Kisah seorang Angel yang tidur dengan seorang pria di dalam kamar hotel. Pria itu adalah Devan seorang pengusaha sukses namun sudah memiliki istri dan sangat mencintai istrinya.
Ayah Devan menyuruh untuk Devan agar mempertanggung jawabkan perbuatannya, dia harus menikahi Angel karena sudah tidur bersama Angel.
Karena berita itu Angel di cap sebagai wanita pelakor dan penggoda suami orang padahal dia tidak ada sedikitpun niat untuk menjadi wanita pelakor dan wanita penggoda.
Bagaimana kisah mereka?
Mengapa Angel bisa tidur dengan Devan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ding-dong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Oh jadi begini
Mas Devan pasti lagi mau mencari cara untuk bisa merayuku agar tidak marah lagi, hem emang enak sih kalau punya suami bucin, selalu menuruti kemauanku bahkan masalah anak pun dia turuti padahal aku tahu dia sangat menginginkan anak tetapi aku nggak mau lah batin Clara senang.
Di dalam mobil Devan
"Kemana Angel, kenapa dia tidak terlihat" ucap Devan yang sedang melihat ponselnya sambil menyetir mobil.
"Sembunyi dimana dia" ucap Devan pada dirinya sendiri.
"Pasti sekarang dia sedang ketakutan, tapi kemana dia" ucap Devan lagi pada dirinya sendiri, lalu menyimpan ponselnya kemudian segera menambah kecepatan mobilnya agar cepat sampai ke tempat Angel.
"Miko sekarang pasti kak Angel sedang ketakutan, loe tahukan kak Angel trauma" ucap Mila khawatir.
"Iya kak, terus kak Angel kan di kurung, gue benar-benar khawatir kak, mana dia di siksa pula" ucap Miko yang tak kalah khawatirnya juga.
"Kita hanya bisa mendoakan kak Angel agar baik-baik saja dan dia tidak di siksa lagi sama orang jahat itu" ucap Mila.
"Angel" teriak Devan yang tampak terburu-buru menapaki anak tangga.
"Angel" teriak Devan lagi karena Angel tak menjawabnya sama sekali.
Ya ampun kenapa aku tidak melihat CCTV yang sebelumnya, aku kan habis menyiksanya tadi, pergi kemana dia setelah itu batin Devan.
Devan pun segera melihat dan ternyata Angel belum keluar-keluar dari dalam kamar mandi, semenjak dia habis menyiramnya.
Bodoh banget sih, kenapa dia tidak keluar-keluar dari dalam kamar mandi apa dia mau mati di dalam situ batin Devan sambil berjalan menuju kamar mandi.
Dan memang benar Angel masih berada di dalam kamar mandi sedang meringkuk ketakutan sambil menangis, pakaian basahnya pun dia belum ganti sama sekali, pakaian itu sudah hampir kering lagi di badan Angel.
"Angel kamu kenapa masih di dalam kamar mandi, kamu mau mati. Ayo keluar kamu nggak usah takut" ucap Devan.
"Iya aku memang mau mati saja, aku udah nggak mau lagi hidup di sarang seperti ini terus di siksa, nggak bisa lihat dunia luar padahal aku juga pengen lihat dunia luar jadi lebih baik aku mati saja" jawab Angel, walaupun sebenarnya dia sudah tenang ternyata Devan datang karena sejak tadi dia ketakutan, sampai-sampai dia berniat untuk mati saja. Dan kalau Angel tidak berpikir bunuh diri itu dosa dia pasti sudah lama mengakhiri hidupnya.
Devan geleng-geleng kepala mendengar ucapan Angel, lalu segera keluar mengambil handuk dan juga pakaian buat Angel termaksud pakaian dalamnya lalu datang kembali kepada Angel.
"Jadi beneran nih kamu mau mati saja, ya sudah adik-adikmu duluan kalau gitu yang mati habis itu kamu nyusul mereka deh" ucap Devan enteng.
"Nggak mau kak, jangan apa-apakan adik-adik aku" mohon Angel yang langsung melihat Devan.
"Kamu ini sejak tadi nangis yah?" tanya Devan sambil memegang pipi Angel.
Angel hanya menganggukan kepalanya saja.
"Dasar bodoh, ganti pakaianmu" perintah Devan sambil memberikan pakaian Angel.
"Kakak nggak akan apa-apain kedua adik akukan?" tanya Angel dan masih belum mau mengambil baju pemberian dari Devan.
