NovelToon NovelToon
Rafka Dan Ragam Senja

Rafka Dan Ragam Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi
Popularitas:689
Nilai: 5
Nama Author: Aksara Nirmaya

Berkali-kali gagal dalam hubungan membuat ia menutup akses bagi siapapun yang mendekati bahkan datang melamarnya. Jika nenek moyangnya berkata pamali terus menerus menolak lamaran karena konon katanya tidak akan mendapatkan jodoh seumur hidup. Peduli apa dia? Toh takdir seorang manusia telah di tentukan jauh sebelum terlahir ke dunia. Begitulah pemikiran gadis pemilik nama Arunika Binar Senja.

Tapi, bagaimana jadinya jika seorang Pria yang ia kenal datang membawa serta seluruh keluarga untuk melamarnya? Tanpa rasa takut untuk di tolak, Pria tersebut justru dengan senang hati dan menerima dengan sabar syarat-syarat yang di ajukan Senja?

Apakah Senja akan kembali memulai kisah dengan Pria itu? Mampukah mereka menjalani sampai batas waktu yang telah ditentukan? Atau justru Senja Kembali gagal dalam hubungan kesekian kalinya ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aksara Nirmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gagal jalan

Daye menoleh di sambut palingan muka Afyah “Jangan melihatku dengan tatapan kasihan seperti itu! Kalau kamu memang ngga mau ya ngga papa” ucap Afyah ketus.

“Afyah…” Daye memanyunkan bibirnya sedih, perasaan tidak enak hati menggerayanginya. “Minta maaf, aku mau kok! Tadi cuma syok aja. Afyah” gadis yang di panggil-panggil itu mendengus, perlahan melihat muka menyedihkan Daye.

“Minta maaf” Pinta nya, kedua tangan Daye merekah meminta pelukan Afyah. “Dih? Ogah” tolak Afyah cepat, di tolakan atas niatan baiknya semakin mencuat keluar juga bibi r bawahnya. Sehingga Afyah luluh dan berakhir menerima pelukan dari Daye. “Dasar” dengusnya geli.

Senja tersenyum hangat, dua sahabatnya selalu seperti ini. Lihatlah, baru sedetik lalu saling pelukan sekarang sudah adu toyor-toyoran. Pertemanan mereka Sudah tidak bisa di ragukan lagi.

“Afyah Jahat ih, sakit tau kamu toyor gitu!” Protes Daye kesal, keningnya di usap sampai memerah.

“Ya kamu juga aneh! Pelukan tapi tangan nyubit-nyubit! Di kira ngga sakit apa!” balasnya lebih sewot. Pecah lah tawa Senja mengetahui alasan di balik adegan tidak bagus itu.

Astaga, apasih pertemanan mereka ini? Gadis manis milik Rafka tersebut menggelengkan kepala geli, tawa masih menyertainya. “Eh, sudah! Malu di liatin pengunjung lain” and then? Dialah yang harus menghentikan keduanya, Again!.

Daye dan Afyah kembali ke posisi masing-masing lengkap dengan nafas yang ngosngosan. “Haus, air mana air” Senja meletakkan minumannya di depan Daye yang langsung di sambut senang Daye.

Sedangkan Afyah mengatur nafas dan menghilangkan rasa lelahnya, sesekali melirik layar hpnya yang menyala terus-terusan. “Penting kali, Yah. Jawab aja” saran Senja. Dia juga beberapa kali melihat ke arah hp Afyah walau hanya sekilas.

Afyah menggeleng “Itu Mama, Cuma nyuruh pilih catering buat acara nanti. Ngga pentinglah, palingan juga catering pilihannya yang di ambil” Jawabnya malas. Senja dan Daye sama-sama mengerti maksud Afyah. Sudah menjadi rahasia umum, pendapat Afyah hanya sebuah formalitas bagi keluarganya.

“Eh tapi aku masih penasaran loh, kamu kan mau di jodohin kok malah nikah sama si Kamal?” Tanya Daye penasaran, gadis itu asik menikmati jus milik Senja. Afyah menatap jengah ke arah Daye. Masih belum mengerti juga rupanya.

“Ya perjodohan itu sama Kamal, Daye” Uhuk! Di detik itu juga, Daye tersedak minumannya. Rasa perih menjalar ke hidungnya, Senja membantu menepuk-nepuk punggung Daye pelan. Salahnya memberitahu pada saat gadis ini masih minum. Tapi, siapa sangka reaksinya se kaget ini.

