Untuk visualnya, silahkan kunjungi Instagram noer_azzura16
Kakak Bella ditemukan dalam keadaan mabukk dan menyebabkan kecelakaan yang merenggut nyawa Lusi, adik Leo. Membuat ibu dan ayah Leo terpukul hebat.
Sementara Bella dan Leo baru saja kembali dari bulan madu. Kebahagiaan itu hancur seketika, melihat keluarga yang akhirnya menatap Bella sebagai seorang adik dari pembunuhh orang yang mereka cintai.
Setelahnya Bella bahkan tidak bisa menatap cinta itu lagi di mata suaminya. Meski kakaknya bahkan di penjara. Dia masih harus menanggung akibat dari apa yang dilakukan kakaknya itu.
Dua orang yang tadinya saling mencintai, dendam telah mengalahkan cinta mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27- CKOD 27
Para penjaga itu masih berjaga di luar, sedangkan perawat Mega terus ada pintu. Dokter Lutfi yang memeriksa Bagas, menjelaskan kalau kondisinya memang masih sangat lemah.
"Tuan, mungkin masih butuh satu atau dua minggu lagi..."
"Terlalu lama, carikan obat terbaik. Bilang pada Aditya, suruh dia cari obat paling bagus. Aku mau keluar dari sini dengan cepat! aku harus selesaikan kasus ini. Pria brengsekk itu, aku akan membalasnya. Jelas-jelas aku tidak berada di kursi pengemudi saat itu. Dia yang memindahkan aku, Miranda mengatakan itu..."
Bagas mulai emosi mendengar rekaman yang di perdengarkan oleh dokter Lutfi padanya.
"Tenang tuan, di depan ada banyak penjaga. Suara tuan bisa terdengar oleh mereka. Aku akan mengurus sisanya. Tadi pagi, tuan Aditya juga sudah menyewa pengacara Nicklas, kasus ini pasti bisa kita menangkan. Siapa yang tidak kenal dengan pengacara itu. Dia tidak pernah kalah!" kata dokter Lutfi yang seperti kagum pada sosok pengacara itu.
"Dia memang pengacara hebat, tapi nama belakangnya Caleb..."
"Tuan, tuan Frans sendiri yang membujuk kakaknya itu, saat tuan Aditya datang ke kantor pengacara dan memintanya menjadi kuasa hukummu!" jelas dokter Lutfi lagi.
Bagas terlihat sedikit terkejut. Setahunya Frans dan Leo adalah teman baik.
"Begitu?"
"Tuan, tuan Oscar datang!" kata perawat Mega dengan cepat memberitahu dokter Lutfi dan Bagas.
Bagas kembali memejamkan matanya. Dan dokter Lutfi kembali memeriksa selang infus di tangan Bagas.
"Mulai malam ini, di ruangan ini akan di pasang kamera pengawas!" ujar Oscar yang masuk bersama dengan beberapa orang yang merupakan operator pemasangan kamera pengawas.
"Tuan, hal seperti ini sebaiknya katakan dengan pihak rumah sakit..."
"Kamu cuma dokter! aku sudah bicara dengan kepala penjara" sela Oscar dengan acuh.
Dokter Lutfi jengkel sekali dengan Oscar. Memangnya ini penjara, ini kan rumah sakit. Kenapa bertingkah seolah pemilik rumah sakit.
Tapi, kalau sekarang dokter Lutfi berusaha mencegah. Itu pasti akan menimbulkan kecurigaan bagi Oscar. Alhasil dia hanya memperhatikan bagaimana orang-orang itu memasang kamera pengawas, di titik mana saja, dan blind spot nya dimana.
"Tugasmu sudah selesai kan dokter? kenapa masih disini?" tanya Oscar.
"Kalian sedang memasang sesuatu yang suaranya berisik dan banyak debu di ruangan ini. Kalian sadar tidak? kalian berada di ruangan pasien yang sedang koma. Jika terjadi sesuatu, mau tanggung jawab? aku akan disini memastikan pasienku kondisinya tidak menjadi buruk karena ulah kalian yang gegabah ini. Padahal kalau mau pasang kamera pengawas, kita bisa pindahkan dulu pasien ke ruangan sebelah, dasar orang-orang sok berkuasa!" kesal dokter Lutfi.
Oscar hanya mendengus kesal. Karena memang semua yang dikatakan dokter di sampingnya itu ada benarnya. Hanya saja, ini adalah perintah dari Bima Alexander. Oscar tentu saja tidak berani membantah.
Setelah kamera pengawas selesai di pasang. Baru dokter Lutfi dan perawat Mega keluar.
Begitu sampai di ruangannya, dokter Lutfi langsung memberitahu kabar ini pada Aditya.
"Lalu bagaimana dengan tuan Bagas, dokter? jika ada kamera pengawas..."
"Tenang saja suster Mega. Aku sudah melaporkannya pada tuan Aditya. Memangnya kenapa kalau mereka pasang kamera pengawas. Kita punya orang-orang di ruangan kendali!"
Perawat Mega menghela nafas lega.
"Baiklah, aku akan keluar dokter!"
