Seorang pria yang dijuluki oleh semua orang di dunia gelap sebagai "Crazy Man" mencari seorang wanita, karna telah menyelamatkan nyawanya. Tapi tak disangka keadaan tiba-tiba berubah sehingga mereka terjebak dalam suatu ikatan. Bagaimanakah perjalanan cinta mereka apakah bisa bersama selamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Redquinn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Berhadapan Dengan Sang Singa
Kepala pelayan sedang menunggu untuk menyambut Jordan dan tamu tuan mudanya...
" Selamat datang tuan muda Joe."sambut kepala pelayan tersebut.
Jordan hanya mengangguk,....
" Apa sudah disiapkan."tanya Jordan.
" Semuanya, sesuai perintah anda."saut kepala pelayan tersebut.
" Terima Kasih Pak."jawab Jordan.
Kepala pelayan tersebut mengangguk hormat, dan wanita itu diserahkan kepada kepala pelayan.
" Antarkan nona ke kamarnya."perintah Kepala pelayan pada anak didiknya.
" Tunggu- tunggul dulu, Heyyy.... Kau mau kemana?"teriak Ella pada Jordan yang ingin berbalik pergi.
Jordan berbalik menatap Ella,
" Turuti saja yang dikatakannya..."ujar Jordan lalu pergi.
" Mari Nona, ikut saya."ujar kepala pelayan tersebut.
Ella berdiri diam saja menatap kepala pelayan tersebut,
" Ahh... Maafkan saya nona, saya sudah tidak sopan perkenalkan nama saya Willy panggil saja saya seperti itu." ujar Kepala Pelayan.
Barulah Ella menuruti kepala pelayan tersebut.
" Istirahatlah nona anda pasti lelah, jika anda membutuhkan sesuatu anda bisa menelpon saya."tunjuk kepala pelayan ke arah meja telpon.
Kepala pelayan menunduk hormat lalu berjalan pergi,
"Apa aku diculik, jika aku diculik kenapa mereka memperlakukan ku dengan hormat."pikir Ella dalam hati.
Ia pun melihat sekeliling ruangan besar tersebut lalu menuju ke arah jendela dibukanya jendela lalu ia berpikir,
"Bagaimana maling bisa masuk, ataupun keluar dari rumah ini."pikir Ella dalam hati karna tidak ada celah sedikitpun untuk keluar masuk dari rumah ini.
Lalu ia menuju ke sebuah ruangan dan membuka pintu tersebut,
Ia pun terkejut, karna ruangan tersebut sudah terdapat banyak pakaian wanita bermerk dan sangat mahal.
Ia pun memutuskan untuk memilih satu pakaian yang tampak sederhana atau lebih tepatnya meminjam pakaian tersebut, karna ia belum mandi dan tubuhnya sangat lengket.
Ia pun mandi dan menyalakan air hangat,,
Setelah mandi kemudian ia merasa lapar, dan memutuskan untuk melihat- lihat.
Banyak sekali ruangan- ruangan yang ia tidak ketahui, sampai- sampai ia salah memasuki ruangan, dan ia bertemu dengan kepala pelayan.
" Ada yang bisa saya bantu nona?..."tanya kepala pelayan karna bingung kenapa tidak memanggilnya lewat telpon.
" Hmmm... Saya lapar bisakah saya meminta makanan?..." tanya Ella karna jika ia ingin membeli makanan ia tidak membawa apapun jadilah ia meminta saja.
" Tentu saja nona, makanan apa yang anda inginkan?..." tanya lagi kepala pelayan itu.
" Aku ingin nasi goreng bisakah kau membuatkannya, atau kau bisa menunjukkan padaku dapurnya biar aku yang akan memasak."ujar Ella.
" Apa???????....."bingung kepala pelayan.
" Tidak boleh ya."ujar Ella murung.
