Zeya diam terpaku ketika melihat suaminya sedang jalan bergandengan tangan dengan wanita yang tak Zeya kenal.
Ryan yang kebetulan juga melihat Zeya melengos tanpa mau menyapa istrinya tersebut, malah Ia bergegas meninggalkan Zeya.
Menikah dengan Ryan keputusan hidup yang Zeya sesali, manis di awal ternyata hanya kedok belaka, agar bisa menikah dengan mantan kekasihnya.
Zeya menerima perceraian itu dan melanjutkan hidupnya dengan pindah ke kota besar.
Akankan Zeya menemukan kebahagiaannya sendiri, atau Zeya terus di bayang bayangi oleh masa lalunya.
Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Ryan setelah menikah dengan mantan kekasihnya itu?, Kenapa dia kembali mengejar cinta nya Zeya?
Pergulatan batin Zeya dimulai di saat tuan Gatra ingin menikahinya sedangkan mantan istri Gatra ingin kembali rujuk dengan Gatra, ditambah lagi dengan Ryan yang kembali membayangi hidupnya…
Akankan keputusan Zeya akan merubah semuanya..?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mande Qita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 27 Mempertahankan Zea
Kedua orang tua Ryan saling pandang dan menarik nafas panjang, mereka tidak habis pikir dengan keputusan bodoh dari putranya tersebut.
“Harusnya kamu berpikir dulu sebelum memutuskan untuk kembali kepada mantan kekasihmu itu Ryan, kamu sadar nggak sih kalau kamu hanya dimanfaatkan oleh keluarga mereka, terlepas kamu dan wanita itu saling mencintai” nasehat mamanya Ryan
“Awalnya Ryan sangat yakin ingin menceraikan Zea ma, pa tapi setelah melihat ketenangan Zea menghadapi masalah perselingkuhan Ryan dan Freya, Ryan jadi berpikiran jangan jangan Zea juga punya pria lain”
“Dan saat kecurigaan itu muncul Ryan akhirnya tak ingin melepaskan Zea begitu saja” jelas Ryan
“Bodoh kamu Ryan! jangan kamu samakan sikap murahan kamu dan selingkuhan kamu itu dengan Zea! menantu mama itu tau cara menjaga dirinya Ryan!” tegur Bu Wina
“Apa Zea marah atau mengamuk ketika mendengar kamu selingkuh dengan wanita lain Ryan?” tanya pak Rashid penasaran.
“Zea bukan hanya mendengar cerita dari Ryan pa, tapi Zea menyaksikan sendiri ketika Ryan sedang berkencan dengan Freya di sebuah pusat perbelanjaan, Zea terlihat sangat tenang dan itu membuat Ryan ragu untuk menceraikan nya”
ungkap Ryan, alasan yang diberikannya tidak semuanya benar, padahal Ryan berniat buruk dengan menunda untuk menceraikan Zea, tapi sekarang beda lagi yang di ucapkannya.
“Kamu bukan ragu untuk menceraikan Zea Ryan, papa yakin kamu sedang mencari kesalahan Zea agar kamu tidak merasa salah dalam perceraian kalian berdua, makanya kamu menunda untuk menceraikan Zea dan berniat untuk poligami sampai menemukan kesalahan Zea!” tuding pak Rashid.
“Papa kok bicara seperti itu pa, Ryan nggak ada niat jahat seperti itu pada Zea, Ryan mencintai Zea pa” Ryan nggak terima dengan tuduhan papanya tadi.
“Cckk papa juga laki laki Ryan, kenapa kamu tiba tiba curiga dengan sikap tenang Zea, padahal saat itu kamu sudah yakin betul untuk menceraikan Zea, pasti ada hal yang memicu kamu melakukan hal itu!” tuduh pak Rashid lagi.
Ryan terdiam mendengar tuduhan papanya yang sangat tepat itu, memang Ryan berpikiran jahat pada Zea.
[Kenapa papa tahu apa yang gue sembunyikan selama ini, apa papa bisa membaca pikiran gue ya] gumam Ryan dalam hati.
Pak Rashid memperhatikan kegelisahan Ryan, Ia sudah mengenal siapa anaknya tersebut, dan mengenai tuduhannya tadi pak Rashid hanya menebak sebagian setelah mengdengar cerita Ryan dan informasi yang di dapatkannya.
“Kenapa kamu diam Ryan? apa yang dikatakan papamu itu benar?” tegur Bu Wina
“Nggak ma, mana mungkin Ryan berniat seperti itu” sanggah Ryan dengan cepat
“Hati orang siapa yang tahu Ryan, kamu usa saja membohongi kami berdua, tapi kebenaran itu akan mencari jalannya sendiri” sindir papanya Ryan.
“Ma tolongin Ryan ma” Ryan mengalihkan pembicaraan mereka bertiga dengan meminta tolong pada mamanya, karena Ryan sekarang sedang terpojok oleh tudingan papanya.
“Kamu mau ngapain dulu?” tanya Bu Wina balik, dia harus tau apa yang akan Ryan rencanakan.
“Ryan mau menanyakan keberadaan Zea pada paman dan bibi Zea ma” ungkap Ryan dengan wajah penuh harap.
“Kamu tanya sendiri saja ke sana, mama malu ketemu dengan paman dan bibinya Zea karena kelakuan bodohmu ini “ Bu Wina ogah membantu Ryan untuk menemui paman dan bibinya Zea.
