Diana melihat suaminya mencium atasannya di mobil, kala hujan deras di depan rumah. Alih-alih minta maaf, Geo malah menceraikan Diana saat istrinya itu minta penjelasan. Bahkan kedua orang tua Geo menghina dan mengusir Diana dari rumah itu.
Tak hanya itu, Sandra wanita selingkuhan suaminya, yang ternyata adalah salah satu putri orang terpandang di kota itu, membayar orang untuk membakar toko orang tua Diana. Memaksa Diana mempercepat perceraian dan menyerahkan hak asuh anak mereka pada Geo.
Saat Diana merasa sangat putus asa dan terpuruk, karena tak punya sepeser pun untuk membayar biaya rumah sakit ibunya dan operasi ayahnya. Seorang pria datang mendekat dan berkata,
"Kamu Diana kan? mau menikah denganku? aku akan bayar semua pengobatan ayah dan ibumu. Juga mengambil kembali hak asuh putrimu!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Ravi membuka pintu mobil untuk Diana. Dia melihat semua orang sudah berdiri di lobby. Dia yakin, dua orang yang telah menyakiti istrinya itu juga ada disana.
'Tenang saja Geo, Sandra. Kalian akan sangat terkejut! Bahkan setelah ini, akan banyak hal yang mengejutkan kalian. Siapa suruh kalian menyakiti wanita yang aku cintai!' batin Ravi.
Diana tersenyum pada Ravi. Dia tadinya mau buka pintu sendiri. Tapi suaminya bilang, untuk memberikan kehormatan padanya supaya bisa membuka pintu bagi Diana.
Rasanya Diana sungguh tak terharu, bagi Ravi membuka pintu untuk Diana adalah sebuah kehormatan. Jika di bandingkan dengan Geo dulu, yang menganggapnya manja ketika Diana menunggu Geo membuka pintu mobil. Perbedaan yang begitu besar.
Diana sudah keluar, Geo menggenggam tangan Diana sangat erat. Ya, bukan Diana yang diminta merangkul siku Geo. Tapi pria itu menggenggam tangan Diana dengan begitu erat.
Dari dalam lobby, pemandangan itu sudah membuat heboh
"Lihat itu, nyonya CEO cantik sekali. Eh, tapi tunggu... sepertinya tidak asing!"'
"Mesra sekali mereka, tangannya di genggam!"
Ucapan para sekertaris itu membuat Geo melangkah maju karena penasaran. Sementara Sandra sama sekali tidak tertarik untuk melihat bosnya yang pamer kemesraan dengan istri barunya itu.
"Mereka masuk... Loh, itu bukannya..." direktur pemasaran menjeda ucapannya, kemudian pria itu menoleh ke arah Geo.
Geo yang ditoleh oleh direktur pemasaran menjadi semakin penasaran, kemudian melangkah semakin maju.
Diana dan Ravi masuk ke perusahaan, Diana sebenarnya agak gugup. Bagaimana pun dia tahu kalau ini perusahaan tempat mantan suaminya bekerja. Dan pasti banyak orang yang mengenalnya. Tapi, Geo sudah bilang kalau perusahaan itu miliknya. Tidak masalah, bahkan Diana adalah pemilik barunya. Tak ada alasan dia gugup saat pergi ke perusahaannya sendiri.
Diana berjalan dengan wajah penuh percaya diri. Ravi yang memberikannya kepercayaan diri itu.
"Selamat datang tuan Wiratama dan nyonya" sapa direktur utama perusahaan.
Ravi mengangguk, dan Diana juga tersenyum pada direktur utama itu. Direktur lain yang mengenal Diana tentu saja sedikit terkejut.
"Nyonya... dia..."
"Kalian pasti sudah pernah melihat istriku sebelumnya. Benar, dia adalah Diana. Tapi semua itu masa lalu, sekarang dia istriku!"
Mendengar nama Diana, Sandra yang tadinya tidak mau maju sama sekali segera berjalan mendekat ke barisan pada direktur. Sebenarnya dia juga adalah seorang direktur, harusnya memang dia berada di barisan itu. Geo juga penasaran, jadi keduanya maju bersamaan.
Langkah keduanya terhenti, benar-benar langsung terhenti ketika kedua pasang mata mereka itu melihat siapa yang sedang berdiri di samping Ravindra Wiratama.
'Diana....' lirih Geo.
'Wanita itu, brengsekk! kenapa bisa dia?' batin Sandra tak terima.
Keduanya sama-sama terkejut, dengan mata melebar yang tentu saja tak bisa menyembunyikan keterkejutan keduanya. Tangan Sandra terkepal kuat, rasanya dia sudah percaya kalau wanita yang bahkan suaminya sudah dia ambil bisa seberuntung itu.