Daye berusaha menormalkan tubuhnya. “Aduh, plot twist banget ini woii!” pekiknya heboh walaupun masih di selingi batuk. “Pokoknya tenang aja, kalau si Kamal-Kamal itu nyakitin kamu. Kita maju paling depan” ucapnya menggebu-gebu.

Senja mengangguk setuju, “Yang di katakan Daye benar, Yah. Kita akan jadi garda terdepan untuk kamu”

“Makasi, guys” balasnya lirih. Daye tersenyum bangga. Sebentar lagi satu dari sahabatnya akan segera menikah.

“Lucu ngga sih kalau kita triple date?” celetuknya cepat membuat Senja dan Afyah saling pandang. Ide itu sudah terucap dari Senja hari itu. “Pokoknya habis nikah kita kumpul bareng bawa pasangan masing-masing!” pinta nya tak menerima penolakan dan alasan keduanya. Permintaan mutlak.

Memang dari mereka, hanya Daye lah yang bertahan bersama kekasihnya sudah lebih tiga tahun itu. Hubungan mereka seperti berjalan tanpa hambatan, karena selama ini Daye sendiri tidak pernah mengeluhkan tentang pasangannya.

“Harusnya kamu dulu yang nikah! Nunggu apasih kalian?” seloroh Afyah tiba-tiba. Daye berdecak mendengarnya, “Kita belum mau nikah muda, Afyah! Masih mau bebas”

Kernyitan tipis tampak di kening Senja dan Afyah. Mudanya apanya? Umur mereka justru sudah di kejar-kejar terror dari orang sekitar karena ngga nikah-nikah. Bukan bearti juga terlalu tua, mereka masih di bawah dua lima. Tapi tuntutan menganggap mereka sudah di atas dua lima.

“Jadi kamu tunggu tua baru mau nikah?” tanya nya usil. Daye memandang horor Afyah “Sembarangan ya! Ini calonnya Kamal kok makin ngeselin sih? Balik deh kau sana” dengus Daye tak terima. Ia beralih menatap Senja yang hanya diam saja sambil main hp.

“Ini juga, lagi ngumpul malah main hp!” semprotnya sewot. Senja mengangkat pandangan nya “Balas email kerja”

Reflek Daye menutup mulutnya “sorry. lagian hari libur, Ru! Malah kerja”

Ya harusnya seperti itu, tapi kerjaannya menuntut untuk selalu stanby. Sudah tuntutan mau di apa? “Balik yu, aku izin bentar aja tadi” dusta Senja. Padahal ia hanya tak enak saja pada Rafka yang diam sendirian di meja sana. Takut-takut karena kegabutannya ia justru ke dapur café buat bantu siapin pesanan.

“Ayolah, aku mau jalan sama kekasih kesayangan aku” nada centilnya Daye menjadi hiburan tersendiri bagi Afyah, sahabatnya itu walaupun hobi bikin sakit kepala tapi kelakuannya juga bisa bantu ia dari kegi laan.

“Ru, mau bareng pulang?” tawar Afyah yang langsung mendapat gelengan kepala Senja. “Aku di jemput, Yah. Duluan aja, aku nunggu di sini ngga papa. Kamu juga sibuk kan?”

Afyah tidak memaksa, hingga akhirnya kedua sahabatnya pergi meninggalkannya sendiri. cukup sampai memastikan kedua nya pergi dari wilayah Café, barulah Senja beranja mendekati Rafka yang sudah menatapnya sedari tadi.

Rafka mendongak menatap gadisnya “Sudah selesai?” Senja mengangguk

“Ayo jalan, masih ada waktu” ajaknya seraya melirik jam di pergelangan tangannya.

“Kita pulang” Ujar Rafka, Senja menatapnya bingung. Bukankah pria itu begitu gencar mengajakknya jalan? “Jalannya nanti saja, kamu kecapean nanti. Pulang aja ya?” tanpa di minta, Rafka sudah menjelaskannya.

Wajah Senja menampakkan tidak setuju dengan keputusan Rafka “Izin sama Bunda di usahakan tidak sampai malam. Dan ini sudah malam” ujar nya lagi mengingatkan.

“Ya, tapi-“

“Ssst, diam. Kita pulang sekarang” Rafka beranjak dari duduk manis nya, meraih jemari tangan Senja untuk di genggamnya.

