NovelToon NovelToon
Pernikahan Kontrak Dengan Musuh Bisnis Ayah

Pernikahan Kontrak Dengan Musuh Bisnis Ayah

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rmauli

​"Ayah, katakan sekali lagi bahwa ini hanya lelucon April Mop yang terlambat," suara Aletta rendah, namun penuh penekanan.
​Di belakangnya, Surya Maheswari, pria yang telah membangun dinasti ini dari nol, tampak hancur. Pria itu duduk di sofa kulit dengan bahu yang merosot dalam. Laporan audit yang tersebar di atas meja menunjukkan angka-angka merah yang mengerikan. Defisit yang diciptakan oleh pengkhianatan direktur keuangan mereka telah membawa Maheswari Group ke jurang kebangkrutan dalam waktu satu malam.
​"Dia satu-satunya yang memiliki likuiditas sebesar itu, Al," bisik Surya parau. "Bank sudah menutup pintu. Investor lain melarikan diri seperti tikus dari kapal yang tenggelam. Hanya Dirgantara Corp yang menawarkan bantuan."
​Aletta berbalik dengan gerakan anggun namun tajam. "Dirgantara? Arkananta Dirgantara? Pria yang menghancurkan tender kita di Singapura? Pria yang selama lima tahun terakhir ini menjadi mimpi buruk bagi setiap ekspansi bisnis kita? Ayah, dia bukan penyelamat.​

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rmauli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BALAPAN KODE DI JALAN PROTOKOL

Malam yang semula tenang di Jalan Sudirman mendadak berubah menjadi arena pertempuran teknologi dan nyali. Di kaca spion, Arkan melihat dua motor besar hitam tanpa pelat nomor terus membuntuti sedan mewahnya dengan jarak yang sangat tidak wajar. Deru mesin motor itu terdengar agresif, membelah kesunyian aspal Jakarta yang masih menyisakan sisa hujan sore tadi.

"Al, mereka bukan sekadar ingin menyapa. Itu adalah sisa-sisa tim penyerang lapangan Marco. Sepertinya mereka tidak terima bos mereka dideportasi dan dihancurkan sistemnya," Arkan berkata dengan nada rendah, namun penuh dengan otoritas yang mematikan. Tangannya yang besar dan kokoh memindahkan transmisi ke mode *Sport*, membuat raungan mesin V8 mobilnya bergetar hingga ke tulang.

Aletta tidak lagi terlihat seperti gadis yang baru saja makan gorengan di gang. Ia segera membuka MacBook Pro miliknya di pangkuan, menghubungkannya ke sistem *on-board* mobil Arkan lewat kabel fiber optik darurat. "Mas, aku masuk ke sistem kontrol lalu lintas area Sudirman-Thamrin. Aku butuh waktu tiga puluh detik untuk sinkronisasi lampu hijau permanen bagi kita."

"Lakukan sekarang, Al. Aku akan menarik mereka ke area konstruksi di depan. Di sana ruang gerak mereka akan terbatas," Arkan membanting setir ke kanan, menyalip sebuah bus kota dengan presisi yang membuat ban mobilnya mencicit tajam.

Di belakang, salah satu pengendara motor mengeluarkan sebuah perangkat elektronik kecil—pemancar sinyal elektromagnetik (EMP) portabel. Jika mereka cukup dekat, sistem kelistrikan mobil Arkan bisa mati total, membuat mereka terjebak di tengah jalan raya yang sepi.

"Mas! Mereka mau pakai EMP! Jangan biarkan mereka mendekat dalam radius lima meter!" teriak Aletta. Jari-jarinya menari di atas *keyboard* dengan kecepatan yang tidak manusiawi. "Aku sedang mencoba meretas frekuensi pemancar mereka... sedikit lagi... kena!"

Aletta berhasil menyusup ke protokol komunikasi *Bluetooth* di helm salah satu pengendara. Dengan satu ketukan *Enter*, ia memutar suara klakson kapal tanker dengan volume maksimal tepat di telinga si pengejar. Pengendara itu tersentak, motornya oleng dan hampir menabrak pembatas jalan.

