Cikal Bakal Tim Divisi Kasus Dingin
Ini GD setelah GD 1 sebelum GD 2 ( Shea n the gank ). Makanya aku kasih judul Ghost Detective Season 1.5.
Isinya awal tim gabut dibentuk. Masih the o.g tim ( bang Dean, mas Rayyan, mbak Nana, mbak Tikah dan pak Jarot ). Jangan cari mbak Lilis karena belum ada tapi ada awal mula mbak Susi ikutan. Ada mbak Nita juga, ada anomali lainnya ( belum musim Saja Boys versi tuyul ). Masih ada Hoshi dan Bima. Ini masih bersama L, Nyes dan Dendeng.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jebule
"Dia bawa ... kotak kecil. Apaan itu Kai?" tanya Hoshi sambil mencoba zoom CCTV di sana. "Kamu pakai ...."
"Satelit Jang. Siap Opa," jawab Kaivan yang memprogram satelit milik Jang Corp untuk mencari detail pergerakannya si unsub.
"Itu kotak ... obat kan?" seru Hoshi.
"Benar Opa. Itu kotak obat. Apa isinya ya?" gumam Kaivan.
Hoshi dan Kaivan menatap serius ke layar hingga tidak menyadari jika Rina mendatangi mereka berdua. Oma cantik itu hanya bersedekap di kusen pintu.
"Katanya mau tidur, kok malah jadi Sherlock Holmes dan Dr Watson?" kekeh Rina.
"Sebentar, Cewek Arab. Aku penasaran," ujar Hoshi.
Rina lalu duduk di sebelah Hoshi. Matanya menatap sosok pria yang sedang diawasi oleh suami dan cucunya.
"Itu... Siapa?" tanya Rina.
"Sepertinya dokter yang dicurigai oleh DingDong dan Hari Raya adalah dokter jagal. Bedanya sama Rania dan Galena yang sama-sama jagal, dia mengambil organ dari orang-orang sehat. Awalnya kecurigaan dari dokter Rahmat, residen bedah yang merasa setahun ini, lima pasien yang dibedah oleh dokter Westin, kok meninggal. Padahal menurut dokter Rahmat, operasinya bukan yang punya kemungkinan meninggoy itu tinggi," jawab Hoshi.
"Ditambah, kemarin Rayyan dan mas Dean cerita kalau saat autopsi salah satu korban, semua organ penting tubuhnya hilang!" timpal Kaivan.
Rina melongo. "Astaghfirullah. Kok ada sih orang seperti itu? Tega banget!"
Hoshi menoleh. "Apa kabar Rania dan Galena?"
"Lho kalau mereka itu kan katanya buat ke penjahat only jagalnya?" tanya Rina.
"Semoga cicit Opa nggak ada yang model mbak Rania dan Galena," ucap Kaivan.
Hoshi hanya terdiam. Kok perasaan aku tidak enak ya. Aku punya dua cucu, Hana dan Leksi. Tapi ... kok ada yang salah diantara mereka.
"Tunggu, itu panti jompo Harmoni Life? Setahu aku itu panti jompo mewah yang ketat lho dan tidak ada orang gampang masuk," gumam Rina. "Teman aku ada disana."
Hoshi dan Kaivan langsung menoleh ke Rina. Oma cantik itu menatap datar ke suami dan cucunya.
"Iya iya ... aku main kesana sambil cari informasi. Paham pola pikir kalian berdua," ucap Rina sambil tersenyum.
"Terima kasih Cewek Arab," senyum Hoshi sambil mencium pipi Rina.
"Ya Allah Opa, Oma itu sudah oma-oma kok ya masih dipanggil cewek arab sih?" gerutu Kaivan.
"Namanya panggilan sayang itu tidak ada batasan umur!" cebik Hoshi judes.
"Iya deh!" Kaivan memilih mengalah daripada nanti debat unfaedah dengan Opanya.
"Dia kemana itu?" tanya Hoshi melihat kendaraan yang dipakai pria itu.
"Jadi sudah terlihat Opa. Si unsub pergi ke Medical Examiner RS Bhayangkara." Kaivan memperlihatkan perjalanan pria itu. "Karena sepi sudah malam kan jadi gampang melacaknya."
"Ke medical Examiner? Kamar mayat?" seru Hoshi kaget.
"Iya Opa." Kaivan melihat wajah semangat Hoshi. "Opa mau ke lantai empat besok?"
"Tentu saja!"
***
Ruang Kerja Divisi Kasus Dingin Polda Metro Jaya Jakarta
Pagi ini para polisi di Polda, terkejut melihat kedatangan Hoshi Reeves bersama dengan cucunya yang tampan, Kaivan Reeves. Opa dan cucu berwajah rupawan itu tampak cool ke semua orang. Di belakang dua pengawal mereka berjalan dengan tegap dan wajah dingin.
