NovelToon NovelToon
MENJADI ISTRI KEDUA TUAN ROLAND

MENJADI ISTRI KEDUA TUAN ROLAND

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Kembar / Poligami / One Night Stand / Hamil di luar nikah / Cintapertama / Nikah Kontrak
Popularitas:583
Nilai: 5
Nama Author: Sekarwangi91

karena sakit hati akan perselingkuhan sahabat dan kekasihnya, membuat gadis cantik blesteran inggris Prancis LARASATI AYUNDA. nekat mendatangi club malam untuk menenangkan pikiran dan segala problem yang tengah dialami, hingga tanpa disadari olehnya bahaya tengah mengintai dirinya.
dengan tiba-tiba segerombolan pria berpakaian serba hitam, menyeret-nyeret tubuhnya lalu dibawa ke suatu tempat yang asing, sampai ketika! sesuatu yang sangat berharga direnggut paksa oleh seseorang tanpa identitas.
setelah melewati malam panjang bersama orang asing, hingga menumbuhkan kehidupan baru yang bersemayam dalam rahimnya. apa yang akan terjadi selanjutnya dengan kehidupan LARASATI??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sekarwangi91, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5.

"bodoh bodoh,, untuk apa dia melakukan semua itu hanya karena merasa sakit hati akan penghianatan mereka. Sampai dia terdampar ditempat asing ini dalam keadaannya dirinya yang jauh dari kata baik-baik."gumam Laras seorang diri seraya memukul mukul pelan kepalanya ketika mengingat semuanya dengan jelas.

Hhhh...

Laras pun menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan-lahan seraya memejamkan matanya, dan segera menurunkan kedua kakinya untuk menuju ke kamar mandi guna membersihkan tubuhnya dari sentuhan pria asing yang dengan tega memperkosanya.

Dibawah guyuran shower yang menimpa tepat di sekujur tubuhnya. Laras hanya duduk terdiam sambil berpikir keras untuk kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi terhadapnya dimasa depan. Dia bukanlah gadis yang polos. Bukankah jika laki-laki dan wanita tidur dalam satu tempat tidur yang sama dalam keadaan tanpa busana yang melekat di tubuhnya. Sudah di pastikan benih-benih sang lelaki yang memperkosanya akan berkembang menjadi sebuah janin. Tapi dia berdoa dan berharap untuk hal tersebut supaya tak menjadi kenyataan. Karena kalau seandainya dia mengalaminya! Apa yang harus dia lakukan? Dia saja hanya seorang anak panti asuhan yang tidak memiliki keluarga manapun. Juga dia tidak tahu siapa laki-laki yang bermalam dengannya? Namun dia sedikit mengingatnya. Jika pria tersebut memiliki aura yang begitu terasa mencekam. Hingga membuat sekujur tubuhnya gemetar karena Sungguh takut. Padahal Laras pun tidak tahu bagaimana dan seperti apa rupanya? Memikirkan hal tersebut sepertinya tidak baik untuk kesehatan mentalnya. Sebabnya berbagai praduga negatif masuk menjejal kedalam otaknya. Hingga membuatnya diserang rasa takut dan gelisah yang teramat dalam.

Gegas Laras pun beranjak dari duduknya dalam keadaan tanpa busana. Dan segera mematikan kran shower yang terus mengguyur sekujur tubuhnya. Setelahnya mengambil handuk putih yang tergantung di belakang pintu kamar mandi. Untuk menutupi tubuhnya.

Setelah keluar dari kamar mandi Laras pun memungut kembali pakaiannya yang berserakan dilantai. Kemudian mengenakannya. Dan sekarang tengah berdiri didepan cermin besar yang berada di meja rias kamar hotel.

Laras melihat pantulan bayangan dirinya dalam cermin besar tersebut.

"Ya Allah kenapa terlihat membekas seperti ini!"ucapnya seorang diri dengan memegang pipinya yang terlihat begitu merah dengan luka sobek yang terdapat di sudut bibirnya. Ditambah kulit tubuhnya Laras yang terlihat begitu putih layaknya berlian yang memancarkan Kilau cahayanya. Sehingga membuat lukanya begitu terlihat jelas.

Kemudian Laras pun membiarkannya, dan kembali merapikan penampilannya agar sekiranya terlihat rapi dan bersih. Lantas menyisir rambutnya dan membiarkannya tergerai indah dengan warnanya yang alami brown. Dan segera melangkah keluar dari kamar hotel. Setelah sebelumnya kembali memeriksa barang barang miliknya. Ralat bukan barang melainkan duit. sisa dari gajinya sebagai asisten koki.

"Hemm.. uang nya tinggal lima ratus ribu, untungnya dia sudah memberikan sebagian gajinya pada ibu panti untuk membantu mencukupi kebutuhan adik adiknya juga kebutuhan sehari-hari seperti makan dan lain sebagainya."gumamnya seraya memijit lembut kepalanya. Sudahlah biarkan saja. Semoga ada rejeki yang tak terduga menghampirinya< doa Laras penuh harap dan bersungguh-sungguh. Dan setelahnya kembali melangkah ke arah pintu untuk segera keluar dari kamar yang menjadi saksi bisu hilangnya kehormatan yang bakal dia persembahkan untuk suaminya dimasa depan. Tapi ternyata terenggut paksa oleh orang asing tanpa dia mengetahui identitasnya.

PANTI ASUHAN KASIH BUNDA.

Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam lamanya. Laras pun telah sampai di tempat tinggalnya yang menjadi tumbuh kembangnya dari kecil hingga sekarang beranjak dewasa.

"Assalammualaikum..."ucap Laras dengan suaranya yang sedikit kencang ketika masuk ke dalam panti asuhan kasih bunda.