"Kerja bagus, Kelinci Kecil," Arkan menyeringai tipis, sebuah seringai predator yang sangat jantan. Ia menginjak pedal gas lebih dalam, membuat kecepatan mobil menyentuh angka 180 km/jam. "Sekarang, giliran 'otot' yang bicara."

Arkan melakukan manuver *J-Turn* yang sangat ekstrem di sebuah tikungan tajam dekat proyek MRT. Mobilnya berputar 180 derajat dalam satu sentakan, kini menghadap langsung ke arah kedua pengejar. Arkan tidak berhenti; ia justru melaju kencang ke arah mereka, seolah-olah siap melakukan tabrakan adu banteng.

"Mas Arkan! Apa yang kau lakukan?!" seru Aletta sambil berpegangan erat pada *handrest*.

"Menunjukkan pada mereka siapa penguasa jalanan ini, Al," jawab Arkan dingin. Matanya tidak berkedip sedikit pun.

Melihat keberanian Arkan yang gila, kedua pengejar itu panik. Mereka membanting setir motor mereka ke arah yang berlawanan untuk menghindari tabrakan. Namun, itu adalah jebakan Arkan. Di belakang mereka, Aletta sudah berhasil mengubah seluruh lampu jalan di area itu menjadi mati total secara mendadak.

Dalam kegelapan yang tiba-tiba, kedua motor itu kehilangan orientasi. Salah satunya menabrak tumpukan beton konstruksi, sementara yang lainnya tergelincir masuk ke dalam parit galian sedalam dua meter.

Arkan menghentikan mobilnya beberapa meter dari lokasi kejadian. Ia keluar dari mobil dengan tenang, menyesuaikan jam tangan mahalnya, lalu berjalan menuju salah satu pengendara yang masih berusaha merangkak keluar dari parit. Arkan tampak sangat dominan di bawah cahaya bulan, seperti dewa kematian yang mengenakan kaos polo putih.

Ia menarik kerah jaket pria itu dengan satu tangan, mengangkatnya hingga kaki pria itu menggantung. "Dengarkan aku baik-baik. Katakan pada sisa-sisa temanmu yang masih bersembunyi di lubang tikus: Marco sudah kalah. Jika aku melihat satu saja bayangan kalian di dekat istriku atau di sekitar rumahku lagi..."

Arkan menjeda kalimatnya, tatapannya begitu tajam hingga pria itu gemetar ketakutan. "...aku tidak akan menyerahkan kalian ke polisi. Aku akan memastikan kalian menghilang dari internet, dari catatan sipil, dan dari muka bumi ini selamanya. Mengerti?"

Pria itu mengangguk cepat dengan wajah pucat pasi. Arkan melepaskannya begitu saja, membiarkannya jatuh kembali ke tanah yang kotor.

Aletta keluar dari mobil, membawa laptopnya yang masih menyala. "Mas, aku sudah mengirimkan data lokasi koordinat persembunyian terakhir mereka di pinggiran Jakarta ke unit *Cyber Crime*. Malam ini, semua 'akar kaktus' itu akan dicabut sampai bersih oleh pihak berwenang."

Arkan berbalik, auranya yang mematikan perlahan mencair saat melihat Aletta. Ia mendekati istrinya, melingkarkan lengannya di pinggang Aletta dan menariknya ke dalam pelukan yang sangat posesif namun lembut. Ia mencium kening Aletta dengan rasa syukur yang mendalam.

"Selesai, Al. Benar-benar selesai sekarang," bisik Arkan di telinga Aletta.

"Ya, Mas. Tidak ada lagi rahasia, tidak ada lagi musuh dari masa lalu," Aletta menyandarkan kepalanya di dada Arkan, merasakan detak jantung suaminya yang kembali tenang. "Sekarang, bisakah kita pulang? Aku ingin tidur sambil memeluk Sir Lancelot, dan kau harus menjagaku."

