NovelToon NovelToon
Warisan Dewa Elemen

Warisan Dewa Elemen

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: LaQuin

Wen Yu sedang berpetualangan dengan mendaki bukit seorang diri di sebuah tempat wisata alam. Lalu sebuah kebetulan, ia bertemu seekor kucing yang memiliki sepasang sayap. Tanpa rasa takut dan hanya memiliki rasa penasaran yang tinggi, Wen Yu mengikuti kucing itu dan berusaha menangkapnya. Alih-alih berhasil, ia malah terperosok pada sebuah goa di dalam tanah yang ternyata sedang mengalami peristiwa aneh. Cahaya kebiruan bersinar melingkar seperti sebuah pintu lorong waktu yang sering ia tonton di film-film fantasi. Tak lagi bisa mengelak, Wen Yu jatuh ke dalam lingkaran biru itu dan menghilang seketika. Dan tiba-tiba terbangun di dunia antah berantah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LaQuin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di Rumah Lelang Tian Xiang

Di Rumah Lelang Tian Xiang

Setelah berjalan selama dua hari penuh melalui jalan yang berkelok-kelok dan melalui beberapa desa kecil, Ze Kai dan guru barunya, Gao Feng akhirnya tiba di gerbang utama Kota Xiling. Kota yang dikenal sebagai pusat perdagangan barang berharga dan informasi penting di wilayah ini. Dinding kota yang tinggi dan kokoh menjulang tinggi ke langit, sementara gerbangnya yang besar dijaga oleh penjaga yang berpakaian seragam kekaisaran.

"Pastikan topimu tidak terlepas, Ze Kai," ujar Gao Feng dengan suara rendah sambil menyesuaikan topi jerami yang dikenakannya. Pakaian mereka yang berwarna gelap dan lebih tertutup membuat mereka terlihat seperti pedagang biasa yang datang dari daerah jauh. "Kita harus sangat berhati-hati. Banyak mata yang mengawasi setiap orang yang masuk ke kota ini, terutama mereka yang tampak tidak biasa."

Ze Kai mengangguk dan menutup lebih rapat syal yang menutupi bagian bawah wajahnya.

"Baik, Guru. Aku akan tetap waspada."

Mereka memasuki kota dengan lancar. Jalan-jalan yang ramai dipenuhi oleh pedagang yang berjualan berbagai barang, mulai dari makanan hingga bahan kultivasi.

Setelah berjalan beberapa saat, mereka sampai di depan sebuah bangunan besar dengan pintu kayu bergambar yang megah, Rumah Lelang Tian Xiang yang terkenal di seluruh wilayah.

Begitu memasuki rumah lelang, seorang wanita muda dengan wajah cantik dan berpakaian khas wilayah itu yang berwarna merah muda segera mendekat. Matanya berbinar ketika melihat Gao Feng yang menunjukkan wajahnya, kemudian dengan cepat menarik mereka ke sudut yang lebih sunyi.

"Pak Gao?! Apakah benar-benar Anda?" bisik wanita itu dengan suara penuh kegembiraan, namun tetap hati-hati. "Aku adalah Aling, cucu dari saudara ibu Anda. Anda benar-benar tidak berubah sedikit pun meskipun sudah bertahun-tahun tidak bertemu!"

Guru Gao Feng tersenyum lembut, mengangguk perlahan.

"Aling, betapa baiknya bertemu denganmu lagi. Kau sudah tumbuh menjadi wanita yang cantik dan cerdas ya."

"Anda harus segera bertemu dengan ibu ku," ujar Nona Aling dengan cepat, menarik lengan guru Gao dengan lembut. "Dia selalu merindukanmu dan sering bertanya tentang kabarmu. Tapi sebelum itu..." dia melihat ke arah Ze Kai dengan pandangan menyelidiki, kemudian kembali menatap guru Gao, "Apakah ada hal khusus yang perlu aku ketahui, Pak Gao?"

Guru Gao menggeleng perlahan.

"Aku mohon, kau tidak memberitahu siapapun tentang identitas ku yang sebenarnya, termasuk Nyonya Suani. Ada banyak orang yang ingin membunuh ku di luar sana. Bahkan mungkin beberapa di dalam tempat ini tanpa kita ketahui. Dan aku tidak ingin membawa bahaya kepada keluarga kita. Katakan saja aku datang sebagai pedagang dari daerah jauh yang ingin mencari informasi dan berpartisipasi dalam lelang."

Nona Aling mengangguk dengan penuh paham.

"Baiklah, Pak Gao. Aku akan melakukan apa yang Anda minta. Silakan ikut, aku akan membawamu ke ruang tamu untuk bertemu dengan saudara ibu ku."

Mereka kemudian masuk ke sebuah ruangan yang indah dengan lantai ubin merah dan tirai sutra yang bergoyang lembut. Tak lama kemudian, seorang wanita paruh baya dengan wajah anggun dan berpakaian kebaya berwarna ungu tua masuk dengan langkah yang anggun. Dia adalah Nyonya Suani, pemilik rumah lelang Tian Xiang dan kakak kandung dari ibu Nona Aling.

