NovelToon NovelToon
Resep Terakhir Dari Ibu

Resep Terakhir Dari Ibu

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Setelah kehilangan sang ibu tercinta, Aldo yang kelelahan mencari kerja nekat mendaftar audisi kompetisi memasak bergengsi berbekal resep masakan Nusantara. Perjuangan kerasnya di galeri kompetisi yang kejam akhirnya membawanya menjadi juara, sekaligus mewujudkan impiannya membangun restoran dari nol.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Jika dia nekat masuk sekarang, dewan juri akan langsung mendiskualifikasi mereka berdua dan memulangkannya saat itu juga.

"Tinggalkan telur puyuh itu di lantai Jojo, jangan pernah mencoba mencuci dan menyajikan makanan kotor itu lagi!" teriak Aldo dengan suara bariton yang keras.

Jojo mendongak menatap wajah Aldo dari bawah dengan kacamata yang berembun karena air mata dan ingus.

"T-tapi lauk protein kedua kita kurang satu Kak, juri pasti marah dan memberi nilai nol nanti."

"Aku bilang tinggalkan sekarang juga! Berdiri tegak dan fokus saja selesaikan memotong buncis itu!" perintah Aldo mutlak bak seorang komandan pasukan tempur.

Jojo buru buru berdiri dan mengusap air matanya dengan lengan baju lalu kembali memotong buncis dengan sisa keberaniannya.

Otak jenius Aldo kini berputar jutaan kali lebih cepat untuk mencari bahan pengganti telur puyuh yang sudah musnah berantakan.

Matanya dengan liar memindai sisa bahan di rak bumbu meja dan menemukan sepotong tahu sutra putih yang belum tersentuh.

"Aku akan membuat tahu krispi bumbu balado pedas sebagai pengganti telur saat giliranku masuk nanti," batin Aldo menyusun rencana penyelamatan darurat.

"Sepuluh detik lagi waktu bergantian babak kedua!" peringatan Chef Bram kembali terdengar dari mikrofon.

Aldo mengambil posisi menunduk bersiap lari layaknya pelari maraton profesional di garis start.

Begitu sirine berbunyi, dia akan masuk dan menyapu bersih semua kehancuran ini layaknya sihir dapur yang sesungguhnya.

Teeet.

"Gantian sekarang!"

Aldo melesat masuk membelah udara ke dalam area meja masak sementara Jojo berjalan mundur dengan wajah tertunduk menahan malu.

Tanpa membuang waktu satu detik pun Aldo langsung membesarkan api kompor untuk mengecek kematangan nasi kuning di kukusannya.

Tangannya dengan gesit mengambil tahu sutra yang rapuh itu dan memotongnya menjadi dadu dadu kecil yang seragam tanpa ada yang hancur.

Sret sret sret.

Kecepatan pisau Aldo kembali membuat mata kamera televisi berputar cepat mengarah fokus ke atas talenannya.

Dia membumbui tahu itu dengan taburan garam dan lada putih lalu melapisinya dengan tepung maizena kering.

Blar.

Aldo memanaskan wajan berisi minyak goreng dengan suhu sangat tinggi hingga mengeluarkan sedikit kepulan asap putih.

Dia memasukkan potongan tahu berlapis tepung itu sekaligus ke dalam minyak mendidih.

Srenggg.

Suara desisan berisik terdengar saat tahu itu digoreng seketika membentuk kulit krispi yang berwarna keemasan di bagian luarnya.

"Jojo, perhatikan cara aku menggoreng bahan rapuh ini dari sana!" teriak Aldo sambil mengangkat wajannya sedikit.

"Tahu sutra sangat mudah hancur, jadi jangan pernah diaduk saat kondisinya baru masuk ke minyak panas."

"Tunggu selama dua menit sampai kulit tepungnya mengeras baru kau boleh membolak baliknya dengan saringan besi."

