NovelToon NovelToon
The Heirs Mistake

The Heirs Mistake

Status: tamat
Genre:Perjodohan / CEO / Bad Boy / Tamat
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sept

*THE HEIR'S MISTAKE*
*Kesalahan Sang Pewaris*
Mereka tidak pernah ditakdirkan untuk saling mencintai.
Dia adalah pewaris keluarga terpandang. Dingin, arogan, dan punya reputasi buruk.
Pertunangan yang diatur kedua orang tuanya adalah mimpi buruknya.
Dia adalah gadis baik-baik, putri dari sahabat orang tuanya.
Sama-sama benci perjodohan ini. Sama-sama ingin bebas.
Sampai satu malam menghancurkan segalanya.
Alkohol. Amarah. Dan satu kesalahan besar.
Dia hamil. Tanpa pernikahan. Tanpa cinta.
Penuh benci dan malu, dia memilih pergi.
Menghilang selama 5 tahun. Membesarkan anak itu sendirian.
Bersumpah tidak akan pernah kembali.
Kini dia kembali. Lebih kuat. Lebih dingin.
Menggandeng tangan putra yang wajahnya mirip sekali dengan sang pewaris.
Dia tidak butuh istri.
Tapi dia akan melakukan apa saja demi anaknya...
Bahkan jika itu berarti berlutut di hadapan wanita yang bersumpah akan membencinya selamanya.
_Beberapa kesalahan tidak bisa dihapus.
Kau harus menikahinya._
---

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sept, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh Tujuh

# Dua puluh tujuh

Matanya terbelalak tak kala membaca deret kata yang dikirimkan dari pemilik nomor bernama Zura, Hanum mencoba mencerna apa yang ia baca. Anak kita? Apa yang dimaksud si pengirim dengan menyebut kata anak kita? Banyak pertanyaan yang bergelayut dalam benaknya.

Apakah Leon, suaminya juga memiliki anak di luar nikah selain Sean? Ya Tuhan! Hanum merasakan pusing yang mendadak. Tidak pernah menyangka akan serumit ini masa lalu sang suami. Lalu bagaimana ini?

Wanita itu menatap punggung suaminya yang masih terbaring dengan mata yang terpejam, Leon masih tertidur dengan nyenyak. Pria itu tak tahu, sebuah badai suda siap menerjang rumah tangga yang baru seumur jagung.

Sambil mengusap pipinya yang sudah basah, Hanum berusaha untuk menenangkan diri dahulu. Nanti bila suaminya sudah bangun, ia akan menanyakan dengan jelas. Sebenarnya siapa Zura, dan mengapa wanita itu  menyebut anak.

Dengan lesu Hanum mandi, setelah merapikan diri ia pergi ke kamar sang putri. Rupanya Sean sudah bangun, pengasuh bahkan sudah memandikannya. Oleh sebab itu, ia pun kembali menuju kamarnya. Membangunkan Leon, sepertinya ia ingin pulang hari ini juga.

“Mas, sudah pagi. Ayo siap-siap kita pulang!” Hanum menggoyangkan badan suaminya, agar pria itu lekas bangun. Ia tak akan menanyakan perihal pesan itu, Hanum akan menunggu sampai mereka tiba di rumah.

“Jam berapa?” Leon mengucek matanya, memperjelas pandangannya yang kabur karena baru bangun tidur.

“Jam tujuh!”

Leon langsung duduk, diraihnya tubuh Hanum. Memeluknya dari belakang dengan hangat. Leon tak melihat, betapa murungnya ekspresi suaminya kala itu. Hanum benar-benar tertekan karena menyimpannya dalam hati. Harusnya ia katakan saja apa yang ia tanyakan, tapi tidak!

Wanita itu justru memilih menundanya, mungkin ia merasa takut bila kenyataan itu akan pahit dan melukai hatinya.

Hanum menunda-nunda, wanita itu cemas bila benar bahwa Leon suaminya memiliki anak dengan wanita lain. Memikirkannya saja ia sudah tak enak makan, perutnya mual karena banyak pikiran.

“Mas mandi dulu!” Hanum menarik diri, tak ingin Leon menatap rasa sedih di wajahnya. Ia pun beralasan akan ke tempat Sean dulu.

Tanpa curiga, Leon pun melepas istrinya. Kemudian siap-siap.

Satu jam kemudian, pria itu sudah rapi dengan pakaian kasual yang ia kenakan. Kaos pendek dengan jaket kulit warna coklat muda. Baru kali ini ia memakai pakaian sesantai itu, biasanya selalu balutan jas dan setelan kemeja.

