NovelToon NovelToon
MENANTU IBU 2

MENANTU IBU 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Aliansi Pernikahan / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:670.4k
Nilai: 5
Nama Author: Me Nia

Setelah menjadi istri Ardiaz Kavian, Tya semakin tahu karakter orang-orang di keluarga besar Kavian. Sebagai seorang insan yang biasa hidup tenang meski ekonomi pas-pasan, kini dirinya harus terbiasa dengan pasang surut permasalahan di keluarga suami yang tidak kekurangan harta tapi miskin ilmu agama.

"Yang penting suami dan mertua baik, yang sirik biarkan saja berisik."

MENANTU IBU 2

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Nia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Ulah Anak Mertua

Rasa penasaran Tya harus tergantung karena Susan urung bercerita. Itu karena ada pembeli yang baru datang. Sambil menunggu sang kakak ipar selesai melayani pembeli, Tya membawa kopernya masuk ke dalam kamar. Tetapi rupanya pintunya terkunci.

"Mbak, kamarku dikunci ya?" tanya Tya yang menghampiri Susan. Sang kakak ipar sedang membungkus kotak kue ke dalam kantong kresek putih.

"Nggak dikunci kok. Tadi pagi abis dibersihkan. Coba gagang pintunya agak ditekan lama ke bawah."

"Oke. Aku coba." Tya kembali ke depan kamarnya. Setelah mempraktekkan sesuai instruksi sang kakak ipar, barulah pintu kamarnya terbuka. Ia mendorong pintu sambil berucap salam.

"Eh... Eh! Kasur baru?!" Tya tercengang. Sampai lupa sudah berapa kali Tya terkejut sejak tiba di rumahnya. Soal kanopi saja belum dapat penjelasan. Sekarang bertambah pertanyaan lagi, siapakah yang mengganti kasurnya? Sementara ia sudah mengusulkan ke Diaz tempo lalu tapi suaminya itu bilang tidak usah diganti. Suka berdempetan katanya, sambil mengerling nakal.

Tya keluar kamar setelah menyimpan tas dan koper. Menghampiri Susan yang terlihat senyum-senyum. "Mbak ... Aku dapat surprise terus. Jangan-jangan sampai belakang rumah juga ada yang beda."

"Emang." Susan tertawa.

Membuat Tya memicingkan mata. Segera menuju dapur yang pintunya tertutup. Benar saja. Dapur sudah berubah direnovasi dengan desain minimalis dan warna cerah—putih kombinasi hijau sage. Terasa lebih terang, bersih, dan betah berada di dapur.

"Keren banget. Ini dari Mas Diaz juga?" Tya menatap Susan yang bersandar di kusen pintu.

"Kalau dapur inisiatif Kak Bisma. Alhamdulillah dapat bonus lumayan hasil kerja VO. Direnovasinya akhir Desember. Oh, pas Tya bilang otw Banyuwangi, nah itu tukang baru mulai kerja. Kata Kak Bisma jangan kasih tahu Tya biar jadi kejutan pas datang." jelas Susan yang kemudian tertawa melihat Tya mengerucutkan bibir.

"Aku kan pernah nunjukin gambar dapur ke Kak Bisma terus bilang kalau punya dapur estetik gini pengen bikin konten memasak. Cooking vlog gitu lah. Eh, ternyata ucapanku dulu itu diingat sama Kak Bisma. Alhamdulillah dikabulkan."

"Wow. Judulnya Mbak Susan dikasih surprise sama Ayah Joko, gitu?"

Susan yang awalnya tersipu malu berubah tertawa-tawa. Mana ada malu atau terharu lama-lama kalau bicara dengan Tya, bestie nya Joko.

"Soal kanopi sama kasur aku jadi baru gimana ceritanya?"

"Ngobrolnya di tengah rumah yuk, Dek. Sambil jaga warung akunya."

"Bentar ngintip dulu si Joko. Sehat kan dia, Mbak? Nanti ah say hello nya setelah kita ngobrol." Tya berkata sambil berjalan menuju jendela belakang. Menatap ke satu-satunya kandang sang ayam jago yang suaranya menggelegar menggetarkan kaca jendela.

