Dikhianati oleh murid kepercayaannya saat mencoba menerobos batas keabadian, Kaisar Dewa Ye Xuan mati dan jiwanya terlempar melewati sungai waktu. Tiga ribu tahun kemudian, ia terbangun di tubuh seorang pemuda dengan nama yang sama—seorang "sampah" tanpa meridian kultivasi di kota terpencil. Dengan ingatan masa lalunya dan teknik terlarang Seni Sembilan Reinkarnasi Naga, Ye Xuan memulai kembali perjalanannya dari bawah untuk membelah langit, menginjak-injak para jenius sombong, dan menuntut darah dari mereka yang mengkhianatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Kabut kelabu di Puncak Makam Pedang membelah secara alami saat Ye Xuan melangkah masuk, seolah-olah badai elemen logam itu memiliki kesadaran dan ketakutan untuk menyentuh tubuh sang kaisar yang baru kembali.
Kali ini, Ye Xuan tidak berhenti di perbatasan Zona Tengah. Ia terus berjalan mendaki, menembus lolongan angin yang semakin ganas, hingga akhirnya tiba di Zona Dalam—area terlarang yang bahkan tidak berani dimasuki oleh Penatua Inti Emas Sekte Pedang Azure.
Di tempat ini, gravitasi terasa sepuluh kali lipat lebih berat, dan pedang-pedang yang tertancap di tanah bukanlah senjata fana, melainkan sisa-sisa artefak tingkat bumi milik para leluhur sekte yang telah kehilangan pendarannya. Udara di Zona Dalam dipenuhi oleh niat pedang pembunuh yang kental, cukup untuk membuat kultivator biasa menjadi gila.
"Tempat yang cukup tenang," gumam Ye Xuan santai, menancapkan Pedang Besi Bintang ke tanah.
Ia mengibaskan lengan bajunya, melepaskan energi angin yang menyapu bersih sebidang tanah datar dari debu dan kerikil tajam. Dengan jentikan jarinya, cincin spasial di tangannya berkedip.
Trang! Kring! Kring!
Sepuluh ribu Batu Roh tingkat menengah jatuh berserakan, menumpuk menyerupai sebuah bukit kecil yang memancarkan pendaran cahaya biru cerah. Energi spiritual yang sangat pekat langsung menguar, mencoba melawan hawa kelam di Puncak Makam Pedang. Di sekte fana ini, tumpukan batu roh tersebut cukup untuk menghidupi seribu murid luar selama sepuluh tahun.
Ye Xuan menatap bukit batu bersinar itu dengan senyum sinis. "Sepuluh ribu batu murni. Di Alam Dewa, jumlah ini bahkan tidak cukup untuk memberi makan burung bangau peliharaanku. Namun di dunia yang miskin energi ini, ini adalah kunciku untuk merobek belenggu fana."
Ia duduk bersila di depan tumpukan Batu Roh tersebut. Dari dalam sakunya, ia mengeluarkan tiga botol giok berisi Pil Penyuci Sumsum tingkat bumi—hadiah tambahan dari Menara Penakluk Langit. Tanpa ragu, Ye Xuan membuka ketiga botol itu dan menelan belasan pil tersebut sekaligus layaknya memakan kacang.
Bzzzt!
Efek Pil Penyuci Sumsum segera bekerja. Hawa panas menyebar ke seluruh tulangnya, memaksa keluar kotoran-kotoran sisa yang bersembunyi di kedalaman sumsumnya. Cairan hitam lengket merembes dari pori-porinya, namun sebelum cairan itu mengotori jubahnya, Api Roh Teratai Merah menyala dari bawah kulitnya, membakar habis kotoran tersebut menjadi uap tak kasat mata.
Setelah tubuhnya mencapai tingkat kemurnian sempurna, Ye Xuan menutup matanya dan menarik napas panjang.
Seni Sembilan Reinkarnasi Naga: Putaran Penelan Langit!
BOOOOOOM!
Sebuah pusaran hisapan yang sangat mengerikan meledak dari Dantian Ye Xuan. Sepuluh ribu Batu Roh tingkat menengah di hadapannya seketika bergetar hebat. Retakan-retakan muncul di permukaan batu-batu tersebut, dan energi spiritual murni berbentuk kabut biru tebal tersedot keluar layaknya air bah yang bendungannya pecah.
Energi itu melesat masuk ke dalam tubuh Ye Xuan melalui pori-pori dan hidungnya. Jika kultivator Alam Kondensasi Qi Bintang Sembilan biasa mencoba menyerap energi sebesar ini dalam satu tarikan napas, tubuh mereka akan meledak menjadi serpihan daging.
Namun, meridian Ye Xuan tidak lagi rapuh. Sembilan meridian utamanya telah diperlebar dan dilapisi oleh esensi getah Pohon Bintang Dingin. Saat tsunami energi spiritual Yang itu masuk, hawa dingin Yin segera menetralisirnya, menciptakan keseimbangan sempurna.
Qi Naga Primordial bertindak sebagai jenderal yang kejam, menelan mentah-mentah energi spiritual fana tersebut, memurnikannya, dan menyeretnya turun menuju Dantian.
Di dalam Dantian Ye Xuan yang menyerupai alam semesta kecil yang kosong, gas spiritual yang merupakan ciri khas Alam Kondensasi Qi mulai berputar membentuk pusaran angin topan. Semakin banyak energi yang masuk, pusaran itu semakin padat, semakin berat, hingga akhirnya mencapai titik kritis.
Tetes...
Setetes cairan spiritual emas jatuh ke dasar Dantian. Itu bukan lagi gas. Itu adalah Qi yang telah memadat menjadi bentuk cair—tanda mutlak dari Alam Pembentukan Fondasi!