Dokter Lutfi kembali memeriksa laporan medis Bagas. Dia sudah membuatnya sangat sempurna. Dokter manapun akan percaya pada laporannya itu.
Dan di luar kantor mahkamah agung, pengacara Nicklas dan Aditya sudah mendapatkan apa yang mereka butuhkan. Surat persetujuan peninjauan kembali dari kantor di belakang mereka itu.
"Tuan Nicklas memang luar biasa. Seharusnya panggilan sidang dilakukan 2 bulan lagi, tapi tuan bisa membukanya kembali dalam waktu satu minggu. Terima kasih banyak. Tuan Bagas, pasti tidak akan melupakan jasa tuan Nicklas!"
"Ini semua untuk adikku. Adikku bilang, aku harus membantu Bella. Ku dengar Bella mengalami hal tidak baik di rumah itu?" tanya pengacara Nicklas.
"Benar, dalam satu tahun. Lebih dari 50 kali nona Bella masuk rumah sakit!"
"Keterlaluan!" pekik Nicklas tak terima, "keluarga itu benar-benar tidak tahu malu. Sudah salah tuduh orang. Malah memperlakukan Bella seperti itu. Tuntut saja sekalian!"
"Masalah ini, akan aku tanyakan pada tuan Bagas terlebih dahulu"
Pengacara Nicklas mendesah kasar.
"Benar juga, tergantung pada Bella. Jika dia mencintai suaminya, kita juga tidak bisa berbuat banyak. Baiklah, sampai bertemu satu minggu lagi tuan Aditya. Aku akan pastikan nama baik tuan Bagas kembali!"
Aditya mengangguk dan tersenyum. Setelah pengacara Nicklas pergi. Sebuah mobil menghampiri Aditya.
"Tuan..." sapa anak buah Aditya.
"Katakan!" perintah Aditya.
"Pagi ini Bima Alexander datang ke rumah sakit dan memasang kamera pengawas!"
Aditya terkekeh pelan.
"Biar saja dia lakukan itu. Tiga dari lima orang operator di rumah sakit sudah digantikan oleh orang kita. Sekarang kamu pergi ke kantor Frans Yunan Caleb. Kita terima kerja sama darinya. Kita akan mulai menghancurkan perusahaan Kelana!"
"Baik tuan!"
Aditya mendengus kesal. Dia menerima laporan dari Rara. Yang menyebutkan kalau ternyata salah seorang putri dari keluarga Kelana. Membuat tangan Bella terluka. Maka, Aditya akan membalas rasa sakit Bella itu ratusan kali lipat dengan menghancurkan langsung perusahaan itu.
Sementara itu di kediaman Alexander. Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore. Seperti biasanya, Bella harus berlutut di teras samping. Itu sudah hukuman yang wajib dia jalankan dari Bima Alexander.
Tapi, kali ini berbeda. Rara sudah menyiapkan pelindung lutut dan meminta Bella mengenakan celana panjang. Jadi lututnya tidak akan terasa sakit. Bahkan Rara juga sudah menyemprotkan krim tahan panas di wajah dan seluruh tubuh Bella.
Sambil mengawasi dari jauh, Rara terus merekam apa yang dilakukan Bella.
"Nona, tenang saja. Aku akan memberikan barang bukti ini pada tuan Aditya. Keluarga ini harus membayar setiap keringat, air mata bahkan darahh yang sudah nona jatuhkan!" ujarnya pelan.
Dan baru satu jam, tiba-tiba saja Desy muncul bersama dengan Rachel.
"Rachel, lihat itu! seseorang kembali pada tempat yang seharusnya!" kata Desy menghina Bella.
Bella tidak berbicara, dia bahkan tidak merespon.
"Benar, dia sudah membuat tanganku lecet. Bagaimana kalau aku gunduli saja dia!" kata Rachel sambil meraih gunting dari dalam tasnya.
"Benar, aku akan pegang dia! lihat bagaimana dia masih akan berusaha merayu Leo. Leo pasti akan jijik padanya!" sahut Desy ikut mendekat.
Rara yang melihat itu dari tempatnya berada sampai melotot.
"Kurang ajar! kalian mau menggunduli nona Bella. Aku akan buat kalian menyesal!" geram Rara yang segera berlari keluar untuk memberitahu hal ini pada Ted, karena yang akan dia lakukan membutuhkan bantuan Ted.
***
Bersambung...
Namun terlihat biasa saja, di mata mereka yg tak pandai menjaga dan tak punya hati..
Dan kau terlihat berharga, ketika kau telah menjauh pergi..
Astaghfirullah.. Pengen aja suami Bella & keluarga nya ku maki².. 🤣
masa cuma seekor leo yg lagi kesurupan udah KO
masih ada yg lebih baik dari Leo yg pasti nya cinta tulus
Author, boleh ngamuk gak, sama suami & keluarga nya..?
Karena menurut ku keluarga suaminya ada gila²nya.. 🤭
Pengen aja jadi psikopat jika di posisi si Bella..
Biar di babat habis mereka semua.. 🤭
mudah mudahan ada penolong 🤲
mimpi aja kamu Leo 🤭