" Bukan seperti itu nona, maksud saya apa hanya itu makanan yang anda inginkan? Anda bisa meminta saya untuk dibuatkan steak dan semacamnya."saut Kepala pelayan itu.
" Saya hanya ingin itu saja."jawab Ella.
" Baiklah nona, saya akan buatkan, mohon anda menunggu sebentar."ujar Pak Will.
" Mmmm... Kalau begitu bolehkah saya berjalan- jalan sebentar?..."tanya Ella.
" Kalau itu saya tidak bisa menginjinkannya, karna itu bukan wewenang saya nona."saut Pak Will.
" Biarkan saja Pak Will."saut Jordan yang baru saja selesai mandi.
Pak Will dan pelayan lainnya pergi untuk melaksanakan tugas mereka masing- masing.
" Kemana kau mau pergi, kau tidak bisa kabur dari sini."kata Jordan.
" Memangnya aku bilang mau kabur apa, Huh..."jawab Ella kesal.
" Kau baru saja mengatakannya."saut Jordan tidak mau kalah.
Ella menatap Jordan kesal lalu pergi jalan- jalan .
Ella terkagum- kagum karna banyaknya bunga berwarna warni disepanjang halaman yang luas itu wangi bunga di udara yang tidak terlalu menyengat dihidung membuatnya tampak indah.
"Pintar sekali mereka yang memadukan warna bunga dan membedakan wangi bunga yang menyengat dan tidak menyengat yang di tanam lebih jauh dari bunga yang tidak menyengat dihidung, untuk orang yang alergi bunga mungkin bisa melihat pemandangan indah ini."pikir Ella.
Dikejauhan Alex terus memandangi dan memperhatikan gerak gerik wnaita itu di balik jendela,
Tapi karna insting bela dirinya muncul ia pun menoleh ke arah jendela yang mungkin saja berada di lantai tiga, tapi dijendela tersebut tidak ada siapa-siapa.
"Ia yakin ada yang memperhatikannya."pikir Ella. Tapi anehnya kenapa instingnya itu tidak bekerja saat ia melakukan aktivitas sehari-harinya, bisa-bisanya ia diculik dengan mudah😑😑.
Salah seorang pelayan mendatanginya bahwa sarapannya sudah siap.
" Nona, sarapan anda sudah siap."ujar pelayan tersebut.
" Terima kasih, hmm..."kalimatnya menggantung.
" Anda bisa memanggil saya Fani, saya yang akan melayani anda nona."saut Fani yang sangat peka itu.
" Ahh... Namaku Ella bisakah kau tidak memanggilku nona?...tanya Ella pada Fani.
" Saya tidak bisa nona."ujar Fani.
" Ahh, begitu ya...."ujar Ella.
Di meja makan sudah ada Jordan yang menunggunya dan satu lagi...
Ella mengenalinya, malam saat festival.
" Kau!!!! Yang di festival itu kan. Jadi kau yang menculikku !!!!!!....."ujar Ella terkejut.
" Tidak, aku tidak menculikmu."jawab Alex santai.
" Apalagi kalau bukan diculik kau menyuruh orang untuk mengikutiku dan menutup mulutku lalu membawaku kesini." teriak Ella.
" Jaga mulutmu woman."tegur Jordan.
" Soal itu aku terpaksa melakukannya."ujar Alex.
" Apaaaa!!!..."
Sebelum Ella menyelesaikan kalimat berikutnya, tiba- tiba perutnya berbunyi sangat nyaring dan ia akui belum makan sejak pagi, tapi entahlah ia tidak tau atau berapa hari sudah berlalu dan dimana ia sekarang.
" Duduklah dan makan, makanan yang sudah disajikan."ujar Alex.
Ella terpaksa duduk dan menurutinya karna ia sudah benar- benar lapar dan mengambil makanan apapun yang disajikan seperti orang kelaparan tapi ia tidak peduli.
Untuk melanjutkan perang ini ia harus mengisi tenaganya terlebih dahulu baru ia bisa melawan.