Itu karena yang menyiapkannya adalah Hanum, istrinya yang sudah mempersiapkan sebelumnya saat mereka akan berangkat.

Saat ia bertemu Hanum yang sudah kembali dari kamar Sean, Leon tank menyadari perubahan ekspresi istrinya yang nampak dingin itu. Ketika ditanya apa sakit, Hanum hanya menjawab mungkin ia lelah saja.

“Mas, ayo balik sekarang,” pintanya.

“Loh, gak main dulu?”

“Badanku kecapekan,” Hanum mencoba mencari alsan, padahal ia hanya ingin cepat pulang ke rumah dan menanyakan segalanya.

“Ya sudah, habis sarapan kita balik.”

Sesuai apa kata Leon, setelah mereka semua sarapan kini mereka ada di dalam mobil. Semua sudah siap pulang ke rumah, pusat keramaian di tengah kota metropolis.

Sepanjang jalan Leon mencuri pandang, tak biasanya istrinya itu hanya diam saja. “Hanum, apa kita perlu ke rumah sakit? Wajahmu pucat!”

“Ngak Mas, aku gak apa-apa. Mungkin cuma butuh istirahat nanti juga baikan!” Dalam hatinya Hanum terus saja berpikir, bagaimana bila ternyata suaminya memiliki anak itu? Lalu apa yang harus ia lakukan?

Setelah mengendarai mobil beberapa jam, akhirnya mereka sampai di rumah. Begitu sampai, Leon yang lelah karena menyetir memilih istirahat merebahkan tubuhnya. Sambil menunggu Hanum yang sedang memujuk Sean yang rewel. Ia pun memeriksa ponselnya.

Ada sebuah pesan yang sudah terbaca, ia merasa aneh. Karena sepertinya tak mengerti akan adanya pesan tersebut. Apalagi itu adalah dari mantan sekretarisnya, kapan juga Zura mengirim pesan padanya. Curiga, Leon pun membuka pesan yang sudah centang dua tersebut.

Otaknya mulai berpikir, ia merasa ada seseorang yang sudah membuka ponsel miliknya. Hatinya makin tak enak, ketika mengingat sepertinya hari ini Hanum murung sekali. Jangan-jangan Hanum sudah membaca pesan di dalam ponselnya.

“Hanum!” Ia langsung bergegas mencari istrinya, takut bila mimpi buruk kemarin menjadi nyata. Tak ingin rasanya Hanum dan Sean pergi meninggalkan dirinya.

Leon langsung menuju kamar Sean, di sana dilihatnya sang istri sedang menemani Sean bermain.

“Hanum...”

“Ada apa, Mas?”

“Eh, tak apa-apa.” Leon merasa lega, ternyata Hanum masih ada dalam rumah, ia pun kembali ke kamarnya lagi. 

‘Ya Tuhan, apa yang aku pikirkan? Bila Hanum sudah membacanya, pasti akan menanyakan padaku langsung. Tapi sepertinya dia belum tahu,’ gumamnya sambil terus berjalan.

Ketika malam hari mulai menjelang, Hanum mengambil selimut dari kamarnya. “Mas, malam ini aku tidur dengan Sean ya. Dia minta aku temani.”

Padahal itu hanya alasan Hanum untuk menghindar dari suaminya, tak ingin pikirannya memikirkan masalah pesan kemarin. Wanita itu terus saja menunda-nunda, mungkin hatinya belum siap menerima kenyataan yang paling terburuk.

“Bawa saja Sean kemari.” Seolah bisa membaca gerakan menghindar dari sang istri, Leon tak mau mereka pisah ranjang. Bahkan malah menyuruh Hanum membawa Sean ke kamarnya.

“Eh... tapi.”

“Bawa saja Sean kemari, Hanum.” Leon mulai curiga dengan Hanum.

Mau bagaimana lagi, maju kena mundur juga kena. Hanum akhirnya mengalah. Ia pun pergi ke kamar putrinya yang serba warna pink tersebut.

Dilihatnya Sean sudah lelap, tak ingin membangunkan putrinya. Dengan gontai ia ke kamar Leon sendirian.

“Mana Sean?” 

“Sudah tidur barusan.”

“Mengapa tak dibawa ke mari.”

“Tidak usah, sudah nyenyak juga tidurnya.” Hanum pun menaiki ranjang, ia memilih berbaring membelakangi Leon, suaminya.

Srekkk

Leon menarik tubuh istrinya, “Kenapa membelakangi diriku seperti itu!”

Hanum hanya diam, sepertinya ini waktunya ia bertanya soal pesan tersebut.

