Arumi Kurnia Ningsih seorang gadis berusia dua puluh tahun. Dia bercita-cita ingin menjadi desainer terkenal. Namun harapan itu pupus ketika sang ayah menjodohkannya dengan anak juragan teh.
Bagaimanakah hari-hari yang dijalani Arumi setelah menikah, akankah bahagia atau menderita. Yuk segera baca🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10
" Darimana saja kamu jam segini baru pulang?" tanya Nita.
" Habis nonton pertandingan bola mbak"
" Sejak kapan kamu suka nonton pertandingan bola"
" Sudah lama aku suka bola, mbak aja yang baru tau"
" Kamu ada uang nggak, aku mau beli baju untuk kerja"
" Aku nggak ada duit mbak. Kenapa setiap hari yang mbak tanya selalu duit"
" Terus aku mau tanya apalagi?!"
" Sesekali tanya keadaanku mbak"
" Ngapain aku tanya keadaan kamu. Toh kamu masih sehat, masih bisa makan dan juga jalan"
" Sudahlah, percuma juga aku ngomong sama mbak"
" Kamu tu aneh tau nggak. Aku cuma nanya ada duit atau nggak, kamu malah ngomong yang aneh-aneh. Kalau nggak mau ngasih ya udah"
" Terserah mbak, aku capek"
Arumi berlalu pergi meninggalkan mbaknya. Ia tidak ingin buang-buang tenaga berdebat dengan mbaknya.
" Kenapa lagi kamu Nita"
" Itu Buk si Rumi. Aku nanya baik-baik, dia malah marah-marah sama aku"
" Kamu tanya apa "
" Tanya dia ada uang atau nggak"
" Emang uang untuk apalagi"
" Buat beli seragam, kan besok aku udah mulai kerja "
" Bukannya dikasih seragam sama pak kades "
" Dikasih, tapi cuma dasar bajunya aja. Kita disuruh jahit sendiri "
" Kamu suruh aja Rumi yang jahit bajunya. Sebelum bajunya selesai di jahit, kamu pake baju yang ada aja dulu "
" Aku mana punya baju lengan panjang Buk. Ibuk kan lihat sendiri semua baju ku lengannya pendek-pendek"
" Masa nggak ada satupun yang lengan panjang"
" Nggak ada Buk "
" Nanti ibuk coba cari uangnya, kamu tenang aja"
" Uangnya harus ada sekarang Buk. Soalnya mau beli bajunya malam ini"
" Iya, sekarang kamu makan dulu"
" Nanti aja, aku belum lapar "
Anita pergi ke kamarnya. Sedangkan sang ibu pergi ke kamar Arumi.
" Rumi "
" Ada apa Buk"
" Mana uang jahitannya, ibuk tau kalau kamu udah terima uang jahitan dari si Rina "
Arumi memang tidak bisa berbohong pada ibunya. Apalagi ibunya tau kalau dia selesai menjahit baju.
" Sebentar Buk "
Arumi mengambil uang yang ia dapat dari upah menjahit baju. Ia hanya mengambil dua ratus ribu, yang lima puluh ribu lagi ia sembunyikan. Karena ibuknya pasti nggak tau kalau ia dikasih uang lebih.
" Ini Buk uangnya "
" Jangan kamu coba-coba menyembunyikan uang dari ibuk"
" Emang kapan aku menyembunyikan uang. Semua uang gaji dan uang upah jahitku semuanya aku kasihkan sama ibuk"
Setelah mendapatkan uang dari Arumi, ibuknya pun meninggalkan kamar Arumi. Dia akan memberikan uang itu pada Anita.
Arumi mengambil uang lima puluh ribu tadi. Ia akan memberikan uang itu pada sahabatnya. Jadi tabungannya ada tambahannya. Ia akan memberikan uang itu nanti malam.
Perut Arumi berbunyi, maklum daritadi siang ia belum makan. Karena sibuk bekerja, Arumi sampai lupa makan. Arumi pergi ke dapur untuk mengambil nasi.
Di atas meja ada lauk yang ia masak tadi siang. Tapi Arumi tidak mengambil ikan goreng, karena itu untuk mbaknya. Ia mengambil tahu dan juga tempe.
Arumi memang tidak pernah menyentuh makanan untuk mbaknya. Kalau makan bersama pun, Arumi tidak pernah ditawarkan sama mbaknya.
Hari-hari lauk makan Arumi hanya dengan tahu tempe. Terkadang juga pernah makan sama ikan asin. Arumi makan lauk seperti ikan dan daging hanya di tempat kerja.
Arumi bersyukur bisa bekerja di kebun teh. Di sana ia mendapatkan jatah sarapan dengan lauk yang enak. Bahkan ada lauk yang belum pernah ia coba seumur hidup. seperti cumi-cumi.
