NovelToon NovelToon
AKU BISA MEMBUATMU JATUH CINTA, TUAN

AKU BISA MEMBUATMU JATUH CINTA, TUAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikah Kontrak / Cinta setelah menikah
Popularitas:86.5k
Nilai: 5
Nama Author: Hany Honey

Seri kedua Kau Curi Suamiku, Kucuri Suamimu. (Hans-Niken)
(Cerita Dewa & Fitri)
Masih ada secuil tentang Hans-Niken, ya? Juga Ratu anak kedua Hans.

Pernikahan yang tak diharapkan itu terjadi, karena sebuah kecelakaan kecil yang membuat warga di kampung Fitri salah mengartikan. Hingga membuat Fitri dan Dewa dipaksa menikah karena dituduh melakukan tindak asusila di sebuah pekarangan dekat rumah Fitri.
Fitri berusaha mati-matian supaya Dewa, suaminya bisa mencintainya. Namun sayangnya cinta Dewa sudah habis untuk Niken, yang tak lain istri dari Papanya. Dewa mengalah untuk kebahagiaan Papanya dan adik-adiknya, tapi bukan berarti dia berhenti mencintai Niken. Bagi Dewa, cinta tak harus memiliki, dan dia siap mencintai Niken sampai mati.
Sayangnya Fitri terus berusaha membuat Dewa jatuh cintai padanya, meski Dewa acuh, Fitri tidak peduli.
"Aku bisa membuatmu jatuh cinta padaku, Tuan!"
"Silakan saja! Cinta tidak bisa dipaksakan, Nona! Camkan itu!"
Apakah Fitri bisa menaklukkan hati Dewa?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hany Honey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27 - Sopir Baru

“Ahh ....” Desah Fitri saat Dewa menciumi leher jenjangnya.

Dewa semakin bergairah karena suara maut Fitri yang menunjukkan kalau Fitri sudah mulai merespon sentuhan lembutnya.

Fitri sendiri tidak tahu, harus melanjutkan atau menyudahinya, karena dia masih saja takut Dewa melakukan semua ini hanya semata nafsu saja, dengan alibi kalau dia berhak mendapatkan haknya itu karena Fitri istrinya.

Fitri sebetulnya masih belum bisa percaya begitu saja dengan ucapan Dewa yang ingin belajar mencintainya. Tapi, ia tepis rasa itu, karena ingin mencoba memberikan kesempatan untuk Dewa. Fitri yakin dengan seperti ini, Dewa akan bisa mencintainya. Apalagi dia memberikan cintanya yang tulus untuk Dewa, tentu saja perlahan Dewa pun akan memberikan cinta yang utuh untuknya.

“Mas,” rintih Fitri saat Dewa mulai menyentuh titik sensitifnya itu.

Ciuman Dewa perlahan turun ke dada Fitri. Fitri hanya pasrah saat Dewa membuka satu persatu kancing bajunya, hingga penutup dadanya terlhat.

“Boleh aku meminta hakku lagi malam ini, Sayang?” tanya Dewa dengan napas tersenggal.

Hanya anggukkan kepala yang terlihat pasrah, Fitri menjawab pertanyaan Dewa. Tidak mau menunggu lama, Dewa melepaskan penutup dada milik Fitri, dan penutup bagian inti tubuh Fitri. Mereka berdua kini polos tanpa sehelai benang pun.

“Akh ....” Pekik Fitri saat Dewa mencoba melesakkan bagian inti tubuhnya.

“Sakit, Mas,” lirih Fitri.

“Aku akan pelan-pelan melakukannya, Sayang.”

Tidak peduli Fitri yang merintih kesakitan, Dewa pun terus melesakkan miliknya hingga Fitri memekik keras karena hentakan Dewa yang mencoba memaksanya. Padahal kemarin Dewa sudah melakukannya, tapi malam ini rasanya masih sama. Sempit dan sangat susah untuk masuk ke dalam sana.

“Ahhh ....”

Fitri terus mendesah saat Dewa menggerakkan tubuhnya di atas tubuh Fitri. Tidak peduli lagi Fitri masih merintih sakit, malam ini Dewa benar-benar dibuat mabuk kepayang oleh istrinya.

Pergumulan panas pun terus berlanjut hingga mereka mencapai puncaknya bersama. Dewa memeluk Fitri, dia menciumi Wajah istrinya yang basah karena keringat.

“Terima kasih, Sayang,” bisik Dewa.