Jojo mengangguk angguk cepat dan berhenti menangis untuk mencatat semua ilmu mahal yang diberikan Aldo secara cuma cuma tersebut.

Aldo mengangkat tahu krispi itu dan langsung memasukkannya ke dalam wajan berisi bumbu balado merah yang tadinya dipersiapkan untuk telur puyuh.

Dia mengaduk bumbu itu dengan cepat menggunakan gerakan melontar agar menempel rata tanpa merusak tekstur renyah dari tahunya.

"Satu lauk sudah berhasil aku selamatkan kembali dari kematian, sekarang tinggal sayurannya," gumam Aldo sambil menyeka keringat di pelipis.

Aldo mengambil mangkok berisi potongan buncis yang ukurannya sangat tidak beraturan hasil karya Jojo tadi.

Alih alih membuangnya atau memotongnya ulang, Aldo justru mencincang buncis itu menjadi sangat halus bersama dengan bawang putih dan cabai merah keriting.

Dia merubah rencana tumis buncis biasa menjadi tumis buncis cincang pedas gaya oriental untuk menyempurnakan harmoni rasa tumpengnya.

"Waktu memasak tersisa lima belas menit terakhir, kalian berdua tidak akan bergantian posisi lagi setelah ini!" teriak Chef Renata mengingatkan tahap krusial.

Itu artinya orang yang berdiri di meja saat ini memiliki tanggung jawab penuh menyelesaikan tahap akhir dan melakukan plating di atas piring.

Untungnya Aldo yang berada di posisi krusial tersebut sehingga dia bisa memegang kendali penuh atas estetika tampilan akhirnya.

"Syukurlah Kak Aldo yang bertugas plating, kalau aku yang menatanya pasti bentuknya mirip seperti makanan sisa kucing," gumam Jojo memegang dadanya lega.

Di sudut meja lain, Rina terlihat sedang menangis panik menata tumpengnya karena Danang memasak beras kuningnya terlalu banyak air.

"Mas Danang, ini nasinya lembek seperti bubur bayi, bagaimana cara mencetaknya agar bisa berdiri jadi kerucut?!" keluh Rina putus asa.

"Jangan salahkan aku, itu pasti takaran santanmu yang salah sejak babak awal tadi!" elak Danang langsung buang badan menghindari tanggung jawab.

Aldo melirik sekilas ke arah meja Rina dan merasa sangat kasihan, namun aturan kompetisi melarangnya membantu peserta lain.

Dia mengambil cetakan kerucut bambu dan menjejalkan nasi kuning yang matang sempurna itu ke dalamnya dengan padat.

Nasi kuning buatan Aldo memiliki tekstur pulen dan aroma wangi menusuk dari daun pandan, serai, serta kunyit bakar yang sangat otentik.

Pluk.

Aldo membalikkan cetakan dan mengeluarkan nasi kerucut itu dengan sempurna tepat di tengah piring bundar besar yang dialasi daun pisang segar.

Dia mulai menata potongan ayam bumbu rujak yang kuah merahnya mengental menutupi seluruh serat daging di sisi kanan nasi.

Lalu tahu krispi bumbu balado yang merah menyala menggugah selera diletakkan berdampingan di sisi kirinya.

Terakhir, tumis buncis cincang bawang putih diletakkan di bagian paling depan untuk memberikan kontras warna sayuran hijau segar.

Tampilannya terlihat sangat cantik, sangat berkelas, dan memiliki keseimbangan paripurna antara warna kuning, merah, dan hijau.

"Lima menit terakhir, bersihkan noda minyak di pinggiran piring kalian sekarang juga!" perintah Chef Arya menutup waktu.

Aldo menggunakan ujung kain bersih dan sedikit tetesan air panas untuk mengelap sisa minyak balado di bibir piring keramiknya.

Dia memundurkan langkahnya dan menatap mahakaryanya dengan nafas terengah engah sambil tersenyum puas.

