Betapa hancur hati seorang Alia ketika mendapat tuduhan sebagai pencuri dari Tantenya sendiri, namun yang paling menyakitkan adalah ketika Arya tunangannya percaya akan hal itu.
sehingga untuk membuktikan kebenarannya dilakukanlah ritual oleh seorang dukun, sebuah jarum dimasukkan kedalam sumur, dan siapapun yang menyentuh air sumur itu dan terbukti bersalah maka jarum akan menusuk tubuhnya sampai menemui ajal.
dan hingga akhirnya sampai alia meninggalkan kampung tersebut karena kenyataan anak dari Tantenya telah merebut sang kekasih darinya, dan bagaimana selanjutnya siapakah sebenarnya pencuri itu dan bagaimana kisah cinta dan kesuksesan Alia ikuti kisah serunya disini
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muliati Sherina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Telepon dari tari (cemburu)
Pagi pagi sekali, ibu indah sudah muncul didepan kamar Alia, berharap gadis itu mau ke kantor polisi bersamanya.
"Kita liat perkembangan saja dulu ya Bu, siapa tahu hanya orang iseng, lagian susah juga, kita nggak akan nemu pelakunya karena barang buktinya sudah nggak ada.
"Tapi pesannya masih kamu simpan kan Al, jangan dihapus, kirim ke ibu juga.
"Siap Bu, tapi sekarang Alia mau siap siap berangkat kerja dulu.
"Tapi hati hati ya Al, ibu kuatir.
Alia tersenyum melihat kepergian Bu indah, seorang wanita yang baik menganggapnya sebagai keluarga, sedangkan tantenya yang merupakan keluarga, menganggapnya seperti orang lain.
Alia kembali menatap SMS di handphonenya, semoga ini kerjaan orang iseng saja, ucapnya kemudian bersiap siap berjuang demi beberapa lembar rupiah, untuk keluarga dan masa depannya.
Selama ditempat kerja, semua berjalan seperti biasa, dia juga masih berjualan manisan mangga, kiriman orang tuanya di kampung.
Arga yang biasa mendekatinya, tak kelihatan batang hidungnya, Alia dan Susi pun tidak mau ambil pusing, semoga lelaki itu sadar diri bahwa kehadirannya tidak diharapkan lagi.
Sampai waktu pulang tiba, bel berbunyi nyaring, para pekerja berhamburan dari dalam pabrik, dengan wajah sumringah, setidaknya Beban hari ini sudah terangkat separuh.
sampai didepan pagar, Susi dan Alia sedikit heran melihat sebuah mobil Toyota Fortuner, terparkir di halaman, mobil yang biasa mereka lihat di parkiran kantor.
Ternyata ibu indah kedatangan tamu spesial, seorang pemuda tampan, duda keren, masih muda, dan melihatnya hati Alia tiba tiba deg degan, Susi menyikut pinggangnya sambil berdehem.
"Kalian sudah pulang, ibu kuatir makanya menelpon Wisnu kemari, ucap Bu indah tatkala melihat kepulangan dua anak kostnya.
"Al, kamu sih, pasti suka keganjenan, tebar tebar pesona nggak jelas, sekarang liat ada cowok isengin kamu, cerocos pak Wisnu.
"Apa sih pak, orang baru pulang juga, bukannya di tawari minum ini malah di ceramahi, balas Alia.
Susi hanya senyum senyum sendiri melihat tingkah laku dua mahluk itu, sepertinya mereka salah tingkah dan malu, tapi berusaha menutupinya dengan meledek satu sama lain.
"Pak, Bu saya permisi dulu mau ganti baju dulu, gerah, ucap Susi.
"Ikuuut, ucap Alia mengekor di belakang Susi,
"Al, kita lanjut latihan yang kemarin ya, lanjut pak Wisnu.
Susi dan Alia berbalik badan, apalagi Susi bengong mendengar ucapan pak Wisnu, mengapa Alia merahasiakannya lagi, Alia hanya menggangguk, lalu mendorong Susi dari belakang.
