NovelToon NovelToon
Selir Figuran Bertahan Hidup

Selir Figuran Bertahan Hidup

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Moora Lunatia

Zhao Xinyue sadar dirinya bukan villain utama, bukan heroine, melainkan selir berpangkat rendah yang di novel asli mati karena tanpa sengaja melihat rahasia kaisar. Begitu sadar, targetnya cuma satu. "Aku tidak ingin naik pangkat. Aku cuma ingin hidup sampai akhir cerita."
Masalahnya... Semakin dia berusaha tidak mencolok, semakin banyak orang memperhatikannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moora Lunatia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Hanya butuh waktu tiga hari bagi Titah Penghematan Musim Dingin untuk melumpuhkan seluruh ambisi pejabat kekaisaran.

Harem yang biasanya dipenuhi oleh intrik saling sikut, undangan perjamuan palsu, dan dayang-dayang yang berkeliaran membawa pesan rayuan, kini sunyi senyap seolah berubah menjadi biara. Tidak ada satu pun selir yang berani mengirimkan sup penambah tenaga ke Ruang Belajar Kekaisaran. Tidak ada yang berani memetik kecapi di taman dengan harapan menarik perhatian sang Kaisar.

Alasannya sangat sederhana: surat tagihan.

Kemarin malam, Selir Lan nekat mengundang Kaisar dengan alasan perayaan ulang tahun ibundanya. Sesuai titah baru, Kasim Su segera mengirimkan rincian biaya pengamanan kekaisaran, biaya hidangan standar Putra Langit, hingga biaya perawatan kereta kuda ke kediaman ayah Selir Lan. Totalnya setara dengan separuh gaji tahunan pejabat tingkat menengah. Pagi ini, ayah Selir Lan mengirimkan surat balasan yang isinya memohon agar putrinya segera bertobat dan tidak lagi mencari perhatian Kaisar demi keselamatan lumbung beras keluarga mereka.

Di dalam Paviliun Teratai Biru, Shen Yu membolak-balik laporan keuangan yang diserahkan oleh Su Wan dengan senyum simpul.

"Keluarga Selir Lan membatalkan pesanan sutra musim dingin mereka hari ini, Yang Mulia," lapor Su Wan, nadanya tetap datar dan anggun, namun matanya memancarkan rasa geli yang tersembunyi. "Sementara itu, ayah Selir Mei dikabarkan jatuh sakit setelah melihat taksiran biaya kunjungan kekaisaran. Sepertinya, tidak akan ada yang berani mengundang Yang Mulia Kaisar hingga musim semi tahun depan."

"Luar biasa," Shen Yu mengangguk puas, merasa seperti seorang manajer keuangan yang berhasil memangkas defisit perusahaan hingga nol. "Katakan pada bagian perbendaharaan, uang yang berhasil kita hemat dari kas negara ini harus dialokasikan untuk memperbaiki pemanas ruangan para prajurit jaga malam. Mereka butuh kehangatan lebih dari sekadar janji-janji kosong."

Su Wan menunduk hormat. "Kebijaksanaan Yang Mulia Selir Mulia sungguh tiada tara. Prajurit istana akan mengingat kebaikan ini."

Setelah urusan logistik selesai, Su Wan berpamitan undur diri. Shen Yu menyandarkan punggungnya ke kursi, meraih secangkir teh melati hangat. Kedamaian ini terasa terlalu indah untuk menjadi kenyataan. Di istana, ketenangan biasanya hanyalah selimut tipis yang menutupi moncong harimau yang sedang bersiap menerkam.

Benar saja, ketenangan itu terkoyak menjelang senja.

Li Jingchen melangkah masuk ke dalam paviliun tanpa didahului oleh seruan Kasim Su. Langkah kakinya berat, dan hawa dingin yang menguar dari jubah naganya bukan hanya berasal dari salju di luar sana, melainkan dari kemurkaan yang tertahan.

Shen Yu segera meletakkan cangkirnya dan bangkit berdiri. Sebelum ia sempat menekuk lutut, Li Jingchen telah merengkuh bahunya dan menuntunnya kembali duduk, sementara pria itu sendiri mengambil tempat di sebelahnya dengan rahang mengeras.

"Para tetua dari Dewan Ritual," geram Li Jingchen, memecah keheningan dengan suara yang menggemakan ancaman mematikan. "Mereka tidak bisa lagi menggunakan uang untuk memaksaku mengunjungi paviliun putri-putri mereka, jadi sekarang mereka menggunakan tradisi leluhur untuk menjegal langkahmu menuju takhta."

Jantung Shen Yu berdetak lebih cepat. "Menjegal takhta? Apakah ini tentang rencana Yang Mulia untuk mengangkat hamba menjadi Permaisuri di Festival Tahun Baru?"

