NovelToon NovelToon
Mr. Profesor

Mr. Profesor

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dosen / Cintapertama
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Amabillis.13

POV:
Kamu jatuh cinta pada dosen dingin dan tampan… lalu berusaha keras mengejarnya.
Mulai dari cari perhatian, pura-pura kebetulan ketemu, sampai diam-diam cemburu pada perempuan lain di dekatnya.

Tapi plot twist-nya...

Dosen itu ternyata tunanganmu sendiri. 😭
Tunangan hasil perjodohan yang dulu kamu tolak sebelum sempat bertemu!

Sekarang siapa yang sebenarnya sedang mengejar siapa?

✨ Romance kampus
✨ Professor x mahasiswa
✨ Lucu, manis, bikin gemas
✨ Banyak momen salting & cemburu

Baca gratis di NovelToon:
Mr. Profesor⁠�

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amabillis.13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 6

Zoya berdiri dengan tubuh yang relatif mungil… tingginya sekitar 165 cm, dengan postur ramping yang sekilas tampak ringan, seolah mudah terdorong angin.

Di hadapannya, pria bertubuh besar itu hanya melirik sekilas.

Ucapan “mohon bimbingannya” dari Zoya terdengar sopan, namun di telinganya… nyaris seperti formalitas kosong.

Ia sama sekali tidak menganggapnya serius.

Bagi pria setinggi hampir dua meter dengan tubuh sekitar 90 kilogram itu, menghadapi Zoya yang hanya setinggi 165 cm dan bertubuh ringan terasa seperti berhadapan dengan seseorang anak kecil..

Di matanya, ini bukan pertarungan… lebih seperti formalitas.

Ia bahkan tidak berniat berlama-lama.

Satu langkah cepat, satu gerakan tegas… cukup untuk menjatuhkan Zoya dan mengakhiri uji coba ini secepat mungkin.

Namun, di luar dugaan, begitu pertarungan berlangsung, keadaan langsung berbalik.

Meski tubuh Zoya terlihat mungil dan ringan, tekniknya luar biasa. Ia tidak mengandalkan kekuatan, melainkan presisi dan kecepatan. Setiap gerakan terasa efisien, setiap serangan diarahkan ke titik lemah lawan.

Sejak awal, pria itu langsung dibuat kewalahan… serangan Zoya datang bertubi-tubi, cepat dan rapat seperti hujan tanpa jeda.

Beruntung, pria itu memang memiliki kemampuan nyata. Setelah sempat terdesak karena meremehkan, ia segera menyesuaikan diri dan mulai bertarung dengan serius.

Semangatnya justru semakin membara. Sudah lama ia tidak bertemu lawan yang mampu memaksanya seperti ini.

Pertarungan berlangsung sengit, terus berlanjut hingga lebih dari dua puluh menit.

Namun pada akhirnya, perbedaan fisik mulai terasa. Napas Zoya mulai tidak stabil, tenaganya terkuras. Dalam satu celah kecil, pria itu berhasil membalik keadaan dan melumpuhkannya.

Begitu Zoya jatuh, pria itu langsung melepaskan pegangan dan mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri.

Tak ada lagi tatapan meremehkan di matanya.

Hanya kekaguman.

“Kau sangat hebat,” ujarnya jujur.

Zoya mengatupkan bibir, lalu tersenyum tipis.

“Kau juga sangat hebat.”

Kemampuan Zoya bukanlah kebetulan. Sejak kecil, ia sudah ditempa oleh ayahnya… yang selalu menekankan bahwa seorang gadis harus mampu melindungi dirinya sendiri ketika dibutuhkan.

Pria itu menggeleng pelan.

“Kau lebih hebat. Kalau bukan karena tenagamu lebih kecil, aku tidak yakin bisa menang.”

Itu bukan basa-basi.

Ia tahu betul… kemenangan tadi bukan karena teknik, melainkan karena keunggulan fisik.

Jika Zoya memiliki ukuran tubuh yang setara dengannya… hasilnya mungkin akan sangat berbeda.

Sutradara awalnya mengira Zoya hanya memiliki kemampuan bela diri biasa. Namun setelah melihat langsung, ia benar-benar terkejut… gadis ini mampu bertarung seimbang dengan instruktur profesionalnya.

