NovelToon NovelToon
Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Mari Kita Bercerai,. Tuan Stone!

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: Minaaida

Setelah lima tahun menikah, miliarder Axel Stone yakin bahwa istrinya, Olivia Stone, tidak mencintainya. Olivia juga yakin bahwa suaminya masih mencintai mantannya dan pernikahan mereka hanyalah pernikahan demi kepentingan semata. Axel menyerahkan surat gugatan cerai kepadanya, tetapi segera menyesali keputusan impulsifnya itu. Dalam upaya putus asa untuk memenangkan hatinya kembali, Axel menunda proses perceraian tersebut. Olivia, yang sudah muak dengan pertemuan-pertemuan suaminya dengan mantannya, memutuskan untuk tetap melanjutkan proses perceraian.

Apa yang akan dilakukan Axel ketika ia menyadari bahwa ia telah membuat kesalahan terbesar dalam hidupnya? Akankah Olivia membuatnya membayar atas pengkhianatannya atau justru jatuh cinta padanya lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Minaaida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 27. Rahasia

Olivia...

Aku menikmatinya, menyaksikan reaksi Alexander ketika aku berpura-pura tidak mengenalnya saat pertama kali kami bertemu.

"Bukankah dia itu Olivia Harris?" dia bertanya, menatap lurus ke arah David.

"Bisakah kita memulai rapatnya?" tuntutku, sebelum David sempat menjawab pertanyaan Alex. "Ini sudah terlalu lama dan kami masih memiliki jadwal lain." ucapku dingin.

"Tuan," David memberi isyarat pada kursi kosong di sebelahnya, "Silahkan duduk." lanjutnya, dan Alex , mau tak mau, akhirnya terpaksa mengambil tempat duduk.

Saat meeting di mulai, bisa dibilang Alex dan Dave tidak tenang. Alex berusaha menghindari kontak mata denganku meskipun beberapa kali tatapan mata kami bertemu.

Itu adalah pertemuan singkat karena semua orang merasa canggung.

"Kami akan segera mengirimkan rancangan akhir dari pesanan anda begitu semuanya sudah selesai dikerjakan. Beberapa staf ahli kami akan segera menangani persiapan acara tersebut." David berdiri dan berjabat tangan dengan Alex dengan senyum hangat.

Ketika kami sudah selesai, Alex meminta izin pada David untuk berbicara denganku di luar sebentar. Aku sebenarnya ragu dan ingin menolak, tetapi sebagian dari diriku penasaran apa yang ingin Alex katakan.

"Aku akan segera kembali.. tolong Jagain anak-anak," kataku pada David sebelum berjalan keluar restoran bersama Alexander.

Saat kami sudah berada di luar restoran, tatapan Alex mengunci ke dalam mataku. "Olivia, berhentilah berpura-pura. Kita berdua tahu, kamu bukan Olivia Dunn. Ujarnya, suaranya dipenuhi frustasi dan kekecewaan.

"Maafkan aku, Tuan Stone, tapi aku tidak habis pikir apa yang kamu bicarakan?" Aku berpura-pura tidak tahu, dan raut wajahnya pun berubah menjadi tak percaya. "Aku benar-benar tidak kenal siapa itu Olivia Harris?"

"Jangan membodohi ku, Olivia. Kita berdua pernah punya cerita bersama di masa lalu. Aku tahu, ini kamu, Olivia Harris."

Aku mengangkat alis, sambil tetap memasang ekspresi tak kenal dan dingin. "Aku takut anda salah mengenali orang, Tuan Stone. Aku hanyalah event organizer yang berasal dari Australia."

Mata Alexander menyipit dan rahangnya mengeras dalam rasa keputusasaan. "Kamu bisa berhenti berpura-pura sekarang. Aku sudah tahu bahwa itu kamu. Meskipun kamu merubah nama belakangmu." ucap Alex, suaranya penuh keyakinan. "Olivia, apakah mereka anak-anakku?" dia bertanya.