Kaisar mengangguk kaku. Mata gelapnya menatap bara api di perapian seolah ingin membakarnya menjadi abu. "Mereka tidak berani menentang titahku secara langsung. Tapi pagi ini, Ketua Dewan Ritual mengeluarkan perkamen kuno dari era dinasti pertama. Mereka menuntut agar calon Permaisuri harus melewati Ujian Pemujaan Langit di altar es pada malam puncak titik balik matahari musim dingin."

Shen Yu mengerutkan kening. "Ujian Pemujaan Langit? Apa yang harus hamba lakukan? Membakar dupa?"

"Jika hanya membakar dupa, aku tidak akan semarah ini," desis Li Jingchen. Ia menoleh, menatap Shen Yu dengan sorot mata penuh kekhawatiran yang hanya ia tunjukkan pada gadis itu seorang. "Kau harus menaiki sembilan puluh sembilan anak tangga Altar Surgawi di puncak gunung istana. Tanpa alas kaki. Mengenakan pakaian rami tipis sebagai tanda kerendahan hati kepada Langit. Dan di setiap anak tangga, kau harus merapalkan satu bait dari Kitab Kebajikan Langit tanpa salah satu kata pun."

Napas Shen Yu tercekat.

Musim dingin tahun ini adalah yang terburuk dalam dekade terakhir. Memanjat sembilan puluh sembilan anak tangga batu yang diselimuti es, tanpa sepatu, dengan pakaian tipis? Itu sama saja dengan eksekusi mati secara perlahan! Belum lagi keharusan menghafal kitab kuno di tengah badai salju dan suhu yang membekukan darah. Jika ia salah mengucap, mereka akan menuduhnya ditolak oleh Langit dan tidak pantas menjadi Permaisuri. Jika ia pingsan karena kedinginan, mereka akan menyebut tubuhnya menolak restu leluhur.

Ini adalah jebakan politik yang sempurna. Sebuah pembunuhan berencana berkedok tradisi suci.

"Aku sudah memerintahkan Kasim Su untuk menyiapkan dekrit pembubaran Dewan Ritual," lanjut Li Jingchen dingin, tangannya mengepal di atas lutut hingga buku jarinya memutih. "Aku akan membuang mereka semua ke perbatasan. Tidak ada yang boleh memaksamu berjalan di atas es."

"Jangan, Yang Mulia!" potong Shen Yu cepat, tangannya refleks menggenggam kepalan tangan sang Kaisar.

Li Jingchen menoleh tajam. "Kau ingin menentangku, Shen Yu? Kau pikir aku akan membiarkanmu membeku di atas altar gila itu hanya demi memuaskan tradisi kuno para menteri tua bangka?!"

"Hamba tidak menentang Anda, tapi hamba memohon agar Anda melihat gambaran besarnya," bujuk Shen Yu, suaranya diatur selembut mungkin untuk menenangkan naga yang sedang mengamuk ini. "Jika Anda membubarkan Dewan Ritual tepat sebelum Festival Tahun Baru, rakyat akan menganggap Anda tiran yang menginjak-injak leluhur demi seorang selir. Faksi Perdana Menteri dan sisa-sisa musuh kita di luar sana akan menggunakan kemarahan rakyat sebagai amunisi untuk memberontak."

"Lalu aku akan membantai pemberontak itu sampai tak bersisa," balas Li Jingchen tanpa ragu sedikit pun.

"Dan hamba akan dikenang sejarah sebagai wanita iblis yang menghancurkan dinasti Anda!" Shen Yu membalas dengan tatapan tak kalah tajam.

Gadis itu menarik napas panjang, menekan rasa takutnya ke sudut terdalam hatinya. Insting mantan budak korporatnya kembali menyala. Di masa lalu, ketika atasannya memberikan tugas presentasi yang mustahil dengan materi ratusan halaman dalam waktu dua hari, ia tidak protes; ia membeli kopi seduh, mengunci diri di kamar, dan menghafal semuanya sampai matanya merah.

Ini hanyalah presentasi kepatuhan tahunan dengan taruhan yang sedikit lebih tinggi.

"Hamba akan mengambil ujian itu, Yang Mulia," ucap Shen Yu dengan nada final.

Li Jingchen terkesiap pelan. "Shen Yu, kau tidak mengerti. Udara di puncak altar bisa membekukan air dalam sekejap. Kau tidak memiliki tenaga dalam untuk menahan hawa dingin."

"Hamba mungkin tidak memiliki tenaga dalam, tapi hamba memiliki tekad," jawab Shen Yu mantap. "Selama ini, hamba selalu berlindung di balik punggung besar Anda. Anda memberikan posisi Selir Mulia, Anda menakuti para selir, Anda melindungi keluarga hamba. Tapi gelar Permaisuri tidak bisa hanya diberikan; gelar itu harus hamba rebut sendiri dari tangan para pejabat arogan itu."

