Bryen berusia 25 tahun seorang pria pemilik cafe sederhana, memiliki karyawan untuk membantu melayani seorang pelanggan, saat sibuk melayani pelanggan ia tidak sengaja menumbuhkan Kopi ke pakaian seorang perempuan sombong, angkuh dan dingin, yg lagi asik berbincang sama teman kantor nya, hingga ia kaget langsung beranjak
"HEI KAMU... HATI - HATI DONG! INI BAJU MAHAL, LIHAT.... BAJUKU JADI KOTOR!! PAKAI MATA ENGGAK!! ". Ucapnya sentak marah
" maaf nona, saya tidak sengaja, sini saya bersihin! ". Jawab brayen sambil mengelap gaun yang kena tumpahan kopi
" TIDAK USAH!! BISA SENDIRI, DASAR LAKI-LAKI!! ". Ucapnya dengan tatap kesel melangkah melewati, temannya pun mengikuti dengan ekpresi bingung
Ini pertama kalinya bagi bryen di marahin oleh seorang wanita.
kehidupan bryen sangat suka hidup biasa saja, walaupun sang ayah selalu menjodohkan dirinya dengan seorang wanita kenalan teman ayahnya, sampai kini sang ayah masih membahas perjodohan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35 MABUK!!
Malam tiba kini brayen berada di Club Malam (BR) sendirian duduk di kursi sambil minum alkohol dengan riuhnya club Music keras Dj bergema hingga berkedip lampu berwarna kilap yang bikin pusing kepala terlihat orang-orang begitu menikmati berjoget sambil pegang gelas Alkohol di tangan mereka. Brayen yang melihat mereka hanya menatap datar sambil satu teguk ia minum. Tidak lama seorang perempuan sexy cukup terbuka dengan hanya berpakaian baju dalam, Tampaknya ekpresi brayen melihat perempuan yang mencoba mendekatinya dan merayunya hanya menatap datar tidak bereaksi. Ia tidak tergoda dengan tampilan wanita yang berusaha mengodanya.
"Mau aku temenin tampan". Tanya wanita sexy tersebut
Brayen melirik datar dengan perasaan sakit hati mengingat kejadian pagi tadi melihat istrinya sendiri dekat dengan seseorang sesak di dada brayen merasa hatinya mulai panas namun terus berusaha untuk tetap tenang tidak terbawa emosi.
Brayen tersenyum manis dengan kondisi mulai mabuk dan terasa pusing
"Terimakasih untuk tawaran... nya.. maaf... cantik... aku menolak... ". Senyum brayen menolak ajakan wanita sexy ini
Brayen memutuskan pergi dari club, beranjak melangkah jalan meninggalkan wanita sexy itu. keluar dari dalam pintu club ia melangkah dengan sempoyongan teras berkunang-kunang penglihatan brayen, tangan kanan menyentuh kepalanya mencoba untuk tetap sadar menahan rasa pusing di kepala. saat brayen kekurangan keseimbangan di lorong parkiran mobil
Bung
Beruntung Joni sigap datang menolong Brayen menangkap tubuh brayen yang hampir jatuh ke bawah lantai.
"Brayen!! ". Panggil Jani panik
Melihat kondisi brayen mabuk bergegas joni membawa brayen pergi.
Tidak lama kemudian Joni bopong brayen melangkah pelan membawa ke hotel elina. Sampai depan pintu joni pun mengetok pintu
Tok
Tok
Tok
Di dalam kamar, terlihat elina sehabis mandi dengan pakaian juba handuk berwarna putih,rambut panjang yang indahnya belum ia sisir tapi terlihat cantik walaupun rambutnya tidak rapih ia melangkah jalan keluar kamar setelah mendengar seseorang mengetok pintu. Elina berjalan di ruang tamu
"iya sebentar". Ucap Elina melangkah ke pintu
Klak
Elina pun buka pintu ia terkejut melihat keadaan brayen terlihat mabuk.
" Apa yang terjadi ". Tanya Elina panik
Joni melangkah masuk membawa brayen, membaringkan di sofa membiarkan terlentang
Elina melangkah mendekat setelah menutup pintu dengan kedua tangan melipat di bawah dadanya dengan tatapan tajam namun khawatir
" Kenapa sampai seperti itu?? ". Tanya lagi Elina pada joni
" Saya pun tidak tahu, apa yang terjadi padanya, saya ada urusan. permisi ". Izin pamit Joni
" iya, terimakasih ". Jawab Elina
Joni pun melangkah melewati Elina jalan pergi meninggalkan mereka berdua.
Elina menghela nafas panjang dengan ekpresi bingung sambil memandangi brayen yang tertidur terlentang.
" Hmmm.!! panas!! ". tubuh Brayen mengeliat tidak tahan dengan tubuhnya mulai kepanasan
Elina membungkuk merapikan posisi tubuh brayen.
" Panas! ". Ucap lagi brayen mengoceh sambil berusaha melepas kemeja yang ia kenakakan sendiri.
melihat brayen mengeluh panas, membuat Elina merasa kasian, ia pun melepaskan kancing kemeja satu persatu untuk meringankan tubuh yang panasnya. Elina terkejut merasakan hawa tubuh brayen begitu panas seperti orang yang demam.
"Ya ampun panas sekali". Elina berkata dengan nada pelan
Elina berniat akan mengkompres brayen, saat hendak melangkah
" Arrrggghhh ". Tiba-tiba saja Elina di tarik hingga jatuh di atas tubuh brayen yang panas.
kini mereka berdua saling menatap mata saling pandang cukup lama. Jantung Elina tiba-tiba saja berdetak kencang melihat wajah brayen dari dekat sesuatu terjadi dengan perasaan Elina. Tangan kanan brayen membelai rambut Elina dengan lembut
"Kamu membuat ku terangsang".Ucap brayen mengoda
Elina hanya terdiam bingung