Mataku berkilat dengan kemarahan namun aku masih bisa menahan diri agar tidak meledak di sini. "Satu - satunya anakmu adalah anak yang Sonya lahirkan untukmu."

Alex terhenyak tak percaya, ekspresi terkejut terlihat jelas di wajahnya. "Aku sangat menyesal mengenai hal itu." ucapnya dengan nada suara penuh tekanan. "Itu adalah sebuah kesalahan dan aku tidak tahu bagaimana kamu bisa mengetahui semua itu?"

Sejujurnya, aku tidak ingin membicarakan hal itu lagi dengan Alex. Aku sudah sangat lelah dan aku hanya ingin beristirahat. Di samping itu, sekarang sudah waktunya bagi anak-anakku untuk tidur.

"Olivia, aku bersumpah, itu hanya sebuah kesalahan. Aku tidak pernah berniat melakukannya." tambahnya, saat melihat aku tidak bereaksi.

Apakah dia pikir aku anak kecil? Bagaimana mungkin dia masih berpikir bahwa menghamili sahabatku adalah sebuah kesalahan? Mereka berdua adalah dua orang dewasa yang tahu dengan persis apa yang mereka lakukan.

"Melupakan ulang tahun seseorang adalah sebuah kesalahan..?" desisku, suaraku bergetar karena amarah yang meluap-luap. "Bercinta dengan seorang, terutama sahabat mantan istrimu, apakah itu juga suatu kesalahan _ tidak! Itu adalah suatu pilihan!" Mataku basah oleh air mata yang mengalir tiada henti ketika bayangan kejadian yang menyakitkan di masa lalu itu kembali melintas di mataku.

Alex terdiam terpaku, tidak tahu harus berkata apa. Dia seperti kehabisan kata-kata. Dan sebelum dia bisa berkata apa-apa, Rain berlari keluar mendatangi kami.

"Mommy, aku lapar." rengeknya, dengan manja sambil bergelayut di kakiku.

Aku mengusap air mata di wajahku dengan punggung tangan sebelum berpaling padanya. "Baiklah, kita makan sekarang, sayang." ucapku, sambil menggendongnya.

Saat aku melangkah pergi, tangan Alex bergerak meraih bahuku. Sentuhannya membuatku merinding, aku berbalik menghadapnya, matanya menatap manik mataku dengan tatapan memohon.

"Olivia, aku mohon, tolong dengarkan penjelasan ku." mohonnya. "Aku harus menjelaskan segalanya sebelum kamu kembali ke Australia."

Tapi aku sudah tidak mau berbicara dengannya. Aku sudah memutuskan. Selama ini, aku sudah cukup banyak mendengar segala kebohongan dan alasannya. Dia mengatakan semua itu hanyalah sebuah kesalahan?

"Alex, tidak ada lagi yang bisa kamu katakan." ucapku, mataku dipenuhi kilatan rasa marah dan juga luka. "Semuanya itu sudah tidak berguna lagi sekarang."

Aku sudah tidak tertarik lagi mendengar apa yang akan dia katakan. Aku sudah cukup mendengar apa dan aku bahkan tidak perduli karena semua itu tidak akan mengubah apapun.

Aku tidak akan memaafkan dia atau bahkan si jalang munafik yang mengaku sahabatku itu.

Aku melangkah pergi bersama Rain yang masih berada di dalam gendonganku, meninggalkan Alex yang masih terpaku di luar restoran dengan tatapan kosong.

Saat aku melangkah, aku bisa merasakan tatapan Alex di belakangku namun aku tidak ingin lagi menoleh. Aku sudah selesai dengan masa lalu. Hubunganku dan Alexander Stone sudah selesai enam tahun lalu. Aku sudah memulai hidup baru, aku memiliki anak-anakku, dan mereka itulah yang terpenting bagiku.