Namun, bagi pemegang Seni Sembilan Reinkarnasi Naga, membentuk genangan air spiritual saja tidak cukup. Tetesan demi tetesan cairan emas terus berjatuhan dengan kecepatan gila. Sepuluh ribu Batu Roh di luar tubuh Ye Xuan mulai meledak menjadi debu satu per satu karena kehabisan energi.
Genangan di Dantiannya berubah menjadi kolam, lalu meluas menjadi sebuah samudra emas kecil. Di tengah samudra itu, siluet ilusi seekor naga purba yang selama ini tertidur perlahan mulai mengembun menjadi lebih nyata, meminum cairan spiritual itu dengan rakus.
Saat energi dari Batu Roh terakhir terserap habis, Ye Xuan membuka matanya.
WUNGGG—!
Sepasang matanya memancarkan pendaran cahaya keemasan yang menembus langit kelabu. Sebuah fluktuasi energi cair yang luar biasa padat meledak dari tubuhnya, menghancurkan bebatuan di radius seratus meter menjadi pasir halus.
Alam Pembentukan Fondasi Bintang Satu, berhasil ditembus!
Namun, terobosan ini tidak berhenti di dalam tubuhnya saja. Hukum alam di Puncak Makam Pedang merespons kelahiran tenaga raksasa ini.
Di atas langit Puncak Makam Pedang, awan kelabu yang selalu menutupi gunung itu tiba-tiba berputar ganas. Pusaran raksasa berdiameter sepuluh kilometer terbentuk di angkasa, menyedot seluruh energi spiritual dari udara di sekitarnya.
Badai niat pedang yang liar di seluruh gunung berhenti menyerang. Ribuan pedang patah yang tertancap di tanah tiba-tiba bergetar, lalu secara serempak membungkuk ke arah Zona Dalam, seolah-olah sedang menyembah kaisar pedang sejati yang baru saja lahir.
Fenomena ini begitu masif hingga menutupi matahari di atas Sekte Pedang Azure.
Di Puncak Utama, Patriark Jian Wuji yang sedang bermeditasi seketika membuka matanya. Tubuhnya bergetar, dan ia langsung melesat keluar dari aulanya, melayang di udara sambil menatap pusaran langit di atas Puncak Makam Pedang dengan rahang menganga.
"A-Anomali Surga?! Pusaran Pengumpulan Roh sebesar ini... Ini adalah fenomena yang hanya muncul ketika seorang jenius dengan fisik suci menembus Alam Inti Emas! Tapi fluktuasi yang berasal dari sana... itu jelas adalah Alam Pembentukan Fondasi!" Jian Wuji bergumam histeris. Ia tidak bisa lagi menyembunyikan keterkejutannya.
Di Puncak Elang Emas, Penatua Zhao Ying merosot ke tanah. Matanya menatap fenomena langit itu dengan keputusasaan yang absolut. Niat membunuh yang selama sebulan ini ia simpan rapat-rapat seketika hancur berkeping-keping, digantikan oleh teror murni.
"Menerobos Pembentukan Fondasi dan memicu Anomali Surga... Monster macam apa yang kutyinggung ini? J-jika dia ingat dendamnya, bahkan statusku sebagai penatua tidak akan bisa menyelamatkanku dari murka Patriark yang pasti akan melindunginya mati-matian!" Zhao Ying gemetar, keringat dingin membasahi seluruh jubahnya.
Seluruh Sekte Pedang Azure dicekam oleh kekaguman dan ketakutan. Para murid luar dan dalam berlutut di tanah, merasakan tekanan spiritual yang membuat Qi di dalam tubuh mereka berhenti mengalir.
Di pusat pusaran raksasa itu, di Zona Dalam Puncak Makam Pedang, Ye Xuan perlahan berdiri tegak.
Ia menatap tangannya sendiri. Warna perunggu di kulitnya kini memiliki kilau perak yang sangat samar. Tubuh Fisik Tirani Naga miliknya ikut berevolusi seiring naiknya kultivasi Qi-nya, membawanya mendekati tahap kedua: Otot Perak Darah Emas.
Ye Xuan mengepalkan tinjunya. Udara di genggamannya meledak, menciptakan riak spasial kecil.
"Alam Pembentukan Fondasi Bintang Satu. Kepadatan cairan Qi Naga Primordialku setara dengan kultivator Bintang Enam atau Tujuh biasa," kalkulasi Ye Xuan dingin. "Dengan fisik dan teknik tempurku... aku bisa meremas jantung ahli Alam Inti Emas tahap awal tanpa harus mengorbankan setetes pun esensi jiwaku."
Mantan Kaisar Dewa itu mendongak menatap pusaran langit yang perlahan mulai memudar. Senyum arogan yang lama tersembunyi akhirnya kembali terukir penuh di wajahnya.
Waktu untuk bersembunyi menambal luka telah usai. Cangkir fana ini kini telah menjadi bejana baja yang siap menampung samudra.
Ye Xuan mencabut Pedang Besi Bintang dari tanah, memanggulnya santai di bahu kanannya. Matanya menembus arah Puncak Elang Emas yang berjarak puluhan mil darinya.
"Penatua Zhao Ying," suara Ye Xuan berbisik pelan di hembusan angin, namun membawa vonis kematian mutlak. "Aku sudah berjanji, bukan? Saat aku mencapai Alam Pembentukan Fondasi, aku akan mendatangi puncakmu dan memenggal kepalamu yang tak berguna itu. Bersihkan lehermu, karena aku datang untuk menagih janji."
meLawan maka akan ada patriark yang baru
preeeeeetttttttt