NovelToon NovelToon
Dari Rival Jadi Ibu Tiri

Dari Rival Jadi Ibu Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Duda / Nikah Kontrak
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Ama Apr

Rebeca Alexander terbiasa mendapatkan segalanya. Kaya, cantik, dan berpengaruh, ia tak pernah ragu merendahkan Cika, gadis sederhana yang berani menjadi saingannya di kampus.

Bagi Rebeca, Cika hanyalah gadis miskin yang tidak tahu tempat.

Namun hidupnya hancur saat sang ayah membawa seorang wanita baru ke rumah mereka. Dan wanita itu adalah Cika.

"Aku tidak akan pernah menganggapmu sebagai ibu tiriku!"

Cika menyahut dingin. "Bagus. Karena aku juga tidak berniat menggantikan ibumu. Aku hanya akan menjadi istri ayahmu. Dan mulai detik ini, aku punya aturan baru di rumah ini ... belajarlah untuk menghargai orang lain, terutama aku."

Bisakah dua gadis seumuran dan keras kepala itu bersatu dan akur? Atau malah jadi musuh selamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ama Apr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

Sinta sedang tertidur pulas di atas ranjang pasien setelah menjalani rangkaian pemeriksaan dan pengobatan. Selang infus masih terpasang di tangan mungil gadis berusia delapan tahun itu. Wajahnya tampak pucat, namun napasnya terdengar teratur.

Cika duduk di kursi yang berada tepat di samping ranjang. Tatapannya tak lepas dari wajah adiknya. Dengan lembut, ia mengusap rambut Sinta yang mulai menipis akibat pengobatan leukemia yang dijalaninya. "Cepat sembuh ya, Sayang," bisiknya lirih.

Setelah memastikan Sinta benar-benar tertidur lelap, Cika meraih ponselnya. Ia membuka mesin pencari, lalu mengetik dengan sedikit ragu, "Apa saja yang harus dilakukan seorang istri kepada suaminya?"

Tak lama kemudian, berbagai artikel bermunculan. Cika membacanya satu per satu dengan saksama. "Suami dan istri memiliki hak serta kewajiban yang harus dijalankan dengan saling menghormati. Bangun komunikasi yang baik, jujur, dan saling percaya. Berikan perhatian, dukungan, dan pendampingan kepada pasangan dalam suka maupun duka. Ciptakan rumah yang nyaman dan penuh ketenangan sesuai kemampuan dan kesepakatan bersama. Jaga kehormatan diri, pasangan, dan keluarga." Cika mengangguk pelan. Ia membuka beberapa artikel lain untuk menambah pengetahuan. "Aku benar-benar belum tahu apa pun soal menjadi seorang istri," gumamnya pelan. Ia lalu mengetik pencarian berikutnya. "Bagaimana menjadi istri yang baik?"

Berbagai tulisan kembali memenuhi layar. Semuanya menekankan pentingnya saling menghargai, memahami pasangan, menjadi pendengar yang baik, dan membangun rumah tangga dengan kasih sayang.

Cika mengembuskan napas panjang. "Jadi intinya ... membangun rumah tangga itu harus saling percaya, perhatian dan pengertian."

Bayangan Robinson kembali memenuhi pikirannya. Lelaki itu memang jauh lebih tua darinya, tetapi selama ini selalu memperlakukannya dengan sopan dan penuh hormat. Bahkan saat membicarakan pernikahan, Robinson tidak pernah memaksakan kehendaknya.

"Ya Allah ... sebentar lagi aku akan menikah dengan Pak Robinson," batin Cika. "Meskipun pernikahanku dan beliau tidak didasari oleh cinta ... tapi aku harus tetap belajar menjalankan peranku sebaik mungkin." Ia pun membuka aplikasi catatan di ponselnya dan mulai menulis beberapa hal yang ingin dipelajarinya.

Belajar menghormati dan menghargai suami.

Belajar memasak makanan yang disukai beliau.

