NovelToon NovelToon
Sistem Dewa Matahari

Sistem Dewa Matahari

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Aditya Pratama, pemuda yatim piatu yang dihina keluarga angkatnya, bekerja sebagai cleaning service di perusahaan konglomerat Pradipa Group. Hidupnya jungkir balik ketika secara tak sengaja menemukan liontin kuno di ruang rahasia sang pemilik perusahaan—yang ternyata adalah pusaka terakhir dari era dewa-dewa. Liontin itu mengaktifkan "Sistem Dewa Matahari", memberinya kemampuan melampaui nalar manusia. Dengan sistem ini, Aditya bertekad membalaskan dendam keluarganya, menaklukkan panggung dunia, dan menyingkap misteri di balik hilangnya para dewa 10.000 tahun yang lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Lantai Tiga

Lantai tiga mansion Paman Edwin adalah dunia yang berbeda dari kemewahan di bawah. Tidak ada lampu kristal, tidak ada karpet Persia, tidak ada pelayan dengan nampan perak. Hanya koridor sempit dengan wallpaper kusam dan lampu pijar yang berkelap-kelip. Bau debu dan kertas tua menyeruak.

"Ini sengaja dibuat tidak terawat," bisik Aditya. "Supaya tidak ada tamu yang naik."

Ia melangkah tanpa suara. Silent Step masih aktif—15 detik tersisa. Di ujung koridor, sebuah pintu kayu dengan plakat "Perpustakaan Keluarga" berdiri setengah terbuka.

Aditya masuk.

Ruangan itu luas, dipenuhi rak-rak buku dari lantai ke langit-langit. Tapi susunannya aneh. Beberapa rak ditempatkan miring, menciptakan sudut-sudut buta. Di tengah ruangan, sebuah meja baca dengan lampu hijau menyala—satu-satunya sumber cahaya.

All-Seeing Eye: Artefak terdeteksi di balik rak ketiga dari kiri. Pintu tersembunyi.

Aditya mendekati rak itu. Buku-buku di dalamnya tentang ekonomi kolonial—judul-judul yang tidak akan disentuh siapa pun. Ia meraba punggung buku satu per satu. Yang kelima dari kiri terasa berbeda—lebih dingin.

Klik!

Rak itu bergeser ke samping, membuka ruangan kecil tanpa jendela. Di dalamnya, sebuah meja logam dengan laptop yang masih menyala. Di samping laptop, sebuah kotak kaca berisi sesuatu yang membuat liontin di dada Aditya bergetar.

Cincin Api—Pusaka Dewa Matahari ketiga.

Status: Asli.

Efek: Meningkatkan kekuatan kultivator level Alam Bela Diri sebesar 30%.

Catatan: Saat ini tidak aktif—butuh darah Pradipa untuk aktivasi.

Progres Misi: 3/7 pusaka ditemukan (belum dikumpulkan).

"Cincin Api," Aditya menelan ludah. "Jadi Paman Edwin menyimpannya di sini?"

Ia membuka kotak kaca itu. Cincin perunggu dengan batu merah kecil—mirip dengan batu di liontinnya—tergeletak di atas beludru hitam. Begitu ia menyentuhnya, jari-jarinya terasa hangat. Liontin di dadanya berdenyut lebih keras, seolah menyambut saudara lama.

Darah Pradipa terdeteksi. Cincin Api siap diaktifkan.

Tapi Aditya menghentikan dirinya. Jika ia mengaktifkan Cincin Api sekarang, ledakan energinya mungkin akan terdeteksi oleh Radit di luar.

Laptop dulu.

Ia mengetik cepat di laptop Paman Edwin. Desktopnya berisi folder-folder bernama: "Rencana RUPS", "Daftar Pendukung", "Transfer", dan "Putra Senja". Aditya membuka folder terakhir.

Daftar nama. Tanggal. Nominal transfer. Dan di bagian paling bawah, sebuah file bernama "Operasi Mahkota—Final".

Ia mengkliknya.

Gambar-gambar blueprint Pradipa Tower. Jadwal pengalihan satpam. Dan sebuah catatan: "Serahkan Alesha pada Radit malam itu. Dia akan dijadikan sandera untuk memaksa Kakek Wijaya menyerahkan Belati Surya. Setelah itu, likuidasi."

Aditya merasakan darahnya mendidih.

Ia meng-copy semua file ke USB kecil yang ia bawa. Lalu mengambil Cincin Api dan memasukkannya ke saku.

"Sekarang tinggal keluar hidup-hidup."

---

"Kau kira aku tidak mencium bau Liontin Surya dari lantai satu?"

Aditya membeku.

Di pintu perpustakaan, Radit berdiri. Seragam satpamnya sudah dilepas, menyisakan kaus hitam dan celana lapangan. Tubuhnya tidak terlalu tinggi, tapi otot-ototnya padat—tubuh seorang petarung yang sudah berlatih puluhan tahun. Matanya abu-abu, dingin seperti batu.

Radit Kresnadi. Level 11.

Kekuatan: 155. Kecepatan: 140.

Skill: Pukulan Petir, Bayang Ganda, Medan Tekanan.

Kelemahan: Tidak terdeteksi (level terlalu tinggi).

"Aku tahu siapa kau," Aditya berbalik, satu tangan di gagang pedang kayunya. "Kakek Seno menceritakan semuanya."

Wajah Radit berubah seketika. Otot rahangnya mengeras. "Seno... jadi kau bertemu guru tua itu."

"Dia bilang kau gagal di prajurit kelima."

"Itu bukan gagal!" Radit membentak, suaranya menggema di perpustakaan sempit. "Dia yang tidak adil! Aku sudah berlatih bertahun-tahun, tapi dia terus menahanku! Katanya aku belum siap. Padahal dia cuma takut aku melampauinya!"

Notifikasi: Target emosional. Pertahanan mental menurun 15%.

Dia marah. Gunakan itu.

"Dia tidak takut," Aditya berkata pelan. "Dia bilang kau seperti anaknya. Dan dia masih menunggumu kembali."

Radit tertawa—tawa yang pahit, penuh luka. "Terlambat. Aku sudah menemukan jalan yang lebih baik. Jalan yang memberiku kekuatan tanpa harus memohon restu orang tua."

"Asalkan kau mengkhianati semua yang dia ajarkan."

"Cukup!" Radit mengangkat tangannya. Listrik biru mulai menyelimuti jari-jemarinya. "Serahkan Cincin Api dan laptop itu. Atau aku ambil dari mayatmu."

Aditya mengaktifkan All-Seeing Eye. Dalam mode pertarungan, ia bisa melihat jalur serangan Radit—garis-garis merah yang menunjukkan kemungkinan arah pukulan.

Serangan pertama: lurus. Kecepatan 140. Tidak mungkin dihindari sepenuhnya. Tapi bisa dialihkan.

"Aku punya tawaran," Aditya mengulur waktu sambil menghitung jarak. "Kau biarkan aku pergi dengan bukti ini, dan aku sampaikan pesanmu pada Kakek Seno."

"Tawaran menarik." Radit tersenyum sinis. "Tapi aku lebih suka menyampaikan sendiri—setelah aku menghancurkanmu."

Ia menyerang.

1
Sebut Saja Chikal
hmmm dipikir" ada yg ilang. hadiah terima tawaran si alesha ko ga dapet. 500 koin + pil
Siti H✍️⃞⃟𝑹𝑨
Kak, Bisa Follow kembali, ada hal penting🙏
alexander
bagus ceritqnya
Davide David
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!