NovelToon NovelToon
Menikah Dengan Paman Temanku

Menikah Dengan Paman Temanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintamanis / Cinta setelah menikah / Romansa
Popularitas:27.4k
Nilai: 5
Nama Author: мυмυ

Putri Wening adalah seorang gadis yang lemah lembut. Dia tinggal bersama ibu dan ayah angkatnya. Suatu hari Wening mendapati ayah angkatnya bersikap tidak wajar. Saat dia tau sikap ayahnya yang tidak baik, lantas dia pun ketakutan. Hingga dia langsung mencari sahabatnya untuk mencari jalan keluar.
Ayu Pratama teman Wening memberi saran agar dia menikah dan pindah dari rumah. Wening setuju, atas usulan Ayu dia membuat janji dengan seseorang yang diatur Ayu.
Tapi setelah bertemu orangnya, Wening kaget ternyata orang yang dipilih oleh Ayu adalah Paman Ayu, Max Pratama.
CEO terkaya dikota Jakarta.
Apakah mereka akan menikah dan hidup bahagia?


Apakah Wenning akan berhasil pergi dari rumah? Dan mendapatkan Suami yang baik?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon мυмυ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wening dalam bahaya

   Setelah bertemu Ibunya. Wening langsung menuju ruangan Max. Dia harus berbicara kepadanya dulu. Dan meminta izin untuk pulang sebentar. Akhirnya Wening menuju ruangan suaminya. Saat mau masuk ternyata pintu tidak ditutup. Dia tidak langsung masuk, tapi dia mengintip dari luar.

   "Entah ... Tuan Pratama ada waktu tidak menemani aku pulang?batin Wening. Dia berpikir sambil menempel didepan pintu. Max yang sedang membaca dokumen, melihat ke arah pintu. Dia melihat Wening berada disana.

   "Masuk ucap Max. Wening kaget mendengar Max menyuruhnya masuk. Lalu dengan hati hati dia masuk keruangan Max. Dia tidak mendekat tapi berdiri jauh, seperti seorang atasan dan karyawan.

   Max yang melihat itu hanya menghela nafas dan bersandar dikursinya. Lalu dia berkata "Kenapa jauh sekali? Takut aku makan kamu iya?ucapnya santai."

   Wening akhirnya langsung mendekat. Karena jaraknya masih jauh, akhirnya Max menarik tangan Wening. Dan berakhir dia duduk dipangkuan Max. Dan langsung memeluknya agar tidak bisa kabur.

   Sesaat mereka saling memandang. "Pak Pratama ini dikantor."ucap Wening. "Memang kenapa kalau dikantor? Aku peluk istriku,apa melanggar hukum?kilah Max. "Lepaskan dulu ... kalau ada yang liat gimana?ucap Wening.

  "Aku belum puas peluknya, kenapa harus dilepas?ucap Max. Akhirnya Wening pasrah atas tindakan suaminya. Lalu dia mengatakan tujuan dia menemui Max.

   "Aku ... mau berbicara sesuatu."ucapnya. Bicaralah jawab Max. "Malam ini, apa kamu bisa ... belum selesai bicara hape Max berbunyi. Lalu dia melihat nama yang tertera di layar. Dan langsung mengangkatnya.

   "Tuan Muda, Nyonya Tua sedang tidak enak badan."ucap seseorang diseberang. Apa?ucap Max. Setelah itu Wening langsung turun dari pangkuan Max. Dia sadar ada yang tidak beres.

  Max pun sama terkejutnya mendengar kabar dari telepon. Lalu dia pun berbicara lembut kepada Wening. "Aku ada urusan mendesak, aku harus pergi dulu. Kalau ada apa-apa tunggu aku kembali." Setelah berkata begitu, Max sekilas mengecup bibir Wening. Dan langsung pergi meninggalkan Wening.

   Wening hanya diam saja, melihat suaminya pergi. Lalu hapenya pun berbunyi dan ada pesan masuk. Ada seseorang yang memberitahu sesuatu, entah pesan apa hanya dia yang tau.

  "Apa urusan mendesaknya adalah masalah Non Rani?batin Wening. Lalu dia pun mengabaikan pesan tersebut, dan pergi pulang untuk menyelesaikan kepentingan dia.