"Sehat dong." Susan tertawa sambil geleng-geleng kepala.

Ratu stres tak tertolong come back.

Tya menyusul ke ruang tengah. Menerima satu cup puding buah dengan toping seiris kiwi dari tangan Susan yang diambil dari kulkas.

'Waktu Kak Bisma pulang dari Jakarta, besoknya Diaz nge chat minta dikirim video halaman rumah. Setelah dikirim, Diaz telepon. Katanya biar teduh, biar makin menarik minat pembeli, halamannya mau dipasang kanopi. Pokoknya tahu beres. Sorenya ada tiga orang ke sini. Yang satu orangnya aku dan Kak Bisma kenal. Itu lho Tya, manajer kafe Geranium."

"Oh, Bang Mike," sahut Tya.

"Nah iya. Dia bilang diutus Diaz mau ukur halaman. Besoknya tanggal 3 mulai pemasangan. Dua hari selesai. Bener-bener tahu beres. Aku cuma suguhin orang kerjanya aja. Baik banget suamimu itu, Tya."

Tya tersenyum dengan hidung mekar. Bangga. Penilaian Susan tepat sekali. Bertambah hari usia pernikahan, perhatian Diaz juga makin bertambah. Bucinnya tidak kenal tempat.

"Kalau cerita kasur baru gimana, Mbak? Btw, ini seger banget pudingnya." Tya menghabiskan sisa satu sendok terakhir puding buah kiwi yang baru pertama kali mencoba. Dari dulu sang kakak ipar memang rajin mempelajari resep dan bereksperimen di dapur.

"Masih ada di kulkas, Tya. Ambil aja. Pesanan Bu Hanung mau dibawa nanti jam dua. Tapi ada lebih 10 cup."

"Gampang, Mbak. Cerita kasur dulu gimana?"

Susan terkekeh. "Itu ada yang kirim paket kemarin sore. Siangnya Diaz telepon dulu Kak Bisma. Bilang mau ganti kasurnya Tya. Kasur lama terserah mau dikemanakan. Ya udah dipindah ke kamar Nesha aja. Yang punya Nesha pensiun. Udah banyak pulaunya bekas pipis. Sekarang kan tidurnya udah gak pipis lagi di kasur."

"Hih! Gemes. Padahal aku udah usul ganti kasur biar cukup tidur berdua. Jawabnya nggak usah, enak tidur berdempetan."

Susan tertawa melihat Tya menggeram. "Katanya biar surprise, Tya."

Surprise mulu. Awas aja nanti ku gigit si burung gagak nya.

***

Dua motor memasuki pekarangan rumah yang pagarnya selalu terbuka lebar sejak Susan membuka toko kue mini di rumah. Tya tersenyum lebar menyambut kedatangan tiga temannya yang akan bersama-sama ke tempat mie ayam. Berpelukan bergiliran.

"Beda ya aura yang udah nikah dan uang belanjanya 200 juta sebulan. Kinclong kali teman kita nih," ujar Rahma. Diamini gelak tawa dan acungan ibu jari dua temannya, Lusi dan Nisa.

Tya nyengir. "Alhamdulillah. Bukan soal nominal uang belanja. Yang pasti karena hati bahagia punya suami yang sayang dan mertua yang baik. Nikmat Tuhan yang tak boleh didustakan."

"Setuju. Punya mertua baik itu rejeki banget. Jarang-jarang kan ya menantu akur sama mertua." Komentar Lusi.

"Kayak tetangga si Rahma kan ya." Nisa mengerling pada Lusi dan Rahma.

"Ssst, udah jangan ngegosip." Tya menengahi obrolan teman-temannya. "Kita berangkat sekarang sebelum jam istirahat pabrik. Bar leluasa milih kursi."

"Oke. Kamu dibonceng Nisa, Tya," ujar Lusi yang bersiap kembali memakai helm.