Shen Yu merengkuh rahang tegas sang Kaisar, memaksanya untuk menatap langsung ke kedalaman matanya.

"Biarkan hamba membuktikan pada mereka, Yang Mulia," bisik Shen Yu. "Biarkan hamba membungkam mulut mereka untuk selamanya dengan tradisi yang mereka agung-agungkan sendiri. Setelah hamba berhasil turun dari altar itu, tidak akan ada satu pun manusia di seluruh kekaisaran yang berani mempertanyakan hak hamba untuk duduk di sisi Anda."

Mata Li Jingchen menelusuri wajah gadis di depannya, mencari setitik pun keraguan di sana, namun yang ia temukan hanyalah keberanian yang membara terang. Hatinya bergetar oleh campuran antara kemarahan yang tak berdaya dan kekaguman yang begitu dalam hingga terasa menyakitkan. Tiran yang biasa memaksakan kehendaknya pada dunia, kini lumpuh di hadapan keras kepalanya sang wanita kesayangan.

"Tiga hari," suara Li Jingchen terdengar serak dan berat. "Malam puncak titik balik matahari adalah tiga hari dari sekarang. Kitab Kebajikan Langit memiliki seratus halaman aksara kuno. Bagaimana kau akan menghafalnya?"

Shen Yu tersenyum tipis, melepaskan rahang pria itu dan menepuk tumpukan perkamen di mejanya dengan gaya seorang cendekiawan berambisi.

"Hamba akan membuktikan bahwa tekad seorang wanita yang ingin mempertahankan posisinya jauh lebih tajam dari ingatan cendekiawan mana pun," jawabnya lugas. "Hamba butuh seember arang ekstra, secangkir teh pekat setiap dua jam, dan Yang Mulia dilarang mengganggu waktu belajar hamba di malam hari."

Li Jingchen mendengus pelan, menempelkan dahinya ke dahi Shen Yu. "Hanya kau yang berani mengusir seorang Kaisar dari ranjangnya sendiri demi sebuah kitab usang."

"Ini demi mahkota burung phoenix hamba, Yang Mulia," balas Shen Yu, memejamkan mata menikmati kehangatan pria itu sebelum pertarungan sesungguhnya dimulai. "Dan hamba berjanji, hamba akan kembali ke pelukan Anda tanpa kehilangan satu jari kaki pun."

1
Aidil Kenzie Zie
sepertinya semenjak ada Shen Yu sang Kaisar lupa sama Selir yg lainnya 🤭🤭🤭🥰🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
selamat Permaisuri Shen🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
semangat Shen Yu 💪🏻💪🏻💪🏻
Aidil Kenzie Zie
Aaa Shen Yu OTW jadi Permaisuri 🥰🥰🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
semakin lama semakin manis sang Kaisar 🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
Shen Yu kamu sekarang sudah jadi kesayangan Kaisar 🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
👍🏻👏🏻👏🏻 Selir Shen
Aidil Kenzie Zie
sepertinya bakalan susah untuk mengelabui Su Wan 🤔🤔🤔🤔
Aidil Kenzie Zie
a a. a Shen Yu si unboxing Kaisar 🥰🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
nggak usah ditipu Kaisar nya Selir Shen wong dia tau kamu pintar tapi masih pura-pura 🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
Merdeka 🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
Shen Yu turut berdukacita 🤭🤭🤭🤭
karena makan buah simalakama 🤭🤭🤭😭😭😭😭
Aidil Kenzie Zie
siap-siap dipenggal Kaisar Selir Shen 🤭🤭🤭
Aidil Kenzie Zie
cerita di novel sama yang kamu jalani beda Shen Yu atau mungkin kamu yang akan dibawa oleh Kaisar untuk naik ke ranjangnya 🫣🫣🫣🥰🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
apa Kaisar nggak takut kalau Shen Yu di bully atau mau di racun lagi
tapi aku penasaran tor itu "Selir" istri Kaisar juga??? atau apa kurang paham 🤭🤭
Aidil Kenzie Zie: makasih tor soalnya kurang paham
lah ni mau cari selir baru lagi🤔🤔🤔
total 2 replies
Wawan
Hmmmm .....menarik 👍
Aidil Kenzie Zie
kamu sudah jadi kesayangan Kaisar Selir Shen 🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
lagian ada aja kelakuan mu Shen
berharap Kaisar jijik ealah malah tetap nempel 🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
ha ha ha 🤭🤭🤭turut bahagia atau sedih y atas nasibmu 🤔🤔🤔🤔😭🤣🤣🤣🤣
Aidil Kenzie Zie
selamat menikmati hidup dibawah hidung Li Jengchen 🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!