Hanya dengan menganggukkan kepala Fitri menjawabnya. Karena dirinya sedang merasakan nikmat yang tiada tara setelah bermain dengan suaminya. Dewa benar-benar membuat Fitri melakukan pelepasan berkali-kali, hingga dia merasakan lemas tubuhnya.

“Mas ...”

“Iya, Sayang? Kenapa?”

“Tubuhku lengket sekali, bisa bantu aku ke kamar mandi? Aku ingin membersihkannya,” pinta Fitri.

Dewa menggendong Fitri ke kamar mandi. Namun, bukan Dewa namanya kalau dia hanya diam saja sambil menunggu Fitri membersihkan tubuhnya. Dewa tidak mau memberikan Fitri istirahat barang sejenak. Melihat kemolekan tubuh sang istri, Dewa kembali menyentuh sang istri, tidak peduli istrinya sudah lelah dalam permainannya.

“Maaf, Sayang. Aku tidak tahan melihat tubuh indahmu,” bisik Dewa sambil menggendong tubuh Fitri menuju ke ranjang,  setelah selesai membersihkan tubuhnya.

“Aku lelah, Mas,” ucap Fitri.

“Iya, mas tahu. Maaf ya? Ya sudah tunggu sini, mas ambilkan baju.”

Dewa bergegas ke arah lemari pakaian lalu mengambilkan pakaia untuk istrinya. Setelah menemukan satu set piyama untuk istrinya, Dewa kembali membersihkan tubuh Fitri dari sisa air yang menempel di tubuh istrinya itu, setelah dirasa tubuh Fitri kering, Dewa memakaikan baju Fitri.

“Sudah, sini tinggal Mas keringin rambut kamu. Nanti kalau tidur rambut dalam keadaan basah, kepala kamu sakit,” tutur Dewa.

Fitri menuruti apa yang suaminya katakan. Dia duduk di kursi meja riasnya, dan membiarkan Dewa mengeringkan rambutnya yang basah. Setelahnya mereka langsung tidur, dan saling memeluk, mengarungi mimpi indah bersama.

^^^

Di kediaman rumah Hans.

Pagi ini Ratu sudah bersiap untuk keluar kota, karena ada pertemuan dengan kliennya. Sebetulanya Ratu masih malas untuk keluar hari ini. Jangankan keluar kota, keluar kamar pun Ratu masih enggan. Namun, pekerjaan menuntutnya untuk bisa keluar pagi ini. Seakan menuntut dirinya agar tidak larut dalam kesedihan setelah semalam Reyfan memutuskan hubungannya dengan dirinya.

Ya, Reyfan yang memutuskan. Bukan dirinya.

Ratu mengira, Reyfan akan mempertahankan sebisanya dia, dan akan membujuk Papanya lagi. Ternyata pikiran Ratu salah, Reyfan langsung bilang kalau dirinya tidak bisa lagi membujuk papanya. Ratu yang memang tidak ingin mengecewakan papanya, dia pun menurut dengan apa yang Reyfan katakan.

“Ayo Ratu, kamu harus semangat! Kalau kamu larut dalam kesedihan kamu, bagaimana nasib kantor kamu? Tidak mungkin kan mau diurus papa?” batin Ratu menyemangati dirinya sendiri.

Ratu bergegas turun dari kamarnya menuju ke ruang makan, menghampiri Mama dan Papanya yang sedang berada di sana, bersiap untuk sarapan bersama dengan adik kembarnya juga.

“Pagi, Ma, Pa?” sapa Ratu dengan mencium pipi mamanya dan papanya secara bergantian. “Hai sayang? Kalian sudah bangun juga?” sambung Ratu saat melihat kedua adik kembarnya yag sedang duduk di sana juga. Tak lupa Ratu pun mencium pipi kedua adiknya itu.

“Sudah dong, Kak. Kan kita mau sekolah?” jawab mereka kompak.

“Pagi sayang, ini kamu kok sudah rapi sekali?” tanya Hans.

“Iya, mau ke mana?” imbuh Niken.

“Aku mau ke luar kota hari ini, Ma, Pa. Mau menemui klien. Udah janjian dari dua hari yang lalu, makanya aku harus menemuinya, soalnya ini penting,” jawab Ratu.

“Sama siapa?” tanya Hans.

“Sendiri sih, Pa? Mau sama siapa lagi. Aslinya aku malas mau setir mobil, tapi mau gimana lagi?” jawab Ratu.

