Nadia adalah gadis pintar, penurut dan ceria, tetapi sejak mama nya meninggal dunia, ketika nadia ditinggal papanya sebentar kejadian demi kejadian membuat nadia frustasi dan membuat kesalahan besar. sehingga ia harus menikah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumtazah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Malam pengantin(part2)
setelah pulang dari mall, mereka sampai pesantren hampir maghrib.
nadia dan alif segera mandi dan segera pergi ke masjid untuk mengimami sholat maghrib.
setelah sholat alif dan nadia balik ke rumah karena mau bersiap besok pagi mereka harus ke malang. tak lupa badrun dan zaka mengikuti alif.
alif "kalian berdua besok ikut aku ke malang"
zaka "tumben ngajak kita berdua gus? biasanya salah satu dati kita" zaka heran
alif "besok nadia ikut. jadi aku gak setega itu membuatmu gigit jari melihatku dan nadia hahah"
badrun "kenapa ning nadia ikut?"
alif "nanti setelah tausyiah kita langsung ke bromo, dan ada wawancara seputar pernikahan mendadaku. dan aku ingin mengajak nadia melihat sunset dan sunrise di bromo"
nadia keluar kamar "badrun, zaka besok kalian akan jadi tukang foto kita hahah"
Badrun "ning apa nanti kalau ning dan gus pulang ke Jakarta kami juga di ajak"
nadia "emang kenapa? kamu mau ikut"
zaka "iya ning, kami ingin ikut. siapa tau ada teman ning nadia yang terpesona melihat ku"
semua tertawa. sampai waktu isya tiba. mereka kembali ke masjid dan sholat berjamaah. setelah sholat berjamaah, nadia dan alif mampir ke rumah umi untuk berpamitan.
alif "umi, besok alif sama nadia akan berangkat ke malang. doain ya umi"
umi "umi akan slalu mendoakan kalian, jam berapa kalian berangkat?"
alif "jam 7 umi, karena tausyiah nya ba'da dhuhur, dan tadi panitia mengabari bahwa ada tambahan lagi, katanya wawancara gitu. mau tanya-tanya soal pernikahan mendadak nya alif"
umi "baiklah, kalian pulang saja.cepat istirahat kasian nadia pasti kecapean. jangan lupa kalian minum fitamin. biar gak drop"
nadia "baik umi"
alif "yasudah kita pulang ya umi"
umi "iya"
alif dan nadia mencium tangan umi.
mereka keluar dan berjalan santai sambil bergandengan.
alif "sayang apa masih perih?"
waduh kenapa alif tanya itu ya, apa dia mau minta lagi
alif "sayang kok bengong sih, kalau masih perih sini mas gendong"
nadia "enggak aa, nanti kalau ada yang lihat pasti semua akan ngomong in kita"
alif "yasudah"
setelah sampai mereka masuk dan langsung merebahkan tubuh di kasur.
alif "sayang sini mendekat ke mas"
nadia "apasih mas" nadia sambil mendekat
alif "mas tadi tanya belum adek jawab"
nadia "tanya apa sayang" suara nadia manja membuat alif menginginkan nya lagi.
karena sudah bergairah gara-gara suara manja nsdia alif langsung mencium bibir nadia. nadia pun kaget tetapi tidak menolak.
alif "kamu sih mancing-mancing mas, boleh ya dek"
nadia "janji dulu, pelan-pelan ya"
alif "iya sayang" sambil membuka baju nya.
alif membaca doa dan mengusapkan ke ubun-ubun nadia.
malam menjadi panjang
alif "maaf ya sayang, enak sih bikin melayang hahaha"
nadia "ihh mas..." sambil mencubit alif
nadia "mas jangan pernah tinggalin aku ya"
alif memeluk nadia sangat erat "gak akan sayang jangan khawatir"
nadia "jangan ada wanita lain di hati mas, apalagi di rumah tangga kita"
alif "naudzubillah.. adek adalah istri dan cinta pertama dan terakhir mas"
nadia "nadia sayang sama mas"
alif "mas juga sangat sayang sama adek, sudah ya, ayo kita tidur. besok jangan sampai kelewat lagi shubuh nya. mas juga harus jadi imam masjid"
nadia mengangguk dan mulai memejamkan matanya.
ko lama up nya...🙃🙃