NovelToon NovelToon
Pernikahan Membuat Luka

Pernikahan Membuat Luka

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:133.3k
Nilai: 5
Nama Author: SHy

Pernikahan seharusnya menjadi momen yang paling membahagiakan dan ditunggu oleh pasangan yang saling mencintai. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi Noami dan Gilang.

Pasalnya, pernikahan mereka terjadi secara mendadak dan tak mengenakkan akibat kesalahpahaman warga yang mendapati mereka berada di dalam rumah kontrakan Naomi dalam kondisi yang cukup intim.

Warga yang mengira kalau Naomi dan Gilang sudah melakukan tindakan tercela yang mencoreng nama baik desa mereka, memaksa mereka menikah saat itu juga. Tidak punya pilihan, Gilang dan Naomi terpaksa menuruti keinginan warga demi menyelamatkan naman baik mereka sebagai pendatang di sana.

“Meski kita sudah menikah, tapi kamu tidak boleh menuntut hak apapun kepadaku!” Kata Gilang setelah tak lama mereka menjadi pasangan suami istri.

Begitu banyak kesepakatan menyakitkan yang dibuat oleh Gilang ditambah sikap Gilang yang sering mengacuhkannya setelah mereka menikah, membuat Naomi merasa pernikahan yang dijalaninya hanya membuatnya terluka.

Apakah Naomi mampu bertahan dengan pernikahan yang hanya membuat luka untuk dirinya meski sebenarnya tanpa diketahui oleh Gilang jika Naomi sudah mencintai Gilang sejak lama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SHy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PML 27 - Sekretaris Baru Gilang

“Benarkah begitu?” Naomi rasanya tidak yakin dengan perkataan Verel barusan. Dia berpikir jika Verel hanya sedang bercanda dengan dirinya.

Selama berkumpul dengan Gilang dan kedua sahabatnya, Naomi berusaha bersikap santai. Dia hanya menanggapi godaan teman-teman Gilang dengan wajah tersenyum seolah tidak begitu peduli dengan godaan mereka yang menurutnya hanya fiktif belaka.

“Naomi, apa kamu gak percaya dengan perkataanku tadi?” Tanya Verel saat Gilang pergi ke kamar mandi. Kesempatan itu Verel gunakan untuk berbicara dengan Naomi.

“Perkataan kamu yang mana?” Tanya Naomi balik.

Verel menghela napas. Kemudian mengulang kembali perkataannya pada Naomi. “Percaya atau tidak, aku sama sekali tidak memperdulikannya.” Balas Naomi kemudian. Membuat Verel terdiam, pun dengan Kala.

“Sepertinya Naomi sudah tak lagi menyimpan perasaan pada Gilang.” Kata Verel dalam hati. Rasanya sayang sekali kalau yang ia pikirkan benar terjadi. Di saat mereka sudah menikah, justru perasaan Naomi pada Gilang sudah lenyap begitu saja.

Tak lama berselang, Gilang sudah kembali bergabung dengan Naomi dan kedua sahabatnya. Melihat jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, membuat Gilang mengajak Naomi untuk pulang. Gilang tidak ingin membiarkan Naomi terlalu lama berada di luar rumah.

“Aku rasa Gilang butuh perjuangan extra untuk membuat Naomi jatuh cinta padanya.” Kata Verel setelah kepergian Naomi dan Gilang.

Kala mengangguk membenarkannya. Keduanya pun serentak membuang nafas kasar di udara. Merasa kalai hubungan pernikahan yang dijalani Naomi dan Gilang saat ini sangat pelik.

**

Beberapa hari berlalu, Naomi sudah tak pernah lagi berkunjung ke rumah orang tua Gilang. Selalu ada saja alasan Naomi agar tidak berkunjung ke sana sehingga membuat Gilang terpaksa pergi sendiri ke rumah orang tuanya.

Bukannya ingin menghindar dari mertuanya, Naomi hanya tidak ingin membuat pikirannya terusik jika melihat kedekatan Gilang dan Melvina lagi.

Siang itu, Naomi, Abian serta kedua rekan kerja mereka pergi ke sebuah restoran ternama untuk menikmati makan siang bersama di sana setelah melakukan pekerjaan di luar rumah sakit bersama-sama.

Saat baru saja masuk ke dalam restoran, pandangan Naomi langsung tertuju pada sosok yang sangat dikenalinya tengah duduk tidak jauh dari dirinya berada.

“Gilang, Melvina, sedang apa mereka di sini?” Gumam Naomi dalam hati. Hal yang membuat Naomi bingung saat ini adalah, penampilan Melvina yang seperti orang sedang bekerja. Apa lagi mereka juga sedang duduk bersama kedua orang pria yang Naomi tebak adalah rekan kerja suaminya.

“Naomi, bukannya itu suami kamu?” Tanya Abian yang turut mengarahkan pandangan ke Gilang.