Belajar mengurus rumah dengan baik.

Menjadi pendengar yang baik.

Menjaga kepercayaan yang diberikan.

Usai menulis, Cika menatap kembali Sinta yang masih tertidur di ranjang rumah sakit. Senyumnya perlahan mengembang, meski matanya mulai berkaca-kaca. "Demi kamu, Sinta ... Kakak akan berusaha menjalani semuanya dengan sebaik mungkin," bisiknya dalam hati. "Semoga keputusan ini benar-benar menjadi jalan agar kamu bisa sembuh dan memiliki masa depan yang panjang."

Di ruang kerjanya yang luas dan tenang, Robinson masih belum beranjak meski jam kantor telah usai. Berkas-berkas di atas meja sudah selesai ditandatangani, tetapi pikirannya justru melayang jauh.

Tatapannya jatuh pada sebuah map berisi dokumen pernikahannya dengan Cika yang akan segera berlangsung.

Robinson menyandarkan tubuhnya ke kursi, lalu mengembuskan napas panjang. "Sebentar lagi aku akan menjadi suami Cika." Kalimat itu terus terngiang di kepalanya.

Bukan kebahagiaan yang mendominasi hatinya, melainkan rasa tanggung jawab yang begitu besar. Ia sadar, pernikahan itu bukan lahir dari kisah cinta yang indah.

Robinson menatap langit senja dari balik jendela kaca kantornya. "Aku tidak ingin Cika merasa sedang membayar utang budi kepadaku," gumamnya pelan. "Aku juga tidak ingin dia merasa terikat dalam pernikahan yang menyiksanya." Ia teringat wajah Cika yang selalu tampak canggung setiap kali berbicara dengannya. Gadis itu begitu sopan, tetapi masih terlihat menjaga jarak. "Itu wajar," batinnya. "Usia kami terpaut sangat jauh. Lagi pula, kami sama-sama tidak menikah karena cinta." Robinson tersenyum tipis. "Mungkin ... kami tidak bisa menjadi pasangan yang saling mencintai sejak awal. Tapi setidaknya, aku ingin menjadi suami yang menghormati dan membuatnya merasa aman."

Robinson bangkit dari kursinya sambil tersenyum tipis. "Semoga rumah tangga kami kelak dipenuhi rasa saling menghormati," bisiknya. "Kalau nanti cinta memang ditakdirkan tumbuh, biarlah itu datang dengan sendirinya, tanpa paksaan."

***

Petang mulai berganti malam. Cahaya lampu Kota Seoul yang berwarna-warni mulai menghiasi pemandangan di balik jendela apartemen Giselle.

Di dalam kamar, Rebeca berdiri di depan cermin besar sambil merapikan penampilannya.

Sesuai permintaan Elgar saat panggilan video tadi siang, ia mengenakan rok hitam yang panjangnya sedikit di atas lutut, dipadukan dengan blouse putih yang pas membalut tubuhnya. Rambut panjangnya yang telah dikeringkan dibiarkan tergerai lembut di bahu. Riasan tipis membuat wajahnya tampak semakin segar dan anggun.

Rebeca mematut dirinya beberapa kali di depan cermin. "Semoga Kak Elgar suka," gumamnya sambil tersenyum malu. Ia kemudian mengenakan sepatu hak rendah berwarna krem, menyemprotkan sedikit parfum, lalu mengambil tas selempang kecil yang telah berisi ponsel, dompet, dan lipstik.

Setelah merasa siap, Rebeca keluar dari kamar.

Di ruang tengah, Giselle tampak sedang memasukkan beberapa berkas ke dalam tas kerjanya. Wanita itu juga sudah berganti pakaian formal, seolah hendak pergi ke suatu tempat.

"Ma ..." panggil Rebeca pelan. "Aku mau-"

Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Giselle lebih dulu berbicara. "Sayang, Mama minta maaf ya. Tiba-tiba ada urusan mendadak yang harus Mama selesaikan malam ini."

