihat Anita dan Erik yang tengah berjalan di tepi jalan, dengan wajah yang sangat menyedihkan. Hendra segara menghampiri mereka, dan bertanya ada apa?
Anita dan Erik pun menjelaskan semuanya. Dan Anita tidak terima dengan perlakuan anak tirinya itu. Hendra yang sangat mencintai Anita itu, tentu saja merasa kesal dan marah kepada Evan dan Edward. Hendra berjanji akan membantu Anita dan Erik membalas dendam atas perlakuan Evan kepada mereka.
Akal busuk Hendra mulai berkerja, Hendra ingat bahwa dia mempunyai keponakan yang sangat menyukai Evan, dan dia meminta keponakannya itu untuk berkerja sama, tentu saja itu tidak gampang Hendra membujuk keponakannya itu dengan seribu cara. Sampai ia mempunyai cela, yang kebetulan keponakannya itu hidupnya sangat sederhana. Hendra menjanjikan apa pun yang di minta oleh keponakannya itu akan ia berikan. Dan akhirnya membuat keponakannya itu menyetujuinya.
Malam harinya Hendra dapat panggilan dari Edward, memerintahkannya untuk mecari Evan. Tak lama mencari Hendra menemukan Evan yang tengah pingsan di pinggir jalan. Hendra saat itu merasa benar-benar semesta sedang berada di pihaknya.
Hendra pun membawa Evan, namun tidak menuju rumah Edward, melainkan menuju hotel, lalu Hendra menelpon keponakannya itu untuk datang ke sana.
Dan Hendra pun melancarkan semuanya rencananya.
Hendra menyuruh seseorang menyuntikan cairan perangsang kepada tubuh Evan. Hingga pada saat Evan sadarkan diri ia akan merasakan rangsangan tersebut, dan keponakannya berada di sana, sudah pasti Evan dan keponakannya itu akan melakukan sesuai dengan rencananya
Falsback Off.
Bersambung...
Ada yang penasaran siapa sih itu keponakan Hendra?
Ikutin terus kelanjutannya ya!!
Jangan lupa like, komen dan Votenya.
Terima kasih.
ada satu dua tipo itu biasa, tidak mengurangi alur ceritanya
semangaaat Thor 🙏