“Please ma…mungkin paman dan bibi Zea tahu dimana keberadaan Zea sekarang “ rayu Ryan
“Nggak Ryan kamu yang cari masalah sekarang kamu cari cara sendiri untuk menyelesaikan masalahmu dengan Zea”
Bu Wina menolak membantu Ryan, karena sebenarnya dia dan papanya Ryan sudah bicara banyak dengan paman dan bibi Zea, serta juga meminta maaf semua perbuatan Ryan pada Zea.
“Jahat banget sih ma, nggak mau bantuin anaknya sendiri…” Ryan merajuk dengan menyalahkan mamanya karena tidak mau menolongnya.
“Kamu yang jahat pada Zea, mama rasa mungkin saat ini Zea sudah memulai hidupnya yang baru di salah satu kota di negara ini, Zea sudah menyerah dengan rumah tangga kalian, mending kamu mengurus surat cerai untuk Zea”
“Dan kamu juga bisa melanjutkannya hidupmu yang nggak jelas itu, dengan mewujudkan impian masa lalu kamu dan selingkuhan kamu itu” sindir Bu Wina dengan wajah malas.
“Ryan mau pikir ulang lagi ma, untuk menikah dengan Freya! akhir akhir Ryan berpikiran hal yang sama dengan papa, kalau mereka suka dengan Ryan pasti dari dulu sudah mengizinkan putrinya untuk Ryan nikahi”
“Keluarga Freya memang sedang terpuruk, dan mereka membutuhkan dukungan dari investor baru, agar bisa kembali menjalankan perusahaan keluarga mereka itu”
Ryan akhirnya tak menutupi lagi alasan keluarga Freya menerima kembali dirinya yang dulu mereka tolak karena miskin.
“Terus kamu dengan bangganya menyerahkan dirimu pada mereka! dan menyakiti Zea yang telah menemanimu dari bawah, kalau memang benar wanita itu mencintaimu pasti dia akan menentang keputusan keluarganya, dan lebih memilih kamu Ryan!”
“Bukan selingkuh denganmu di saat kamu sudah kaya dan punya istri, wanita itu hanya mencintai kekayaanmu Ryan, dia nggak tulus padamu” nasehat Bu Wina.
“Tapi ma, kami sudah berjanji..” sahut Ryan
“Ya sudah! nikahi segera kalau kamu dan wanita itu kalau sudah pernah berjanji dan ceraikan Zea, mama nggak akan melarang kamu dan juga tak akan merestui pernikahan kamu kali ini”
Tegas Bu Wina, Ia tahu tidak mungkin melarang semua keinginan Ryan karena dia sudah dewasa dan sudah punya pendirian sendiri.
“Ma…” Ryan kaget dengan keputusan mamanya tersebut.
“Mama capek Ryan…” imbuh Bu Wina dia sudah tak mau berdebat lagi dengan Ryan yang sudah punya rencana sendiri untuk masa depannya.
“Ryan nggak akan menikahi Freya, sebelum menemukan Zea ma” sahut Ryan
“Nggak perlu lagi kamu mencari Zea, dia sudah bahagia dengan kehidupannya yang sekarang”
“Mama tahu dari mana Zea sudah bahagia dengan kehidupannya yang sekarang? apa mama dan papa sebenarnya tahu dimana keberadaan Zea istri Ryan!” tuduh Ryan, Ia merasa kedua orang tuanya menyembunyikan keberadaan Zea padanya.
“Walaupun kamu tahu dimana Zea, kami nggak akan memberi tahu kamu Ryan” ungkap pak Rashid
“Pa…” papanya Ryan mengangkat tangannya menyuruh Ryan berhenti bicara.
“Semua sudah terjadi Ryan, walaupun kamu bisa menemukan Zea, Ia tak akan mau kembali padamu lagi” ungkap pak Rashid.
Meruntuhkan semua keinginan Ryan untuk kembali pada Zea.
“Tapi Ryan belum mengeluarkan kata talak pa, sampai sekarang Zea masih istri sah Ryan” Ryan masih tak mengakui kalau dirinya sudah kehilangan Zea, karena perselingkuhan yang telah dilakukannya.
“Tapi dengan kepergian Zea karena perselingkuhan kamu, Zea sudah bisa menggugat kamu kamu di pengadilan agama Ryan!” tegur Bu Wina, mengingatkan putranya tersebut.
“Tapi ma, Ryan sudah katakan nggak akan menceraikan Zea” sahut Ryan dengan panik
“Kenapa kamu jadi panik begitu, bukannya ini yang kamu inginkan! sekarang jalan kamu untuk menikah dengan wanita masa lalumu sudah terbuka lebar, kenapa jadi mundur lah? sudah sadar ya”
sindir Papanya membuat Ryan cemberut, karena apa yang papanya katakan semuanya benar.
“Sinis banget pa sama anak sendiri” Ryan balik menyindir papanya tersebut.
“Ha ha ha sekarang pusing sendirikan, lagian angkuh banget jadi suami, eh di tinggal pergi malah uring uringan, syukur deh Zea mengambil keputusan yang tepat, untuk apa hidup dengan pria yang suka selingkuh” kembali papanya Ryan menyindir putranya tersebut.