Terlebih lagi, melihat instruktur yang biasanya arogan kini justru penuh pujian, sang sutradara langsung mengambil keputusan tanpa ragu.

“Aku akan minta asisten mengirimkan naskahnya padamu. Kamu punya dua minggu untuk persiapan. Setelah itu, kamu langsung masuk lokasi syuting. Bagaimana?”

Ia adalah tipe orang yang lugas. Meski masih ada sepuluh peserta lain yang belum audisi, ia sudah yakin… tidak akan ada yang lebih cocok dari Zoya.

Untuk peran ini, Zoya adalah pilihan terbaik.

Kemampuan akting bisa diasah, tapi kemampuan fisik seperti ini… tidak bisa diciptakan dalam waktu singkat.

Di industri yang penuh dengan pemeran pengganti, menemukan seseorang seperti ini adalah kesempatan langka. Ia tidak akan menurunkan standar.

Setelah mengucapkan terima kasih, Zoya meninggalkan lokasi audisi.

Di dalam mobil, pikirannya mulai berputar.

Dua minggu.

Begitu syuting dimulai, waktunya akan tersita sepenuhnya. Itu berarti kesempatan untuk mendekati Arlo akan semakin sempit.

Zoya menyandarkan kepala ke kursi, lalu tersenyum tipis.

Karena itu, ia memutuskan memanfaatkan dua minggu ini sebaik mungkin… setidaknya sampai ia mendapatkan nomor ponselnya.

Sesampainya di apartemen, naskah sudah dikirimkan padanya.

Asistennya, Necki, langsung sibuk mempersiapkan segala sesuatu dengan penuh semangat. Namun di tengah euforia¹ itu, ia melirik buku di tangan Zoya.

¹Kata euforia (serapan dari bahasa Inggris euphoria) merujuk pada perasaan gembira, senang, atau sejahtera yang sangat kuat dan meluap-luap.

“Zoy… kenapa kamu belajar fisika?” tanyanya heran. “Bukannya kamu harus fokus ke naskah?”

Zoya bahkan tidak mengangkat kepala.

“Jangan pedulikan aku,” jawabnya santai.

Necki mengernyit, lalu mencoba mengintip isi buku itu. Begitu melihat deretan angka dan rumus yang rumit, kepalanya langsung terasa pening.

Ia menyerah.

Ya sudah… terserah dia saja.

Keesokan harinya, Zoya datang ke kampus. Hari ini ada kelas fisika… dan dosennya tetap Arlo.

Ia sudah menyiapkan pertanyaan, duduk lebih awal, dan menunggu.

Selama pelajaran berlangsung, ia memperhatikan dengan serius. Dan seperti biasa, setelah kelas selesai, ia menyerahkan pertanyaannya. Hari-hari berikutnya berjalan dengan pola yang sama.

Namun pada suatu pertemuan…

Begitu kelas dimulai, Arlo tanpa sadar mencari sosok Zoya.

Namun setelah mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan… ia tidak menemukannya.

Zoya tidak ada.

Untuk pertama kalinya, ia melakukan sesuatu yang tidak pernah ia lakukan sebelumnya… memanggil absensi satu per satu.

Tetap tidak ada.

Ia akhirnya mengajar seperti biasa, namun ada sedikit rasa kosong yang tak bisa dijelaskan.

Namun pada pertemuan berikutnya…

Saat ia masuk dan melihat Zoya duduk di barisan depan, tatapannya yang biasanya datar bergetar sejenak.

Hanya sesaat.

Namun cukup untuk membuat langkahnya terasa lebih ringan, dan sudut bibirnya terangkat tanpa sadar.

Perubahan itu sangat halus… nyaris tak terlihat oleh orang lain.

Tapi Zoya… menyadarinya.

Senyum tipis muncul di bibirnya… nyaris tak terlihat.

Kelas dimulai…

Meski suasana hatinya membaik, Arlo tetap mengajar dengan serius. Profesionalismenya tidak berubah.

Namun setelah kelas usai dan mahasiswa lain hampir pergi, Zoya mendekat sambil membawa buku catatannya.

Arlo sudah terbiasa. Ia menerima buku itu tanpa banyak kata, lalu mulai membaca.