Naomi mengangguk. Kemudian melanjutkan langkah menuju meja kosong yang akan mereka tempati di sana. Posisi meja yang letaknya tidak terlalu jauh dari Gilang berada, membuat Naomi masih dapat melihat dengan jelas pergerakan Gilang dan Melvina.

“Siapa wanita yang duduk di sebelah suami kamu. Apa wanita itu sekretarisnya yang baru?” Tanya Abian. Sedikit banyaknya, Abian cukup tahu dengan sekretaris Gilang yang lama.

Naomi memilih diam. Dia merasa tidak semua hal harus Abian ketahui. Di saat Abian hendak kembali bertanya, untung saja kedua rekan kerja mereka mengajak Abian berbicara. Membuat Abian mengurungkan niatnya untuk mengajak Naomi berbicara kembali.

Beberapa saat berlalu, dua orang pria yang tadi duduk bersama Gilang dan Melvina nampak sudah beranjak pergi. Meninggalkan Gilang dan Melvina berdua di meja tersebut. Menyadari pandangan Gilang mulai terarah pada dirinya, membuat Naomi buru-buru mengalihkan pandangan ke arah lain. Naomi tidak ingin Gilang mengetahui kalau sejak tadi ia memperhatikannya.

“Kak Gilang, wanita itu bukannya Kak Naomi. Istri Kakak?” Tanya Melvina.

Gilang mengangguk. Tatapan matanya nampak kurang bersahabat menatap ke arah Naomi yang nampak duduk bersebelahan dengan Abian.

Melvina memperhatikan raut wajah Gilang saat melihat ke arah Naomi. Melvina menebak jika Gilang tidak suka melihat kedekatan istrinya dengan pria lain.

“Apa Kak Gilang mengenal pria yang duduk di sebelah Kak Naomi? Soalnya mereka kelihatannya dekat sekali. Bahkan pria itu kelihatan perhatian sama Kak Naomi.” Melvina memancing amarah di dalam diri Gilang.

“Ya, dia Abian. Rekan kerjanya Naomi.” Balas Gilang tanpa mengalihkan pandangan dari Naomi.

Melvina mengangguk paham. Rasanya dia tidak puas begitu saja jika tidak semakin mengompori Gilang saat. Maka dari itu ada saja perkataan yang keluar dari mulut Melvina yang membuat Gilang kesal bukan main.

Sementara itu, Naomi yang sebenarnya masih mencuri pandang ke arah Gilang tengah bertanya-tanya di dalam hati.

“Kenapa Gilang dan Melvina kelihatan seperti ada hubungan kerja. Sebenarnya ada apa ini?” Tanya Naomi. Karena tidak mungkin mempertanyakan hal tersebut pada Gilang, Naomi memilih untuk memendamnya sendiri saja.

“Naomi, sepertinya suami kamu dekat banget ya sama wanita itu.” Bisik Abian di telinga Naomi saat memperhatikan interaksi Gilang dan Melvina yang nampak sangat akrab. Bahkan Gilang tak segan tertawa lepas di depan Melvina.

Naomi tersenyum kecut. Dia merasa malas untuk membahasnya. Maka dari itu Naomi sama sekali tidak ingin menjawab perkataan Abian pada dirinya.

Karena tak mendapatkan respon dari Naomi, membuat Abian tak lagi melanjutkan perkataannya. Mereka sudah fokus menikmati makanan masing-masing, sementara Gilang dan Melvina masih nampak asik bercanda tawa satu sama lain.

Pukul lima sore, seperti biasanya Gilang akan datang menjemput Naomi ke rumah sakit. Naomi yang sudah dapat memperkirakan kapan Gilang datang menjemputnya buru-buru turun ke lobby dan melangkah keluar untuk mencari keberadaan Gilang.

“Tumben sekali dia memarkirkan mobilnya di sana?” Gumam Naomi melihat mobil Gilang yang terparkir cukup jauh dari dirinya berada.

Tanpa membuang waktu lama, Naomi melangkah ke arah mobil milik Gilang berada. Saat baru saja membuka pintu mobil bagian depan, Naomi terkesiap melihat Melvina yang kini duduk di sana dan tengah menatap wajahnya dengan wajah tersenyum.

“Hai, Kak Naomi.” Sapa Melvina ramah.

Naomi menatap wajahnya dengan dahi mengkerut. Apa-apaan ini pikirnya. Kenapa Melvina ikut bersama Gilang menjemput dirinya. Dan kini, Melvina justru duduk di kursi yang bersebelahan dengan Gilang.

“Kak Naomi, untuk sekarang duduknya di kursi belakang aja, ya. Soalnya aku udah betah duduk di sini.” Kata Melvina masih dengan memasang wajah ramah pada Naomi.

Naomi tak menyahut. Dia justru menatap wajah Gilang yang kini menatap ke arahnya.

“Duduklah di belakang. Melvina gak mau pindah ke belakang.” Kata Gilang.