"Iya, ambilah pakaianmu ini dan cepat gantian" perintah Devan.
Angel pun segera mengambil pakaiannya dari tangan Devan.
Penurut sekali kalau sudah menyangkut saudaranya batin Devan.
"Kakak kok ambilin dengan pakaian dalam aku" ucap Angel kaget.
"Memang kamu kalau pakaian nggak memakai pakaian dalam?" tanya Devan dengan entengnya.
"Yah pakai dong, tapi kenapa kakak mengambilkannya aku bisa ambil sendiri" ucap Angel.
"Kamu ini kenapa tiba-tiba sangat berisik bukannya terima kasih aku sudah mengambilkannya, pakailah pakaianmu tidak usah banyak komentar" ucap Devan.
Devan pun segera ingin keluar dari dalam kamar mandi untuk membiarkan Angel gantian, namun bajunya di tahan oleh Angel.
"Kenapa lagi Angel?" tanya Devan sambil menoleh kepada Angel.
"Kakak jangan keluar aku takut" ucap Angel.
"Terus mau kamu gimana?" tanya Devan.
"Yah kakak tetap disini selama aku gantian" jawab Angel.
"Wah kamu mau aku melihat kamu gantian gitu, kamu mau menggodaku lagi" ucap Devan.
"Siapa juga yang mau menggoda, aku gantian di belakang kakak, berbaliklah biar aku gantian cepat dan kakak jangan balik ke belakang sebelum aku bilang selesai" perintah Angel dan Devan pun langsung menurut saja.
Angel pun segera mengganti pakaiannya dengan cepat.
"Selesai" ucap Angel.
Kenapa aku menurutinya begitu saja batin Devan**.
"Ayo keluar" ucap Devan.
Angel pun keluar dengan kaki yang semakin sakit namun dia coba menyembunyikannya.
"Tidurlah dan jangan berpikiran bunuh diri, karena kalau sampai kamu bunuh diri adik-adikmu yang masih mau berkembang itu akan ikut kamu juga" ucap Devan.
Angel pun langsung menuruti perintah Devan. Dia langsung naik ke tempat tidur dan memakai selimutnya.
"Kak Devan jangan pulang dulu sebelum aku tidur yah" mohon Angel kepada Devan yang sedang duduk di pinggir tempat tidur.
"Memang kenapa kalau aku mau pulang sekarang, terserah aku dong" ucap Devan.
"Aku takut kak, tapi kalau cuaca bagus aku nggak takut kok kak" ucap Angel.
"Kamu ini sudah besar masih saja penakut" ledek Devan.
"Ya sudah kakak pulang saja, hati-hati di jalan" ucap Angel yang sok sok berani.
"Iya aku memang sudah mau pulang sekarang, lagian aku kembali kesini karena ada yang aku lupakan jadi kamu nggak usah kegeeran dan berpikir kalau aku kembali kesini karena kamu" ucap Devan yang sedang berbohong.
Devan pun segera beranjak dari tempat tidur, namun tangannya di tahan cepat oleh Angel.
"Kakak jangan pulang aku takut kak" mohon Angel.
Devan pun tersenyum namun itu tidak di lihat oleh Angel.
"Udah penakut sombong lagi" cibir Devan.
Kenapa sih aku harus penakut gini, aku ingin banget seperti dulu yang nggak trauma batin Angel.
"Ya sudah karena kamu sudah memohon, sekarang geser aku mau tidur" perintah Devan.
"Haa kakak mau tidur disini?" tanya Angel.
"Iya mau kamu dimana aku tidur, disini hanya ada satu kamar dan ini rumah aku" ucap Devan.
Duh bukan itu maksud aku juga sih, maksud aku tuh kalau kak Devan nggak pulang nanti mba Clara marah batin Angel.
"Geser" perintah Devan.
Angel pun segera bergeser dan langsung menyimpan guling di antara mereka, karena tidak mau lagi seperti kejadian sebelumnya dan berakhir dia di tendang padahal dia tidak salah apa-apa.
Terkadang aku bingung dengan semua ini, kenapa dia tidak pernah bersikap seperti wanita penggoda pada umumnya batin Devan.
"Mas Devan kok nggak datang-datang, jangan-jangan" ucap Clara lalu segera bangun dan memeriksa kunci mobil Devan dan kunci mobilnya tidak ada.