Arkan tertawa rendah, sebuah tawa maskulin yang penuh kelegaan. "Tentu. Tapi mulai besok, tidak ada lagi kejar-kejaran di jalan raya. Aku ingin hidup normal sebagai suami yang membosankan yang hanya memikirkan saham dan betapa cantiknya istrinya saat bangun tidur."

Mereka kembali ke dalam mobil, meninggalkan kekacauan di belakang mereka. Di dalam kabin, Aletta menutup laptopnya dan menggenggam tangan Arkan erat. Masalah Marco telah tuntas sampai ke akarnya. Kini, yang tersisa hanyalah masa depan yang cerah, penuh tawa, dan mungkin beberapa keusilan digital lainnya di antara Sang Serigala dan Sang Gadis Kaktus.

**Semua ancaman telah musnah! Arkan dan Aletta kini benar-benar bebas menikmati hidup mereka. Namun, apa yang akan terjadi saat Arkan mencoba merancang kencan paling romantis di pulau pribadi, namun Aletta justru ingin "kencan" dengan mengajak teman-temannya mengadakan turnamen *e-sports* di sana?**

1
Muft Smoker
lanjuuut kak
Muft Smoker
astgaaa si Aletta bakal punya cucu donk🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
astgaaa ,,
nnti tu kapal tanker klakson ny jd gntii klaksoon motor ,,
badan gede tp klakson ny ' tiiin ,, tiin ,,
🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
hey mereka udh mulai me coba hidup sebagai manusia normal looo ,,
pengganggu bisa gx marahan dluu ,,
jgn deket2 sama pasangan ini truus ,,
sana cari serigala dn gadis kaktus yg lain ,, 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
lanjuuut kaaak ,,

makiin seruu niih ,,
Muft Smoker
sir Lancelot di jdikan bebek hitam ,, bilang aj km yg kgen arkan ,, 😏😏😏🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker
aduuuh kak msh ad ulet bulu yg tersisa kaaah ,, 🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁
Muft Smoker
astgaaaa ,,
gx kebayang siih seorang arkan tidur sambil meluk boneka bebek🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣 ,,

lanjuuut kak ,,
makiin seruu nih tiap bab ny ,,
Muft Smoker
kencan ny di tunda lgii yx duo A ,, 🤭🤭🤭🤭
kasus baruu udh muncuul ,,
Selamat menikmatiii,,,👏👏👏👏


lanjuuut kak
Muft Smoker
gx da yg gx mungkin Selama si gadis kaktus ajaib msh bernapas ,,
semua masalah pasti bisa di selesaikan dg taktik ajaib Aletta,,

lanjuuut kak
Muft Smoker
aduuuh sypa lgii tuh ,,
gx mungkin kn Aletta punya sekte kaktus ajaib 🤭🤭🤭🤭 ,,

lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
ni nma ny ke ajaiban yg sempurna kn mas arkan ,,
😁😁😁


lanjut kak ,,
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,,
tumbuhan ny emnk di setting bgtu Pak arkan ,,
😁😁😁
Rmauli💖: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,,
Muft Smoker
astgaaaa telur galaxi /Facepalm//Slight//Slight//Slight/ ,,
bsok2 bikin Tempe Amazon yx Al ,,
sxan pake sup palung Mariana biar makin joosssss ,,
🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Muft Smoker: ok kak ,,
dtggu menu ajaib dr Aletta kak ,, 🤭🤭🤭😁😁
total 2 replies
Muft Smoker
keajaiban sang Ratu maheswari selalu menyelamatkan anda kn arkan ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker
next kakak ,,
makiin seruuu ,,


pengkhianatan paling menyakitkan yg dtg dr org paling dekat dg qta ,,
Muft Smoker
next kak ,,
penasaran ma kelanjutan ny yx
Muft Smoker
dasar pasangan random ,, 🤭🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker: tp mereka unik koq kak 🤭🤭🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!