Jangan lupa mampir ditempat ini...!
Menceritakkan seorang cewek ceria dan kocak masuk ketubuh sahabat jauh setelah pergi dan jarang bertemu.
bagaimana kisahnya, dan mampukah dia menerima jadi diri barunya?.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon THAN PUR2507, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27.
Beberapa saat berlalu dan tengah hari pun tiba. Sambil membawa dua kotak besar berisi kue ibu dan Jihan bergegas berangkat untuk kepangkalan dimana ibu sering menjual kuenya.
Setelah beberapa menit mereka telah sampai disana, dengan mengunakan motor roda tiga dan juga tempat mereka untuk berjualan.
Ibu dan Jihan mulai menata kue-kue diatas papan yang berada disisi motor yang sudah dibuat seperti gerobak tersebut.
Melihat betapa uniknya tempat tersebut membuat Jihan menjadi kagum. Karena motor yang seharusnya digunakan untuk dikendarai namun diubah menjadi tempat untuk berjualan.
Bahkan Jihan memberinya dua jempol sekaligus untuk mengungkapkan kekaguman dan kekreatif keluarga ini dalam memodifikasi motor tersebut.
"Biasanya ibu jualan disekitar jalan ini."tanya Jihan menatap ibu yang sedang duduk disampingnya sambil menunggu pembeli
"Iya, ibu sudah bertahun-tahun jualan disini. Lagian ini juga sebelah tepi jalan raya banyak juga kok yang beli kue ibu."ujar ibu dengan nada rendah memberitahu
"Bener juga sih!."jawab Jihan mengerti sambil memperhatikan sekitar
Kemudian mereka berdua mulai menunggu pembeli yang ingin membeli kue-kue tersebut. Menunggu begitu lama sedikit membuat Jihan merasa bosan, dan jenuh.
Ia mengeluarkan ponselnya dari saku celananya, dan membuka sebentar duduk disamping gerobak.
Tak bersilam lama datang sebuah mobil berwarna hitam berhenti didepan gerobak motor mereka. Mobilnya bisa dibilang mobil berkelas dan mewah.
"Eh nak Darius ingin beli kue ya?."ucap ibu dengan ramah menyapa pelanggan setianya seorang pemuda tampan dan kaya
Walaupun dari keluarga kaya raya, pemuda dihadapannya sekarang sangat berhati baik dan sopan.
"Iya tante, biasa beli kue buat dibawa kekantor. Apa masih ada kue yang biasa saya beli?."ujar Darius dengan nada lembut kepada orang yang lebih tua dihadapannya
"Tentu dong nak Darius, karena nak Darius langganan setia tante jadinya tante sudah siapkan seperti biasa, 10 kue bulan dan 10 kue lapis bukan."ucap Ibu lalu mengambil kantong yang sudah ia siapkan tadi
"Benar, rupanya tante masih ingat."seru Darius sopan namun seketika tatapannya terusik oleh seorang wanita duduk disamping gerobak sambil memainkan ponselnya
Darius mengedipkan matanya sekali menatap wanita yang duduk membelakangi mereka, lalu kemudian ia berbalik menatap tante lagi dan juga bertanya.
"Dia siapa tante, apa dia putri tante?."toleh Darius menunjuk rendah kearah wanita disebelah mereka yang sedang sibuk sendiri
"Oh dia putri tante namanya Jihan. Dia baru pulang kemarin dan hari ini menemani ibu jualan disini."jawab ibu ikut menoleh sebentar menatap Jihan putrinya
"Hmm...begitu ya!."sahut Darius sambil mengangguk heran pada wanita itu tumben bersedia ikut berjualan biasanya menolak tak mau
"Ibu akan memperkenalkan putri ibu padamu!"ujar ibu dengan cepat akan memperkenalkan Jihan pada Darius
"JIHAN."panggil ibu sedikit keras
Sibuk dengan ponselnya Jihan duduk ditepi gerobak dengan tenang. Namun ketika ia masih asik menonton film dilayar ponselnya.
Suara panggilan ibunya membuat Jihan mematikan film dilayar ponselnya. Lalu berjalan mendekati ibunya, disaat Jihan masuk ia tidak memperhatikan seorang pria tepat disebelahnya saat ini.
"Ada apa ibu memanggilku?."ujar Jihan menatap ibu dan mengabaikan orang disebelahnya
Bahkan tanpa disadari olehnya sepasang mata terus memperhatikannya. Menatapnya dengan kebingungan dibenaknya ketika melihat wanita itu lagi ketiga kalinya mereka bertemu.
"Ini ibu ingin memperkenalkanmu pada nak Darius. Nak Darius ini sering beli jualan ibu bahkan hampir setiap hari loh."ujar ibu dengan sopan memperkenalkan Darius pada putrinya
Ketika pandangan Jihan menoleh kesamping, kedua matanya sedikit terangkat terkejut karena bertemu dengan pria ini lagi setelah pria ini mengantarkannya pulang kemarin malam.
"Lo?."ucap Jihan sambil menunjuk Darius tepat didepan wajahnya yang lumayan dekat
Melihat Jihan menunjuk tepat hampir dekat dengan wajahnya. Darius mengangkat satu tangannya lalu menurunkan tangan Jihan dari hadapannya.