Clara menelepon pengawal yang berjaga dan ternyata dia melihat mobil Devan yang keluar rumah di tengah-tengah hujan lebat tadi.
Clara menelepon Devan namun ponsel Devan tidak aktif, karena ponsel Devan baterainya habis dan Devan juga lupa memberitahu Clara karena dia sudah kecapean dan sekarang sedang tidur dengan pulas bersama Angel.
"Sialan kamu mas, kenapa ponselmu tidak aktif" teriak Clara kesal.
######
"Kak Devan bangun, kakak nggak ke kantor. Aku sudah buatkan sarapan buat kakak" ucap Angel sambil membangunkan Devan.
"Siapkan air hangat, aku mau mandi dulu" ucap Devan yang masih setengah mengantuk.
"Sudah kak" ucap Angel.
Devan pun segera bangun dan menuju kamar mandi.
Selesai mandi dan berpakaian Devan baru teringat dengan Clara yang sedang marah padanya semalam, Devan pun mengambil ponselnya untuk menghubungi Clara namun ponselnya ternyata baterainya habis.
Heem bentar deh aku menemui Clara, dia pasti masih kesal sekarang, biarkan dia menenangkan diri dulu batin Devan.
Devan pun segera keluar kamar menuruni anak tangga menuju meja makan karena dia ingat Angel bilang sudah menyiapkan sarapan.
Kenapa masakannya selalu enak batin Devan.
Angel hanya bingung melihat Devan yang tidak menyuruhnya menyicip terlebih dahulu dan dia juga di suruh makan bersama oleh Devan.
"Angel kamu ingin lihat dunia luarkan?" tanya Devan begitu melihat Angel yang sudah selesai membersihkan piring kotor.
"Iya kak" jawab Angel dengan antusiasnya.
"Sini ikut denganku" ucap Devan sambil berjalan menuju keluar rumah, Angel pun dengan senang hati mengikutinya.
Angel sangat senang karena mungkin dia akan keluar jalan-jalan.
"Inilah dunia luar, silahkan di lihat dan di nikmati" ucap Devan yang hanya membawa Angel keluar di depan rumah.
Senyum Angel tiba-tiba berubah suram dan itu di lihat oleh Devan, Devan hampir saja tertawa namun berhasil di tahannya.
"Nikmatilah sebelum kamu aku kurung lagi," ucap Devan.
"Iya kak" jawab Angel dengan senyum terpaksanya.
Tiba-tiba Angel melihat banyak bunga yang membuatnya bersemangat seketika.
"Kak aku mau merawat bunga-bunga itu, bolehkan?" tanya Angel dengan mata berbinar.
"Emm boleh, buatkan aku minuman dulu dan ambilkan aku buku" perintah Devan.
"Siap kak" ucap Angel.
"Oh iya kakak nggak ke kantor?" tanya Angel.
"Nggak"
Angel pun segera melakukan perintah Devan dengan senyum ikhlasnya.
Apa dia tidak dendam padaku, aku kan habis menyiksanya batin Devan sambil duduk di sebuah kursi.
Angel langsung merawat bunga-bunga yang terlihat sangat indah di matanya begitu selesai mengerjakan perintah Devan, sedangkan Devan membaca buku di kursi sambil sesekali meminum minuman buatan Angel, Devan pun sesekali memperhatikan Angel yang sangat bahagia padahal dia hanya merawat bunga saja.
Dia sangat pandai dan bahagia merawat bunga, pasti dia juga akan sangat merawat anaknya jika memiliki anak, dan kalau sampai dia hamil karena kejadian di hotel berarti aku akan memiliki....ya ampun apaan sih yang kamu pikirkan Devan batin Devan.
"Angel masuklah dan duduk di sofa" perintah Devan begitu melihat Angel sudah selesai merawat bunga-bunga itu.
Devan masuk lebih dulu.
Angel pun menurut sebelum Devan kumat lagi jahatnya.
Angel terkejut melihat Devan yang ternyata akan mengobati betisnya.
"Kak Devan biar aku obati sendiri saja" ucap Angel merasa tidak enak.
"Diamlah" ucap Devan dan melanjutkan pengobatannya.
Angel hanya bingung karena semua itu akibat Devan dan Devan juga yang mengobatinya.
"Oh jadi begini kelakuan kamu mas di belakang aku" bentak Clara tiba-tiba karena melihat Devan sedang berjongkok di depan Angel sambil memegangi betis Angel.