Senja hanya bisa pasrah, walaupun bingung dengan jalan pikirannya Rafka. setelah tadi terus merengek minta tetap jalan sekarang justru menolak paling keras, apa Pria ini sudah badmood karena menungguinya? Tapi itu bukan permintaannya untuk di tunggui.

Bunyi hentakan pintu mobil tertutup di samping Senja, menunggu si pemilik mobil memutar hingga mencapai posisi kursi pengemudi.

Mobil bergerak pelan keluar dari parkiran café, keheningan menyelimuti dalam mobil. Baik Rafka maupun Senja memilih diam, tidak ada sebuah pertanyaan mengenai pembahasan tadi, tidak ada sebuah pertanyaan lanjutan atas penolakan jalan tadi. Keduanya sibuk bersama pikiran masing-masing.

Rasa betah berdiam diri seakan bertengkar awet hingga mobil tiba di depan halaman rumah Senja. Mesin di matikan Rafka, tanda jika Pria itu ingin berpamitan sekaligus bukti telah mengembalikan anak gadis milik keluarga itu dengan selamat dan lengkap seperti semula.

Senja tidak perlu menanyakannya lagi, seperti sudah menjadi keharusan bagi Rafka turun menemui kedua orang tuanya meski hanya sekedar berpamitan pulang.

Di raihnya gagang pintu dalam mobil, tapi terkunci. Rafka belum membukanya sehingga mengharuskan gadis itu menoleh bertanya ke arah Rafka. “Pintunya masih kamu kunci, Rafka” ujarnya memberi tahu.

Bukannya segera di bukakan, Rafka justru menoleh penuh menghadap Senja “Aku lupa mau ngasi tau, lusa malam ponakanku ngadakan ulang tahun. Kecil-kecilan aja di rumah Kakakku. Kamu bisa datang?” Senja terpaku sejenak, bimbang datang atau tidaknya. Berbaur dengan keluarga Rafka belum ada terpikirkan sampai sekarang. Terakhir mereka berkomunikasi pada saat lamaran malam itu saja.

“Tapi kalau memang ngga bisa ya ngga papa, ngga wajib kok” lanjutnya lagi. Mungkin karena melihat wajah Senja yang kelihatan ragu. Rafka tidak mempermasalahkan itu.

Senja tersenyum canggung sembari mengibas tangan “Aman kok, aku bisa datang. Ponakan yang mana? Cewe atau cowok?” tanya Senja, mengubah cepat wajahnya menjadi ceria dan excited.

Sayangnya, perubahan wajah itu bisa di tangkap dengan mudah oleh Rafka. tapi tak ayal Rafka melupakan itu sejenak “Cewe, anaknya Kak Aurelia” Senja mengangguk paham.

“Oke, lusa malam ya? Share aja alamatnya biar aku kesana” pintanya di sambut gelengan kepala geli Rafka “Aku jemput lah, ngapain kamu pergi sendirian?”

Jawaban Rafka sukses bikin Senja salah tingkah sendiri. “Aku hanya inisiatif, mungkin saja kau sibuk kan?” kila Senja cepat. Rafka menahan senyum dan mengangguk mengiyakan ucapan gadis itu.

Kedua mata Senja menyipit penuh selidik, menatap tajam ke arah lawan bicaranya yang sedang menahan senyum. “Apa? Kenapa muka mu seperti ngejek gitu?” dengan Gerakan reflek Rafka menggeleng, tangannya membuka kuncian pintu mobil.

“Tidak ada, ayo turun. Aku mau pamitan” ajaknya seraya membuka pintu dan keluar mobil. Di ikutin Senja di seberang sana.

“Kalau mau ketawa, ketawa aja kali! Ngga usah nahan nahan gitu” Sindir halus Senja membuat Rafka menatapnya gemas. Di usapnya kepala Senja “Ngga, ngga ada yang mau ketawa, Senja”

Senja tidak merespon kalimat Rafka, ia berjalan cepat meninggalkan Rafka di belakang memasuki pintu utama rumahnya. Di belakang, Rafka mengulum senyumnya, menahan rasa gemas nya kepada gadis tunangannya yang tercium bau-bau mau ngambek lagi. Tapi ia suka.

1
Senja Susanti
sama namanya seperti namaku
Aksara Nirmaya: hihii halooo kak Senjaa🤗
total 1 replies
Irma Nsyah
semangat nulisnya 😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!