Sedangkan Geo, dadanya lebih terasa seperti terbakar. Panas dan tidak terima, bagaimana bisa setelah dia sia-siakan begitu saja. Diana malah jadi istri bosnya.
Ravi semakin menggenggam erat tangan Diana ketika melewati Geo dan Sandra. Diana juga melihat keduanya yang masih bungkam dengan mata melebar itu.
"Tak perlu menyapa mereka, mereka tidak pantas!" bisik Ravi pada Diana.
Diana menggenggam tangan Ravi. Pernikahan selama 7 tahun lebih, mengenal selama 10 tahun. Tentu tidak mudah menganggap dia tak kenal Geo. Tapi suaminya benar, dua orang licik itu memang tidak pantas.
Dan dilewati begitu saja seperti angin, rahang Sandra mengeras.
'Brengsekk! benar-benar brengsekk! kenapa dia bisa menikah dengan tuan Wiratama!' pekik Sandra dalam hatinya.
Sementara Geo, melihat Diana yang sekarang begitu anggun dan semakin cantik karena pakaian dan perhiasan yang melekat di tubuhnya. Membuat nalurinya sebagai seorang laki-laki yang pernah menjadi suami Diana sungguh jatuh. Istri yang dulu dia selalu bilang bau bawang itu, saat berada di samping Ravi, aromanya berubah menjadi parfum mahal yang mungkin menghabiskan gaji Geo setahun untuk bisa membelinya.
"Selamat pagi semuanya, kalian semua dikumpulkan di sini. Karena tuan Wiratama ingin mengumumkan sesuatu. Dia tahu ruang rapat pastinya tidak akan cukup untuk membuat semuanya berkumpul!"
"Selamat pagi, aku minta kalian semau berkumpul. Aku ingin memperkenalkan istriku, Diana. Dia adalah wanita yang membuatku menjadi pria paling beruntung bisa memilikinya. Dan mulai sekarang, Diana istriku adalah pemilik Wiratama grup ini!"
"Wah..."
"Ternyata milik nyonya Wiratama!"
Semua orang terkejut bukan main. Termasuk dua orang yang belum bisa membuka mulut mereka sangking kagetnya mendengar ucapan Ravi.
"Hadiah pernikahan dariku untuk istriku!"
Semua orang bertepuk tangan begitu mendengar apa yang dikatakan Ravi. Banyak yang rahangnya nyaris jatuh, bagaimana tidak? hadiah pernikahan adalah sebuah perusahaan. Bisa dibayangkan berapa puluh triliun itu.
Wajah Sandra sudah merah padam, dia menoleh ke arah Geo yang masih tampak begitu tak terima melihat Diana dan Ravi. Sandra juga kesal, kenapa dia menikahi pria yang tak berguna seperti Geo.
Sandra menghentakkan kakinya dan segera pergi meninggalkan tempat itu dengan cepat. Ravi dan Diana juga para petinggi lainnya juga pergi untuk berkeliling perusahaan.
Sementara Geo masih diam mematung di tempatnya, seorang rekan kerjanya menghampirinya dan menepuk bahunya.
"Hei, Geo! gak nyangka banget ya, ternyata mantan istri kamu itu sekarang pemilik perusahaan ini!"
"Iya, aku dengar kamu ceraikan dia tanpa bawa apa-apa. Tapi lihat, dia bahkan bisa menikah dengan bos kita!"
"Geo, kamu kurang beruntung!"
Ketiganya terkekeh, seolah tengah menertawakan Geo. Siapa orang di perusahaan ini yang tidak tahu, kalau Geo telah menceraikan istrinya demi bisa menikah dengan Sandra yang kini perutnya itu sudah terlihat membuncit.
Begitu melihat Diana justru menjadi istri bos mereka. Bagaimana orang lain di perusahaan ini tidak menertawakan Geo.
Para karyawati lain juga berbisik-bisik di belakang Geo.
"Lihat deh! bengong aja kan dari tadi!"
"Iya rasain tuh, dia kan dulu selingkuh sama Bu Sandra"
"Aku dengar karena dulu istrinya kuno banget, lusuh gak pernah dandan!"
"Ya gimana mau dandan, kalau gajinya pas-pasan ya kan. Dimana-mana itu cantik butuh modal. Makin tebal dompet suaminya makin cantik istrinya. Lihat saja itu Bu Diana, ya ampun aku sempat pangling tadi. Beruntung banget ya dia!"
"Ho'oh, gak kayak yang setiap hari berantem gak tahu tempat!"
Keempatnya cekikikan lalu pergi meninggalkan lobby perusahaan. Geo hanya terdiam dengan tangan terkepal. Sebentar lagi mungkin kolesterolnya naik karena terlalu kesal.
***
Bersambung...
Selamat menikmati sandra Dan geo, ini semua balasan mu, Tapi tunggu yang lebih dasar lahi Ya......
Baek Baek aja kan pak?🤣🤣🤣