Alex, Jordan juga mengambil sarapan yang sudah disajikan.
Ruang Tamu.....
Setelah makan, mereka melanjutkan perbicangan yang tertunda.
Alex memulai pembicaraan langsung to the point,
" Jadilah kekasih pura - pura ku selama satu bulan."kata Alex.
" Apa?...."
" Selama kau bekerjasama denganku, aku juga akan memberimu imbalan apapun dan juga aku akan membayar tiap jam yang kau lakukan sesuai perintahku."jelas Alex.
" Apapapun yang ku inginkan?.... "tanya Ella memastikan.
" Apapun yang kau inginkan, selama aku bisa mengabulkannya."tegas Alex serius.
" Hahahhaa.... "Ella tertawa.
"?????????????"
Alex dan Jordan bingung, apakah ada yang lucu.
" Kau menganggapnya lucu."
" Tentu saja, bagaimana bisa kau memintaku melakukan itu padahal banyak sekali wanita cantik dan sexy di luar sana, hahaha ..."
" Menurutku kau orang yang tepat."tegas Alex lagi.
Ella berhenti tertawa,,,
Kemudian Jordan menyerahkan pada Ella sebuah kertas,
" Apa ini?...."
" Surat kontrak, disitu tertulis semua hal yang tidak boleh kau lakukan."ujar Alex.
SURAT PERJANJIAN
ISI PASAL :
PASAL 1
PIHAK A HARUS MEMATUHI PERKATAAN PIHAK B.
PASAL 2
PIHAK A TIDAK BOLEH MEMPUNYAI TEMAN SEORANG PRIA.
PASAL 3
SELAMA PIHAK A BERTINDAK BAIK PADA PIHAK B MAKA PIHAK A AKAN MENDAPATKAN BONUS.
PASAL 4
PIHAK A TIDAK BOLEH JATUH CINTA PADA PIHAK B.
PASAL 5
HANYA PIHAK B YANG BISA MEMBATALKAN KONTRAK.
PASAL 6
PERJANJIAN INI AKAN BERJALAN SELAMA 1 ( SATU ) BULAN.
PASAL 7
JIKA PIHAK A MELANGGAR KONTRAK MAKA PIHAK A HARUS MEMBAYAR DENDA PEMBATALAN KONTRAK PADA PIHAK B, BEGITU JUGA SEBALIKNYA JIKA PIHAK B MELANGGAR KONTRAK MAKAN PIHAK B AKAN MEMBAYAR DENDA PADA PIHAK A.
YANG BERTANDA TANGAN DI BAWAH INI PIHAK A DAN PIHAK B.
PIHAK A (ELLA)
PIHAK B (ALEX)
" Surat perjanjian apa ini!!!!... Hanya pihak A yang di bebankan dalam perjanjian ini."protes Ella.
" Bacalah di belakangnya lagi."perintah Alex.
Dan Ia pun membacanya,
Isinya menyebutkan berapa bonus setiap ia mengerjakan pekerjaannya dengan baik, dan berapa gajihnya setiap jam yang membuatnya tergoda.
" Ini sungguh yang akan kau berikan padaku?..."
" Hmmm.... "
Sambil meneguk liurnya tergoda, dengan beberapa pertimbangan
" Be... berikan aku pena, a...aku akan menandatanganinya."
Alex memberikan sebuah pena, dan Ella menandatangani perjanjian itu.
"Lagi pula ia tidak akan jatuh cinta pada pria itu atau yang namanya si Alex itu karna ia punya kekasih (ahh iya lupa ia belum menghubungi kekasinya tapi bagaimana ia bisa menghubungi? nanti saja ia pikirkan setelah ini selesai), ke dua hanya satu bulan saja, dan yang lainnya ia bisa mengatasinya."
Alex tersenyum misterius tanpa disadari oleh Ella.
Jordan hanya mengamati dua orang tersebut.
walaupun sudah late