  Malam pun datang, Max dengan terburu buru pergi ke rumah utama Pratama. Dia langsung masuk kerumah dan melihat disana ada Rani Cahaya. Sedang berbincang dengan Mama nya Max.

  Max yang baru datang langsung menanyakan tentang Mamanya. "Siapa yang bilang Nyonya Tua tidak enak badan?ucapnya. "Eh kamu sudah datang Max? Mama yang suruh mereka telepon kamu. Mama kan kangen sama kamu." Sini sini duduk dulu, ucap Nyonya Maya.

   Max menurut, dia duduk disopa samping Mama nya. "Mumpung kamu disini, cepat mengobrol dengan Adik Rani."ucapnya lagi. Rani tersenyum malu malu dan menjawab. "Kaka Max."ucapnya lembut yang dibuat buat.

   Max hanya diam, lalu dia melihat ke arah Mamanya. Lalu dia meletakan hapenya dimeja, dan pergi meninggalkan Mama dan Rani diruang tamu.

  Mama nya Max bingung, dan mencoba mencegahnya. "Eeh Max mau kemana kamu?Lalu Mamanya pun berpura pura menangis. "Hayooo dasar nasibku! Seumur hidupku ini, aku hanya mau melihat kamu menikah dan punya anak."

  "Punya cucu gemuk! Kalau tidak, aku mati tidak akan tenang!"ucapnya lebay. Sambil menangis dan memegang kepalanya. Max hanya melirik, lalu dia pun berkata.

   "Ma- ucapnya. Tapi terhenti karena Mamanya memotong omongannya. "Kamu bilang sudah punya pacar,dan tidak mau aku ikut campur urusanmu. Sudah bertahun-tahun lamanya,kamu juga tidak membawa menantuku kesini. Katanya ada orangnya?mana orangnya?tanya Maya.

   "Ma ... aku sudah menikahinya. Aku sudah menikah ucapnya sambil menunjukan cincin dijari manis kirinya. Apa!ucap Mamanya dan Rani karena terkejut.

   Kembali lagi kepada Wening. Dia sudah berganti baju dan sudah dalam perjalanan menuju rumah. Dia langsung menelepon Ibunya. "Hallo Bu,Ini aku sudah hampir sampai, aku juga sudah siapin surat cerainya?"ucap Wening ditelepon. Sinta diseberang menjawab. "Wening. Kamu tahu, Ibu tidak akan membohongi kamu kan? Kita sekeluarga dan adikmu yang belum lahir,kita bisa pindah tempat,mulai dari awal."ucap Sinta.

  Wening yang tidak mengerti langsung menyela. "Bu. Apa yang Ibu bilang?maksud dari keluarga apa?bukannya Ibu mau cerai dengan Anton?tanya Wening."

  "Ibu cuma mau kamu pulang,kita bicara baik-baik."ucap Sinta. Lalu Wening mematikan teleponnya. Merasa ada yang tidak beres. Wening langsung waspada, dia melirik ke kanan dan ke kiri. Saat dia ingin pergi, tiba-tiba seseorang membekapnya dari belakang. Wening mencoba memberontak dan berteriak tapi tidak bisa. Dan akhirnya dia pun pingsan.

   Saat pingsan, sosok tersebut pun terlihat. Pelakunya adalah Anton. Melihat Wening pingsan dia pun langsung tertawa. "Hahaha ... anakku akhirnya kamu kembali." Hahaaaa setelah itu Anton pun membawa Wening pergi.

  Beberapa saat kemudian, Wening tersadar dari pingsan nya. Saat membuka mata, hal yang dia liat adalah wajah Anton yang sedang tertawa. "Hahaha mendengar suara itu Wening panik dan ketakutan."

   Dia mencoba bangun dari tidurnya. Tapi tidak bisa karena tangan nya diikat kebelakang, mulutnya disumpal dengan kain. Mulutnya tidak bisa berbicara, hanya bisa menangis. Anton yang tidak sabar langsung ingin memeluknya.

   Tapi suara seseorang menghentikannya. "Anton dimana Wening? Bukannya dia bilang mau ambil barang, lalu pergi? Kenapa tidak keluar juga?teriak Sinta dari luar kamar."

   Anton langsung keluar untuk melihat keadaan. Wening yang melihat Anton pergi, dia mencoba mencari cara agar bisa kabur. Dia melihat hapenya dibawah kolong ranjang. Lalu dia pun mencoba menghubungi seseorang.