Biasanya kalau dirinya menemui klien di luar kota, pasti dengan Reyfan. Selalu Reyfan yang menemaninya. Namun, sekarang mau siapa lagi? Sopir di kantor juga sedang sibuk, dia pun tidak memiliki sopir pribadi, setelah menjalin hubungan dengan Reyfan.

“Oh iya, Pa. Sopir di rumah ada yang nganggur? Kalau ada, buat teman Ratu keluar kota hari ini ya, Pa? Soalnya Ratu benar-benar malas nyetir sendiri?” pinta Ratu.

Ratu benar-benar malas sekali untuk pergi sendirian. Dia tidak mau di jalan ada apa-apa, apalagi dirinya sedang malas sekali bawa mobil. Jadi meminta sopir pada papanya jauh lebih baik.

“Sebentar, papa hubungi orang papa. Ada yang bisa papa suruh antar kamu tidak. Soalnya di rumah ya adanya sopirnya Mama, dan sopirnya papa saja. Papa juga hari ini mau ketemu sama klien. Mama kan mau antar adikmu sekolah?”  ucap Hans.

“Baiklah, siapa pun orangnya, yang penting mau lah buat antar aku sekarang, Pa. Aku benar-benar sedang tidak ingin setir mobil sendiri,” ucap Ratu.

“Iya, sebentar papa telefon orangnya.”

Mendengar putrinya itu sedang malas untuk setir mobil sendiri, Hans jadi harus mencarikan sopir dadakan untuknya. Karena Hans tidak mau terjadi apa-apa dengan Ratu, kalau dipaksakan untuk setir mobil sendiri. Untungnya ada orang yang Hans bisa suruh, karena Hans punya anak buah banyak sekali, yang bisa jagain putrinya itu.

“Kamu senggang hari ini?” tanya Hans pada seseorang yang sedang ia hubungi.

“Siap, saya ada waktu senggang hari ini, Pak!”

“Baiklah, ke rumah sekarang. Anak saya butuh orang untuk mengantarkannya ke sebuah kota, karena ada pekerjaan di sana. Mulai hari ini kalau kamu mau jadilah sopir pribadinya.”

“Baik, Pak. Siap laksanakan!” jawabnya dengan tegas.

“Saya tunggu sekarang!” ucap Hans lalu dia menyudahi panggilannya dengan orang suruhannya itu.

Tidak akan sulit bagi Hans untuk mencari seorang pengawal atau sopir dadakan, karena banyak sekali orang suruhan Hans di mana-mana. Meski pun bisnis panasnya sudah tidak berjalan, namun masih banyak orang-orang yang dulu pernah bekerja dengannya sangat menyeganinya.

“Nanti orang suruhan Papa akan ke sini. Mulai sekarang dia akan menjadi sopir pribadi kamu” ucap Hans pada Ratu.

Tepat selesai sarapan, suara bel pintu berbunyi. Asisten di rumah Hans langsung membukakan pintu rumahnya itu, dan mempersilakan tamu yang datang untuk masuk ke ruang tamu.

“Pak, itu ada yang cari. Namanya Pak Andra atau Andre, saya lupa, Pak,” ucap Asistennya.

“Oh iya, sebentar.”

Hans lalu beranjak dari tempat duduknya, ia lalu menemui tamunya itu. Seseorang yang baru saja dia telefon tadi.

“Sudah sampai saja kamu Ndra?”

“Iya, Pak. Kebetulan saya tadi sedang di jalan, mau ada urusan. Tapi bisa saya tunda dulu,” jawab Andra, orang suruhan Hans.

“Bagaimana, kamu bisa kalau mulai hari ini jadi sopir pribadi putriku?” tanya Hans.

“Siap!” jawabnya tegas.

“Ya sudah kalau begitu saya panggil putriku sekarang.”

Hans memanggil Ratu, dan tidak lama kemudian Ratu keluar, dengan menjinjing tasnya, yang sduah siap untuk berangkat keluar kota.

“Iya, Pa. Gimana?” tanya Ratu.

“Jadi ini orang suruhan Papa yang sekarang akan jadi sopir pribadi kamu. Namanya Andra,” jawab Hans dengan memperkenalkan Andra. “Andra ini Putri saya, Ratu namanya,” imbuhnya.

“Ratu.”

“Andra.”

Mereka salaing memperkenalkan diri satu sama lain, sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat.

“Ya sudah, jalankan tugas kamu hari ini. Antar Putri saya hari ini keluar kota untuk menemui kliennya,” perintah Hans pada Andra.