"Salam kenal, Tuan," ujar Nyonya Suani dengan sopan, meskipun jelas dia merasa ada sesuatu yang akrab dari wajah pria tua yang mengenakan topi jerami itu. "Aling memberitahu saya bahwa Anda ingin mencari informasi dan berpartisipasi dalam lelang kami malam ini."

"Betul sekali, Nyonya," jawab guru Gao dengan suara yang sengaja diubah sedikit agar tidak dikenali. "Aku dan murid ku datang untuk mencari informasi tentang sesuatu yang sangat penting bagi kami. Kami siap memberikan imbalan yang sesuai untuk informasi yang akurat."

Ze Kai segera mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku bajunya, membukanya untuk menunjukkan tiga batu spiritual berwarna berbeda. Satu berwarna biru muda, satu hijau mengkilap, dan satu emas kemerahan. Semua batu tersebut adalah jenis terbaik dan sangat langka di pasaran.

Nyonya Suani melihatnya dengan mata yang sedikit membesar karena kagum.

"Batu-batu yang luar biasa... Anda benar-benar membawa barang berharga ya, Tuan."

"Aku ingin mencari informasi tentang Bunga Langit Emas," ujar Ze Kai dengan suara rendah namun jelas. "Kami mendengar kabar bahwa tanaman tersebut akan menjadi topik pembicaraan di lelang malam ini, atau mungkin ada barang yang berkaitan dengannya."

Nyonya Suani terdiam sejenak, kemudian menghela napas perlahan.

"Bunga Langit Emas..., kabar tentangnya memang sudah menyebar ke berbagai penjuru. Benar, malam ini akan ada beberapa barang yang berkaitan dengan lokasi kemungkinan tempat tanaman itu tumbuh. Ada juga sebuah peta kuno yang diperkirakan menunjukkan jalur menuju habitatnya."

"Berapa harga yang harus kami bayar untuk informasi tersebut?" tanya guru Gao.

Nyonya Suani tersenyum lembut.

"Anda sudah memberikan batu berharga yang cukup untuk mendapatkan informasi dasar. Namun jika Anda ingin berpartisipasi dalam lelang malam ini dan berpotensi mendapatkan barang-barang yang berkaitan dengan Bunga Langit Emas, saya sarankan Anda mendaftarkan diri sebagai peserta lelang. Malam ini akan ada banyak barang berharga selain informasi tentang tanaman itu, termasuk teknik kultivasi langka dan artefak kuno yang bisa membantu Anda dalam perjalanan Anda."

Setelah beberapa diskusi lebih lanjut, Nona Aling membantu mereka mendaftarkan diri sebagai peserta lelang dengan nama samaran. Mereka diberikan sebuah ruang tunggu khusus di mana mereka bisa bersantai sebelum lelang dimulai.

-

-

-

Ketika malam tiba, aula lelang yang besar dipenuhi oleh orang-orang penting dari berbagai daerah. Ada kultivator tingkat menengah dengan seragam berwarna-warni, kultivator tinggi dengan aura yang kuat yang membuat udara terasa berat, bahkan beberapa orang berpakaian mewah yang memiliki jabatan tinggi di kekaisaran, termasuk seorang bangsawan dengan lambang naga emas di bahunya.

"Lihat saja mereka," bisik guru Gao kepada Ze Kai sambil menunjuk ke arah sekelompok kultivator berpakaian hitam dengan lambang naga hitam. "Itu adalah anggota aliran Naga Hitam. Jangan dekat dengan mereka jika tidak perlu."

Lelang pun dimulai dengan suara pukulan palu yang keras. Barang pertama yang dilelang adalah sebuah buku teknik kultivasi Elemen Udara tingkat tinggi, yang langsung menjadi perebutan sengit antara dua kultivator dari klan berbeda. Kemudian diikuti oleh berbagai barang berharga lainnya, batu spiritual tingkat tinggi, ramuan penyembuh langka, hingga senjata spiritual yang tajam.

"Akan datang barang yang kita cari," bisik Nona Aling yang datang menemani mereka sesekali. "Peta kuno tentang lokasi Bunga Langit Emas akan segera dilelang."

Ketika peta itu akhirnya muncul di atas meja lelang, suasana di dalam aula menjadi lebih tegang. Beberapa peserta mulai menaikkan tawaran dengan cepat, termasuk seorang kultivator tinggi dari aliran Naga Hitam yang dengan sombong menawarkan jumlah batu berharga yang sangat besar.

"Seratus batu spiritual tingkat menengah!" teriaknya dengan suara yang penuh kesombongan.

Ze Kai hanya tersenyum lembut, kemudian mengangkat tangan dengan tenang. "Seratus lima puluh batu spiritual tingkat menengah... ditambah tiga batu spiritual tingkat tinggi jenis terbaik."

