Ivy Zhang, seorang pengacara cerdas, akhirnya ingin mengakhiri pernikahannya dengan Leo Fung setelah kehilangan bayi mereka.
Namun Leo, suami yang masih mencintainya, menolak melepaskan Ivy.
Di saat yang sama, Calvin Duan, pria berkuasa sekaligus rival Leo, tiba-tiba menjadikan Ivy sebagai pengacara pribadinya. Dengan tujuan yang sulit ditebak, Calvin menyeret Ivy ke dalam perseteruan dengan suaminya sendiri.
Di antara suami yang berkuasa dan klien yang tak kalah berkuasa, siapa yang harus dibela Ivy?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Ferry yang sedang bersama Ivy di kantor menonton rekaman tersebut dengan serius. Setelah rekaman berakhir, ia menatap Ivy.
"Siapa pengirimnya? Aneh sekali. Orang ini bahkan tahu alamatmu. Menurutmu, dia berada di pihakmu atau memang bermusuhan dengan Leo Fung?" tanya Ferry.
"Aku juga penasaran. Tapi untuk sementara, aku abaikan dulu. Yang menjadi masalah adalah, sebanyak apa pun bukti yang kukumpulkan, kalau Leo tetap menolak bercerai, semua bukti ini mungkin tidak akan banyak membantu," jawab Ivy.
Ferry mengerutkan kening.
"Apa sebenarnya yang dia inginkan? Di satu sisi, dia tidak bisa setia kepadamu. Di sisi lain, dia juga tidak mau melepaskanmu. Apa dia begitu serakah? Ingin kau tetap berada di sisinya, sementara dia masih bebas bermain dengan wanita lain?"
Ivy terdiam sejenak sebelum menjawab.
"Sepertinya perceraian memang akan menjadi hal yang paling sulit. Dia hanya tidak mau mengalah karena tidak ingin terlihat kalah. Bukan karena dia mencintaiku. Dia melakukan semua ini hanya karena harga dirinya."
"Lalu, apa rencanamu?" tanya Ferry. "Tidak mungkin kau terus berada dalam situasi seperti ini."
Ivy menatap layar komputer yang masih menampilkan cuplikan rekaman tersebut.
"Aku akan mencari cara agar dia tidak punya pilihan selain melepaskanku."
Mansion keluarga Fung.
Para anggota keluarga sedang berkumpul di ruang keluarga. Suasana terasa tegang setelah proyek besar yang dikerjakan Jac Fung mengalami kegagalan dan menyebabkan kerugian cukup besar bagi Fung Group.
Alex Fung terlihat emosi.
"Proyek sebesar itu bisa gagal tanpa sebab? Kenapa sampai sekarang kalian masih belum mengetahui siapa dalangnya?" tanya Alex dengan ketus.
"Kakak, aku sudah mencari tahu. Tapi dalangnya sangat pintar menyembunyikan identitas. Bahkan pihak-pihak yang memilih menarik diri dari proyek juga tutup mulut," jawab Jac Fung.
Anita Fung, adik Alex sekaligus bibi Leo, mengerutkan kening.
"Aneh sekali. Fung Group adalah perusahaan besar. Apakah dia tidak takut jika identitasnya terbongkar? Risiko yang harus dihadapinya juga tidak kecil," kata Anita.
"Leo, apakah kau sudah mencari tahu siapa dalangnya?" tanya Anning, ibu Leo.
Leo yang duduk tenang hanya memainkan pemantik api di tangannya sebelum menjawab.
"Orang yang berani menyinggung Fung Group pasti bukan perusahaan kecil. Dia tidak takut dengan risikonya. Artinya, dia memiliki kemampuan untuk menghadapi kita."
"Kalau begitu, cari tahu siapa dia. Setelah itu, kita balas semua kerugian ini berkali-kali lipat," kata Jac dengan penuh amarah.
Alex mengepalkan tangannya.