Naomi terkesiap. Meski hatinya sakit mendengar perkataan Gilang yang justru meminta dirinya duduk di belakang bukan menyuruh Melvina yang pindah, Naomi tetap menuruti perkataan Gilang. Kini dia sudah duduk di kursi belakang dan Melvina tanpa rasa bersalah kembali mengajak Gilang berbicara seolah tidak menganggap keberadaannya di sana.

“Kenapa Melvina ikut bersama Gilang menjemputku. Sebenarnya ada apa ini?” Naomi bertanya-tanya kembali dalam hati. Sepanjang perjalanan menuju rumah orang tua Gilang, Naomi hanya diam mendengarkan percakapan Gilang dan Melvina. Dari cara berinteraksi mereka, keduanya terlihat sangat dekat. Gilang bahkan tak segan bercanda tawa dengan Melvina di depan dirinya.

Perjalanan menuju rumah orang tua Gilang yang seharusnya tidak terlalu lama, dirasakan Naomi begitu lama dibandingkan biasanya. Jika saja bisa, Naomi ingin sekali meminta diturunkan saja oleh Gilang. Dia lebih baik pulang ke rumah menggunakan taxi dari pada bersama Gilang tapi melihat Gilang berinteraksi sangat dekat dengan wanita lain. Meski wanita itu katanya adalah adik angkat Gilang.

“Ayo turun!” Ajak Gilang saat mobil sudah tiba di depan kediaman orang tua Gilang.

Rasanya Naomi enggan untuk turun. Namun, dia juga tak enak hati bila tidak masuk ke rumah mertuanya.

Tanpa menjawab perkatana Gilang, Naomi turun dari dalam mobil. Melangkah masuk ke dalam rumah sambil melihat pemandangan suaminya digandeng mesra oleh adik angkatnya sendiri.

“Gimana pekerjaan kamu sebagai sekretaris baru Gilang hari ini. Apa menyenangkan?” Tanya Mama Ruby pada Melvina setelah menyapa Naomi lebih dulu.

Pertanyaan Mama Ruby berhasil membuat Naomi terkejut. “Apa? Melvina bekerja sebagai sekretarisnya Gilang?” Tanya Naomi dalam hati seraya menatap ke arah Gilang yang sedang tersenyum pada Melvina.

***

Jika teman-teman suka dengan cerita Naomi dan Gilang, tinggalkan komentar dan klik tombol suka sebelum meninggalkan halaman ini. Satu lagi, jangan lupa kasih rate bintang 5 ⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️ seperti biasanya. Terima kasih🌺

1
daroe
wahhhh ngajak gelud nih 😄
Andini Febriana
Cerita nya seru kak
Rabiatul Addawiyah
cie dah mulai cair kulkas 4 pintunya (Gilang)
Rabiatul Addawiyah
Wah seneng ya Thor bisa kumpul dgn saudara2 saat pulkam 😍
Mak Lyly
sudah ada kemajuan nih mau solat berjamaah
🌷Vnyjkb🌷
👍👍bagusss,, bgmnpun sikap,sifat gil²,,, ttp nao² hrs taat apa kata imam,,, selanjutnya tinggal jalani dg benar dan lihat ke Tegas an gil²,, mau d bawa kemana kapal rmh tgga kalian, jgn ada 2 nahkoda dlm 1 kapal, 😇
tinkerbell ✧༺♥༻✧
😍
Sugiharti Rusli
si Gilang tetap dengan sikap misteriusnya ke Naomi yah
Puji Hastuti
Apa gilang udah mulai cinta ama naomi ya
Lestari End
selalu suka dengan novel kak shy,,,alurnya selalu tepat jadi ceritanya tidak membosankan.
Lilis Yuanita
bagus
Nur Fadillah
minal aidzin walfaizin kk shy akhir ny
U_Lee
Sesebel2nya/semales2nya Naomi sama Gilang, dia masih mau menjalankan kewajibannya sbg istri. Mungkin dulu Naomi selalu sedih dg semua sikap Gilang tapi sekarang dia udah belajar gak peduli toh menurut Naomi pernikahan mereka juga gak penting bagi Gilang. Naomi berusaha untuk membentengi hatinya supaya tidak merasakan sakit hati seperti dulu.🙈
Naufal Affiq
syukur Alhamdulillah up juga
azalea aza
lanjut
Zainab Ddi
author makasih Uda update 2kali ditunggu selalu kelanjutannya 🙏🏻💪🏻😍
Zainab Ddi
kayaky Gilang mulai mencintai Naomi deh nyatanya dia nyusul kerumah mertua nya dan mau lagi menginap dirumah Naomi
I. Kurniawan
bisa jadi yg dikatakan teman² Gilang mmng benar ,kalo Gilang nyusul Naomi ke desa karna rindu Naomi 😁
Maharani Rani
lanjuttt
Anonim
sepertinya Gilang mau memperbaiki hubungan suami istri yang tidak sehat ini dengan berawal mau menginap di rumah mertuanya dan bahkan mau sholat bersama. Naomi jangan jutek-juteklah....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!