Rebeca sedikit terkejut. "Hah? Urusan kantor?"

Giselle mengangguk sambil meraih kunci mobilnya. "Iya. Ada sesuatu yang tidak bisa ditunda. Mungkin Mama pulang agak malam."

"Oh ..." Rebeca mengangguk pelan.

Giselle kemudian memperhatikan penampilan putrinya dari ujung kepala hingga kaki. "Wah ... cantik sekali. Kamu mau ke mana?"

Rebeca yang sempat gugup langsung tersenyum kecil. "Aku ... cuma mau jalan-jalan sebentar di sekitar sini, Ma. Sekalian lihat suasana malam Seoul. Sudah lama juga kan aku nggak ke sini."

"Oke," ujar Giselle sambil tersenyum. "Tapi jangan pulang terlalu malam ya."

"Iya, Ma."

"Kalau butuh apa-apa, langsung telepon Mama."

"Siap."

Giselle menghampiri putrinya, lalu mengecup keningnya dengan penuh kasih sayang. "Hati-hati di jalan."

"Iya, Mama juga."

Tak lama kemudian, Giselle melangkah keluar dari apartemen. Pintu pun tertutup perlahan.

Rebeca mengembuskan napas lega. "Untung Mama ada urusan," gumamnya pelan. "Jadi aku nggak perlu mencari alasan lagi." Tanpa membuang waktu, ia segera mengambil ponselnya dan membuka pesan dari Elgar yang beberapa menit sebelumnya telah mengirimkan lokasi pertemuan. Senyumnya kembali merekah. "Oke, Kak Elgar ... aku berangkat sekarang." Rebeca segera keluar dari apartemen dan menuju lift.

Beberapa menit kemudian, Rebeca keluar dari lobi apartemen. Udara malam Seoul yang sejuk langsung menyambutnya. Lampu-lampu kota berkilauan menghiasi jalanan yang mulai ramai oleh kendaraan dan pejalan kaki. Ia berdiri sejenak di tepi jalan, lalu mengangkat tangan untuk menghentikan sebuah taksi berwarna orange yang melintas.

Taksi itu berhenti tepat di hadapannya.

Sang sopir menurunkan kaca jendela. "Mau ke mana, Nona?"

Rebeca membuka ponselnya, lalu menunjukkan alamat yang dikirim Elgar melalui fitur berbagi lokasi. "Ke sini, Pak."

Sopir itu melihat sekilas, lalu mengangguk. "Baik. Silakan masuk."

"Terima kasih." Rebeca membuka pintu belakang dan duduk dengan rapi. Setelah mengenakan sabuk pengaman, taksi pun melaju meninggalkan kawasan apartemen.

Di sepanjang perjalanan, pandangan Rebeca terpaku pada pemandangan malam Kota Seoul. Deretan gedung pencakar langit yang dipenuhi cahaya, papan reklame digital berwarna-warni, dan lalu lalang kendaraan membuat suasana kota tampak begitu hidup.

Sesekali bibirnya mengulas senyum tipis. Jantungnya terus berdebar membayangkan pertemuannya dengan sang kekasih hati.

Ia membuka kembali ruang obrolannya dengan Elgar. Pesan terakhir dari lelaki itu masih terpampang. "Aku tunggu ya, cantik. Hati-hati di jalan."

Rebeca tersenyum malu membaca pesan itu. Jemarinya segera mengetik balasan. "Aku sudah di taksi. Sebentar lagi sampai." Pesan itu langsung terkirim.

Tak lama kemudian, ponselnya bergetar. "Oke. Aku juga sudah sampai. Nggak sabar ketemu kamu."

Membaca balasan tersebut, pipi Rebeca kembali memerah. Ia mengunci layar ponselnya sambil tersenyum sendiri. "Semoga malam ini, menjadi malam yang indah untukku dan Elgar."

