NovelToon NovelToon
Cinta Pertama Tuan Mafia

Cinta Pertama Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak / Cintapertama
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sunshine_2

"Lepaskan tanganmu, jangan sampai tangan lunakmu ini sedikit saja menyentuh tubuhnya atau sampai menyakitinya!" ucap seorang pria menepis tangan penjaga dengan tatapan tajam dan dingin.

Pria itu langsung menarik Sera dan memeluk tubuhnya menatap lembut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sunshine_2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

Hampir 2 Minggu Altas dan Sera pergi honeymoon, mereka pun akhirnya kembali ke rumah. Setibanya di rumah, Sera dan Altas disambut hangat Corleo dan beberapa pelayan serta penjaga.

"Selamat datang kembali kakak, akhirnya kakak dan kakak ipar pulang juga, adikmu ini sangat rindu. Bagaimana, ada oleh-oleh apa?" canda Corleo.

"Kau ini, biarkan kakak iparmu ini istirahat dulu."

Altas juga meminta untuk para pelayan wanita melayani dan menjaga Sera dengan sebaik mungkin.

Senyum Corleo, "Apa jangan-jangan, kakak ipar?"

"Iya, kakak iparmu ini sedang mengandung keponakanmu" ucap Altas.

"Wahh, selamat kakak!. Akhirnya ada anggota baru di rumah ini!" senang Corleo memeluk Altas.

Beberapa pelayan dan penjaga juga ikut memberi selamat pada majikan mereka.

Altas pun meminta istrinya untuk ke kamar lebih dulu sembari ia berbincang-bincang dengan Corleo. Duduk Altas dan Corleo di ruang tamu bertanya keadaan seperti apa yang terjadi di rumah selama ia pergi.

Corleo pun menjelaskan seperti yang sebelumnya ia jelaskan, dan juga mengatakan kalau beberapa sistem mereka kembali di bobol paksa oleh para mafia lain untuk mencuri beberapa aset yang ada.

Singkat Altas juga menjelaskan kalau sebesar ia sudah muak ada di bisnis seperti itu, namun ia juga tidak bisa lepas tangan begitu saja karena pastinya menyangkut beberapa pihak yang akan ikut terlibat.

"Aku ingin memulai bisnis dengan bersih, tapi kadang aku bingung memulainya darimana" kata Altas.

"Lalu, apa yang kau pikirkan kak untuk hal ini, apakah kita harus menghilang secara diam-diam?"

Lanjut Altas mengatakan kalau ia tidak akan melakukan hal itu dan membuat hidup keluarganya berada di bayang-bayang ketidak amanan.

"Kita amankan dulu beberapa sistem dan bisnis ini sampai aku memikirkan jalan keluarnya."

"Baiklah kak, aku ikut saja."

Disisi lain, Ivana yang berada di kamarnya begitu marah dan melampiaskannya pada barang-barang yang ada di dalam kamar itu hingga berserakan.

"Brengsek!"

Entah apa yang membuatnya sampai seperti bak orang gila. Ia pun langsung mengambil tas dan kunci mobil lalu keluar kamar dengan raut wajah yang begitu marah. Sang ibu yang melihat pun berteriak pada anaknya namun tak didengar.

"Sayang kemarilah, lihat anakmu itu kenapa" ucapnya pada sang suami.

Mereka pun berlari kecil menghampiri Ivana, saat di luar dengan nada keras Ivana membentak kedua orang tuanya.

"Apalagi, diamlah kalian aku sedang pusing!. Jangan menghalangi jalanku!"

"Berhenti kamu, mau pergi kemana kamu dalam keadaan seperti ini."

"Ini urusanku ayah!" emosinya menepis tangan sang ayah lalu masuk ke dalam mobil.

Geleng kedua orang tuanya melihat Ivana yang begitu keras kepala.

Beberapa saat berlalu, tibalah Ivana ke sebuah rumah mewah. Ia pun meminta penjaga membuka gerbang dengan nada kasarnya. Saat di depan pintu utama rumah mewah itu, Ivana dihadang oleh 2 orang penjaga.

"Jangan halangi jalanku, dan biarkan aku masuk. Ini urusanku dengan, Elbert!"

"Apakah nyonya sudah ada janji dengan tuan Elbert?" ucap penjaga itu.

"Tidak usah banyak tanya, sudah kubilang ini urusanku dengan Elbert!"

Penjaga itu pun langsung membuka pintu untuk Ivana masuk. Saat di dalam rumah Ivana pun berteriak begitu keras memanggil nama Elbert.

"Elbert, dimana kau keluarlah!. Diamana tuanmu itu!" bertanya pada seorang pelayan.

Tak berselang lama, Elbert keluar tersenyum lebar melihat kedatangan Ivana, yang mana rumah itu tidak lain adalah kediaman Elbert.

"Ouuh, tenanglah sayang tidak perlu berteriak seperti itu. Ada apa, kau begitu tidak sabar ingin bertemu denganku" berjalan berlagak.

"Brengsek!" lirihnya.

Berjalan cepat Ivana segera naik menghampiri Elbert dan menarik tangannya menuju sebuah ruangan.

"Kau sangat liar, selalu ingin dekat denganku sepertinya?"

Ivana pun meminta Elbert untuk menghentikan ocehannya dan melemparkan sebuah benda ke kasur. Santai Elbert mengambil dan melihat benda yang tidak lain adalah alat tes kehamilan yang menunjukkan tanda positif. Ia hanya tersenyum melihat alat itu dan mengucapkan selamat pada Ivana.

Mendengar dan melihat tingkah Elbert, Ivana pun lantas menampar Elbert dengan kerasnya, namun tingkah Elbert seperti orang yang tidak bersalah.

"Kau ini bodoh atau bagaimana!. Aku hamil karena tingkah konyolmu, tapi kau hanya tertawa seperti orang yang tidak waras. Aku tidak mau anak ini, dasar bajingan!"

"Tenanglah, sayang. Biarkan anak itu, kita akan menikah apa susahnya."

Dengan tegas Ivana mengatakan kalau ia tidak mau menikah dengan laki-laki seperti dirinya, "Aku hanya mencintai Altas. Kau hanya menjebakku dan memanfaatkan keadaan saat aku sedang tidak sadar. Sialan!"

"Tapi kau juga mau bukan, bahkan kau bermain sangat liar!"

"Jika sampai ada yang tahu tentang hal ini, aku akan menghancurkan mu Elbert kau lihat saja!. Aku tidak mau anak ini ada di rahimku!" menunjuk Elbert memberi peringatan keras.

...

1
Sunshine_2
Hai guys bantu dukung karya pertama aku ya, dengan like, komen, subscribe dan boleh kasih tip juga ya, terimakasih 🥰.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!