Bagaimana jadinya jika seorang dokter bedah dan ahli toksikologi jenius dari abad ke-21 bertransmigrasi ke tubuh seorang Permaisuri yang lemah dan dibuang?
Anran, seorang dokter genius masa depan, tewas dalam insiden laboratorium dan terbangun di tubuh Permaisuri Kerajaan Great Yan. Tak hanya dibuang ke Istana Dingin karena fitnah kejam, tubuh Permaisuri ini juga diracuni secara perlahan oleh musuh-musuhnya di istana belakang.
Permaisuri lama yang penakut dan mudah menangis telah lenyap. Kini, Anran bangkit membawa kecerdasan medis modern, keahlian racun yang mematikan, dan keberanian tanpa batas!
Satu per satu racun dibongkar, fitnah selir licik dipatahkan, dan intrik politik kerajaan dihancurkan. Seluruh istana dibuat gempar oleh perubahan drastis sang Permaisuri yang kini anggun, cerdas, dan tidak bisa diintimidasi oleh siapa pun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aldolado, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
lanjut bab 27
... Anda panjatkan mungkin terdengar begitu tulus di hadapan para dewa, tetapi surat persekutuan rahasia dan serbuk Akar Racun Bintang di dalam kotak ini menceritakan kejahatan yang amat keji."
Kalimat Anran bergaung jernih menembus setiap sudut Aula Persembahyangan, menghancurkan kepura-puraan manis yang selama ini dipasang oleh Dowager Xian.
Dowager Xian terperanjat, mundur satu tapak dengan raut wajah yang berubah pucat bagaikan mayat. Namun, sebagai bangsawan senior yang telah puluhan tahun mengecap intrik istana, ia buru-buru menguasai diri dan memasang wajah murka yang dibuat-buat.
"Lantang sekali mulutmu, Permaisuri!" bentak Dowager Xian seraya menunjuk Anran dengan jarinya yang gemetaran. "Berani-beraninya kau menyusup ke tempat suci ini dan membawa kotak tak dikenal untuk memfitnah Ibu Suri Muda Kerajaan! Yang Mulia Kaisar, apakah Anda akan membiarkan Permaisuri berlaku lancang terhadap Tetua Kerajaan?!"
Kaisar Tian melangkah maju. Hawa keberadaan yang mengintimidasi dan dingin seketika mengepung seluruh aula. Sepasang mata elangnya menatap Dowager Xian tanpa sekelumit pun rasa hormat yang tersisa.
"Cukup, Dowager Xian!" gertak Kaisar Tian dengan suara bariton yang berat dan menggelegar. "Kotak itu ditemukan langsung oleh Skuadron Naga Hitam di bawah lantai rahasia paviliunmu. Apakah kau ingin Aku membacakan isi surat bertanda tangan stempel pribadimu dan Perdana Menteri Kerajaan Selatan di hadapan seluruh menteri besok pagi?!"
Mendengar kata 'Skuadron Naga Hitam' dan 'Perdana Menteri Kerajaan Selatan', seluruh pertahanan Dowager Xian seketika runtuh. Lutut wanita tua itu lemas, tubuhnya terhuyung jatuh menabrak meja altar hingga beberapa cangkir minyak doa terguling berdentang nyaring di atas lantai pualam.
"T-Tidak... Ini tidak mungkin..." gumam Dowager Xian dengan suara parau bercampur ketakutan murni.
Anran melangkah mendekat, menatap Dowager Xian dari atas dengan pendar mata yang dingin. "Kau memanfaatkan Selir Mei sebagai bidak di barisan depan untuk menebar racun Bunga Malam Biru, sementara kau sendiri menyiapkan Akar Racun Bintang untuk melumpuhkan organ dalam Kaisar secara perlahan. Rencana yang amat rapi untuk menjatuhkan penguasa Great Yan dan mendudukkan raja boneka di atas tahta."
Anran memutarkan tubuhnya menghadap Kaisar Tian. "Setiap lembar surat di dalam kotak ini telah diverifikasi oleh Skuadron Naga Hitam dan Tabib Zhou. Bukti ini tak terbantahkan."
Kaisar Tian mengepalkan jemarinya kencang, amarah yang membara di dadanya memuncak. "Pengkhianat Kerajaan yang menjual kedaulatan negara demi keserakahan pribadi tidak layak mendapat belas kasihan!"
Kaisar Tian memalingkan wajahnya secara dingin. "Cabut seluruh gelar kebangsawanan Dowager Xian! Sita seluruh kekayaan dan pengikut fisiknya, lalu jebloskan dia ke Istana Dingin terlarang hingga akhir hayatnya tanpa izin dijenguk oleh siapa pun!"
"Yang Mulia! Ampuni Hamba! Hamba adalah Bibi Anda!" jerit Dowager Xian histeris tatkala prajurit Naga Hitam maju menyeret tubuhnya yang tak lagi memiliki daya pertahanan.
Jeritan parau itu perlahan memudar seiring pintu kayu Aula Persembahyangan ditutup rapat kembali.
Suasana di dalam aula utama kembali hening dan tenang. Kaisar Tian melangkah menghampiri Anran, menggenggam erat kedua tangan halus permaisurinya di bawah pendaran cahaya lilin doa.
"Duri terbesar di dalam istana ini akhirnya telah kau cabut sepenuhnya, Anran," bisik Kaisar Tian dengan nada penuh rasa terima kasih dan cinta yang amat dalam.
Anran menyambut tatapan sang kaisar dengan senyum tipis