1
Nice1808
Egois bin toxic kau beca, ntar klo kau tau kenyataan ibunya penghianat rumah tanggga kau akan menyesal menolak cika jd teman sekaligus ibu tirimu😡
Dartihuti
Dasar egois binti tonic ...tunggu siapa tar yg nolong lo bila tahu bokmu ma kekasih gelapmi
Nice1808
egois kali kau beca, klo kau tau kelakuan ibumu pasti kau akan menyesal menolak cika jd ibu tirimu
stela aza
egois bgt loe ,, dasar edan
Dartihuti
Hasil terlalu di manja ...apapun di diamkan jd egois blm tahu ja mamamu di cerai krn mama selingkuh
stela aza
kalau q jadi Robinson udh q buang si rebeca ke mama kandung nya biar tau kelakuan mama kandung nya 🤭 bocah g punya aturan ke laut aja
Ama Apr: haha namanya jg sama anak kk, mn tega robin
total 1 replies
Dartihuti
Kata mahasiwi tapi gk ada etika blas...
gimana kl tahu mama kebanggaanmu itu gk lbh dr jalang kelakuannya+ lo dah jd korban taruhan jg berbagi cinta selingkuhan mamamu...🤫🙉
Dartihuti: Gak bisa bayangi nih kl tahu si Becca...kl mamanya cerai gr" selingkuh ma egar pacar bayangannya 🙈
total 2 replies
NN
lanjut
Ama Apr: siapp🫰
total 1 replies
stela aza
liar bgt si rebeca etitutnya nol besar g punya sopan santun sama sekali ,,, mending buang j ke laut Thor biar jadi tumbal buat nyiroro kidul 🤭
stela aza: y bener y mamanya juga kaya lc🤭
total 2 replies
NN
lanjut
Ama Apr: siap kk
total 1 replies
NN
lanjut jgn lama thor, biar seru
Ama Apr: siap kk
total 1 replies
NN
lanjut jgn lama² thor
Ama Apr: makasih kk
total 1 replies
NN
lanjut
Ama Apr: makasih kk🫰
total 1 replies
Wahyu Yuni
pertama, coba coba dulu siapa tau bagus🤭
Ama Apr: makasih kk
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
mudah²an akal busukmu itu segera terbaca dengan GPS yg di pasang bpknya becca...dimana kamu akan di jadikan penyetan🤣🤣🤣🤣🤣...
Ama Apr: aamiin🤭
total 1 replies
stela aza
dasar bodoh bahlul kalau loe g cerita Nnti di perkaus siapa yg mau bantuin kamu ,,, jadi cewe bodoh bgt ,,, g tau ada udang di balik bakwan 🤦
Ama Apr: terlalu kecintaan sih Beca🥹
total 1 replies
PengGeng EN SifHa
Gkpp cika...seru kok pacaran setelah nikah...malu²in malah...seperti q dulu🤣🤣🤣🤣🤣🤣
PengGeng EN SifHa: sampai sekarangpun masih malu apabila tlf thooor🫣🫣🫣 pdhl udah 17thn lo
total 2 replies
PengGeng EN SifHa
tapi jangan jumawa dulu enteeee ELGAAARR...ada satpam gila di belakang becca nantinya..siap lagi kalau bukan si CIKA ..MAMUD nya BECCA...
PengGeng EN SifHa: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣💪
total 2 replies
Popo Hanipo
udah sebaik itu masak iya gak ada rasa kagum dan berakhir jatuh cinta
Ama Apr: pasti ada🤭
total 1 replies
Popo Hanipo
logika aja seorang artis tiba2 chat tlpn penggemar secara terus2an itu nggak wajar sekarang sudah mulai ngatur outfit pasti ada niat terselubung ini pasti terinspirasi artis yg lagi viral ya yg menikah sama penggemar ,,yg skrg lagi ada masalah sama suaminya 😄
Ama Apr: hehe patut dicuraigai ya kk🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!