Aku menghela nafas panjang, mencoba mengusir emosi yang tadi sempat naik ke permukaan. Aku tidak boleh seperti ini. Setidaknya David dan anak-anak tidak boleh melihat aku dalam keadaan seperti ini. Terluka dan lemah.

Setelah Alex dan Dave pergi, aku memesan makanan. Sementara anak - anak makan, aku dan David duduk di sofa membicarakan apa yang baru saja terjadi.

David sangat terkejut ketika mengetahui bahwa Alexander Stone adalah mantan suamiku. Lelaki yang sangat, sangat aku benci. "Maafkan aku, aku benar-benar tidak tahu jika itu dia. Andai saja kutahu, aku tidak akan mungkin membiarkan kamu dan anak-anak ikut serta dalam perjalanan bisnis bersamaku." David memohon maaf, rasa penyesalan tertera jelas di raut wajahnya dan juga suaranya.

Aku menarik napas dalam-dalam, "It's okay. Lagipula, semua itu bukan salahmu."

"Lalu apa yang kalian bicarakan saat di luar tadi? Apakah kamu masih memakai nama Olivia Dunn?" Tanya David dengan seringai ejekan di wajahnya.

Aku menggeleng, merasa sedikit kesal. "Aku rasa aku tidak lagi memerlukan nama itu. Karena aku sudah tidak perlu menyembunyikan apapun dari Alex. Lagi pula, kini semua perasaan yang mengganjal di hatiku sedikit lega."

David memberiku tatapan penuh simpatik ketika dia meraih tanganku ke dalam genggamannya. "Semuanya akan baik-baik saja. Kita akan pulang besok pagi dan meninggalkan semua drama ini." tambahnya, memberiku senyum manis yang menenangkan.

Aku belum mau pergi sekarang.

"Tadinya aku berpikir akan mengunjungi saudaraku di sini. Aku ingin mereka bertemu Rain and Rainer."

Aku masih tetap berhubungan dengan saudara- saudaraku meskipun aku tidak pernah menyebutkan keberadaan ku. Mereka tahu tentang si kembar tetapi aku sudah meminta mereka agar tetap merahasiakan hal ini dari papa dan mama aku. Dan terlebih juga Alex.

Setelah makan malam, aku dan David check-in di hotel dengan dua kamar yang berbeda. Aku dan anak-anak di kamar yang sama sementara David di kamar sebelah.

Saat si kembar tertidur, aku menghubungi Sarah dan memberitahunya, bahwa aku berada di kota ini.

1
Anonim
kalau jatuh cinta lagi OLIVIA MASOKIS
Wayan Suryani
olivia TDK tau malu dulu SDH di selingkuhin msh saja cinta Alex dasar janda gatal
kasian davit
Anonim
carol anjing keluarga Dajjal LAKNATULLAH
Anonim
MASOKIS ANJING CUIHHH
Minaaida
Tolong kasih vote dong 🙏🏻🙏🏻
Indah Onyell17
olivia nya jgn di buat lembek thorr jadikan dia wanita yg tegas kasian juga david yg nunggu in masa alex lagii
Nasyya
udalah rujuk aja kalian 😍👍🏻👍🏻
Anonim: dih rujuk? MASOKIS sekali
total 1 replies
Nasyya
sonya penghianat 😏
Minaaida
Please, kasih vote dong /Sob/
Ramdani Radiansyah: buat si Olivia dapet hal yang lebih baik dari pada si Alex dan buat si Sonya menyesal di tambah kesialan terus menerus sampe mati thor
total 1 replies
Nasyya
aahh sedih😢 apakah oliv dan alex ngak bisa kembali bersatu lagi thor
Nasyya
yampun aq pikir sonya akan sama asisten nya alex, wah ternyata….🤭🙈
eva
lanjut
Mariani Ajja
ini lakinya yg goblok nih
Mariani Ajja
lanjut Thor...
olyv
lanjut
Nasyya
lanjut thor 💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻
Nasyya
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!