Bagaimana jika kamu memasuki novel yang baru saja kamu baca dan menjadi tokoh utama wanita dalam novel itu.
Rachel Jeshly gadis ini terjebak dalam novel dan ber transmigrasi ke tubuh Ashley istri seorang CEO terkenal.
Bagaimana cerita kehidupan Rachel saat memasuki dunia novel, yuk simak ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon crowell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mengobati
"huaaaaaa, hiks hiks" teriak Ashley mengema satu mansion
Sonia yang sedang menyiram tanaman pun tersentak, pelayan yang sedang melakukan perkejaan mereka bodyguard yang sedang berjaga pun sama kaget nya.
"nyonya!!"teriak Sonia panik berlari memasuki mansion
Semua pelayan yang melihat kejadian awal Hanya menundukkan kepala mereka saja, berbeda dengan pelayan yang tidak melihat kejadian itu.
"Habislah kita," bisik seorang pelayan, dengan mata yang lebar dan wajah yang pucat, sambil menatap ke arah Ashley.
"Semoga saja kita baik-baik saja nanti," jawab pelayan lain, dengan nada yang sedikit gemetar, sambil menggelakkan kepalanya.
"Aduh, jika tuan melihatnya kita bisa di kubur hidup-hidup," bisik pelayan ketiga, dengan mata yang sedikit terbelalak.
Sonia, yang melihat kaki nyonya nya berdarah, berlari menghampiri Ashley dengan wajah yang panik.
"Astaga nyonya!!" pekik Sonia, dengan mata yang lebar dan suara yang sedikit meninggi, sambil melihat darah mengalir dari tulang kering Ashley.
"Bantu aku," pinta Ashley kepada Sonia, dengan nada yang sedikit lembut, sambil mencoba menahan rasa sakit.
Dengan cepat Sonia membantu Ashley, ia membantu Ashley berjalan menuju ke kamar milik Ashley, tapi Ashley menolak.
"Tidak, aku ingin ke kamar Louis," kata Ashley, dengan nada yang sedikit tegas, sambil menggenggam tangan Sonia.
Sonia membantu Ashley berjalan ke kamar Louis, dengan wajah yang masih panik. Setelah sampai di depan kamar Louis, Ashley berkata,
"Silahkan pergi," dengan nada yang sedikit lembut.
Sonia mengangguk dan meninggalkan Ashley
BRUK!!
Ashley kemudian membuka pintu kamar Louis dengan kasar, membuat Louis yang sedang melakukan zoom bersama kliennya tersentak. Dia refleks mematikan zoom itu dan menatap Ashley dengan mata yang menyipit, belum menyadari bahwa kaki Ashley sedang terluka.
"Kau terluka?" tanya Louis, dengan nada yang sedikit lembut dan mata yang menyipit, sambil berjalan cepat melangkahkan kakinya mendekati Ashley.
Dengan cepat Louis membantu Ashley duduk di atas tempat tidur, lalu langkah panjangnya berjalan menuju meja membuka laci mengambil p3k. "Mana, biar ku lihat... Ini harus segera di bersihkan, kalo tidak nanti bisa infeksi," ujar Louis lembut, sambil mengambil kapas yang dibasahi dengan alkohol.
Ashley mencoba menolak, "Sudah, aku tak apa-apa," katanya, dengan nada yang sedikit lembut, sambil mencoba menarik kakinya.
Tapi Louis tidak membiarkan, "Jika tak apa-apa, mengapa kau menangis?" tanya Louis, dengan nada yang sedikit lembut dan mata yang menyipit.
Ashley mengepalkan tangannya kesal, "Aku kesal saja, masa aku kalah dari nenek lampir itu," jawab Ashley, dengan nada yang sedikit marah.
"Kau kalah?" tanya Louis, dengan nada yang sedikit tidak percaya, sambil menatap Ashley dengan mata yang menyipit.
"Ya, makanya aku menangis, tapi kaki Mulus ku... ter... auwww...," pembicaraan Ashley terpotong karena Louis mulai mengobati kaki nya, membuat Ashley mengeluarkan suara yang sedikit terkejut dan mata yang sedikit melebar.
Louis menatap Ashley dengan mata yang sedikit lembut, sambil mencoba menahan senyum, "Sabar, ya. Ini akan segera selesai," katanya, dengan nada yang sedikit lembut.
"Pelan-pelan, Louis bangsat, ini sangatlah menyakitkan!" teriak Ashley, dengan mata yang melebar dan wajah yang merah karena sakit, sambil menjambak rambut Louis dengan kuat.
"Kau lepaskan tanganmu, bagaimana ini akan selesai jika kau meremas rambut ku!!" kesal Louis, dengan nada yang sedikit meninggi, sambil mencoba melepaskan tangan Ashley dari rambutnya.
"Jika kau pelan-pelan, aku akan melepaskan tangan ku," jawab Ashley, dengan nada yang sedikit marah, sambil masih menggenggam rambut Louis.
"Apakah kau ini bodoh?, ini luka, biar gimanapun pun aku lembut, dia akan perih jika terkena obat Betadine," kesal Louis, dengan nada yang sedikit frustrasi, sambil menatap Ashley dengan mata yang sedikit menyipit.
Ashley menatap Louis dengan mata yang sedikit menantang, sambil masih menggenggam rambut Louis. Louis menatap kembali Ashley dengan mata yang sedikit lembut, sambil mencoba menahan senyum.
"Baiklah, aku akan pelan-pelan, tapi kau harus melepaskan tanganmu," kata Louis, dengan nada yang sedikit lembut.
Ashley perlahan-lahan melepaskan tangan dari rambut Louis, sambil masih menatap Louis dengan mata yang sedikit marah. Louis kemudian melanjutkan mengobati luka Ashley dengan lebih hati-hati, sambil mencoba menahan senyum.
"Kau membuka kancing baju mu saat sedang zoom tadi?" tanya Ashley, dengan nada yang sedikit marah dan mata yang menyipit, sambil menatap Louis dengan sinis.
"Iya, lagi pula sangat gerah sekarang," jawab Louis dengan entengnya, sambil mengangkat bahu dan tersenyum.
"Kau tau banyak mata yang melihat mu, kau ingin menggoda mereka ha?!" kesal Ashley, dengan nada yang sedikit meninggi dan wajah yang merah karena marah.
"Hey, apa salah nya? Kan aku panas," Louis merasa heran dengan tingkah Ashley, sambil menggelakkan kepalanya.
"Terserah kau saja, aku muak sekarang, aku ingin makan," kesal Ashley, sambil melangkahkan kakinya dengan pincang menuju pintu.
"Kau sudah makan tadi, kau ingin gemuk?" tanya Louis, dengan nada yang sedikit lembut dan mata yang menyipit, sambil mencoba menahan senyum.
"Terserah perut ku, bisa menampung semuanya, termasuk anak-anak mu nanti," celetuk Ashley, sambil menutup pintu kamar dengan kasar dan membuat Louis terkejut.
Louis menatap pintu yang baru saja ditutup, sambil menggelakkan kepalanya dan tersenyum. " dasar Wanita," gumamnya, dengan nada yang sedikit lembut.
s2 nya thor cerita dari anak mereka thor