Suara hiruk-pikuk menyebar di seluruh aula. Batu spiritual tingkat tinggi jenis terbaik sangat sulit ditemukan, bahkan satu saja sudah bernilai sangat mahal. Pesaing-pesaingnya mulai ragu, termasuk kultivator dari aliran Naga Hitam yang hanya bisa melihat dengan wajah memerah karena tidak mampu menyaingi tawaran Ze Kai.

Setelah beberapa saat tanpa ada yang menaikkan tawaran lagi, palu lelang terdengar di ketuk dengan suara keras.

"SOLD! Untuk peserta nomor tiga puluh delapan dengan tawaran yang luar biasa!"

Ze Kai merasa lega. Ia berhasil mendapatkan peta kuno yang dicarinya. Namun tak hanya itu. Ketika barang-barang lain mulai dilelang, ia juga berhasil mendapatkan sebuah buku teknik kultivasi Elemen Api tingkat tinggi dan sebuah kalung spiritual yang bisa membantu mengendalikan aliran energi di dalam tubuhnya, semuanya dengan menggunakan batu berharga yang disimpannya di dalam cincin ruang.

Setelah lelang selesai, Nona Aling membawa mereka ke ruang pribadi untuk menyerahkan barang-barang yang mereka dapatkan.

"Anda benar-benar beruntung, Tuan," ujarnya dengan senyum. "Banyak peserta yang ingin mendapatkan barang-barang itu, namun mereka tidak memiliki batu berharga sebanyak yang Anda miliki."

Guru Gao mengangguk dengan senyum puas.

"Kami sangat berterima kasih atas bantuan mu, Aling. Semoga hubungan baik antara keluarga kita tetap terjaga."

Sebelum mereka pergi, Nyonya Suani datang menemui mereka dengan sebuah amplop kecil.

"Ini adalah informasi tambahan tentang Bunga Langit Emas yang tidak bisa saya sampaikan di depan umum," katanya dengan suara rendah. "Semoga ini membantu Anda dalam perjalanan Anda. Dan hati-hati di jalan. Banyak orang yang akan menginginkan apa yang Anda miliki sekarang."

Ze Kai dan guru Gao mengucapkan terima kasih dengan tulus. Kemudian segera meninggalkan rumah lelang sebelum ada yang bisa mengganggu mereka.

Di jalan kembali ke tempat penginapan, guru Gao menatap Ze Kai dengan pandangan yang penuh rasa kagum.

"Kau telah menunjukkan kebijaksanaan yang luar biasa malam ini, Ze Kai," ujarnya dengan bangga. "Bukan hanya kekayaan materi yang membuat seseorang kuat, namun juga cara kita menggunakan apa yang kita miliki dengan bijak. Sekarang kita memiliki informasi yang kita butuhkan. Tinggal waktu untuk mempersiapkan diri sebelum pergi mencari Bunga Langit Emas."

Ze Kai mengangguk dengan keyakinan yang semakin besar. Dengan peta dan informasi yang mereka miliki, serta barang-barang baru yang bisa membantu meningkatkan kultivasinya, ia merasa bahwa dirinya semakin dekat dengan tujuan utamanya, untuk menjadi kuat agar bisa menghadapi musuh-musuhnya dan membawa keadilan bagi mereka yang telah tersakiti.

-

-

-

Bersambung...

1
Ahmad Supri Aji
hadeh. mending jangan jadi sistem. lebih baik kau ubah jadi roh pendamping atau apalah. kurang enak sekali rasanya liat sistem punya perasaan manusia. 🤦
Ahmad Supri Aji: masa iya sistem takut di tinggalin pemilik sendirian. yang ada ya pemilik mati sistem ikut mati atau cari tuan baru. 🤣
total 1 replies
🏘⃝Aⁿᵘ Yu
kalau nguasai earth bending mahh, jadi gampang untuk ngubah gua jadi rumah...


btw, jadi pengin bunga langit, biar bisa konsentrasi penuh
🏘⃝Aⁿᵘ Yu
agak anuuu, pake kata opotik
🏘⃝Aⁿᵘ Yu
earth Bending
🏘⃝Aⁿᵘ Yu
kenapa harus tampan sih
🏘⃝Aⁿᵘ Yu
mungkin dia Didi Elemen
🏘⃝Aⁿᵘ Yu
lewat shoppee ajaaaah
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
orang dewasa tau resikonya memilih lari, kalo anak2 pantang pulang sebelum menang
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
apa senjata leluhur?
🏘⃝Aⁿᵘ Yu: kepo si mumun
total 1 replies
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
nih biar yu sdar yg suka petualang itu anak kecil 😂
༄༅⃟𝐐.𝓪𝓱𝓷𝓰𝓰𝓻𝓮𝓴_𝓶𝓪
namanya sekarang jadi kai yu
🔔 M A S R I L
tjakeup
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!