“Siap, Pak.”

“Ya sudah Nona, mari saya antar,” ucap Andra.

“Ya sudah, Pa, Ma, Ratu pamit, ya?” ucap Ratu dengan mencium tangan mama dan papanya.

Dengan sigap Andra membukakan pintu mobil untuk Ratu. Ratu duduk dengan melihat Andra dari kaca spion depan. Entah bagaimana Papanya punya orang suruhan yang masih sangat muda, dan penampilannya seperti Ajudan orang penting saja.

“Non, berangkat sekarang?” tanya Andra yang menyadarkan lamunan Ratu.

“Ah iya, sekarang. Masa besok sih, Pak?” jawab Ratu.

Pak? Gak ketuaan kalau Ratu panggil, Pak? Masa mau panggil, Mas?

Ratu masih berpikir keras, mau panggil Andra dengan panggilan apa. Mungkin lebih baik Ratu memanggilnya dengan namanya saja. Toh sepertinya dia umurnya jauh lebih muda dari Ratu.

1
Asriaty
jangan dong ratu sm rey,,,kasi muncul tokoh baru thor,,atau sm di duda sj
Yusniwati Wati
ga sabar ni nunggu kelanjutannya
Bagus Rahmad
suerrr yg tekwewr...kewer
Eni Hayati
saya suka banget lanjut KK
Ning Suswati
surat apa sih, bikin penasaran lho
Ning Suswati
kasih ada permainan petak umpet pada viona, jg sampai keduluan viona yg bermain main, kok pa2 hans belum bertindak, helllo pak mafia, jgn sampai lho, viona berbuat nekat sama keluarga lho, gk usah kasih kesempatan
Ning Suswati
fitri2masih saja ragu, ya pastas2 saja sih, 3 thn dianggurin, tapi cobalah sedikit membuka hati dan yakin dewa sdh benar2 jatuh cinta sama fitri
Ning Suswati
semoga dg kedatangan viona, dewa semakin takut kehilangan fitri,
Ning Suswati
aq suka ratu bisa menyadari kesalahan fatal yg di perbuat, dan fakus mengadap kedepan, buka mata lebar2 dan tdk terpuruk pada hati yg sdh salah memilih
Ning Suswati
semoga saja ratu membuka matanya lebar2 dan menggunakan otaknya dg benar, apalagi masalah cinta2an,
Ning Suswati
semoga saja ratu sadar se sadar2nya bahwa itu bukan cinta, tapi otaknya yg gk berfungsi dg baik
Ning Suswati
tama sangat bijak menasehati ratu, emang benar dia sendiri juga gk becus dlm mengelola hati dan perasaan, tapi si ratunya aja otak nya di taruh di dengkul, anak perawan sih susah diatur, malah menjerumuskan diri ke dlm.lumpur, gk pernah bersyukur di berikan kehidupan yg layak bergelimang harta, malah kesemsem dg masa lalu ma2nya yg buruk.
Ning Suswati
rasain kamu dewa, emang enak dicuekin, nikmati dan sadari apa yg telah diperbuat selama nikah, dan sabar dlm menghadapi dan usaha tuk memperbaiki diri dan hati
Ning Suswati
ada y manusia bertahan selama itu, tapi mau kata apa, ortunya sendiri gila dan harus pulang kemana juga, lanjut aja, semoga dewa emang mau memperbaiki nya
Ning Suswati
gila abis si ratu tapi sinting plus plus, itu bukan cinta tapi opsesi balas dendam karena niken tdk jadi pisah dg pa2 hans, tolol apa bodoh sih ratunya, kaya gk ada laki2 dlm dunia ini, melek dikit ratu matanya, jgn pura2 buka dan tuli, masa laki2 bekas ma2nya dan ma2.sambung di embat juga, sebelas dua belas kali otaknya dg ma2 zahra, jgn dong thor, masa anak sama emak gila semua
Ning Suswati
eh siapa sih, pacar rahasia ratu, kok manggilnya om, jgn2 mantan ma2 niken
Ning Suswati
bagus dong sifat hans selalu mencintai isterinya, daripada kelayapan celup sana sini, kan lebih aman dg isteri
Ning Suswati
hhhh, bagus deh fit aq suka, lanjut aja
Ning Suswati
lanjut thor, aku baru mampir setelah selesai curi2an suami 🤭
Safa Rizkia
malu2in viona mengerjar suami orang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!