"Gaes, motornya simpan di sini aja. Kita perginya pakai mobil." Tya menunjuk mobil yang terparkir tak jauh dari motor. Sontak ketiga temannya menoleh bersamaan dengan mata membelalak.

"Mobilmu?" Ketiganya bertanya kompak bak paduan suara.

Lalu lintas menuju lokasi mie ayam yang berada di seberang pabrik garmen terpantau ramai lancar. Tya mengemudi dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam karena lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah. Jarak tempuh normal hanya 10 menit.

"Gaes, aku udah dapet harga mobil Tya." Celetuk Lusi yang duduk di jok belakang bersama Nisa.

Sontak Rahma yang duduk di jok kiri depan memutar badan ke belakang. Bersama Nisa heboh menanyakan harga.

"Takut kalian mules dengernya. Mana kita mau makan mie ayam."

Tya tertawa-tawa mendengarkan percakapan ketiga temannya. Membiarkan mereka heboh sendiri sejak masuk ke dalam mobil.

"Moga rejekinya Tya nular ke kita ya, gaes," ujar Lusi yang memasukkan lagi ponselnya karena sudah tiba di parkiran gerobak biru.

"Aamiin."

Dari teras Mie Ayam Pak Didi, Tya berdiri dulu menatap ke arah gerbang pabrik yang persis berada di seberang jalan. Gerbang tinggi yang masih tertutup karena belum waktunya jam istirahat. Di samping pos sekuriti ada mesin ATM tempat karyawan menarik gaji. Bibirnya tersenyum samar. Selama dua tahun pernah keluar masuk pintu berwarna coklat muda itu. Tak disangka malah jadi istrinya CEO pabrik itu. Jodoh memang rahasia kehidupan yang tidak tertebak.

"Pak Didi .... Masih ingat saya tidak?" Tya menghampiri dulu orang tua yang sedang mengelap meja di jajaran tengah. Sudah menyuruh ketiga temannya masuk lebih dulu untuk memilih meja.

Yang ditanya mendongak dan menatap Tya. Dari kerutan di kening dan bibir yang tersenyum dikulum, menandakan pria paruh baya itu sedang berpikir keras. "Hm, mirip karyawan garmen tapi udah lama gak ke sini. Tapi neng ini lebih cantik."

Tya tertawa. Setidaknya daya ingat pedagang mie ayam yang ramah itu masih kuat. "Mirip siapa, Pak? Ingat namanya, nggak?"

"Namanya Cantya suka dipanggil Tya. Selalu riang orangnya jadi ciri khas gitu."

"Ini saya, Pak. Tya mantan karyawan garmen." Tya tertawa melihat Pak Didi melongo.

"Serius, Neng?"

Tya tersenyum miring sambil mengangkat dua jari. "Seratus rius. Saya udah nikah. Jadi nggak kerja lagi di pabrik. Tinggal di Jakarta. Ke sini sengaja kangen pengen mie ayam Bapak."

Pak Didi tersenyum lebar. "Yakin sekarang mah. Ini neng Tya. Baru kelihatan keriangannya. Ya Allah! Pangling ya makin cantik kirain kedatangan artis."

"Aduh hidungku mau terbang." Tya menangkup hidungnya. Tawa bersama pria paruh baya yang merantau dari Tasikmalaya dan sudah 20 tahun berjualan mie ayam pun berderai.

Seorang perempuan berhijab datang menghampiri Pak Didi. Tya mengenal perempuan itu sebagai anaknya pemilik kios mie ayam.

"Pak ... Pak. Ada yang mendadak booking. Jangan dulu terima pembeli sampai jam setengah dua. Kecuali yang bungkus."

Pak Didi kaget, Tya pun kaget.

"Saya udah masuk nih, Teh. Nunggu teman 1 orang lagi. Temenku karyawan garmen nunggu jam istirahat. Boleh makan di sini?"

"Kakak atas nama Tya, bukan?" ujarnya setelah melihat chat dari orang yang booking tempat.

"Iya."

"Boleh. Ini pesannya minta kosongkan semua meja kecuali meja atas nama Tya dan empat temannya."

Tya mengedip satu kali.