Ya cumi-cumi merupakan lauk yang sangat mahal untuk Arumi. Ia tidak mampu membeli lauk seperti itu.
Selesai makan Arumi mencuci piring dan gelas yang ia pakai. Arumi tidak pernah menumpuk piring kotor. Karena ia memang suka kebersihan dan juga kerapian.
" Ibuk mau kemana?"
" Mau nemenin mbak kamu beli baju. Oh iya, jahitkan baju kerja mbak kamu. Bahannya ibu letakkan di atas mesin jahit"
" Iya Buk, besok aku jahitkan"
" Kamu sendiri mau kemana?"
" Ke rumah Rani, Buk"
" Kamu jangan keluyuran terus. Awas saja kamu kalau bikin malu ibuk"
Setelah mengatakan itu, ibunya Arumi dan mbaknya pergi. Mereka berdua akan pergi ke pasar untuk mencari baju dan sepatu untuk Anita.
***
Anita dan ibunya sampai di toko baju. Mereka langsung masuk ke toko. Baju-baju di toko itu sangat bagus.
" Mau cari apa Buk "
" Baju untuk anak saya"
" Silakan Buk, tinggal pilih baju yang cocok untuk anak ibuk"
Penampilan Anita memang seperti anak orang kaya. Baju yang dia pakai selalu bagus. Berbeda dengan baju yang selalu dipakai Arumi. Kalau Arumi yang pergi ke toko itu belum tentu akan mendapatkan pelayanan yang bagus.
Anita mengambil beberapa baju, kemudian ia mencoba baju itu di kamar ganti.
" Gimana Buk, bagus nggak" tanya Anita setelah keluar memakai baju yang ia ambil tadi.
" Bagus, kamu terlihat makin cantik"
" Aku coba yang satunya"
Anita mencoba baju yang satu lagi. Setelah beberapa menit ia keluar.
" Yang ini Buk "
" Bagus, tapi lebih bagus yang pertama tadi "
" Ya udah, aku ambil yang pertama "
Anita mengganti kembali bajunya. Setelah itu ia memberikan baju yang akan ia beli tadi pada pelayan toko.
" Ada yang lain nona?"
" Saya mau cari sepatu dong mbak"
" Sepatunya sebelah sini nona"
Anita mencari sepatu yang cocok untuk ia pakai besok. Sebelum mencoba sepatunya Anita melihat harga sepatunya terlebih dahulu. Kalau tidak jadi membeli ia akan malu.
Di beberapa merek sepatu juga ada diskon. Anita mencari sepatu yang ada diskonnya.
" Saya pilih yang ini mbak "
" Baik nona"
Baju dan sepatu di toko itu memang tidak terlalu mahal. Berbeda dengan toko yang ia datangi bersama kekasihnya. Di sana harga baju dan sepatunya lumayan mahal-mahal.
Karyawan itupun menghitung belanjaan Anita.
" Total semuanya seratus tujuh puluh lima ribu"
Ibu Anita menyerahkan uang yang diberikan Arumi tadi.
" Kembalian dua puluh lima ribu, terima kasih sudah belanja disini"
Setelah membayar belanjaannya, Anita dan ibunya keluar dari toko.
" Sisa dua puluh lima ribu ya Buk"
" Iya, sisanya untuk beli lauk untuk kamu besok"
Anita memang tidak pernah makan tempe dan juga tahu. Ibunya selalu membelikan ikan, ayam dan kadang juga daging.
" Ardi sudah di kasih tau, kalau kamu kerja di kantor desa"
" Sudah Buk. Tapi gajinya tidak terlalu besar Buk"
" Ya nggak apa-apa, yang penting uangnya bisa untuk membeli keperluan kamu. Jadi nanti gaji Rumi bisa ibuk belikan untuk keperluan lain"
" Kalau nanti nggak cukup, aku minta sama ibuk ya"
" Iya. Kapan Ardi akan nikahin kamu"
" Belum tau Buk. Kita belum ada bahas masalah itu"
" Kenapa belum, nanti keburu Ardi di ambil orang"
" Emang siapa sih Buk yang mau bersaing sama aku. Menurut ibuk dikampung ini ada yang lebih cantik dari aku"
" Kamu benar juga. Putri ibuk memang tidak ada tandingannya"
Anita memang gadis cantik yang ada di kampungnya. Dia juga berpendidikan tinggi, jadi siapa yang tidak mau dengan gadis cantik itu.
To be continued.
Udah up 2 ya, jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian...🤗🤗
Happy reading guys 🤗 🤗
ibuk macam apa itu pilih kasih..
Arumi diruh itu ini diambik lagi gajinya..
Memeras aja kerjanya.. huh..