Di luar garis batas, Jojo sampai melongo tidak percaya melihat bagaimana Aldo merubah arena kehancuran menjadi hidangan restoran bintang lima.

"Tiga."

"Dua."

"Satu."

Teeet.

"Waktu habis, jatuhkan pisau dan angkat tangan kalian ke udara sekarang juga!" teriak Chef Bram menyudahi penderitaan mereka.

Galeri kembali dipenuhi dengan helaan nafas lega yang panjang dari para peserta yang berhasil menyelesaikan tantangan brutal tersebut.

Jojo langsung berlari menerobos garis batas merah dan memeluk punggung Aldo sambil kembali menangis terharu.

"Terima kasih banyak Kak Aldo, kejeniusan Kakak menyelamatkan nyawaku hari ini dari eliminasi," isak Jojo keras.

Aldo menepuk bahu pemuda ceroboh itu dengan pelan dan kebapakan.

"Tugas kita di dapur sudah selesai dengan terhormat Jojo, berhentilah menangis seperti bayi."

"Sekarang waktunya kita menguatkan telinga untuk mendengarkan cacian atau pujian dari para algojo di depan sana."

Babak penjurian yang menegangkan akan kembali menakar seberapa berharganya mental baja sang koki jalanan tersebut di hadapan para juri.

1
Was pray
Rina mentalnya tempe ketakutan mesti perut mules. kok gak pusing atau yg lain.. masak hobi kok perut mules. 🤭
Was pray
Aldi sering kalah duluan bangun paginya sama Kelvin
Was pray: si Aldo thooor...
total 2 replies
sitanggang
terlalu monoton, hanya seputaran galery memasak saja. gak ada konteks diluar gallery , sprti org yg pinjamkan uang 50k atw kluarganya yg me onton di tv semisalnya🙄
kiyoe: kan Aldo yatim piatu kak
total 2 replies
ceuceu
di tunggu up nya thor
Was pray
nah benar kan? sejelek apapun hasil masakan Kevin tetap lolos, lama lama jadi kurang greget baca novel ini
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt 😍💪
ceuceu
aneh kok bisa jojo bertahan pdhl ga bisa masak ceroboh,knp ga tereleiminasi dari awal thor,masak apa si jojo selama tanding?
ceuceu
baru tau tehnik membuka kluwek
kiyoe: wkwk berarti belum pernah masak pakai kluwek yaa kak 🤭
total 1 replies
ceuceu
danang sotoy arogan
ceuceu
serakah bgt kevin
ceuceu
perjuangan seorang anak demi masa depan
Was pray
beberapa kali Kevin melakukan kesalahan dalam memasak tapi tetap juga lolos... ini ntar memasak bebek betutu yg amburadul juga lolos lagi kah?
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangattt
kiyoe: Terimakasih kak selalu mensupport saya 🙏
total 1 replies
Was pray
Danang and Jojo selevel Danang sok pintar tapi o'on Jojo berpikir lemot tapi mau belajar walau pelan, kalau Dua koki ini digabungkan satu tim bisa mengundang tim damkar.... 🤣🤣🤣
Was pray
kok bisa lolos audisi si Jojo k as lau masak dop aja keasinan? ntar kalau Jojo bukan warung makan bisa bisa pembelinya bisa pada darah tinggi tuh..... 😄😄😄
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor 😍💪
kiyoe: terimakasih kak Heni atas dukungan nya 🙏
total 1 replies
Was pray
ya salah tim biru sendiri yg memilih Danang jadi kapten tim, kalau udah kacau baru menyesal
Heni Setiyaningsih
terus sehat dan semangat Thor
Was pray
emang ada balok es kering Thor? ntar ada juga balik es godog dong... 😄😄😄
Was pray
emang bisa membalas dendam pada takdir ? yg bisa manusia lakukan itu merubah takdir dengan dengan berusaha/ikhtiar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!