"Pak, yang booking pesen mie ayamnya cuma dua mangkuk. Hanya saja pengen tempatnya kosong sampai jam setengah dua. Udah transfer satu juta."

Tya mengedip dua kali mendengar penjelasan anaknya Pak Didi.

Ini pasti ulah anak mertua. Oh, Abey!

1
Hegar Fauzan
karya teh Nia is the best
bundanya Fa
diaz pasti merasa tenang mengetahui sedikit latar belakang pak husain. yang sdh jelas menunjukkan kepedilian yg lebih thd ibu suri. jadi gak keburu kepo2 hal lain. hehe.
sophia ini tampaknya punya pedoman maju terus pantang mundur, banyak jalan menuju roma. bener diaz mensing terbuka sama tya biar gak timbul masalah ke depannya. gazz buka2an lah sama tya. buka hati, pikiran dilanjutkan dgn buka2an yg lain2nya juga. 😄😄
Rosyani Rini
kirain dari kemarin udah cerita... jangan bilang ada sesuatu dosa masa lalu misalnya
Cici moci
Siip keputusan yg betul maz Diaz,, jujur jangan ada yg d tutup tutupi... takut ada bibit pelakor soalnya,, soalnya udah tau maz Diaz udah nikah aja dia malah nge wa. hrusnya kan udah tau gtu dia menjauh....
guzel
eh... keceplosan apk Anwar 😂😂
Ni'matul Jannah
ditunggu next up nya 🤗
Tia rabbani
kenapa diaz ga jujur aja?
🏘⃝AⁿᵘDeè🪐⃞⃝𝓞𝓻٭༄⃞⃟⚡
good, keputusan yg baik dengan menceritakan mantanmu pada Tyaa..
agar tidak terjadi kesalahpahaman kedepannya apalagi klu tiba2 ketemu atau si Sopiahh cari perkara
🏘⃝AⁿᵘDeè🪐⃞⃝𝓞𝓻٭༄⃞⃟⚡
hahahaha keceplosan dehhh 😂
Ida Listya
mending jujur aja diaz....
Tiniewiniebitie Mimie Pisae
mantan bikin kesel y bang
Tuty Ismail
sang mantan ternyata masih berharap.......

mkasih teh Nia update nya 🫰🫰🫰
Iin Daryani
jujur aja sama Tya ..
biar nanti ga ad salah paham..
mantan kan dulu..yg penting skr Tya yg ad di hati
M⃟3💋AisyahRendra
bagus deh klo Diaz mau cerita tentang masalalu nya ke Tya, krn itu semua lebih baik daripada dipendam sendirian malah bikin penyakit jantung 😅
karena kunci dari keharmonisan rumah tangga ialah saling komunikasi dan keterbukaan hati dan tentang apapun berdua.. good job Diaz.
dewi rofiqoh
Ternyata beneran, pak Anwar orangnya pak husain sendiri.. Tentulah pak husain gk akan menyerahkan penjagaan bu suri sang pujaan kepada orang gk dia tahu.
Keputusan yang tepat diaz untuk segera jujur pada tya
Rahmawati
emg lebih baik jujur sama istri, daripada gk tenang terus😂
Hani Ekawati
Nah gitu dong, cerita sama istri. Daripada nanti jadi Boomerang dalam rumah tangga kamu, lebih baik kamu cerita sendiri sama Tya sebelum Tya tau dari mulut orang lain.
Lagian, masa lalu kamu sama si Sophia apa segitu jauh nya kah sampe sampe kamu merasa bersalah.
Nunung Sutiah
Awas 'oleng' diaz, udh ada tya..
Hani Ekawati
Maksudnya apa nih, Nerima kedatangan? jangan geer ya kamu Sopi, Diaz Nerima karena terlanjur ketemu ditempat umum klo buat sengaja janjian big no.😏
Hani Ekawati
Itu Tya beneran mau datang bulan apa mau hamil, soalnya mau hamil juga ciri ciri nya sama kaya mau datang bulan tapi pas waktunya datang bulan malah engga keluar 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!