"Latihan apa Al, kok kemarin nggak bilang, kamu suka banget ya, main rahasia rahasiaan, ucap Susi sedikit marah.
"Bukan rahasia sus, aku belum sempat bilang, gara gara kepikiran kemarin, aku Ama pak Wisnu kemarin latihan pencak silat.
"Hah, what, amazing, Susi bertepuk tangan mendengar sambil tersenyum bahagia, "Sepertinya ada udang di balik bakwan nih.
"Nggak kok sus cuma buat jaga diri, setidaknya kalau ada yang ganggu kita, bisa di set, set, ucap Alia sambil mengeluarkan jurusnya.
"iya, sekalian berenang, sekalian minum air.
"Maksudnya apa sih, sus.
"Lumayan Al, walaupun duda tapi masih mudah, ganteng tajir lagi, aku juga mau.
"Ih...Susi, Alia mencubit keras pinggang sahabatnya.
"Oww, sakit, jerit Susi.
Setelah mengganti pakaian Alia dan Susi mengajak Santi dan ayu dan yang lainnya ikut latihan, tanpa diduga mereka antusias bukan karena latihannya tapi karena pelatihnya yang melihatnya saja bikin mata berubah pink, lalu keluar emoji berbentuk hati.
"Hadeee, ini cewek cewek mau ikut juga?, tanya pak Wisnu.
"iyaa pak, koor mereka bersamaan.
"Tapi ini kok, ada yang pake daster, celana kependekan, ini lagi mbak yang ayu cuman pake sarung Bali diikat di pinggang, untung kalau pake dalaman, kalau sarungnya terlepas gimana, ucap pak Wisnu, menepuk jidatnya.
Mereka tertawa mendengar protes dari pak Wisnu.
"Emang kenapa sih, dirumah ini kok, nggak ada cowok juga, ucap mbak ayu yang cantik.
"Terus aku ini kamu lihat apa?, waria dadakan, aku masih normal kali, ucap pak Wisnu sambil melambaikan tangannya ke depan, lagi lagi membuat para cewek cewek tertawa.
"Ternyata pak Wisnu lucu juga, ucap Santi.
"Sudah, sudah kalau mau latihan cepeet.
para cewek cewek manis itu segera berlari berganti kostum, tapi sekarang penampakannya malah pakai legging panjang tapi super ketat, sama aja bohong.
Akhirnya dengan sangat terpaksa pak Wisnu membawa mereka ke halaman belakang, lebih luas dan sejuk ada beberapa pohon mangga hibrida dan ayunan buat santai santai, merekapun berebut naik ayunan, hingga membuat pak Wisnu marah.
Sekarang baris dulu, kita pemanasan, dan jangan lupa panggil aku guru.
"Baik guru, koor mereka.
Mereka pun mempelajari jurus yang kemarin diajarkan pada Alia, sambil berpasang pasangan, Alia di depan memperagakan dengan pak Wisnu.
"Wah hebat Alia, ucap Susi disertai tepuk tangan.
"Sekarang kita coba belajar tendangan, tendangan ada beberapa seperti tendangan lurus, melingkar, samping, tendangan depan dan belakang, ucapnya di sertai gerakannya
jika seseorang menendang kita dari depan, maka segera angkat kedua kaki dengan tungkai ditekuk.
"Ayo Al coba lakukan tendangan kedepan.
tanpa ba bi bu, Alia langsung menendang ke arah pak Wisnu dan dengan refleks pak Wisnu melakukan gerakan menghindar, anak anak yang lain langsung bertepuk tangan, seolah melihat pertunjukan.
lagi asyiknya mereka latihan silat, Bu Dian muncul dari balik tembok.
"Nu...Wisnu, tari vc, ucapnya sambil mengarahkan layar ke wajah pak Wisnu.
"Hai...adikku yang cantik, gimana kabarnya, ucap Wisnu dengan senyum manisnya.
"Mas, aku kangen banget pengen pulang ke Indonesia, mas kangen nggak sama aku.
"pasti dong.