"Walaikumsalam warahmatullaah. Ya ampun Laras kamu dari mana? Kenapa enggak pulang Hem? Ibu sungguh khawatir dengan keadaan kamu! Handphone pun kamu tak membawanya, pantesan ibu sedari tadi telpon kamu tak tersambung. Dan ternyata HP kamu berada didalam kamar sedang di cas."ujar ibu Retno memberondong dengan perasaannya yang sangat khawatir dengan anak asuhnya.

"Hehehe.. maaf Bu, aku menginap di apartemen nya Tania Bu, sambil mengerjakan tugas kelompok."katanya beralasan tanpa mengatakan yang sejujurnya.

"Loh, terus Tania nya mana? Apa dia enggak mampir?" Tanya sang ibu panti ingin tahu.

"Aku pulang sendiri Bu menggunakan angkutan umum. Karena Tania tidak bisa mengantarkan pulang karena ada keperluan mendadak."jelas Laras kembali berbohong.

"Terus itu pipi kamu kenapa kok kayak habis ditampar seseorang?" Tukasnya penasaran.

Seketika Laras pun terdiam membisu seraya menundukkan kepalanya sambil terisak pilu sesekali punggung tangannya mengusap air matanya yang mengalir di kedua pipinya.

"Loh loh,, ada apa Laras? Ceritakan sama ibu!"ujar sang ibu khawatir.

"Hiks hiks... U u uangku d diambil buu... T terus m mereka menampar dan menendang ku... Hu hu hu hiks.."adu nya dengan sesegukan.

"Astaghfirullah haladzim maksudnya gimana? Ibu enggak faham."tukas sang ibu bingung tersirat akan penasaran yang membumbung tinggi.

Kemudian Laras pun menceritakan jika dia baru mengalami kejadian yang mengerikan. Ketika dia tengah menunggu angkutan umum di halte bus Tiba-tiba tiga pemuda dengan tampang nya yang seperti preman. Mendekat kearahnya sambil Meminta uangnya dengan memaksa. Hingga Laras pun dengan terpaksa memberikan uang nya, dari pada Dia yg di apa apain.

"Ya Allah ya Robbi.. sabar neng. Ini ujian untuk kamu. Tidak apa-apa neng, ikhlaskan uang kamu. Yang terpenting keadaan dan kondisi kamu baik-baik. Uang masih bisa di cari. Tapi jika nyawa kamu yang menjadi taruhannya!! Entahlah??"tanggap sang ibu panti dengan mimik wajahnya yang sedih.

( Maaf! Maafkan Laras Bu. Bukan maksud Laras membohongi ibu. Tapi inilah yang terbaik. Karena jika sang ibu mengetahui yang sebenarnya. Sudah barang mesti beliau akan kepikiran dan semakin membuatnya sedih. Tuhan.. maafkan hamba.) Bathin Laras sedikit menyesal akan kebohongan yang di lakukan nya. Seraya memohon ampun pada Tuhan Yang maha kuasa.

Sang ibu pun membawa Laras dalam pelukannya sambil berucap."berati kamu tak memiliki uang untuk pegangan disekolah?" Tanya sang ibu ingin tahu seraya menatap Laras miris akan Nasib gadis cantik tersebut.

"Masih ada Bu, beruntungnya aku tak membawa semua uangnya , ada sebagian yang sengaja aku tinggalkan di dalam kamar

Jadi kalau untuk uang saku dan kebutuhan sehari-hari ku insyaallah cukup kok."terang Laras.

"Syukurlah, berdoa saja semoga ada rejeki yang tak terduga."sambar sang ibu seraya mengelus lembut rambutnya Laras.

"Amin Bu semoga terkabulkan."jawabnya lembut sambil tersenyum manis.

Dan ibu panti pun membalasnya dengan tersenyum lembut dan manis.

"Ya udah Bu,, Laras ke kamar dulu."pamitnya.

"Iya neng,, lebih baik kamu sarapan dulu." Perintah sang ibu halus.

"Nanti sajalah Bu,, lagian aku juga belum begitu lapar."tolak Laras lembut. Dan setelahnya melangkahkan kakinya untuk menuju ke kamar pribadinya.

Ceklek.

Laras membuka pintu kamarnya lebar lebar. Lalu melangkah ke dalam kamarnya.

Bruk.

Dia pun menjatuhkan tubuhnya diatas pembaringan sederhana. Hanya sebuah kasur kapuk yang sudah terlihat begitu usang, dan satu buah ranjang kecil dengan ukuran 180cmx70cm. Hanya cukup untuk satu orang. Kemudian matanya melirik pada handphone miliknya yang tergeletak diatas meja kecil tepat di sisi sebelah kanan tempat tidurnya.

Dan segera Laras menggapai handphone nya untuk mengetahui apakah ada pesan atau panggilan tak terjawab dari sang kekasih, ralat bukan kekasihnya lagi. Melainkan otw mantan kekasih.

\---\>Jangan lupa hari Senin bawakan bekal seperti biasa. Tapi aku ingin sekali spaghetti spesial buatan tangan kamu. Apa kamu bisa membuatnya untuk ku?<---

Itu adalah pesen yang dikirim oleh Gunawan sekitar pukul tujuh pagi. Dan sekarang adalah pukul sepuluh menjelang siang. Dan tidak ada lagi pesen yang lainnya atau panggilan dari Gunawan.

Hhh...

Laras pun menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya perlahan-lahan. Sambil menyenderkan punggungnya di ranjang sederhana nya seraya memejamkan matanya sejenak. Kamu tega wan, mempermainkan perasaan tulus dari ku! Apa salah ku?< Gumamnya dengan perasaannya yang sedih.

°°°°°°°°°°°

HY JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK..

SALAM DUNIA HALU °<°.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!