“Siapa Zura?” tiba-tiba dari bibirnya meluncur saja pertanyaan tersebut. Leon yang mendengar hanya bisa menelan ludah.

‘Dia tahu!’ pikirnya. “Kamu membaca pesan di ponselku?”

“Siapa Zura? Apa dia juga wanita sepertiku? Korban dari kejahatanmu?” Kali ini Hanum menatap suaminya. Ada benci dan sedih dalam  tatapan nanar itu.

“Aku bisa jelasin, Hanum.”

“Apa benar, kalian memiliki anak?”

“Hanum, dengar dulu!”

Wanita itu menepis tangan Leon yang ingin terus meraihnya.

“Jangan sentuh aku!” Hanum pun terseduh, tangisnya pecah. Dari kemarin ia sudah menahannya, tapi sepertinya gunung itu meletus saat ini. Hatinya sudah tak mampu menampung beban itu lagi.

“Dengarkan aku dulu!” bentak Leon.

Hanum mengusap pipinya, baru juga beberapa saat menikah. Leon sudah kelihatan sikap aslinya, sepertinya ia salah menerima pernikahan ini.

“Dengarkan dulu penjelasanku,” Leon bicara lebih halus.

Tangannya mencoba mengusap pipi Hanum yang basah karena air mata yang tak terbendung.

Hanum berusaha menguasai hatinya, “Jadi, dia anak kamu?”