"Pagi pak Quinn. Anda mau kemana?" tanya salah seorang perwira.
"Mau ke lantai empat," jawab Hoshi dingin. "Kalian tidak malak masyarakat kan?"
Sontak para polisi disana memucat. Hoshi hanya tersenyum smirk.
"Oke aku paham. Dosa ditanggung sendiri ya hingga ke anak cucu dikasih uang haram," ucapnya sambil menuju ke lift bersama Kaivan.
Kaivan hanya tersenyum tipis. Dasar Opa! Lambe cabe setan!
Hoshi pun masuk ke dalam lift dengan wajah lempeng tanpa dosa. Dua pengawalnya sudah hapal dengan ucapan pedas Hoshi.
"Kenapa sih harus mengikuti hedonisme?" gumam Hoshi. "Mbok kayak aku tuh! Ada duit, beli. Nggak ada duit, makan mangga!"
"Beda mindset, Opa," senyum Kaivan.
"Jadi orang itu sak madyanya saja. Ada uang, ditabung, investasi, jangan boros. Belum ada uang, ya selow aja. Nggak usah ikutin gaya mewah artis! Kalau kamu sudah menikah, punya istri dan anak, jangan pelit! Semakin royal kamu sama istri, pasti didoakan terus kamu kaya raya. Ingat, doa istri itu magnet rejeki suami. Percaya deh!" ucap Hoshi tegas.
"Itu benar Opa. Lihat saja keluarga kita. Meskipun yang pria kalau melamar pada nyeleneh, tapi tidak ada yang pelit sama istri. Alhamdulillah, kita semakin kaya raya kan?" senyum Kaivan.
"Satu lagi, kita membangun perusahaan ini dengan dasar lurus, tidak aneh-aneh dan korupsi," lanjut Hoshi. "Tidak mudah membuat PRC Group tetap bertahan sekian dekade tapi Opa yakin, selama yang berada di perusahaan orang-orang yang lurus, insyaallah aman. Lagipula, kita punya aturan tegas. Tidak bisa hidup benar, out! Kamu mencurangi perusahaan yang sudah memberikan kamu makan? Itu namanya kamu tidak tahu diri! Malah kamu sendiri yang mematikan rejeki kamu sendiri!"
Pintu lift pun terbuka dan Mbak Susi auto melongo melihat siapa yang datang. Dia juga melihat Eyang Surti berada di rombongan itu.
"Kok Eyang kemari? Sama pak Quinn dan mas Kaivan? Ada apa Eyang?" cecar Mbak Susi.
"Kamu tuh ... Ketularan Tole jadi cerewet!" kekeh Eyang Surti. "Aku cuma menjaga buyutku. Kamu tenang saja."
Mbak Susi tampak lega karena dia mengira akan ada gegeran lagi. Mereka pun mengikuti Hoshi dan Kaivan yang masuk ke dalam ruang kerja divisi kasus dingin.
"Wah, pak Quinn. Tumben kemari pagi-pagi," sapa Kompol Jarot sambil menyalami Hoshi dan Kaivan.
"Mas Kai, Leksi sudah bisa apa?" tanya Iptu Nana dan Iptu Atikah kepo.
"Bisa apa ya? Wong baru sebulan ... Bisa bikin pusing emak bapaknya," gelak Kaivan.
"Saingan sama Alfie tuh." AKP Dean Thomas masuk ke dalam lalu Salim ke Hoshi dan bersalaman dengan Kaivan.
"Yuk, kita duduk. Aku semalam menemani Kai yang dimintai tolong sama Dendeng. Mana Dendeng batokok itu?" Hoshi celingukan.
"Kayaknya sebentar lagi datang, bersama dengan dokter Rahmat dan dokter Wayan," jawab Iptu Nana.
"Siapa dokter Wayan?" tanya Hoshi.
"Dokter forensik yang aku mintai tolong autopsi jasad Siti. Dia juga yang menemukan bahwa semua organ penting sudah hilang!" jawab AKP Dean Thomas.
"Macam kita bersihkan ikan? Semua ditarik gitu?" tanya Hoshi cuek membuat semua orang melongo.
"Opaaaaaa ...." Kaivan menatap sebal ke Opa Cantik itu.
"Lho? Benar kan?" balas Hoshi cuek. "Kalau bersihkan perut ikan itu, kita tinggal tarik semua organnya. Jangan kena empedu karena bisa bikin pahit!"
Tim kasus dingin hanya bisa menggelengkan kepalanya. "Jebule makin unfaedah."
***
Yuhuuu up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
jgn smp deh pas lg brtamu,yg nyambut mlah bngsa llembut.....bsa ngibrit kl smp ky gt....😁😁😁.....
ga sbar smuanya trungkp....
gemes aku tuh sm tu dktr jagal versi jhat,pgn bgt bejek2 mukanya smp penyok.....😡😡😡