"Rupanya lo putrinya tante gue nggak percaya kita bisa ketemu lagi setelah dihotel kemarin malam."ujar Darius memang sudah mengenal kalau wanita itu adalah Jihan
Mendengar perkataan Darius membuat ibu terdiam dan mencerna pembicaraan mereka.
"Tunggu dulu, kalian berdua sudah saling kenal. Terus kalian bertemu dihotel semalam, memangnya untuk apa kamu pergi kehotel Jihan."tanya ibu serius menatap Darius dan Jihan dengan kebingungan
Apakah sebelum datang kerumah Jihan pergi kehotel, tetapi untuk apa Jihan pergi kesana?.
Memperhatikan ibu yang semakin berpikir yang bukan-bukan tentangnya, Jihan menatap tajam kearah Darius untuk tak asal bicara ketika berada didepan ibunya.
"Nggak ada kok bu, dia cuma ngarang cerita doang. Semalam aku tidak bertemu dengannya dihotel."bohong Jihan untuk tidak membuat ibunya berpikir kalau ia memiliki kedekatan dengan Darius
"Apa itu tidak bener nak Darius?."toleh ibu meminta penjelasan lebih jelas pada Darius yang masih diam mendengarkan
Dengan wajah gelisah Jihan menatap Darius untuk tak mengatakan banyak hal pada ibunya. Bahkan kedua matanya terangkat sangat lebar, Jihan tidak mau ibu mencurigai mengapa ia kesana kemarin.
Meskipun ia kesana untuk menemui Iryan untuk meminta bantuan saja. Namun akan lain cerita jika didengar oleh ibunya.
Melirik betapa ekspresi takutnya Jihan membuat Darius tersenyum tipis dibibirnya. Kemudian ia mengedipkan satu matanya kearah Jihan ketika melihat kepanikkan Jihan yang menurutnya sangat lucu.
"Benar tante, saya cuma mengarang cerita saja. Kami tidak pernah bertemu dihotel."jawab Darius
"Oh alah ternyata tidak benar, ibu pikir benar dan sempat nuduh Jihan yang bukan-bukan maafin ibu nak."ucap ibu lalu menoleh pada Jihan karena telah berprasangka buruk
Dengan napas lega Jihan akhirnya terbebas dari pertanyaan yang sulit untuk dirinya jawab nanti.
"Nggak apa-apa ibu, Jihan ngerti."jawab Jihan tertawa pelan merasa lega dihatinya sekarang
"Nak Darius ini kuenya!."ucap ibu lalu menyerahkan dua kantong kue ditangannya pada Darius
"Oh iya tante terimakasih, uangnya sudah saya transfer."sahut Darius lalu mengambil kantong tersebut setelah mengirim uang kerekening tante
"Makasih nak Darius!."jawab ibu mengangguk pelan
"Makasih udah udah jadi langganan setia ibu gue!."ucap Jihan juga berterimakasih
Jihan juga baru sadar kalau setiap hari Darius membeli 20 kue dari ibunya. Meskipun ia sedikit heran, orang kaya sepertinya membeli kue dipinggir jalan bukannya ditoko kue terkenal atau mahal gitu.
"Hmm...gue juga suka kue-kue nyokap lo jadi gue sering beli disini."ujar Darius menjawab dengan nada rendah namun tenang menatap Jihan
"Kalau gitu saya pamit dulu tante keburu terlambat kekantornya!."ujar Darius lalu berpamitan pergi sekarang
"Iya nak Darius hati-hati yang semangat bekerjanya."ujar ibu
"Tentu tante!."jawab Darius
"Lo nggak bilang juga hati-hati ke gue gitu!."lirik Darius kearah Jihan yang hanya memperhatikan saja
Mendengar perkataan Darius membuat Jihan mengerutkan keningnya heran.
"Buat apa juga gue bilang, ibu gue juga udah bilangkan."sahut Jihan datar sambil menatap Darius heran
"Itu beda, lo juga harus bilang."ujar Darius dengan nada rendah memberitahu kalau Jihan perlu bicara sebelum ia pergi
"Aneh! Udah sana pergi keburu nanti ada yang beli jadi merasa terganggu karena keberadaan lo disini."pinta Jihan dengan sopan namun berniat mengusir Darius pergi
"Gue nggak bakal pergi sebelum lo bilang hati-hati ke gue!."ucap Darius tetap pada perkataannya dan enggan untuk pergi
Memperhatikan tingkah Darius yang diarahkan pada Jihan membuat Ibu hanya mampu mengeleng pelan.
"Udah turutin aja Jihan!."bisik ibu tepat disebelah Jihan untuk mengikuti kemauan Darius
"Oke!."jawab Jihan pada ibunya mematuhi ucapan ibu dan semua ini ia lakukan demi ibunya
"Lo juga hati-hati semangat juga kerjanya tuan Darius."ucap Jihan dengan nada rendah namun penuh tekanan
Hanya itu aja sih dari author terimakasih atas waktunya yang saat ini baca/Bye-Bye//Smile//Grievance/