1
Kar Genjreng
Ahhh tamat Hanum hamildun yang kedua
dan Leon sudah tidak di marahin lagidi usir di dorong dan tidak pakai baju ya hanya koloran saja wong kadung nesu ga ngertio ulah calon Leon Junior 👍👍🌹🌹😂😂
Kar Genjreng
ga hamil tapi sifat yang aneh mirip orang hamil Num masyaallah tabarakallah. coba Num lagian misu misu terus sampai. pak
Su TREMOSI. hampir meledak kaya gunung Krakatau ,,, memuntahkan lahar koyo wedus gembel 😆 gregeten sama dua orang itu,,,,sudah di panghil sayang ga terima,,,di galak i mewek,,,di belani hanya pakai kolor ijo. ngopo ga pakai kaca mata riben nya Hanum Leon,,,,,biar kocak. ,
Kar Genjreng
😆😆ngidam lah Hanum. ga apa-apa biar Sean punya Adek ya,,,,,
Kar Genjreng
sekarang menangis bahagia dan jangan lupa Leon ganti sapi Bu Kades Jangan cuma satu tapi lebih,,,dan jangan di anggurin terus Bu Lurahnya. mesakne
coba acak cerita bagaimana awal ketemu nya ,,,tapi lagi senang ketemu pak Su nya beruntung Lo ga di bikin amnesia. sapa sang jawara penulis 😂 baik Lo Jeng Sept
wong di buat jebur berenang lama,,
Kar Genjreng
ilang ingatan nya kah wahh bersukur ya ada menemukan,,,Bu Kades nanti di Ak sebagai orang tua oleh Hanum,,,, itulah teguran Leon karena di masa lalu sering,,,
mempermain kan wanita Ahir sekarang
sedang di uji,, kasian Hanum dan Shian
sabar ya shean ,,,jadi kantor nya siapa yang pegang,,,apa di jarah
Kar Genjreng
wah gegabah dong ya Leon tidak membaca situasi begitulah ceritanya ahir
anak dan istrinya berpisah dalam keadaan tidak tau mati opa urip,,,😭😭 penuh air mata
Kar Genjreng
nah ini baru Ak setuju banyak pengawal. jadi cepat terditeksi. wanita penipu dan kurang kecut 😂 kebanyakan cuka ahh kena lo,,,,piye marem mau kabur ya jangan. main main sama Leonardo
Kar Genjreng
runyam rumah tangganya kemarin di buat Happy ya. sama sang penulis sekarang di buat mewek,,, untung masih punya rasa rindu sama Leonardo di kepruk i,,,
Kar Genjreng
Leonardo yang bodoh harusnya kerja sama dengan hanum cari tau ini malah langsung kasih uang,,,belum juga tau seluk beluk kehidupan nya si mantan ,,,,
namanya juga pELaKoR dan dia juga mau balas dendam menggunakan anak pria lain dodol kuprettt Leon,,,
Kar Genjreng
kalau begini bacanya ngeri ngeri sedap,,,
Leonardo ko ga cerds si sewa dong mata mata,,,masa percaya begitu saja. dan jujur pah agar ada tempat untuk curhat jangan
malah jadi takut,,, justru malah ketauan
bobrok nya cerdas dong Leon. jangan terlbat,,,,ehhh protes sama penulis nya keles 😄😄 ngapa sama Leonardo di ke
pruk i,,😈😈
Kar Genjreng
😂 Leon lama lama kongslet karena tidak mau jujur yakin ga jujur saja biar marah sekali pasti ada solusinya Hanum wanita tangguh daripada di bohongin lebih baik jujur ,,,, kalau Hanum marah katakan suruh tanya ke mama mertua nya. tentang masa lalu,,,,tapi Zura juga bukan wanita baik buktinya mau merebut Leon menggunakan Altar,,,,nah perjuangan ,,,
berat Leon. menjaga hati sang istri dan buah hati,,,
Kar Genjreng
sekarang begini saja lebih baik jujur dan itu juga kan di masa lalu sebelum loe menikah dengan Hanum ,,, daripada tau
dengan sendirinya lebih baik jujur dan seperti tadi bilang seandainya terjadi sesuatu di masa lalu jangan tinggalkan Ak ya Hanum gitu dan jangan bawa Sean,,,
ya katakan juga mengapa baru bilang ya
karena baru tau dan yang tau justru mama Yesi ,,,
Kar Genjreng
kan setelah enak enak pasti akan ada bencana,,Altar pasti hasil bercocok Zura dan Bos nya. kasian Sian dan Hanum ,,,
seandainya tau ternyata kebaikan Leon
saat ini ada Nido besar di masa lalu kini,,
tinggal menunggu Bom nya meledak ,,,,
beruntung Hanum tidak keluar dari kerjanya. jadi apabila kelak terjadi percekcokan karena masa lalu sang Suami sebagai pemain wanita ternyata membuahkan anak laki-laki tak berdosa,,,
berarti lebih cerdas Hanum. memang si di tolong Hendra. tetapi tidak pacaran apa
lagi menikah,,,lebih baik hanya hidup berduaan dengan putrinya,,
Kar Genjreng
ayo gaspol Leon bercocok nya benih premium,,,semoga lekas tumbuh tetapi,,,
yang sudah sudah kalau abis bahagia biasanya di bikin sedih sengsara. mudah mudahan kali ini ga ya kasian sudah sama sama menderita 4 th dah cukuplah tinggal meraih kebahagiaan saja,,,,tapi masih ada Anak nya Zura bikin dah dig dug derrrr,,,,
Kar Genjreng
😂😂suek. aduh rindu bilang saja rindu wong wis sah.eon juga si jadi Laki laki yang Gresek dikit dong
Kar Genjreng
lembur ga apa apa Leon asal jangan sedang merenungi pertemuan nya dengan zura dan Altar,,, keliatan nya itu Anak nya Leon ,,,masalah ketika Hanum pergi langsung di pecat. dan sebelumnya kan abis enak bikin anak dengan Leon. dan beberapa hari nya Leon entah mabuk sengaja atau ga sengaja hanya ingin tau Hanum yang sebenarnya. masih. perawan atau tidak,,, ternyata masih segelan,,, orang biasanya pakai yang sudah blong loncer,,,lah Hanum masih original. maka ,,,
menyesal karena merusak Anak gadis
wanita yang sangat di kenal,,,duh kayanya akan ada perang dunia ke empat 😂👍
Kar Genjreng
ya jalan satu satu nya Hanum menjadi pengasuh Anaknya dan suaminya mengurus. orang yang di sayangi nya dan
semoga Leon benar' benar insyaf ,,,menjadi suami dan Ayah terbaik dan Mama Yesy. menjadi orang tua yang sangat bangga 👍🤲🤲♥️♥️
Kar Genjreng
dahlah sudah menjadi pasangan. mau menjelajahi. dunia kenikmatan pun sudah tak di halangi monggo lanjutkan bikin Adek nya Sean ya biar Sean punya teman dan mama Yesi jadi sembuh dan bisa momong cucu,,,iya kan 👍😂 selamat ya Leon Hanum jaga rumah tangga nya agar tidak ada pELaKoR mampir. dan menjadi keluarga berantakan,,, lopeyuuu
Kar Genjreng
huaha ha kesempatan untuk menonton live ya Leon pertunjukan. ada duyung sedang berendam tapi ciloko kran rusak. mau ga mau ada Yuyu kang kang datang menolong sah sah dalam janji agama dan Negara,,👍👍🤲🤲
Kar Genjreng
nah itu bukan main kah pur pura tapi bukan juga kontrak. ,,, tetapi menikah sungguhan apa bila Leon. memperlakukan jahat dalam st. tahun pernukan. Hanum akan bebas pergi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!