  Dengan terburu buru dia mencari kontak seseorang. Setelah ketemu dia langsung mencoba menghubunginya. "Tuan Pratama, tolong aku ucapnya dalam hati."tapi teleponnya pun belum diangkat oleh Max.

   Sementara disuatu tempat, Max sedang berdebat dengan Mamanya. "Ma, aku sudah menikah."ucapnya sambil menunjukan cincin di jarinya. "Apa?bukannya orang yang kamu suka itu ... Rani Cahaya dari keluarga Rani?ucap Mamanya."

   "Siapa bilang aku suka dia?jawab Max. Maya langsung bangun dari duduknya dan berkata. "Ahayooo ... ternyata aku salah besar! Hayo anakku, kapan kamu bawa istrimu? Biar bisa kenalan dengan Mamamu? Mama setiap ikutan lelang selama ini, Mama sudah menyiapkan sesuatu untuk menantuku."ucap Maya.

   "Mama sudah lama kumpulkan semuanya. Akhirnya bisa aku berikan. Ayo ayo ayo, kita pergi melihatnya." Max hanya diam melihat kehebohan Mamanya. Sementara Rani yang melihat itu ingin mencegahnya. Tapi melihat hape Max bergetar dia mengurungkan niatnya.

   Lalu dia melihat nama yang tertera dilayar hapenya. "Wening". Melihat itu Rani langsung emosi. "Kenapa dia selalu ada dimana mana? Dasar pengganggu!ucapnya dalam hati. Lalu diam diam dia mematikan panggilan tersebut.

   Wening diseberang sana langsung kaget. Panggilan nya ditolak oleh Max. Dia mengira Max tidak mau diganggu. "Harapan terakhirku ... juga hilang."batin Wening. Dia hanya bisa pasrah dan menangis, saat bersamaan juga seseorang datang. Wening langsung berteriak Hahhhh -.

1
☘𝓡𝓳 мυмυ
Rani Rani msh ga kapok
☘𝓡𝓳 мυмυ
kan emang bner max udah ngincar Wening dari dulu😄
𝐀⃝🥀Yαͫηᷰυͫαᷰя•§͜¢•🦢🍒
dia yang salah dia yang nyalahin orang
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
padahal dia dh curiga tapi mlhan takut😭
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
lama sekali sadarnya wening 😭🤣
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
max kamu gerakan pisan 🤣🤣🤣
𐘎мⷩυꙷмͭυ☠️⃝ ❣️
wih max tahan max tahan🤣🤣🤣🤣
𐘎мⷩυꙷмͭυ☠️⃝ ❣️
pelakunya ayu yang kena enaknya wening🤣🤣🤣🤣
𐘎мⷩυꙷмͭυ☠️⃝ ❣️
wah max sudah suka wening dari dulu🤭
𐘎мⷩυꙷмͭυ☠️⃝ ❣️
kalian cari mati sendiri, rasain
𐘎мⷩυꙷмͭυ☠️⃝ ❣️
kalau sudah tau kenapa. berulah ampun deh kalian
🧡ᴢʜͫᴀᷴɴͫɢᷴ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
rani masih tidak sadar itu kesalahan dia sendiri😭
🧡ᴢʜͫᴀᷴɴͫɢᷴ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
wah ternyata wening orang yang dia sukai🤭
🧡ᴢʜͫᴀᷴɴͫɢᷴ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
ada baiknya juga iya dia dksh obat 😭🤭
❀ ⃟⃟ˢᵏ ωᷟυᷴ уᷟυᷴ нαηɢ
wening kamu slaah pahamnya lama sekali 🤣🤣🤣
𑇛ʜᴇ ʏᴜ
idih nmax ketagihan tdr smaa wening🤣🤣🤣
𑇛ʜᴇ ʏᴜ ǫɪ
kenapa. bisa kabur sih
𑇛ʜᴇ ʏᴜ ǫɪ
plot twins max sudah naksir dari bertahun tahun 🤭😍
𑇛ʜᴇ ʏᴜ ǫɪ
wah rani akhirnya ditangkap
🏡⃟ªʸ❣zнᷟαᷴηᷟgᷴтιяυι❣️
baru juga bahagia😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!