"Mas kok kedengarannya ramai suara cewek cewek disitu.
"Pak Wisnu mengarahkan layar hp, pada cewek cewek yang sedang berebutan ayunan di dekatnya.
"Hai kakak cantik, ucap mereka sambil mendada dada, sementara Bu Dian hanya senyum senyum melihat kelakuan anak anak kostnya.
"Ngapain sih mereka, kaya' kurang kerjaan aja, ucap tari, sedikit kesal.
"Oh, aku ajarin mereka latihan gerakan dasar pencak silat.
"Mas, entar kecapean, kan baru pulang kerja juga, lagian emang kenapa juga harus latihan suruh saja mereka ikut padepokan atau perguruan, repot amat sih.
Alia melangkah menjauh dari tempat pak Wisnu, entah mengapa kupingnya terasa panas mendengar perkataan tari, anak Bu Dian tadi di telepon, apakah tari cemburu jika pak Wisnu dekat dengan wanita lain toh bukankah tari hanya anak angkat Bu Dian.
"Pak Wisnu dan tari tidak punya ikatan saudara, Meraka tumbuh bersama dari kecil, lalu siapa yang bisa menolak pesona pak Wisnu, lalu kenapa juga perasaannya jadi aneh, pikir Alia.
Dia kemudian berjongkok mencabuti rumput hijau yang tumbuh liar di kebun Bu Dian itu, kekesalannya dilampiaskan melalui rumput liar dan ilalang yang tumbuh disitu, tapi kemudian refleks Alia berteriak kencang, tangannya tertusuk bunga putri malu.
Teman teman yang lain segera melihatnya, termasuk pak Wisnu, sambungan telepon segera diputus ketika yang di dengar adalah suara teriakan Alia.
Pak Wisnu menghambur di tengah kerumunan Teman temannya, "Kamu kenapa?, suaranya terdengar panik.
"Ada yang tusuk, ucapnya memperlihatkan telunjuknya yang tertusuk duri putri malu.
Pak Wisnu tertawa melihat tangan Alia, "hanya putri malu, kirain di patok ular, makanya putri berani, jangan ganggu putri malu, tau kan akibatnya.
Untungnya Susi segera datang membawa pinset, menjepit duri sampai keluar dan memberikan salep.
"Uuu baru ketusuk putri malu, udah menjerit kesakitan, gimana kalau ketusuk paku payung.
Mendengar ledekan pak Wisnu, Alia melayangkan pukulannya, yang tidak disangka pak Wisnu mengenai lengannya yang membuat pak Wisnu meringis kesakitan.
"Uuu baru kena pukulan Alia, udah meringis, bagaimana kalau kena pukulan pak Madi, bisa menangis.
"Pak madi, cinta pertama kamu?, iya deh kalau itu aku nyerah, ucap pak Wisnu mengangkat kedua tangannya.
Dari teras samping, Bu Dian memandangi dua insan yang saling meledek itu, baru kali ini Bu Dian melihat keponakannya itu tertawa lepas, begitu bahagia meledek Alia yang terlihat tidak mau kalah.
Ihh knp wisnu kyk org bodoh
Brharap si alia bs menghadapi tari
mugi Allah lancarkan rezekimu thor.
krna sudah bikin orang tertawa
Semoga cepat kebongkar kebusukan anak pungut durjana dan mak lucknutnya itu!!!
Jangan bikin Wisnu jd laki2 lembek dong thor.Yg tegas sm tari manipulatif itu.
Enteng sj bagi dia utk menghilangkan nyawa org lain.Bener2 psikopat!!!
ini nih sesuai pepatah buah jatuh tak jauh dr pohonnya.Maknya kelakuannya gak ada akhlak nurun sm anaknya.padahal sdh dididik dg benar dan penuh kasih sayang ttp juga kelakuannya gak bener.Otak dan hati nuraninya gak dipakai sehingga mudah sj terhasut oleh maknya yg gak bener itu.
Mudah2an bu Dian gak apa2...
krn kadang2 ditulis bu dian kadang bu indah.