"Selama ini belum pernah ada yang berani menyinggung Fung Group. Ini pertama kalinya sejak aku membangun bisnis keluarga."
"Leo, apa rencanamu? Tidak mungkin kita hanya diam saja," tanya Anita.
"Rencana?" Leo mengangkat wajahnya. "Apa yang bisa kulakukan? Bukankah kita sudah mencari tahu? Jika orang itu mampu menyembunyikan identitasnya dengan begitu baik, artinya kita sekarang memiliki seorang musuh yang kuat."
"Musuh kita?" Jac menatap Leo.
"Yang memiliki kemampuan untuk membuat proyek kita gagal hanya ada satu perusahaan yang terpikir olehku," jawab Leo.
Semua orang langsung memperhatikannya.
"Duan Group. Calvin Duan."
"Calvin Duan?" Jac terkejut. "Jadi dia sengaja membalas dendam kepada kita?"
"Bukan. Aku juga belum bisa memastikan bahwa dia pelakunya," jawab Leo.
"Kenapa kau begitu yakin bukan dia?" tanya Anita.
"Karena tidak ada alasan yang cukup kuat baginya untuk menyerang kita sekarang. Kalau dia benar-benar menyimpan dendam dan ingin menjatuhkan Fung Group, seharusnya dia sudah melakukannya sejak awal."
"Kalau bukan dia, siapa lagi? Setelah kembali, dia memang ingin melawanmu. Dia menggunakan istrimu sebagai senjata untuk menyerangmu. Sekarang dia bahkan menyerangku. Bukankah itu masuk akal?" kata Jac.
"Paman, kalau Calvin Duan benar-benar menyerangmu, aku yakin hanya ada satu alasan," jawab Leo.
"Alasan apa?" tanya Jac.
"Hari ini Paman menemui atasan Ivy dan memintanya memindahkan Ivy ke daerah terpencil. Apakah Paman tahu bahwa Ivy sudah resmi menjadi pengacara pribadi Calvin Duan?"
Jac terdiam.
"Aku yakin jika semua ini memang ulah Calvin, alasannya karena Paman terlalu ikut campur dalam urusan Ivy."
Alex mengalihkan pandangan kepada Jac.
"Jac, apakah yang dikatakan Leo benar?"
Jac terdiam beberapa saat sebelum akhirnya menjawab.
"Aku hanya tidak puas melihat Ivy menantang keluarga Fung dan memilih bekerja sama dengan musuh kita. Jadi aku ingin memberinya sedikit pelajaran."
"Pelajaran?" Leo menatap Jac dengan tatapan dingin. "Sejak kapan Paman berhak memberi pelajaran kepada istriku?"
Jac mengerutkan kening.
"Leo, aku melakukan itu demi keluarga Fung. Ivy sekarang bekerja untuk Calvin Duan. Dia jelas sedang berdiri di pihak lawan."
"Dia adalah istriku, bukan bawahan Paman."
Nada suara Leo tetap tenang, tetapi sorot matanya semakin tajam.
"Kalau Ivy melakukan sesuatu yang merugikan keluarga Fung, aku sendiri yang akan menghadapinya. Paman tidak perlu menggunakan jabatan dan pengaruh keluarga untuk mengusiknya."
"Leo!" Jac membentak. "Kau membela seorang wanita daripada keluargamu sendiri?"
Leo berdiri perlahan.
"Aku tidak sedang membela Ivy karena dia istriku. Aku hanya tidak suka orang lain ikut campur dalam urusan yang bukan haknya."
Ia menatap Jac tanpa berkedip.
"Dan jika Calvin Duan benar-benar menyerang Paman karena tindakan Paman terhadap Ivy, jangan salahkan siapa pun. Mengenai kerugian kali ini paman sendiri yang mencari cara menyelesaikannya."
sebagai penyemangat untuk memulai harimu😍😍😍😍😍
tambah lagi dooooong. supaya kita gak nunggu lanjutannya dengan penasaran.🙏🙏🙏🙏🙏