Pertanyaan kali ini lebih dalam… berkaitan dengan materi sebelumnya, namun berkembang ke topik lain yang jauh lebih kompleks.

Ia tidak bisa menjelaskannya hanya dalam beberapa kalimat.

Arlo melirik jam sebentar. Ia masih memiliki satu kelas lagi.

Lalu pandangannya kembali pada wajah kecil Zoya… menatap matanya yang haus akan ilmu pengetahuan.

“Kalau kamu tidak terburu-buru,” katanya tenang, “bagaimana kalau kita lanjutkan di kantor setelah kelas saya berikutnya selesai?”

Zoya menggeleng santai.

“Tidak apa-apa… saya akan menunggu, Profesor.”

Setelah mengatakannya, ia kembali ke kursinya… duduk dengan tenang, membuka kembali catatannya, dan menunggu.

Sikap itu, sekali lagi, membuat Arlo diam sejenak. Ia tidak mengatakan apa-apa, hanya melanjutkan kegiatannya seperti biasa, sambil menunggu kelas lain datang.

Begitu Arlo selesai mengajar, mereka menuju kantor seperti biasa.

Diskusi kembali dimulai.

Suara Arlo yang rendah dan sedikit serak memenuhi ruangan, menjelaskan konsep demi konsep dengan alur yang terstruktur. Zoya mendengarkan dengan penuh perhatian… tidak memotong, tidak mengalihkan topik, hanya sesekali mengajukan pertanyaan lanjutan yang tajam.

Waktu berlalu tanpa terasa.

1
Mudahlia Fitha
cukup siaga ... melangkah lah author semangat jgn kyak AQ ya melempeng kena suara sumbang netizen lngsung stop BKIN cerita 🤣🤣
Filan
lu ga tahu aja
Filan
lah, katanya reputasinya playboy. Kok dingin? cem mana pula si Jaidan ini.
fhallenopsis amabilis: dia seorang cassanova... org kaya mah beda cara main nyaa... meilan aja nih yg terlalu besar khayalannya, padahal dia cuma salah satu mainan..🤭🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Filan
tunggu. mereka dari keluarga yang sama. masih sepupuan. Jadi Zoya juga keluarga kelas atas juga ya... ya sih, kan sampai tunangan sama Arlo.
Filan
luar negeri... jadi bener dia tunangan Arlo nih.
Filan
eh, bukan yang di lift itu ya?
banyak juga cowok cakepnya.
fhallenopsis amabilis: bukan 🤭
total 1 replies
Filan
bahaya Zoya. Boti yang cemburu bisa lebih ganas dari cewek.
Filan
si boti-kah?
Filan
sumpah dia segala bisa 😭
Filan
ganteng-ganteng abnormal ya. Arlo mungkin ga sadar.
Filan
Jangan-jangan dia gay yang menyukai Arlo /Curse/
tidaak!!
Filan
dia bukan tidak menyukai arlo tapi ga menyukai pertunangan yang diatur. kan sama-sama belum bertemu.
Filan
belum pernah bertemu katanya? padahal dari kecil?
kalau dalam cerita gini bisa jadi itu tiba-tiba adalah Zoya 😅
Filan
tak bisa dipungkiri mungkin
fhallenopsis amabilis: yah typo😭 biarin dah, malas edit🤣
total 1 replies
Filan
pecinta kuliner, pecinta matematika dan sains, pecinta akting dan bela diri... borong deh. Pasti masih ada yang lain 🤣
oh ya, cantik luar dalam. 🤣
fhallenopsis amabilis: gak juga sii... 🤔 zoya seperti itu karena gen keluarganya org² besar..
total 1 replies
Filan
Profesor, Anda punya tunangan? kalau iya. kita sudahi saja, sia-sia aku cape-cape pakai taktik buat mengejarmu 🤣
Filan
tenang, dia ga cinta tunangannya. masih ada harapan.
Filan
paling ga jauh dari anak keturunan konglomerat atau CEO
kebetulan aja dia ga minat urus perusahaan /Chuckle/
Miu.Nuha
sibuk juga jadwalmu, Zoya 🤭
Miu.Nuha
ish dendam bngt si aktor cabul ini. udh untung msh diberi kesempatan, malah nyolot 😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!