Reneesha Yeshe kirina al basten, adalah gadis cantik bermata hitam dan memiliki sifat dingin sedikit kejam, namun setelah kembali dari kematian, ia memutuskan kalau di kehidupan kedua ini, dirinya akan melakukan yang lebih extrem dari sebelumnya.
mon maap kalo cringe,
tapi minimal baca 12 bab.
di awal awal emang boring, tapi tolong tetap baca sampai bab terbaru ya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
"apa? tanya Renee, gadis itu mencoba mengangkat Kepala nya namun tiba-tiba saja ia berhenti di tengah-tengah.
lehernya kaku dan sakit sepertinya ia sudah terlalu lama tidur di posisi ini, bokong dan kakinya juga pegal pegal.
ia berusaha sebisa mungkin mengangkat Kepala pelan pelan, hingga akhirnya tubuhnya bisa kembali tegap.
"krek!
" krek!
"awsss!
" hahaha" Louis menertawakan Renee yang terlihat sangat tersiksa, Renee yang melihat Louis tertawa langsung menatap tajam pemuda itu.
louis yang mendapatkan tatapan tajam dari Renee langsung mengangkat tangan menyerah, meskipun dari wajahnya terlihat sekali ia menikmati ini.
"tumben lo muncul.
" haha, aku juga kayaknya udah lama deh gak liat kamu" ucap Louis menggenggam tangan Renee.
Renee menatap Louis horor,
"aku kamu? tunjuk nya pada louis.
"iya, aku kamu" balas louis yang juga menunjuk dirinya dan Renee.
"apa?
" Ren
"kamu sering ketemu Gabriel ya? tanya Louis dengan tatapan sendu.
" iya
"aku juga denger katanya kalian pernah ciuman?
Renee sedikit mengerutkan keningnya, bagaimana bisa Louis tau?.
" kalo iya?
Louis lalu menatap lekat mata Renee.
"kalo Gabriel bisa, aku juga bisa kan?
" sebagai sesama teman.
Renee akhirnya mengerti maksud tersembunyi Louis, ia Rey louis dan Gabriel adalah teman masa kecil yang di pertemukan oleh kerja sama keluarga.
jadi wajar saja ia mengatakan itu, Renee dan Gabriel tidak memiliki hubungan apa-apa selain sebagai teman, dan Louis juga teman Renee, anak itu pasti berpikir hal yang berbeda dengan apa yang Renee pikirkan.
"kalo gak bisa?
"Lo mau apa emangnya? ha?
mendengar jawaban Renee senyuman Louis sedikit memudar, pemuda itu sedikit menunjukkan raut wajah serius.
" a-
"brakh!
belum sempat melanjutkan ucapan nya,Louis dan Renee di kagetkan dengan Rey yang muncul tiba-tiba dari arah pintu dengan tergesa-gesa.
pemuda itu sedikit berekspresi jengkel saat melihat Louis bersama dengan Renee.
Renee yang melihat Rey terengah-engah habis belarian melambaikan tangan pada pemuda itu.
Renee lalu menyambar tas nya dan pergi ke luar mengikuti Rey, ia juga sempat memberikan ucapan perpisahan pada Louis.
"Bye" ucap Renee melambaikan tangan pada Louis.
Louis yang melihat Renee pergi begitu saja meningalkan diri nya benar-benar emosi, meskipun ia melambaikan tangan dan membalas Renee dengan senyuman, otot-otot wajahnya terlihat sangat jelas menandakan seberapa kesal nya ia saat ini.
"kak! panggil Rey dari belakang Renee saat mereka berjalan di koridor.
" hmmm?
"kakak kok bisa sih ketemu dia?!!
" emang kenapa?
"kak! kakak lupa dulu dia pernah celakai kakak?!, pemuda itu di buat semakin kesal oleh jawaban Renee.
" kakak ingat" balas Renee mengangguk ngangguk, meskipun sebenarnya ia lupa, Renee akan tetap menjawab iya.
"terus kenapa kakak-
" Rey!
langkah Renee terhenti, telinganya benar-benar sudah panas mendengarkan ocehan Rey yang terus-menerus menghantui nya.
"apa?
" kakak butuh dia! jadi kamu diam aja dan jangan ikut campur!
"ngerti! ucap Renee meletakkan jari telunjuk nya di bibir Rey.
Rey yang melihat kakaknya emosi langsung kicep, ia akan mulai menutup mulutnya mulai sekarang.
mereka berdua lalu pergi menuju parkiran dan pulang..
di mansion keluarga Karen, suasananya benar-benar tenang, mungkin karena berkurang nya orang orang yang tadi pagi berkumpul bersama.
mungkin di dalam mansion sebesar ini hanya ada karen Renee Rey dan likean saja yang masih menetap, sisanya mencar dan bahkan tidak tahu kapan pulang nya.
Renee penasaran, jika saja mereka semua tidak berkumpul di rumah karen, pemuda itu pasti menjalani hari hari nya sendirian di dalam mansion yang sebesar istana ini.
"kalian udah pulang?
Renee dan Rey yang baru saja memasuki mansion di kejutkan oleh karen yang berdiri tepat di samping mereka dengan segelas kopi.
penampilan pemuda itu terlihat acak-acakan seperti orang yang tidak mandi seminggu penuh.
" bau! sarkas Renee menyuruh Karen menjauh.
"gila! gua baru 3 gak mandi yakali udah bau" balas karen menciumi tubuhnya sendiri.
"udah turun lo anak mami? ucap Renee, sambil menutup hidung, ia berusaha menyemprotkan minyak wangi ke baju dan rambut karen.
" Ren! gua gak se bau itu! karen berusaha menghindari semprotan Renee dan mencoba mengambil minyak wangi gadis itu.
Rey melengos pergi melewati mereka berdua, anak itu tak ingin terlibat.
"gua udah nemu" ucap Renee tiba-tiba setelah parfumnya berhasil di ambil Karen.
"apanya?
" ga jadi" Renee lalu melengos pergi meninggalkan karen yang cengo.