Aira Anastasia mengalami kecelakaan dan begitu ia bangun,ia terbangun di tubuh antagonis yang akan mati tragis,dan memiliki nama yang sama dengannya,akankah Aira bisa menghindari nasib nya??ataukah ia justru akan mati untuk kedua kalinya??
nantikan kelanjutan kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riri Aira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
milikku
Aira makan Dnegan tenang di ruangan Fatih,bukan hanya makanan berat,tapi juga kue dan puding kesukaan nya semua tersaji lengkap ,
"dari mana kak Fatih tau semua kesukaan aku??"tanya Aira ceria menikmati makanan nya
"kamu tunangan ku"sahut Fatih lembut membelai rambutnya lembut
"kak kok tiba-tiba jadi guru disini"tanya Aira menatap sang tunangan penasaran
"kenapa kamu tidak suka??atau takut ketahuan kamu suka sama cowok lain,Aira Wijaya Dengar kamu ini milik saya,jadi jangan main-main oke"ucap Fatih menarik Aira ke dalam pelukan nya,lelaki itu memeluk erat tubuh Aira , mengendus wangi tubuh gadisnya,
"is lepasin dulu kak,aku lagi makan loh,siapa yang takut sih, aku kan cuma tanya,kata ayah kakak Fatih itu pengusaha punya perusahaan sendiri,makanya aneh aja tiba-tiba jadi guru"sahut Aira manja di dalam pelukan Fatih
Sebagai pembaca setia,ia sangat tau betul titik lemah Fatih,asal dia manja sedikit saja,Fatih pasti akan mengabulkan semua keinginan nya,
pemuda tampan ini sangatlah bucin dan juga protektif terhadap pemilik tubuh,
"kangen kamu"ucap Fatih lirih di ceruk leher Aira, membuat gadis itu merinding
Aira menggeliat kan tubuhnya didalam pelukan Fatih,
"jangan banyak gerak sayang,saya gak bisa janji bisa menahannya"ucap Fatih serak menahan gerakan tubuh Aira
"eh maksudnya kak??"tanya Aira binggung menatap lekat sepasang mata segelap malam itu,
Mata Fatih sangat indah,lebih gelap dari malam,Aira meraba wajahnya Dnegan lembut,membuat Fatih menutup mata, menikmati sentuhan yang sudah lama ia dambakan
"buka matanya kak,aku suka "gumam Aira lembut membelai kelopak mata Fatih,tubuh keduanya begitu dekat,membuat Fatih tak lagi bisa fokus,
Tubuhnya panas menikmati setiap sentuhan lembut gadisnya
Cup
Fatih melumat bibir ranum gadisnya Dnegan ganas, tangannya meremas pinggang Aira kuat,
Aira terbelalak merasakan ciuman yang mendominasi,ia hanya menikmati dan menutup matanya
[gila ciumannya ganas banget,]
"ahhhh jangan digigit kak,nanti berbekas"ucap Aira lembut begitu ciuman Fatih turun ke leher,
Fatih tak menghiraukan protes gadisnya, hasrat nya tak lagi bisa di tahan,selama ini ia selalu menatap gadis itu dari jauh,hanya karena sang ibu mengatakan ia bisa menemui tunangan nya saat gadis itu menginjak SMA,
sudah bertahun-tahun ia menunggu dan kini gadis nya tepat didepan matanya,ia tak lagi bisa mengendalikan diri nya,
Aira memeluk erat tubuh Fatih,suaranya lirih dan tertahan"kak Fatih jangan buat bekas,ini masih di sekolah,tolong kak "
Mendengar rintihan gadisnya,Fatih tersadar kepalanya seperti disiram air es,ia mengendalikan perasaan dan dirinya Dnegan baik,menatap lekat mata sayu gadisnya yang hampir menangis
"maaf sayang saya terlalu kangen sama kamu,maaf ya jangan nangis oke"ucap Fatih lembut,melihat mata gadisnya berkaca-kaca,ia merutuki sikapnya, bagaimana kalau gadisnya menjauh karena takut,
[dasar bodoh lihatlah dia menangis !!!!!]
Melihat tatapan kegilaan yang tersirat di mata Fatih,Aira memeluk erat tubuh Fatih berharap bisa menenangkan pemuda itu,
Ia tidak ingin terjadi hal yang tidak di inginkan,selain posesif,Fatih sangat menggilai pemilik tubuh,
"maaf sayang maaf,"ucap Fatih lirih
"kak aku masih lapar"gumam Aira lirih
"baik makanlah"Fatih menuntun gadisnya kembali duduk untuk menikmati makanan yang masih tersisa karena ulahnya,
Aira makan Dnegan santai,ia tidak menghiraukan tatapan Fatih yang terus tertuju padanya,setelah selesai makan ia berdiri,duduk di pangkuan Fatih sikapnya manja dan mengoda
"kak aku kelas dulu ya,udah mau masuk,nanti aku tunggu dirumah oke??"ucap Aira bergelayut manja
"tidak mau pulang bersama??"tanya Fatih lembut membelai rambutnya
"aku bawa mobil kak,lagian kalau sampai ketahuan kepala sekolah gimana??"sahut Aira cemberut
Cup
"baiklah saja ke kelas nanti kakak kerumah"Fatih melepaskan pelukannya pada pinggang ramping gadisnya, membiarkan gadis itu pergi Dnegan riang .......